Jumat, 14 Desember 2012

Wagyu

Udah pernah coba makan daging sapi wagyu? Chi pernah dooooonnnnggg dan gratis pula *pamer :p. Waktu jalan-jalan nekat - camping minggu lalu ada gathering sebuah majalah otomotif yang salah satu rangkaian acara mereka adalah demo masak beef steak dari sponsor mereka (Iron Farm)

Wagyu
Chef Putu sedang menjelaskan serba-serbi wagyu dan cara memanggang daging

Walopun crew-crew Rakata di ajak bergabung juga, tapi awalnya sih Chi gak terlalu antusias.. Chi pikir udah biasa lah kalo steak *sok beneeeeeeeeeeeerrrrrrr... padahal sebetulnya emang doyannya makan nasi :r tapi akhirnya Chi rada nyesel juga kenapa harus pake makan malam dulu tadi.. Maklum deh perut udah protes aja minta di isi :p

 Makan malam yang menggoda Chi, tau gitu gak makan malam dulu.. :D
Berbagai pujian telah banyak disematkan pada daging sapi Wagyu, diantaranya adalah sebutan sebagai rajanya daging sapi; daging sapi terlunak dan sekaligus terenak; dan tentu saja daging sapi dengan harga paling tinggi. Dengan demikian kepopuleran daging sapi asal Jepang ini tak perlu diragukan lagi. -sumber : food.ghiboo
Ternyata malam itu gak cuma sekedar demo masak dari seorang chef dan asistennya, tapi ada penjelasan tentang wagyu, tip-tips memasak daging, bahkan ada juga ahli gizi pada malam itu. Sayang banget Chi gak siapin kertas sama bolpen. Mau balik ke tenda males, tapi di postingan ini Chi coba tulis yang Chi inget deh..

#1 Wagyu berasal dari Jepang. Wa = Jepang, Gyu = Daging Sapi

#2 Wagyu mahal karena bisa dibilang daging sapi "malas". Di bikin gemuk selama 300-600 hari. Di beri makanan berkualitas tinggi (rumput berkualitas serta berbagai macam vitamin). Gak boleh kerja sama sekali (supaya dagingnya gak keras), bahkan sesekali di pijat agar rileks.. *enak bener ya itu sapi hidupnya sebelum di potong :r

#3 Di Jepang wagyu bahkan di mandikan dengan sake, minumnya adalah sake bahkan sebelum di potong mereka di beri minum sake lebih dahulu supaya rileks (baca : mabuk)

#4 Tapi wagyu yang masuk ke Indonesia adalah dari Australia bukan dari Jepang. Dan katanya kalo daging dari australia (termasuk wagyu) tidak ada yang di beri sake atau minuman yang memabukkan lainnya

#5 Daging sapi Australia itu ada yang di datangkan dari daerah utara dan selatan. Yang dari daerah selatan umumnya di impor dalam keadaan daging beku (sudah di potong). Karena perbedaan cuaca dengan Indonesia, daging sapi dari selatan Australia tidak akan bisa bertahan hidup kalo di impor dalam keadaan hidup. Kebalikan dengan sapi yang dari utara Australia, umumnya di impor dalam keadaan masih hidup untuk kemudian di ternakkan di Indonesia dan di potong di Indonesia

#6 Melihat perawatannya yang sangat istimewa, gak heran kalo wagyu di jual mahal. Wagyu Jepang bisa sampai IDR 1 juta/kg. Sedangkan wagyu Australia bisa sampai IDR 500 ribu/kg (malah bisa di atas itu harganya). Tapi semua itu tergantung tingkatan marblingnya

#7 Marbling adalah titik-titik lemak putih yang terdapat pada daging. Semakin banyak marblingnya kualitas daging semakin baik, rasa juga semakin maknyuss *harganya juga semakin bikin kita koprol :p. 

