"Udah siap belum? Jalan-jalan dengan sepatu roda ku!"
Setiap sore, beberapa anak tetangga usia SD bermain di jalanan depan rumah. Biasanya mereka main lari-larian, petak umpet, dan lainnya. Senang aja sih lihatnya karena mereka masih merasakan keseruan bermain bersama teman tanpa pegang gadget.
Tapi, bukan berarti mereka gak kenal gadget sama sekali. Seringkali terdengar celetukan atau nyanyian yang lagi tren di medsos, terutama TikTok. Salah satunya, ketika mereka menyanyikan lirik lagu No Na.
Anak-anak yang sekarang ini berusia TK hingga SD adalah generasi yang akan merasakan bonus demografi. Tapi, sebenarnya orang tua udah siap belum mewujudkan generasi emas?
Gen Z, Gen Alpha, dan Internet
Mau anak kota atau desa, rasanya generasi sekarang udah terpapar serba digital sejal lahir, ya. Jangkauan internet semakin jauh hingga ke pedesaan. Sayangnya memang gak berbanding lurus dengan literasi.
Kita semua tau kalau keberadaan internet ibarat pisau bermata dua. Sebagian Gen Z ke bawah memanfaatkan internet semaksimal mungkin. Tidak sekadar untuk mencari hiburan. Tapi, sebagian lainnya menggunakan internet hanya untuk bersenang-senang.
Gak ada yang salah sebetulnya mencari kesenangan di dunia maya. Tapi, tetap lah harus bijak. Gak semua harus dikonsumsi mentah-mentah. Sayangnya sebagian dari generasi muda ini lebih menyukai konten-konten 'sampah' bahkan malah menjadi salah satu kreatornya.
Silakan baca: Gen Alpha: Kenapa Generasi 'A' Ini Sering Dianggap Asal Bunyi Alias Asbun?
Orang Tua Menjadi Pondasi Utama Terbentuknya Generasi Emas
Indonesia Emas 2045. Sering banget ya mendengar/membaca kalimat itu. Tapi, sebetulnya gak ujug-ujug terjadi, lah. Belum tentu juga emas, jangan-jangan malah cemas. Naudzubillah.
Chi gak bermaksud menanamkan pesimisme. Tapi, di tahun tersebut akan terjadi bonus demografi. Apakah akan jadi emas atau cemas?
Pada tahun 2045, Indonesia akan mencapai puncak usia produktif sekitar 70%. Gen Z dan Alpha bagian dari usia produktif ini. Bayangin! Kalau mayoritas kedua gen ini berkualitas, insyaAllah terwujud Indonesia emas. Tapi, kalau enggak gimana?
Nah, ini yang Chi maksud gak bisa ujug-ujug terwujud kayak sulap. Harus dimulai dari sekarang. Orang tua punya peran yang krusial membuat pondasi terbentuknya generasi emas. Pendidikan udah pasti gak bisa diabaikan. Idealnya memang harus andil semua pihak dari pemangku kebijakan hingga masyarakat. Tapi, bila salah satunya dirasa kurang berperan, jangan sampai proses belajarnya terhenti. Teruslah berusaha untuk pintar.
Kembali ke cerita bocil-bocil yang menyanyikan lagu No Na. Sebetulnya itu kan lagu dewasa, ya. Tapi, gitu lah terkadang beberapa orang tua suka agak bablas. Terlepas dari itu, berarti kan anak-anaknya bebas internetan. Baiknya diarahkan supaya literasi digitalnya semakin baik. Karena anak-anak ini kan yang kelak menjadi bagian dari bonus demografi. Jadi, udah siap belum mewujudkan generasi emas?
Silakan baca: Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z




11 تعليقات
Bener sekarang digitalisasi sudah sampai ke penjuru desa, sudah menyentuh semua lintas gender dari anak-anak hingga tua-muda. Cuma literasi memang kurang, apalagi yang terlalu kaku mereka gak suka, seneng segala sesuatu yg fun2 saja. Intinya sih, memang perlu seimbang antara digitalisasi dengan kehidupan nyata.
ردحذفSangat siaap mengantar anak jadi generasi emas
ردحذفtapi masalahnya, anak udah pinter protes kalau pejabat diisi dengan orang2 yang ngga kompeten.
Yang emas ya mereka yang "mampu secara finansial. Apalagi pendidikan sekaran biayanya nga sedikit, huhuu
Lagu NoNa lagi terngiang-ngiang terus di kepala nih, jadi pas baca judul tulisanmu langsung kebayang liriknya.
ردحذفTapi setelah baca sampai selesai, aku jadi makin setuju kalau mewujudkan Generasi Emas itu nggak cukup cuma jadi slogan. Pondasinya tetap dimulai dari rumah, dari orang tua yang mau hadir, mendengar, dan bertumbuh bersama anak. Karena pada akhirnya, anak-anak nggak butuh orang tua yang sempurna, mereka butuh orang tua yang terus mau belajar.
Kalau ngomongin Generasi Emas, yes.. aku berdoa semoga memang kelak akan jadi pengganti generasi yang jauh lebih berdaya!
Bener banget, sebelum membicarakan peran sekolah, justru orang tua juga punya porsi yang besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk mempersiapkan mereka menuju jaman yang serba "aduh gimana nih" seperti ini.
ردحذفJadi inget anak bayi bayi udah pada hapal yang lagu MBG. Yang "Mas paling ganteng, buah apa??" Hahaha
ردحذفYa begitulah maak, ibarat pisau ya begitulah internet, tergantung siapa yang memakainya. Makanya seneng juga di tulisan siapa tadi ya kalau MPLS di sekolah sekarang melibatkan orang tua, jadi terarah edukasinya buat anak-anak
Hihihi... baca baris pertama auto ikut nyanyiii
ردحذفSaya setuju sekali bahwa mewujudkan generasi emas bukan hanya soal pendidikan di sekolah, tetapi juga dimulai dari rumah. Peran orang tua memang tidak mudah, apalagi di era digital seperti sekarang yang tantangannya jauh berbeda dibanding zaman kita dulu. Justru karena itulah, orang tua juga perlu terus belajar agar bisa mendampingi anak dengan cara yang tepat. Semoga semakin banyak orang tua yang menyadari bahwa kehadiran, teladan, dan komunikasi yang hangat jauh lebih berharga daripada sekadar memenuhi kebutuhan materi.
Aku selalu tarik nafas jika ngomongin soal generasi emas ini. Dengan kondisi sosial politik dan ekonomi sekarang, kok rasanya berat ya mempersiapkan anak-anak Gen Z dan Alpha ini mendapatkan "hak mereka" dengan kualitas yang berhak mereka warisi. Tapi lagi-lagi kita harus berpegang pada optimisme. Bisa jadi kondisi "hancur-hancuran" sekarang bisa mereka perbaiki di masa mendatang. Dengan catatan, tentu saja, setiap keluarga punya dan melaksanakan konsep yang sama. Membangunkan anak-anak agar mau menjadi lebih bermanfaat dan peduli akan keterbelangsungan negara.
ردحذفSemoga Generasi Emas ini bener² bisa tercipta, bukan sekadar slogan semata yang malah jadinya Generasi Cemas seperti yang disampaikan netijen. Sehingga dukungan penuh perlu dilakukan secara matang dari sekarang sih ya, karena menuju tahun 2045 ini kan bukan hitungan yang lama
ردحذفkalo anak-anak di lingkungan rumah sih sering tiba-tiba teriak: "Hai antek-antek asing"
ردحذفhahaha mungkin karena ada video short yang isinya anak-anak sekolah dan neriakin kalimat tersebut
Kembali ke orang tua sih ya Mbak? Senegatif apa pun lingkungan, jika ortu bisa ngedampingin insya allah akan terwujud generasi emas
Sepakat pake banget, Chi. Mewujudkan Generasi Emas memang nggak bisa dibebankan ke sekolah saja. Justru fondasi utamanya dibangun dari rumah, lewat pola asuh, kebiasaan baik, dan kedekatan orang tua dengan anak. ❤️
ردحذفBaca tulisan ini jadi pengingat buat kita sebagai orang tua, bahwa yang anak-anak butuhkan bukan cuma fasilitas terbaik, tapi juga kehadiran dan perhatian kita setiap hari. Makasih ya, Chi, sudah berbagi tulisan yang hangat dan penuh makna. 🤗
Jawabannya yaa siap gak siap, harus siap nih mbak. Beneran deh, kayaknya tiap masa/generasi tuh ada aja tantangannya, nanti gak ada tantangan kalau udah masuk surga hahahha (katanya Aldi Taher).
ردحذفPR banget memastikan literasi digital mereka baik. Dunianya pasti ada aja berurusan dengan gadget dan internet, di satu sisi banyak manfaat dan hal yang bisa dipelajari, di sisi lain yaa gitu...bahayanya pun gak kira-kira
Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)
Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^