Senin, 26 Januari 2015

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Seksualitas pada Anak Usia Baligh dan Remaja bersama ibu Elly Risman

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Seksualitas pada Anak Usia Baligh dan Remaja bersama ibu Elly Risman, M.Psi adalah acara seminar parenting yang Chi datangi hari Sabtu lalu (26/01). Bertempat di sekolah Keke dan Nai.

Sudah 3 tahun tahun terakhir ini, sekolah memang rutin mengadakan seminar parenting. Tahun pertama, seminar parenting tentang Pendidikan Karakter Anak bersama Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd. Yang kedua, Chi lupa sama siapa karena saat itu Chi gak bisa hadir. Dan yang ketiga, alhamdulillah Chi bisa hadri lagi walaupun gak sampai tuntas karena harus mengejar waktu supaya gak telat ke acara Warung Blogger.

Peranan orang tua dalam pendidikan seksualitas pada anak usia baligh dan remaja bersama Elly Risman

Ibu Elly membuka seminar parenting kali ini dengan sebuah pertanyaan, "Sejauh mana kita telah menjadi orang tua sebaik-baiknya dengan anak kandung?" Disini sebagai orang tua kita semua diajak merenung, apakah yakin sudah menjadi orang tua yang sebaik-baiknya untuk anak? Karena kenyataannya, trend anak dan remaja zaman sekarang adalah terpaparnya pornografi sejak awal. Terutama sejak kelas 4 bahkan ada yang sejak kelas 1 bahkan TK.

Gadget menjadi salah satu penyebab penyebaran pornografi. Banyak orang tua yang hanya mampu membelikan gadget tapi tidak mampu memberikan edukasi gadget kepada anak. Kebanyakan orang tua membelikan gadget hanya karena gengsi melihat orang tua lain mampu membelikan anaknya gadget, masa' kita enggak. Ada juga yang membelikan gadget supaya anaknya anteng. Tapi, sama sekali tidak mengedukasi anaknya apa yang baik dan tidak dalam gadget.

Masih banyak orang tua yang berpikir, "Ah, anak tau apa, sih?" atau orang tua berpikir kalau mereka itu lebih tau dari anak. Padahal anak-anak zaman sekarang itu pintar-pintar. Karena mereka adalah generasi Digital Natives sedangkan orang tuanya adalah generasi Digital Imigrant. Artinya, anak-anak sekarang itu lebih akrab dengan teknologi digital bahkan sejak lahir. Gak heran kalau banyak anak-anak sekarang yang gak gaptek, berbeda dengan orang tuanya.

Kalau orang tua tetap bertahan dengan kegaptekannya, selalu merasa aman, itu berbahaya. Anak-anak akan mudah mendapatkan banyak sekali info dari dunia digital tanpa ada yang membendung dan memfilter.  Orang tua baru sadar setelah terjadi sesuatu terhadap anaknya.

Menurut tabel yang dibuat ibu Elly berdasarkan survey, rumah belum tentu menjadi tempat teraman. 52% pornografi justru terjadi di rumah (termasuk di kamar mandi), 18% di bioskop, 10% di rumah teman, 3% di sekolah, sisanya lain-lain. Mereka mendapatkan pornografi dari film bioskop atau DVD (20%, situs 13%, games 13%, sisanya lain-lain.

Ibu Elly juga melakukan survey kepada beberapa anak pra-remaja. Beliau bertanya, "Sudah siapkah menjadi remaja?" 57% anak mengatakan siap. Tapi, banyak orangtua yang terdiam ketika ditanya persiapan apa saja yang sudah dilakukan dalam menghadapi pubertas? Bisa jadi artinya, anak siap menjadi remaja untuk sesuatu yang salah.
  1. Sudah sejauh mana anak dipersiapkan memasuki pubertas?
  2. Apakah orang tua melakukan sendiri persiapan tersebut atau mengharapkan orang lain yang melakukan
  3. Apa yang ingin dibahas dengan anak?
  4. Sudahkah membahas isu-isu mutakhir tentang kasus-kasus anak dengan anak?
Banyak orang tua yang merasa nanti aja. Belum saatnya, tunggu anaknya cukup umur dulu. Padahal, kasus pornografi mulai banyak terjadi sejak anak usia dini. Mereka melakukan itu karena meniru dari apa yang dilihat karena banyak anak yang sudah akrab dengan gadget sejak kecil tanpa filter. Bicaralah dengan anak, dengan bahasa yang mereka bisa mengerti.

Orang tua juga banyak yang mengharapkan orang lain yang bisa mendidik anak mereka. Anak mereka disekolahkan, di masukkan ke bimbel, TPA, dan lain-lain karena berharap pihak-pihak lainlah yang bisa mendidik anak-anak. Padahal pihak-pihak lain sifatnya hanya membantu. Yang tetap harus bertanggung jawab dan akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT nanti adalah orang tua. Bahkan bu Elly Risman mengatakan kalau banyak orangtua yang lebih peduli, sibuk, dan pusing sama urusan politik ketimbang sibuk dengan tumbuh kembang anak

Tidak percaya diri bicara seks kepada anak juga dialami banyak orang tua. Karena budaya kita yang masih menganggap bicara seks kepada anak adalah sesuatu yang tabu menjadi salah satu penyebabnya. Supaya orang tua menjadi percaya diri saat mangajak anak bicara seks, harus ada 2 hal yaitu sadar dan sepakat.

Sadar
  • Tanggung jawab kepada Allah SWT - Anak adalah amanah yang Allah berikan kepada orang tua. Kalau Allah memberikan amanat tersebut dalam keadaan baik, maka ketika saatnya nanti kita pun harus mengembalikannya dalam keadaan baik.
  • Gentingnya masalah karena isu-isu yang berkembang
  • Anak perlu pendampingan untuk melalui masa pubertas
Sepakat - Orang tua harus punya concern, commitment, dan continuity untuk menyediakan waktu dan tenaga bersama anak-anak. Komunikasi harus benar, baik, dan menyenangkan.

Menurut bu Elly, Seks dan Seksualitas adalah 2 hal yang berbeda.

Seks
  • Segala sesuatu yang berhubungan dengan alat kelamin
  • Menjadi laki-laki atau perempuan
Seksualitas
  • Totalitas kepribadian
  • Apa yang kau percayai, rasakan, pikirkan, dan bagaimana bereaksi
  • Bagaimana Anda berbudaya, bersosialisasi, dan berseksual
  • Tampil ketika berdiri, tersenyum, berpakaian, tertawa, dan menangis
  • Menunjukkan siapa diri kita
Orang tua harus mengajarkan seksualitas kepada anak sejak dalam kandungan. Bahkan sejak kita memilih pasangan. Orang tualah yang menjadi pendidik pertama tentang seksualitas anak. Cara orang tua mendidik anak ada 3 hal pilihan orang tua:
  • Jangan membeo - menurut ibu Elly, banyaknya pakar parenting yang berbicara bukan berarti kita harus membeo. Membeo itu seperti burung beo yang selalu meniru persis apa yang didengarnya. Tapi lihat dan cerna dulu apa yang dikatakan oleh pakar tersebut, Apabila tidak sreg bagi kita, jangan lakukan.
  • Mengulang sejarah - kalau kita berpikir, dulu gak pernah dipersiapkan masa pubertas oleh orang tua kenyataannya aman-aman saja, gak berarti ketika kita mengulang hal yang sama dengan yang orang tua kita lakukan dulu juga akan tetap aman. Jadi, gak selalu semua sejarah bisa diulang.
  • Merubah fikiran - tiap zaman, beda tantangannya. Penting bagi orang tua untuk selalu mengupdate dan merubah sudut pandangnya.
Agar orang tua merasa percaya diri ketika memberikan pendidikan seksualitas kepada anak adalah:
  • Berlandaskan agama
  • Menyikapi dan mempersiapkan materi sesuai umur anak
  • Berlatih bicara - ada beberapa hal yang mungkin cukup berat bila dibicarakan dengan anak. Supaya tidak salah, orang tua sebaiknya berlatih bicara sendiri dulu.
  • Gunakan istilah al-quran, kitab suci, atau bahasa ilmiah - contohnya, ketika mengenalkan kemaluan, masih banyak orang tua yang bilangnya 'burung' atau 'dompet'. Padahal anak itu berpikir konkrit. Bilang aja ke mereka kalau itu kemaluan. 
  • Jangan jaim - orang tua gak perlu takut salah dalam mendidik anak. Biar gimana orang tua adalah manusia. Sewaktu-waktu bisa salah.
Bu Elly bercerita, suatu hari beliau pernah dikritik oleh salah seorang anaknya yang bersekolah agama. Katanya, beberapa hadist yang selama ini diajarkan ibunya itu hadist lemah. Anaknya lalu memberitahu hadist yang kuat kepada ibunya. Yang dilakukan bu Elly saat itu adalah
  1. Jangan putus asa - ketika kita merasa telas salah mendidik anak, percayalah kepada rahmat Allah
  2. Mentertawai diri sendiri - mampu mentertawai diri sendiri itu salha satu tanda kalau kita sehat
  3. Salah adalah hal yang manusiawi
Sesekali anak juga perlu bicara dari hati ke hati dengan orang tuanya. Apabila orang tua memiliki lebih dari satu anak, jangan dibarengi pembicaraan dari hati ke hatinya. Ayah dan ibu pun mempunyai masing-masing pertanyaan. Karena biasanya pemikiran ayah dan ibu bisa berbeda.

Chi gak selesai ikut seminarnya. Padahal ada sesi praktek berbicara juga. Tapi, setidaknya udah ada beberapa ilmu berharga yang bisa Chi dapatkan. Saat seminar tersebut, Bu Elly juga banyak bercerita tentang kasus-kasus seks hingga pergaulan pada anak bahkan sejak usia dini. Bikin kepala jadi rada cenat-cenut sekaligus mengurut dada, deh.

Tapi, setelah Chi berpikir keras, diputuskan beberapa hal untuk tidak menulisnya disini. Saat itu, bu Elly sangat tegas tidak mengizinkan orang tua yang membawa anak masuk ke dalam seminarnya. Ada beberapa materi yang memang bukan konsumsi anak-anak walopun itu terjadi pada anak. Dan dengan alasan yang sama, Chi pun tidak menulis di sini. Karena blog ini sering dibaca oleh Keke dan Nai. *Sedang dipikirkan media lain*

Dari seminar tersebut *walopun gak tuntas lihatnya*, ada beberapa ucapan bu Elly yang bisa Chi kasih catatan penting:
  1. Selalu berlandaskan agama
  2. Orang tua selalu mendapatkan PR dalam hal mendidik anak
  3. Jangan pernah berharap hasil instan ketika mendidik anak
  4. Selalu update perkembangan terbaru dari dunia anak
  5. Jangan takut salah
  6. Orang tua itu terdiri dari ayah dan ibu. Penting sekali untuk keduanya berperan dalam mendidik anak, bukan hanya tanggung jawab ibu saja.
post signature

53 komentar:

  1. jadi semuanya kembali ke orangtua ya mak,sekolah dll hanya membantu. jadi pingin banget ikut seminarnya bu elly :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, karena guru pertama seorang anak adalah orang tua

      Hapus
  2. Kadang orangtua ragu2 atau enggan memberikan pendidikan sex kepada anak-anaknya.
    Padahal jaman sekarang penting sekali agar anak memiliki pemahaman yang cukup tentang masalah ini.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Pakde. Daripada taunya dari orang lain trus salah pula infonya

      Hapus
  3. Makasih sharenya mak. Saya pernah mau ikut acara yg pengisinya Bu Elly, belum jodoh ternyata emmang ga boleh bawa anak. Mungkin lain kali :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena temanya pendidikan sex. Kalau tema lain, ada juga kok yang boleh bawa anak

      Hapus
  4. pendidikan seks sepertinya sangat dibutuhkan pada era ini. saya yang uda umur segini aja kadang masih diwanti wanti sama ibu soalnya hidup rantau jauh dari keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena zaman sekarang info datang dari mana-mana. Termasuk tentang sex. Jadi memang harus semakin waspada

      Hapus
  5. Memang betul, jadi orang tua sekarang harus selalu up date, kepo dan jangan lepas perhatian sedikitpun. Semoga anak-anak kita selalu dilindungi dari bahaya pornografi yg selalu mengintai.. *Aamiin YRA

    BalasHapus
    Balasan
    1. pokoknya jangan pernah merasa aman. Harus waspada juga

      Hapus
  6. materi yg menarik dan bermanfaat tentunya. Dijabarkan juga gak mak, ciri2 anak yg sudah mau mulai puber, dan bisanya mulai usia berpa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kan cuma setengah acara hadirnya, Mak. Pas saya di sana, sih belum dijelasin. Gak tau, ya, kalau pas saya udah pergi :)

      Hapus
  7. Anak anak memang sudah kritis sekali. Sekarang tayangan TV swasta sudah mulai banyak "kebablasan" mulai dari penyajian konten maupun tampilan visualnya. Duh duh duh sudah saatnya pendidikan Seksual dengan benar segera buat generasi muda kita

    BalasHapus
  8. kadang orang tua mungkin agak risih klo mau buka omongan soal pendidikan seks dengan anaknya

    BalasHapus
  9. parenting masuk ke sekolah terlihat manfaatnya sekali yak, di sini ada kerjasama dari sekolah dan orangtua/wali murid. Jadi sekolah juga memberikan ilmu dan pengetahuan kepada orangtua, perlu juga bertanya ya chi, kepada sekolah, apakah ada pertemuan seperti ini? bukan pertemuan yang hanya membahas biaya sekolah saja.