 Wagyu marbling score
 http://www.slaneysbutchery.com/index.php?route=product/product&product_id=490

#8 Karena di beri makanan yang berkualitas tinggi, lemak pada wagyu pun lebih sehat (lemak tak jenuh tunggal) dan juga kaya akan nutrisi lainnya yang menyehatkan

#9 Marbling bisa terlihat ketika daging dalam keadaan mentah

Itu tadi tentang wagyu, sekarang cara mengolah daging terutama memasak steak

#1 Daging sebaiknya tidak di cuci terlebih dahulu. Karena pencucian akan melarutkan beberapa vitamin yang terkandung di daging. Tapi kalo kita beli di pasar dan ragu-ragu dengan kebersihan daging (banyak bakteri, lalat, dll) bisa di bersihkan dengan cara rebus air sampai mendidih. Setelah mendidih, celupkan daging sesaat lalu angkat. Setelah itu di olah

#2 Ketika akan memanggang daging sebaiknya daging di beri garam dan lada hitam saja. Garamnya juga yang butirannya agak kasar. Garam yang butirannya sangat halus akan cepat menyerap dan mengakibatkan daging terasa kurang lembut, sarinya hilang seingga kurang lezat

#3 Apabila daging yang akan di panggang mau di beri saus-saus lain, misalnya barbeque, sebaiknya daging di panggang dahulu. Sesaat sebelum tingkat kematangan yang di inginkan baru di beri saus.. Karena saus-saus itu yang bikin daging cepat terlihat matang padahal sebetulnya belum. Terutama saus yang mengandung gula. Gula apabila di panaskan akan cepat menjadi karamel. Dan di biarkan lama masaknya akan gosong.

#4 Kalopun mau di beri saus lebih daulu (biasanya di rendam), potongannya harus kecil-kecil

#5 Potongan daging berdasarkan beratnya.. Maksudnya berat 200 gr daging yang potongannya tebal dan terlihat kecil dengan potongan yang terlihat lebar tapi tipis selama beratnya sama maka lama memanggangnya pun sama

#6 Tingkat kematangan daging itu ada 4, yaitu rare, medium rare, medium dan well done. Waktu jalan-jalan nekat -camping sama chefnya di ajarin gimana mengukur tingkat kematangan daging dengan menggunakan telapak tangan.. Tapi Chi kok ya gak ngerti-ngerti :p Setelah jalan-jalan ke om gugel ketemu juga deh di webnya kompas..

 Mengukur tingkat kematangan steak. Dari ki-ka : rare, medium rare, medium, well done

#7 Daging sebenarnya yang bagus itu di simpan di chiller. Tapi karena kita itu kan kalo punya kulkas selalu mengisinya dengan penuh sehingga mempengaruhi suhu kulkas mengakibatkan daging jadi cepat gak tahan lama. Akhirnya solusinya di simpan di freezer

#8 Untuk mencairkan daging yang tersimpan di dalam chiller/freezer jangan langsung di taro di ruang terbuka. Tapi biarkan di dalam kulkas sampai empuk. 30 menit s/d 2 jam sebelum di olah baru di keluarkan tapi tetep dalam keadaan tertutup

#9 Apabila membeli daging dalam jumlah banyak, kemas daging dalam kemasan sekali masak agar daging tidak bolak-balik masuk kulkas. Berkali-kali mencairkan daging untuk keperluan masak akan mempengaruhi kualitas daging

#10 Ketika akan memanggang pastikan panggangan itu sangat panas. Panggangan yang tidak panas akan menyebabkan daging mudah menempel ke panggangan, sulit untuk di bolak-balik dan mempengaruhi rasa daging juga

#12 Jangan terlalu sering membolak-balik daging. Biarkan matang di satu sisi, kemudian balik.

#13 Setelah daging matang jangan langsung di iris tapi harus di resting. Mengiris daging pada saat panas, akan menyebabkan jus pada daging mudah keluar sehingga mengakibatkan daging terasa kering, tidak lembut dan kurang nikmat. Irislah daging setelah agak dingin

Daging yang sedang di resting. Cairan merah itu bukan darah, tapi juice daging..

#14 Banyak yang menyangka cairan merah pada daging adalah darah padahal itu adalah juice atau saripati dari daging tersebut. Itulah sebabnya di barat, orang-orang lebih suka makan daging yang tingkat kematangannya medium karena terasa lebih juicy dan lembut. Sementara orang Indonesia lebih suka yang tingkat kematangannya sempurna (well done) tapi akibatnya kelembutan daging sudah berkurang

#15 Karena orang Indonesia lebih suka daging dengan tingkat kematangan well done
 makanya menu dagingnya banyak menggunakan bumbu-bumbu. Seperti di bikin rendang, semur, dll

#16 Bakteri daging hanya ada di permukaan daging. Begitu daging di panaskan bakteri mati. Jadi walopun daging di masak medium, tetep bebas bakteri

Waktu itu Chi pilih minta di masak medium. Untuk sausnya sendiri ada 2 macam yang di sediakan pada malam itu, yaitu red wine dan black pepper. Tapi Chi gak menuangkan saus apapun, bahkan kasih salad juga enggak. Chi pengen tau dulu rasa asli dari wagyu. Dan ternyata enak. Dagingnya tuh empuuuukkk banget. Kayak meleleh di mulut #tsaaaaahhh bahasanya :D Tapi emang beneran mak nyusss de kalo kata Chi :) Keke dan Nai juga suka :D

Tanpa saus & tanpa salad, rasanya udah enak banget. Kalo aja gak makan malam dulu bakalan nambah kayaknya :p

Sekarang ngobrolin tentang gizi. Waktu itu yang menyampaikan adala seorang ahli gizi lulusan IPB
  1. Sekarang bukan lagi 4 sehat 5 sempurna tapi 3 B (Bergizi, Berimbang, Bervariasi)
  2. Bergizi -- pastinya udah harus ada 4 sehat 5 sempurnanya
  3. Berimbang -- 4 sehat 5 sempurnanya udah terpenuhi trus kandungan gizinya harus seimbang
  4. Bervariasi -- Menunya jangan itu-itu aja setiap hari :D
  5. Gak ada bahan makanan yang mengandung nutrisi yang sempurna, itulah pentingnya di variasikan
  6. Nutrisi yang nyaris sempurna hanya terdapat di kolostrum
  7. Jangan mencuci beras sampai airnya jernih, karena kandungan vitamin B akan banyak terbuang
  8. Potong-potong sayur sesaat sebelum di olah
  9. Cuci sayur di air yang mengalir
  10. Pengolahan sayur yang paling baik adalah di tumis karena pengolahannya cepat sehingga gak banyak vitamin yang terbuang
  11. Kolesterol pada telur lebih banyak ketimbang kolesterol pada daging
  12. Tentang pro-kontra presto menurut mbak ahli gizinya sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah sebetulnya. Tapi menurut logikanya dia, seharusnya presto tidak menghilangkan gizi makanan justru mempertahankan karena di masak dalam proses yang lebih cepat
  13. Harus benar-benar perhatikan apakah bahan makanan itu mudah larut dalam air, mudah ilang kandungan gizinya ketika terkena cahaya, dll
Itu aja yang Chi inget.. Kalo ada salah-salah, maap ya. Maklum gak di catet :D Yang pasti sih ada beberapa yang Chi udah tau dan udah di praktekin tapi ada juga yang Chi baru tau atau salah selama ini :)

Semoga bermanfaat :)

post signature

79 komentar:

  1. kaya di acara master chef, well done :) aku belum pernah makan wagyu

    BalasHapus
  2. xi xi belum pernah mkana kayaknya deh...he he he ..lagi ngurangin daging nie

    BalasHapus
  3. ribet ya ngolah daging,
    aku sih suka makannya aja.
    soalnya kalo masak daging, cuma bikin dapur kotor
    hehehe . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl sy daging suka sy masukin presto aja, biar cpt empuk :D

      Hapus
  4. wah, baru tahu juga, selama ini gak begitu demen makan daging karena gak pernah ngerasain yang empuk kek ceritanya nai... hedeh, resto di kampong jengkol keknya belon ada de yang masak daging mpe empuk seperti lumer di mulut kek gitu... hhmmm... kapan2 perlu nyoba nih :P... makasi ya Nai inpohnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya sy suka masukin ke presto. biasanya dagingnya leboh empuk, masaknya juga lebih cepet :D

      Hapus
  5. aku sukanya daging medium *emang ada yg nanya?* hehehehe

    BalasHapus
  6. sapi biasa aja jarang makan...apalagi wagyu hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mimi kok makan sapi sih ?

      Hapus
    2. @mimi : nanti kl ada gratisan lagi, kita makan wagyu mi :p

      @pak ies : emang mimi gak bole makan sapi ya pak? :D

      Hapus
  7. daging sapi memang identik dgn keras yah... pantesan ga bisa dibikin seperti sate ayam

    kalau mau jadi sate, yah model sate padang

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl bisa masaknya sebetulnya bs jd lembut juga.. tp sy blm pernah sih makan sate sapi, lebi suka sate kambing :)

      Hapus
  8. Aku juga belum pernah makan wagyu, masih sayang duitnya untuk saat ini. Hihihihi. Eh mba, hebat ya yang dihafal aja sgitu banyak info yang di share. Apalgi kalau dicatat ya kemarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini juga krn gratisan, makanya sy semangat.. hehehe..

      untung ada foto, jd dengan liat foto sy bs menghapal :)

      Hapus
  9. maunya tinggal makan...

    btw, aku cuma bisanya rendang tokkkkk... hahahahhahahah #ga profe masak je''''

    BalasHapus
    Balasan
    1. rendang juga bumbunya banyak loh.. udah gitu lama masaknya. jadi harus sabar.. :D

      Hapus
  10. Jadi, kapan Chi mengundang saya makan wagyu .. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. ini aja sy dpt yg gratis mbak :D

      Hapus
  11. Daging wagyu itu memang empuk ...
    Tapi muahalnya minta ampun .. :(

    Salam saya Chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya sy bersyukur bgt wiken kmrn bs makan puas tanpa bayar :)

      Hapus
  12. Boro2 makan ya, Teh. Saya baru tau Wagyu tuh disini. . . :)

    Sampai 500ribu per kilo? Kalau di Indonesia bisa untuk 5 kilo lebih ya? :D
    Eh, aku koq jadi ngebayangin sapinya yang dipijet2 ya, Teh.
    Hahahahaah, ada2 sajaaaaaaaaa. . . ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl gitu kenalan dulu sm wahyu eh wagyu :D

      di Indonesia yg IDR 100 ribu/kg itu udah termasuk yang enak daging sapinya loh..

      wkwkw.. nyaman bgt ya jd sapi wagyu, di pijetin terus..

      Hapus
  13. Ampuuunnn... lengkap pisan. btw sebagaiorang indonesia asli kayaknya belum tega makan daging masak medium. selalu klo pesan well done. tapi bukan wagyu ya.. blm kebeli

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan hrs makan sm nasi ya kl org Indonesia :D

      Hapus
  14. wah.... lumayan lengkap mba, tengkyu udah dishare di sini ya.
    keknya blom jg nyicipin wagyu, terlalu mihil hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dpt gratisan kyk saya nanti Rin :D

      Hapus
  15. ahh keren sekali Chi..kumplit ini mah penjelasannya..dari tadi aku manggut2 baca penjelasannya :))
    sapinya musti dipijat ya supaya daginggya empuk..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. supaya rileks sapinya musti di pijet, gak boleh kerja.. pokoknya di manja bgt deh.. :D

      Hapus
  16. saya belum pernah makan bunda, jadi pengen nih

    btw, di jember gak ada kaak'e bunda

    BalasHapus
  17. Balasan
    1. sayang gak bs di bawa mentahnya. kl bs nanti di bagi deh.. hehe..

      Hapus
  18. Wuih, liat foto nomor dua rasanya pengen mangan sebakul. Ueenak tenan keliatannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itulah knp sy akhirnya tergoda utk makan dulu :D

      Hapus
  19. Wuiiiiihh..tulisannya panjang dan kompliiit. Berasa lagi di kelas masak-memasak. Eniwe, aku belum pernah dengar tuh Wagyu..suer, jadi postingan ini bermanfaat banget, buat nambah2 pengetahuan aja, kalo beli udah pasti mahaaaal ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa tau nanti bs kebeli, jd infonya bs bermanfaat ya :)

      Hapus
  20. Trima kasih Jeng, suka nyangka sari daging dengan darah, jadi sayang buang gizi ya. Empuknya si wagyu, harganya bikin wagyu-wagyu eh ragu2 beli. salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy juga tdnya nyangkanya begitu mbak.. ternyata itu bukan darah..yup harganya bikin "wagyu" buat beli :D

      Hapus
  21. Wiihh,...keren infonya mba :)

    pengetahuan ttg daging jg bertambah nih, meski pun sudah mengurangi konsumsi daging merah untukku pribadi. tapi kan bisa masakin buat anak2 dan suami ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata utk masak kita juga harus tau cara ngolahnya ya.. sy msh banyak salah juga nih :)

      Hapus
  22. enak...enak...enak....
    sering lewat resto steak wagyu... tapi cuma noleh doang... numpang lewat... qiqiqi...

    BalasHapus
  23. ingatanya banyak jg ya bu. padahal ga bawa pulpen dan kertas. gimana kalau bawa alat tulis yg lengkap ya... :-)

    BalasHapus
  24. Kalau di restoran shabu suki gitu-gitu wagyunya tipis-tipis... karena mahal yak, kwkwkwk...
    Aku masih gak paham mbak sama yang jari jari itu maksudnya gimana hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sy juga masih blm paham2 bgt.. jd katanya kl kita teken telapak tangan kita di titik tertentu kekerasannya beda. Ada juga yg kena tulang telapak. Nah fungsinya, kl kita mau tau daging yg kita masak udah sp mana tingkat kematangannya. Kita tekan daging yg sedang di masak trus kita tekan telapak tangan kita. Kl terasa sama di salah satu titik itu asrtinya tingkat kematangannya di level itu

      Hapus
    2. Oooo paham paham ahahaha, makin empuk gitu ya makin ke kanan

      Hapus
    3. iya pokoknya gitulah.. kmrn sy liat chef ngajarin langsung salah satu tamu yg pengen dagingnya di masak medium. Pas kira2 udah di rasa medium, chef minta si tamu itu tekan telapak tangan di titik medium trus tekan dagignya.. Kalo kira2nya sama, berarti tingkat kematangannya udah medium.. Tp kayaknya emang hrs di latih juga ya.. Sy blm bs juga.. hehehe..

      Hapus
  25. detail kok catatannya....., jadi banyak info soal wagyu.....

    BalasHapus
  26. Baca list update sempat mikir, wagyu itu nama orang ato mungkin salah tulis seharusnya wahyu, eh ternyata daging sapi kualitar super dari jepang. Halah dasar ndeso benar saya ini.
    Saya kadang heran, ngeliat orang begitu nimat makan steak tanpa nasi sudah dibilang makan. Lha kalo saya dikasih steak sepiring ya masih belum makan, lha wong kadung nancep di otak yang namanya makan = nasi.
    Trus saya berpikir, ayam kampung yang seneng bergerak dagingnya lebih gurrih dibandingkan dengan ayam potong sayur penggemukan. Pertanyaannya, apakah kalo yang diincer dari wagyu keempukan, apakah nggak lebih enak sapi yang biasa bergerak dan 'berkeringat' ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah sm ma sy pak. Perut sy juga Indonesia bgt. Blm makan kl blm makan nasi. Cuma krn wiken kmrn kan masak wagyu jd sy rada nyesel aja udah makan nasi duluan. Krn kapan lagi sy bs menikmati wagyu dg puas.. hehehe..

      Kl sy makanan khususnya daging di liat dr lembutnya juga.. Ayam kampung memang rasanya jauh lebi gurih. Tp krn di masaknya sering kali keras, sy lebi baik makan ayam broiler. Sebetulnya ayam kampung bs di masak sp empuk dagingnya.. Dan kl dagingnya empuknya, sy pasti akan pilih menu ayam kampung.

      Begitu juga dg sapi, sy biasanya gak akan mau makan daging sapi yg terasa keras buat saya :)

      Hapus
  27. Pusing juga masak wagu ya. .
    banyak banget syarat2nya

    BalasHapus
  28. ya ampun ini wagyu kayaknya enak banget
    mau dunkkkk
    tapi perawatan sapinya ribet gtu ya, pantes aja mahal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. perawatan untuk memanjakan sapi mahal juga ternyata ya.. hehe..

      Hapus
  29. Pernah denger ttg wagyu tp gk tau kalo trnyata kualitasnya itu daging demikian bagus ya mbak pantesan aja tuh harganya bs bikin mencret hahahahaa
    Heemmmh...aku hrs bnyk belajar lg cara mengolah daging nih kynya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak manusia, gak sapi kl urusan perawatan ternyata mahal ya :D

      Hapus
  30. Tadi saya kira WAGU atau WAGIYO...
    Ternyata Wagyu...

    BalasHapus
  31. Welldone, Chi... asli bikin ngiler..hehe...
    eh..siapa tuh ahli gizi yg dari IPB..jangan2 aku kenal..hehe.. *soktau*

    BalasHapus
  32. Jangankan makan... dengernya aza baru kali ini *norak banget sih kau deee* hehehee...

    badewey.. itu sapi wagyu bener - bener enak banget ya idupnya...!!! hihihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. manusia bs gak ya kyk gitu, asal jgn pk adegan di potong.. hehehe..

      Hapus
  33. Aku makan wagyu kalo lagi ke resto shabu-shabu aja, emang enka ya mak, harganya juga lumayann, hihi. Itu jari2 yg ngitung tingkat kematengan itu gmana sih mak? Gak mudeng aku. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. jd di titik2 tertentu kl di tekan, itu menunjukkan tingkat kematangan daging.. kurang lebih gitu deh.. tp emang kayaknya harus di latih ya, pk feeling juga.. sy aja masih bingung :D

      Hapus
  34. Aduuuh ini sebenere infonya sangat penting, tapi terdistraksi sama foto2 wagyu-nya. Mupeng berat. Btw aku dah pernah makan steak medium yg bener2 ala Amrik. Kesimpulannya: gak enak, gak doyan, kyk makan daging msh berdarah, pdhl juice

    BalasHapus
    Balasan
    1. kl steak dr dulu sy suka yg medium, apalagi kl pk mushroom sauce.. yummie.. tp emang itu si selera masing2 org ya :)

      Hapus
  35. makasih infonya ya, mak..

    thumbs up ;)

    laper ah, *ke andakar*

    BalasHapus
  36. geleng-geleng, catetan ini tanpa nyatet pake kertas ya Mba? Heibaaat. Lengkap banget.
    Saya paling sering tuh masak daging masuk-keluar kulkas berkali-kali. Pantes aja keras ya. Hahahaha..

    Ngiler Mba lihat daging wagyunya. *ngences

    BalasHapus
  37. ihhh ternyata wagyu itu daging sapi jepang yah yah baru tahu aku malahan mbak apalagi kalau langsung dibikin steak wah enak tuh kayaknya menggugah selera aja nih

    BalasHapus
  38. baru tau Mbak,, soal si wahyu.. eh wagyu... hehhee
    harganya masyaalloooh yaaa

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge