Gen Alpha: Kenapa Generasi 'A' Ini Sering Dianggap Asal Bunyi alias Asbun?

Ilustrasi karakter perempuan berhijab sedang berpikir dengan teks Kenapa Generasi Alpha Sering Dianggap Asal Bunyi atau Asbun.

Pernahkah teman-teman terbahak-bahak saat mendengar adik atau anak yang Gen Alpha berbicara asal bunyi alias asbun? Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan ciri khas komunikasi Generasi A yang tumbuh besar di ekosistem digital yang serba cepat. Namun, benarkah mereka hanya asal bicara? Perlu gak ya dikontrol? Semenarik apa sih ngobrol sama gen alpha ini?

Lagi asik scrolling TikTok, tiba-tiba lewat video bocil dengan celotehannya yang random. Terkadang Chi ikutan ngakak, tapi beberapa kali juga berkerut kening sambil berkata dalam hati "kok gini?" Komen-komennya pun biasanya seperti berikut ...

"Gen Alpha, A-nya apa? Asbun!"
"Gen Alpha terbuat dari apa, sih? Asbun banget!"

Bahkan sampai ada beberapa konten yang bikin Gen Alpha core untuk berbagai kelakuan mereka yang random. Benarkah generasi ini se-asbun seperti yang dilontarkan banyak netizen?


Asbun: Celoteh Lucu dan Polos Anak di Semua Generasi

Menurut Chi, setiap anak di setiap generasi pada dasarnya asbun. Beberapa celoteh asbun Gen Alpha pernah juga diucapkan oleh Keke dan Nai. Bahkan di blog ini ada file Celoteh Anak yang memang khusus menceritakan kepolosan Keke dan Nai ketika masih kecil.

"Tapi, kayaknya Gen Alpha memang paling asbun dibandingkan generasi lainnya, deh!"

Opini tersebut ada benarnya, tapi tentu ada penjelasannya. Yang pasti bukan berdasarkan becandaan beberapa netizen yang katanya Gen Alpha terbuat dari tanah sengketa makanya asbun banget!


Kedekatan Anak Gen Alpha dengan Orang Tua

Chi perhatiin orang tua zaman sekarang lebih dekat dengan anak-anaknya. Chi memang gak bisa memastikan seberapa banyak karena tidak menggunakan data. Hanya melihat dari orang-orang sekitar yang dikenal serta berbagai konten medsos. Kedekatannya tidak hanya antara ibu dan anak. Tapi, ayah juga ikut terlibat dalam pengasuhan.

Tentu ini bagus. Bisa jadi, ini juga yang bikin anak Generasi Alpha semakin berani bicara karena ada kedekatan dengan orang tua. Tidak merasa takut dimarahi, dihakimi, atau dihukum.


Generasi Alpha dan Budaya Digital

Kalau Gen Z aja udah akrab dengan dunia digital. Tentu Generasi Alpha bisa lebih akrab lagi. Dari lahir sudah bersentuhan dengan dunia digital.

Makanya jangan heran kalau Generasi Alpha sejak balita terlihat seperti luwes banget dengan smartphone. Terkadang, orang tua merasa gak pernah ngajarin. ternyata anaknya bisa lebih tau. Pengaruh dunia digital ini juga bisa membuat Generasi Alpha terlihat semakin asbun, lho. Belum lagi bahasa mereka seperti rizz, skibidi, mewing, dll. Duh! Chi dengernya aja udah pusyiiiing hehehe.

Silakan baca: Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z


Keasbunan Gen Alpha Tetap Harus dalam Kontrol Orang Tua


Suatu hari, Chi tidak sengaja menyimak obrolan 2 anak kecil. Dari cara bicara dan postur tubuh, tebakan Chi usia mereka 4-6 tahun.

"Cieeee pacaran, cieeee!" (Mereka sedang meledek seseorang yang lebih besar. Mungkin kenalan mereka).

Anak 1: "Nanti punya anak dulu, baru nikah."
Anak 2: "^&%&^$&)($@# ..." (gak kedengeran jelas ngomong apa)
Anak 1: "IIIIHHH! YANG BENER PUNYA ANAK DULU BARU NIKAAAAH!"

Hah??? Chi langsung melongo dan merasa gimana gitu, ya ... Udah pasti lah mereka asbun. Tapi, ini asbun yang mengkhawatirkan. Sama sekali gak lucu!

Ya, menurut Chi, gak semua keasbunan anak kecil itu terdengar lucu dan menggemaskan. Sebagai orang dewasa, justru harus waspada. Rasanya aneh banget kalau anak seusia itu bisa bilang "punya anak dulu baru nikah."

"Namanya juga anak-anak. Mereka mana ngerti maksudnya. Paling asal nyeplos."

Heiiii! Alasan namanya juga anak-anak gak bisa selalu dijadikan pembenaran. Jangan lupakan kalau daya spons anak kecil itu masih kualitas terbaik. Chi yakin banget kalau itu anak pernah melihat kalimat tersebut dari medsos atau orang sekitarnya. Gak mungkin ujug-ujug anak kecil bisa nyeplos "punya anak dulu baru nikah" tanpa ada sumbernya.

Keasbunan anak tetap harus dikontrol oleh orang tua. Kasih tau mana yang boleh dan tidak. Kalau kalau dibiasain tanpa rem, nanti repot ketika mereka sudah besar. Terbiasa ngomong tanpa paham rambu-rambu etika. Ketika ditegur/dimarahi orang, anak gak tau salahnya di mana karena memang gak pernah diajari batasan. Padahal yang tadinya terasa lucu saat masih kecil, bisa jadi sangat menyebalkan keasbunannya ketika sudah besar.


Takut Hubungan Anak dan Orang Tua menjadi Renggang Bila Ditegur

Ya, Chi pernah beberapa kali mendengar alasan seperti itu. Mungkin karena orang tuanya dulu langsung 'dikerasin' oleh orang tua ketika asbun. Ada yang bilang bisa dikepret mulutnya. Makanya jadi takut untuk bicara. 

Ketika menjadi orang tua, jadi gak mau keras sama anak, tapi malah jadi permisif. Sangat sayang ke anak, tapi minim batasan. Sikap permisif ini berbeda ya dengan gentle parenting.

Anak tetap harus dikasih tau. Bisa kasih tau dengan lemah lembut, ajak anak diskusi, dan lain-lain. Sehingga anak tetap nyaman berbicara meskipun pernah ditegur. Positifnya kalau diajak diskusi baik-baik malah bisa mengasah daya pikir kritis anak, lho.
 
Bagi Chi, usia anak justru harus banyak diajarin. Dikasih tau mana yang benar dan salah. Kalau udah besar, nanti malah repot kalau anak terbiasa dibenarkan semua perilakunya. Tetapi, tentu kembali lagi tentang bagaimana cara orang tua mengajarkannya.


Anak di Rumah Aja, Tapi Informasi dari Mana-Mana Leluasa Masuk

Generasi sekarang kelihatan semakin banyak yang jadi anak rumahan. Kalau pun keluar rumah, tetap asik dengan dunianya melalui medsos. Kalau zaman Chi kecil dulu, mungkin bisa aman aja ya banyak di rumah. Tapi, sekarang belum tentu. Informasi bisa leluasa masuk melalui layar hape.

Makanya kalau balik lagi ke cerita 2 anak kecil tadi, bisa jadi kepengaruhan dari berbagai konten medsos. Tanpa kontrol dari orang tua, anak balita bisa bebas menonton konten apapun.

Mungkin saat ini mereka hanya membeo "punya anak aja dulu". Tanpa paham artinya. Tapi, kalau hal seperti tidak segera ditegur, lama-lama jadi mindset. Menganggap hal seperti itu adalah sesuatu yang wajar dan keren. Naudzubillah.
 
Ya, dunia digital membuka informasi sebesar-besar ke kita semua, termasuk ke anak. Ngeri kalau anak bisa bebas menyimak tanpa kontrol orang tua atau orang dewasa lainnya. Mirisnya lagi, malah orang tua atau lainnya menganggap semua keasbunan Gen Alpha itu lucu. Padahal gak semuanya, lho.


Gak Ada yang Salah dengan Asbun, Asalkan Tetap Tau Etika


Seperti yang Chi katakan di awal, semua anak dari generasi mana pun memang asbun. Namanya anak kecil kan memang masih polos. Tapi, tetap lah harus dalam kontrol orang tua. Tetap ajarkan etika.

Dampaknya nanti ketika mereka mulai gede. Ketika kesih sih kelihatannya lucu aja semua celotehannya. Tapi, kalau gak pernah diingatkan, ketika besar malah jadinya nyebelin. Dianggap kurang ajar atau apalah.

Jadi, jangan larang anak kecil untuk asbun. Itu salah satu karakter alamiah anak. Anak juga mengasah daya pikir dan imajinasi melalui asbunnya. Daya berpikir kritisnya yang harus terus diasah. Tapi, juga jangan sampai loss. Keasbunan tetap harus dikontrol. Jangan sampai kebablasan sampai tidak paham tentang etika.

إرسال تعليق

51 تعليقات

  1. Tulisan ini membuatku berhenti sebentar dan mencoba melihat generasi baru dengan cara yang berbeda. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk memahami. Setiap generasi tumbuh dengan dunianya sendiri, dan membaca ini terasa seperti membuka jendela kecil untuk melihat dunia mereka.

    ردحذف
    الردود
    1. Setiap generasi memang ada keunikannya. Tapi, tetap ada nilai-nilai yang memang sebaiknya tidak luncur dari generasi apapun. Misalnya tentang menjaga sikap. Rasanya semua generasi tetap harus punya sikap atau karakter yang baik.

      حذف
    2. Walaupun setiap generasi punya perbedaan peradaban, tapi satu yg tidak boleh luntur adalah akhlak dan adab. Apalagi sebagai muslim, itu akhlak dan adab wajib harus jadi setingan kehidupan yang tidak bisa diubah

      حذف
  2. Mirip pengalaman saya dan suami beberapa hari lalu
    Di masjid saat tarawih ada anak yang nakal. Kelewatan. Sampai banyak orang tua yang tertabrak, padahal saat solat dan mereka teriak sampai bising. Ada itu ortunya. Tapi gak pernah menyuruh anaknya berlaku sopan apalagi berada di masjid tempat ibadah. Ketika pengajian oleh suami disindir, eh ada ortunya yg malah upload di Facebook, katanya ortu jaman dulu tak mengenal generasi alpha yang kekinian. Hello, apakah anak tidak sopan dan tidak berakhlak adalah anak gen alpha?
    Begitulah kalau orang tua salah kaprah
    Disindir aja balik galak, apalagi kalau anaknya saya sentil ya... Mungkin melapor ke polisi...

    ردحذف
    الردود
    1. Itulah ya suka ada aja ortu yang terkesan membiarkan gitu aja hanya karena alasan 'memang generasinya begitu'.

      حذف
  3. Kok ya ngenes asbunnya dengan candaan seperti itu huhu.
    Bener kak, se-asbun-asbunnya memang gen A tetep harus dalam pengawasan orangtua. Dan orangtua pun kudu peka, bahwa candaan yang seperti itu jangan sampai terulang

    ردحذف
    الردود
    1. Yakaaan. Mohon maaf, bagi saya kalau asbunnya seperti itu malah menunjukkan minimnya kontrol orang tua

      حذف
  4. setuju banget, jangan menormalisir "namanya juga anak-anak"
    Justru karena anak-anak, makanya harus diajak bicara
    seperti beberapa waktu lalu saya ngelihat anak gen alpha dibonceng ortunya dengan duduk terbalik (adu punggung dengan emaknya)
    Saya mengajak ngomong dengan bilang bahwa saya akan menangis kalo dia jatuh dan cacat

    ردحذف
    الردود
    1. Anak kecil justru masih mudah untuk dikontrol dan diajari ya, Mbak

      حذف
  5. Bisa jadi zaman dulu asbunnya anak kecil kurang terdokumentasikan beda dengan gel Alpha yang minimal ortunya sudah melek sosmed, dll.

    Cuma ya balik lagi sih memang ortu dan orang dewasa yang harus peka, ga boleh mendiamkan kalau sudah melewati batas norma apapun. Sayang yang bikin miris sekarang justru banyak ortu yang tak terima kalau anaknya ditegur oleh orang lain, termasuk guru anaknya sendiri

    ردحذف
    الردود
    1. Banyak yang bilang kalau zaman dulu didikan orang tua VOC. Sebetulnya, saya juga kurang setuju istilah didikan VOC. Seimbang aja. Ada kalanya menstimulasi, ada kalanya harus mendisiplinkan

      حذف
  6. Setujuuu...Dulu kalau kita asal nyeplos dan itu enggak bagus omongannya bakal dikepret sama ortu kita. Kini, banyak orangtua yang membiarkan saja dan malah ketawa. Padahal Gen Alpha yang sering asbun tetap harus diajari etika sebagai rem karakter, untuk mencegah perilaku cyberbullying dan penggunaan kata kasar, serta membangun empati di dunia digital.

    ردحذف
    الردود
    1. Bagian dikepretnya sepertinya saya kurang setuju hihihi. Mungkin itu yang bikin anak jadi takut bicara. Tapi, saya juga gak sepakat kalau terlalu membiarkan.

      حذف
  7. Para keponakanku nih yang lagi masalah dengan anak-anak Gen A mereka. Astaga. Ada aja isu seru yang suka dibahas di WAG keluarga. Mulai dari gadget, urusan akademis, dan susahnya diajak komunikasi secara normal. Seusia SD aja jago banget berdebat. Aku setuju dengan pendapat di atas bahwa justru mereka harus diawasi, dikontrol, dan dinasehati sedari kecil. Biar gak kebablasan dan tahu persis mana yang boleh dan tidak boleh. Dan itu harus dimulai dari lisan yang sopan dan berakhlak.

    ردحذف
    الردود
    1. Ya sebetulnya seru banget lho ngobrol ma anak. Apalagi kalau anak merasa nyaman ngobrol dengan orang tua. Ada aja sudut pandang mereka yang menarik. Tapi, memang ya tetap kontrol ada di orang tua

      حذف
  8. Memang benar celutukan gen Alpha bisa bikin geleng2 kepala yang denger, 'kok bisa kepikiran dan nyahutnya, wkwk'.
    Tapi asbun yang terakhir di artikel, sebagai ortu kudu dibenerin itu yang keluar dari mulut si anak, takutnya ntar dianggap hal nggak benar sesuatu yang lumrah, padahal konsepnya kan nikah dulu.

    ردحذف
    الردود
    1. Makanya saya sebel lihat asbun yang begitu. Berasa aneh aja hehehe

      حذف
  9. Itu sie asbun nya bikin miris mbaaa..tentu mereka dapat kata2 tersebut gak langsung dr pikiran mereka kan,,mereka pasti meniru darimana...dan menurutku kontrol orangtua itu penting banget...aku aja juga sempet shock liat ponakan tk ku asbun kata2 yng menurutku gak sopan/etis jadi aku juga langsung negur aku bilangin kata2 itu gak bagus buat diucapkan gt

    ردحذف
  10. Haha aku jadi ketawa inget anakku juga asbun tapi memang itulah kejujuran mereka, apalagi kami suka ngajarin sekarang zamannya bicarakan apa yang ada di pikiranmu jangan dipendam akhirnya menyesal dan misuh di belakang, malah gak baik. Tapi biar gimana pun memang harus diluruskan gaya bicara mereka agar tetap santun dan sopan disampaikan.

    ردحذف
    الردود
    1. Semua anak dari generasi manapun memang naturalnya asbun hehehe. Tapi, tetap harus diingatkan kalau udah kebablasan

      حذف
  11. Aku kadang mikir sih, apa emang di sekolah udah gak ada pelajaran PPKN? Klo PMP udah pasti gak bakalan pada ngerti mereka. Yang aku liat sih mereka menyalah artikan akrab, dekat dengan yang lebih tua sudah kaya sama temen. Dan yang jelas, sosmed jadi faktor utama perubahan anak-anak menjadi lebih "bebas".

    ردحذف
    الردود
    1. Gak cukup sih sebetulnya mengandalkan mata pelajaran di sekolah. Malah ada atau enggak matpe tsb memang tanggung jawab harusnya di orang tua

      حذف
  12. Eh bener banget sih kak dibalik ke asbunan gen Alpha gini sebagai ortu memang harus bisa mengkontrolnya ya

    ردحذف
  13. Setuju. Asbun memang nggak masalah sama sekali. DI beberapa kesempatan, asbun malah tampak lucu. Cuma ya itu tadi. Asbunnya harus tetap dalam pengawasan.

    Kalau sudah asbun soal punya anak dulu baru menikah, itu sudah mulai mengkhawatirkan. Harus mulai diarahkan ke yang benar.

    ردحذف
  14. Asbunnya tuh emang lucu dan bikin geleng-geleng deh. Kedua anak saya tuh gempa Alpha. Tapi si sulung lebih ke gen z sih, soalnya tahunnya pas peralihan banget. Kalau dilihat-lihat gelagatnya lebih cocok sebagai gen Z

    ردحذف
    الردود
    1. Kalau saya probadi tetap lihat apa yang disampaikan.Kalau seperti yang saya ceritakan ini, lucunya hanya terletak di cara mereka bicara yang masih khas anak-anak. Tapi, narasi asbunnya malah mengkhawatirkan.

      حذف
    2. Bener mbak, balik lagi ke yang disampaikan. Si adek di rumah, asbunnya malah lebih ke negur si kakak. "Kakak ih, celananya ketat itu taukk", "Buuu, ini kakak gak puasa malah gak permisi maaf makan depan adek"atau kalau dia lihat kakaknya ngeyoutube lama, mesti di komen "hp terooooss". Si kakak kadang gedeg juga sih kalau adeknya udah asbun gitu.

      Tapi kalau konteks yang diceritakan di atas, duh...malah jadi gak lucu ya, bahkan meski suaranya dan cara bicaranya tetap anak-anak

      حذف
  15. Ihhh sama, anakku juga asbun banget. Khas gen Alpha gituuu. Tapi aku setuju sih, kalo asbunnya tetep tahu etika dan Batasan. Sebagai ortu kita juga tete pada boundaries. Jangan kasi pembenaran, “namanya juga anak-anak”, ngga berlaku klo di keluargaku. Kalo salah ya salah, ngga ada area abu-abu meski buat anak-anak.

    ردحذف
    الردود
    1. Salut dan apresiasi saya untuk orang tua yang peduli untuk mengontrol keasbunan anak :)

      حذف
  16. Setuju mbak, perasaan dari dulu anak kecil udah pada asbun hanya saja tidak terekam jadi yang tau ya hanya orang di sekitarnya saja. Dan memang kontrol orang tia iti penting banget, agar anak tau tempat dan bisa memilah mana yang boleh diungkapkan dan tidak

    ردحذف
    الردود
    1. Nah sekarang kayak banyak lihat anak asbunnya kurang terkontrol

      حذف
  17. Bener mbak, saya juga seorang guru harus menghadapi gen Z dan gen A, sedangkan kita gen M, ya Allah mbak anak2 sekarang yg SMA saja suruh baris di lapangan pas upacara harus digeret2 hehe. Belum lagi, kalo ngomong asbun, kadang bahasa binatang sering terdengar saat mereka kumpul dengan temen2 mereka..

    ردحذف
    الردود
    1. Astaghfirullah. Semoga selalu diberi kesabaran ya, Mas. Itulah yang dikhawatirkan. Kalau sejak kecil tidak diajarkan etika bertutur kata, ketika remaja semakin sulit diingatkan biasanya

      حذف
  18. Aku punya Keponakan Gen Alpha dan emang suka ngomong. Awalnya aku pikir emang asbun aja, tapi makin diperhatikan, dia emang dikasih ruang buat bebas. Aku ngajarin dia buat ngomong apa yang dimau, ungkapin, marah ya marah aja, gak usah ditahan. Namun tetap beberapa hal harus dibatasi. Kaya kalau kita dewasa ngomong, jangan yang jelek atau saru karena dia, mereka beneran niru

    ردحذف
    الردود
    1. Semangat sellau mengingatkan keponakannya, ya. Tandanya itu tante sayang sama keponaakan :)

      حذف
  19. Waduh, kalau keceplosan atau asbunnya ga sesuai norma, bisa jadi itu akibat dia mendengar di sekeliling ada yang ngomong begitu :((( karena itu sudah berhubungan dengan etika moral, sepertinya harus dikasih tau ya Chi

    ردحذف
  20. Setuju sih, sebetulnya keasbunan itu ada di generasi mana saja. Cuma ya eranya berbeda. Ortu dari gen Alpha biasanya lebih memberikan kebebasan berekspresi dan keterbukaan akses ke media. Mungkin ortunya di satu sisi lebih ketat karena tahu akibat dari pemakaian internet yang bebas, tapi tetap saja anak bisa dapat pengaruh dari lingkungan sekitarnya yang nggak setegas itu. PR sebagai ortu sih ini sebetulnya, buat tetap kasih batasan.

    ردحذف
  21. Setuju, Mba. Anak2 saya juga diberi kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan bercerita, tapi mereka juga saya ajarkan etika berbicara ke siapa pun. Etika tetep nomor 1. Kalau saya sih ngajarkannya ke mereka "andai kejadian itu dibalik ke diri mereka, bagaimana rasanya?"

    ردحذف
  22. Si sulung saya Gen Z, sementara adiknya Gen Alpha. Keduanya perempuan. Bisa dibayangkan gimana hebohnya rumah. Kalau bertengkar yang gak pernah ketemu titik damainya. Gen Z ini ya ampun susah bener diajak ngomong, di satu sisi si Alpha lebih bisa diajak ngomong tapi ya asbunnya gak kira-kira. Emang mesti sambilan untuk diajarkan agar asbunnya bisa tetap dalam koridor. Hahaha

    ردحذف
  23. Menarik banget bahas soal fenomena bahasa ini, karena kalau kita nggak berusaha paham, bisa-bisa terjadi gap komunikasi yang makin jauh sama anak-anak Gen Alpha. Daripada langsung melarang, kayaknya lebih efektif kalau kita ajak mereka diskusi soal asal-usul kata itu sambil pelan-pelan tanamin etika berkomunikasi. Jadi mereka tetap merasa didengar tapi tetap punya kontrol dalam berbahasa yang baik

    ردحذف
  24. Namanya juga Gen Alpha ya. Lahir di kala semua sudah era digital dari orang tua era milenial. Nah loe!
    Beberapa literasi menyebutkan kelahiran mereka sekitar 2010-2025.
    Salah siapa dong, mereka lahir di era digital.
    Hahaha. Canda.
    Tentu aja ga ada yang salah ya.
    Mereka juga pasti ga minta.
    Menurutku solusinya sih diantaranya,
    Kita nih selaku orang tua kudu banyak belajar dan punya bekal informasi buat membimbing mereka agar kecerdasan mereka yang unik itu tersalurkan dengan baik!

    ردحذف
  25. Tiap generasi punya ciri khas yang unik ya. Generasi Alpha ini menarik diperhatikan karena mereka jago banget dalam menggunakan gawai dan bercakap dengan bahasa Inggris. Soal asbun ini juga lucu. Setuju dengan kak Myra, tetap perlu ada kontrol atas ucapannya. Salam hangat kak Myra.

    ردحذف
  26. Astagfirullah, kok yo mereka bisa punya percakapan demikian yah? ini awal mulanya darimana ya bisa bahas topiknya yang seharusnya belum dibicarakan. Wajib banget memang untuk selalu diawasi ya Mba.

    ردحذف
  27. Menarik banget nih bahas terkait asal bunyi atau asbun. Aku rasa setiap generasi ketika masih anak-anak emang suka asbun sih. Cuma mungkin perkembangan zaman juga ngasih pengaruhnya. Apalagi gen Alpha lahir di era digitalisasi super sat-set, kebanjiran informasi, dkk.

    Tapi, bener kalau asbun ini mesti di arahkan. Jangan dibiarkan kebablasan, bahaya. Meski anak-anak, justeru daya serap mereka lagi bagus-bagusnya, mesti di kasih tau yang benar. Jangan dibiarkan asbun tanpa etika juga, bahaya.

    ردحذف
  28. Anak saya berarti Gen Alpha. Memang mereka lebih berani dan kreatif. Sekarang saja sudah bisa baca running text. Dulu saya masih kecil belum bisa terlalu lancar membaca. Semoga mereka menjadi anak-anak yang Patih kepada orang tua ditengah dunia digital yang sudah merajalela.

    ردحذف
  29. Iyaa dengar komentar anak muridku gen alpha kadang kaget sendiri, cerdas banget, kadang asbun.. memang harus diawasi dan diingatkan terus sih oleh orangtua biar nggak jadi kurang ajar dan nggak sopan ya

    ردحذف
  30. Bener banget. Jangan dinormalisasi terlalu asbun, karena bisa menyinggung dan menyakiti orang lain. Orangtua memang harus selalu upgrade ilmu parenting.

    ردحذف
  31. aku sepakat banget asal ada etika gpp, emang anak gen A ini lebih mudah menyerap informasi apalagi di era digital, dia pun cepat banget memberi tanggapan, jadi perlu banget ortu mendampingi

    ردحذف

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^