    Untuk Gadget, Faiz kadang sudah bisa masuk ke Youtube sendiri, tapi selalu aku yang menuliskan yang dia ingin lihat, masih seputar naga tempur, film animasi kesukaannya, namun kalau sudah selesai kadang dia, klak klik sendiri, ini yang berbahaya, kan. Pernah Faiz memberi HP ke saya dan bilang "ini, ach...film orang gede semua"... itu belum mengerti, sebaiknya memang selalu didampingi ya

    BalasHapus
  10. Makasih banget sharingnya mak..banyak yg harus aku pelajari sebagai bekal saat nadia beranjak abege nanti..jgn sampe saya kurang ilmu n ga siap menghadapi saat itu...
    Balik lagi semuanya ke fondasi agama n update ilmu..mendidik sesuai zamannya.
    Thanks alot for sharing mak :)

    BalasHapus
  11. Di kelas waktu kuliah, sex education ini masih menjadi tema debateable mbak.. Meskipun ada hal positif dari bangunnya metode baru untuk memperkenalkan dan mengedukasi anak mengenai sex, banyak hal yang bisa terjadi secara negatif dari sisi lainnya.

    BalasHapus
  12. makasih mak, postingannya bermanfaat banget. aku lagi cari bahan nih

    BalasHapus
  13. al umur dua tahun juga sudah paham gadget tapi sllu bareng fenny

    BalasHapus
  14. Ugh, peer banget nih buatku secara 3 anak sudah remaja dan masuk fase pubertas. So far, aku dan suami buka2an aja soal sex education, tentunya dengan bahasa dan pemahaman mereka. Lebih baik mereka tau dr orangtuanya dan bertanya ke orangtua drpd ke sumber yg lain. Yg cewe2 jg udah mulai naksir dan ditaksir, aku kasih batasan tegas soal pacaran. A big NO NO. Selebihnya berdoa dan berserah semoga Allah selalu menjaga mereka.

    BalasHapus
  15. kalo jaman nya kita remaja dulu hal ini dianggap tabu. tapi sekrng emang udah jd keharusan :)

    BalasHapus
  16. :") terima kasih mak chi postingan sharingnya... noted banget buat aku :*

    BalasHapus
  17. Harus bookmark nih, Mak. Kalau cuma dibaca aja, biasanya lupa lagi, padahal sex education itu soal serius. Harus loading lama buat milih redaksi yang aman :) Nice share Mak Chie :)

    BalasHapus
  18. sebagai orang tua kita harus lebih banyak belajar....
    Jadi lebih tanggap perkembangan anak... Menjelaskan soal seks dengan ilmu n ga vulgar.... , kalo ga gitu anak cari jawaban sendiri n kebablasan...

    BalasHapus
  19. kembali ke orangtua ya ternyata, kalo ortunya mendidik secara benar maka anaknya akan melakukan dgan benar juga, namun sebaliknya jika ortu bertindak semau dia...

    BalasHapus
  20. 6 poin yang terakhir itu bener2 pentiiing. :D
    semua pelajaran2 parenting ya cuma pelajaran aja ya, harus dipraktekkan sendiri dan belum tentu pake metode 1 ahli parenting aja. ya kan ya mak, hehe

    semoga kita2 bisa mempersiapkan anak menjadi dewasa ya :)

    BalasHapus
  21. Aku pernah ikutan seminar dgn topik ini sm bu Ely, bnr2 deh bermanfaat skali topik ini. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang cermat dalam mendidik anak2 yah teh :)

    BalasHapus
  22. Mak Chi, aq mau tanya yg ini nih : Apabila orang tua memiliki lebih dari satu anak, jangan dibarengi pembicaraan dari hati ke hatinya. Maksudnya apa sih mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya, kalau orang tua merasa perlu bicara dari hati ke hati dengan anak-anaknya, sebaiknya dilakukan dengan terpisah. Misalnya, hari ini dengan kakak. Besok bicara dengan adik. Begitu, Mak

      Hapus
  23. sharingannya bagus banget .berguna sekali, tfs bun

    BalasHapus
  24. makasih sharingnya mak.. pornografi emang ngeri bgt mak. Tayangan tv jg hrs diwaspadai, kadang acaranya anak2, tp iklannya konten dewasa

    BalasHapus
  25. Terima kasih banget mbak, pencerahannya.
    minta ijin, suatu saat kupinjam beberapa ilmunya untuk menggenapkan catatan ya....

    BalasHapus
  26. Jadi orangtua memang tidak mudah ya, mak
    Trmakasih sharingnya, sangat bermanfaat. Bersyukur ya, sekolah SD di kota besar bisa dapat kesempatan luas utk ikut seminar.

    BalasHapus
  27. waah mak lengkap bangety inih sharingnya...aku blom pernah ikutan seminarnya bu Elly..dan merasa terbantukan banget pas baca postingan ini.. jadi pengen daftar kalo ada seminar bu Elly lagi..

    BalasHapus
  28. Sharing yang sangat bermanfaat. Mantap.

    BalasHapus
  29. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik. Amin...

    BalasHapus
  30. keren mak...kalau di posting di web saya boleh gak mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan. Tapi diberi kata pengantar dan link hidup yang mengarah ke postingan ini

      Hapus
  31. sebelum ada dampak negatif pada anak2, sebagai orang tua harus mencegahnya di awal yah, mbak. Jadi bekal saya setelah nanti mengemban tugas sebagai orang tua. saya serap semuanya, mbak, makasih :)

    BalasHapus
  32. Orangtua jaman sekarang memang tdk boleh egois, harus mendengarkan juga apa yg diinginkan dan diceritakan anak, ya sesuai dgn tuntutan jaman sekarang pula, tentu.

    BalasHapus
  33. jaman sekarang yang jadi orang tua kadang suka serba salah ya, mendidik anak itu memang sulit ya bund

    BalasHapus
  34. Setuju mbak sama ulasannya, meski sesibuk apapun
    Waktu buat anak tetep jd prioritas :)

    BalasHapus
  35. suka banget sama Elly Risman, makasih ya mak sudah berbagi :)

    BalasHapus
  36. Berat banget kalo udah bahas masalah pendidikan seks usia dini. Semoga bisa kuterapkan pada anakku nanti. :)

    BalasHapus
  37. Kembali lagi ke peran ortu dan keluarga ya, Mba.
    Ke2Nai sering baca blog mamanya? Kereeen :)

    BalasHapus
  38. Saya belum punya anak, tapi kebayang kalo harus ngejelasin pendidikan ke anak usia dini itu gimana beratnya, tapi tetep perlu banget di jaman yg sekarang inii.. hmm, semogalah nanti kalau udah punya anak bisa menerapkannya, makasih ya mak share ilmunya :))

    BalasHapus
  39. ugghhhh, ngeri memang dg kasus pornografi sekarang ini yaa. Kita sbg orang tua memang harus banyak belajar dan aware

    BalasHapus
  40. Menjadi orangtua yang sebaik-baiknya bagi anak, sungguh ini penting sekali. Termasuk dalam pendidikan seks. Di hadapan santri, saya juga perlu menyampaikan hal ini, misalnya mana-mana yang sama sekali tidak boleh disentuh oleh orang lain. Terpenting adalah disampaikan dengan bahasa yang halus dan tegas. Kenapa "tegas"? Karena ini urusan serius, bukan candaan.

    BalasHapus
  41. referensi yang penting mak...TFS..memang tidak mudah when it comes to introducing this particular issue...mana anak-anak kritis lagi ya mak...mudah-mudahan kita bisa menjadi orang tua yang sebaik-baiknya...selalu..

    BalasHapus
  42. Saya cuma pernah dengar Ibu Elly sewaktu di radio, sepertinya karakter Beliau meledak-ledak dan tegas, bagus untuk memotivasi

    BalasHapus
  43. Pengen banget ikut seminarnya bu Elly, nuhun sharingnya ya mak :*

    BalasHapus
  44. semalam, bu Elly juga membahas hal seks vs seksualitas ini, Mak.
    Bener banget. Kita mungkin ngerasa takut ngelihat dunia yang makin beringas ini, tapi... Bismillah, Allah akan selalu menjaga keluarga kita :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge