Tips Membuat Cabai Kering dengan Cara Alami

By Keke Naima - July 06, 2024

Tips Membuat Cabai Kering dengan Cara Alami - Sebagai penggemar pedas, suka gundah gulana atau gimana gitu ketika harga cabai meroket? Sebetulnya, enggak juga. Karena Chi udah gak nagih banget sama rasa pedas. Dulu kayaknya gak makan pedas sehari berasa ada yang kurang. Mana harus yang pedas banget.

Tips Membuat Cabai Kering dengan Cara Alami

Beberapa Solusi Ketika Harga Cabai Naik


Tentu gak bakal senang ya kalau ada kenaikan harga. Apalagi yang menyangkut kebutuhan pokok. Pengennya tuh stabil terus. Tapi, kalau dibilang galau banget karena harga cabai sedang naik ya enggak juga. Meskipun Chi suka makan pedas. Ada beberapa solusi yang pernah dilakukan, yaitu:


Menanam Pohon Cabe

Tentu ini bukan mendukung pernyataan bapak pejabat yang ketika harga sedang naik, solusinya adalah menanam, lho. Iya memang ada benarnya. Tapi, tetap aja terasa ngeselin wkwkwk.

Pertama, tugas pemerintah kan menstabilkan harga. Alasan kedua, menanam itu meskipun hanya di pot bukan perkara mudah. Apalagi buat Chi yang 'tangan panas'.

Tangan panas tuh istilah untuk seseorang yang gak mahir bercocok tanam. Selalu aja tanamannya mati. Jadi, tentu aja bukan Chi yang membuat halaman di rumah menjadi hijau. K'Aie yang paling telaten sama urusan tanaman.

Kami pun pernah menanam cabe. Lebat juga kalau sedang berbuah. Tapi, tetap aja buat Chi gak bisa dijadikan solusi untuk semua orang ketika harga cabe sedang mahal.


Membeli Sambal Sachet

Membeli sambal sambal sachet atau kemasan menjadi solusi bagi Chi. Bukan saos, tapi sambal kemasan. Sekarang kan banyak sambal terasi atau sambal-sambal lainnya yang kemasan. Ada yang dibotol atau sachetan. Tinggal pilih aja merk mana yang paling cocok di lidah.

Buat Chi, sambal-sambal kemasan bisa menjadi solusi karena harganya biasanya lebih stabil. Gak naik turun kayak beli cabai rawit segar. Udah gitu gak perlu repot ngulek juga. Praktis banget.


Membuat Cabe Kering

Sambal kemasan memang solusi jitu bagi Chi. Tapi, tetap terkadang pengen juga bikin sambel sendiri. Apalagi kalau harga cabai gak juga turun. Lagian rawit kan gak hanya untuk sambal. Solusi berikutnya adalah dengan mengeringkan cabai rawit dan merah keriting.

 

Beberapa Cara Membuat Cabai Kering


Mulai kepikiran membuat cabai kering awalnya gak sengaja. Biasanya Chi simpan cabai di kulkas. Tapi, ada beberapa cabai yang lupa dimasukkan dan didiamkan selama beberapa hari di dapur.

Chi perhatiin kondisi cabe yang lupa dimasukin masih bagus. Gak busuk sama sekali. Cuma penampilannya aja jadi kisut karena kering. Untuk rasa juga masih tetap pedas. Nah, dari situ deh mulai kepikiran buat mengeringkan cabai.

Setelah googling sana-sini, Chi dapat beberapa tips membuat cabai kering. Ada beberapa cara dari mulai yang alami hingga pakai oven atau alat tertentu. Chi pakai alami aja, lah. Mudah banget mengeringkan cabai dengan cara alami. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Beli cabe rawit merah atau cabe merah keriting yang segar
  2. Sampai rumah, cabai dipilah lagi. Pilih yang benar-benar segar kemudian cuci bersih
  3. Tiriskan cabai yang sudah dicuci bersih lalu sebar merata di atas tampah. Jangan sampai ada cabai yang bertumpuk.
  4. Jemur sampai benar-benar kering

Beberapa  tips mengatakan kalau batang cabenya dicopot sebelum dikeringkan. Chi agak jarang melakukan ini. Saran Chi, kalau memang mau dicopot harus pastikan jangan sampai bolong kulitnya. 
 
Karena Chi pernah cobain. Hasilnya ada beberapa cabe yang bijinya awur-awuran, terpisah dari kulit. Makanya harus hati-hati ketika mencopot tangkai cabai.


Beli Cabai Saat Harga Murah

 
Biasanya Chi mengeringkan cabai ketika harga lagi murah. Kan, tujuannya supaya tetap bisa irit ketika harga cabai lagi mahal. Beli agak banyakan. Minimal 1 kg cabai, lah.
 
Karena proses alami, jadinya butuh waktu pengeringan yang lumayan lama. Apalagi kalau cuaca kurang terik. Tapi, karena gak dipakai dalam waktu dekat, Chi santai aja dengan waktu proses yang lumayan lama ini.
 
Pastikan juga tempat mengeringkannya aman dari gangguan binatang seperti kucing atau tikus, ya. Misalnya kalau malam hari di rumah teman-teman suka ada tikus, cabai yang sedang dikeringkan bisa disimpan dulu di tempat aman. Besoknya dijemur lagi.

Setelah cabai benar-benar kering, teman-teman bisa simpan di wadah yang tertutup rapat. Kalau gak ada toples, bisa juga disimpan di plastik kemudian ditutup. Selama tempatnya bersih dan kering, cabe yang sudah dikeringkan tahan berbulan-bulan. Chi gak tau pasti berapa bulannya. Tapi, lama juga sampai harga cabai turun lagi hehehe.


Hanya Menggunakan Cabai Rawit Merah dan Cabai Merah Keriting


Cabai yang pernah Chi keringkan hanya rawit merah dan cabai merah keriting. Kalau yang lainnya belum pernah coba. Lagipula kayaknya Chi juga belum pernah lihat ya cabai lain dikeringkan selain 2 jenis itu.

Cabai kering bisa dibuat sambal ulek gak?

Bisa, dong. Teman-teman bisa rendam sebentar cabenya dengan air hangat. Biar kulit cabenya agak lembut. Setelah itu diolah seperti membuat sambal.

Gak hanya untuk sambal ulek. Cabe kering tetap bisa dipakai untuk resep makanan lainnya. Paling perhatiin aja takaran pemakaiannya, ya.

Kalau memasak, Chi selalu pakai takaran kira-kira. Misalnya, kalau mau masak ayam pedas cabai rawit, biasanya pakai segenggam rawit merah segar. Nah, beberapa kali Chi pakai cabe kering segenggam. Alhasil, masakannya jadi jauh lebih pedas hahahha!

"Bun, takaran cabe kering sama cabe segar harusnya bedaaaa," kata K'Aie.

Iya, sih. Cuma Chi suka lupa aja gitu kalau lagi pakai cabe kering wkwkwk! Ya pokoknya, sekarang udah gak galau kalau harga cabe lagi naik. Tapi, ya, pengennya mah stabil gitu harga-harga bahan makanan.

Oiya, cabenya jangan lupa direndam sebentar biar kulitnya kembali lembut. Setelah itu baru diolah. Tapi, kalau untuk bikin minyak cabai atau nasi/mie goreng pedas biasanya langsung Chi haluskan aja.

  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. wah makasi tips membuat cabai kering dengan cara alami ini membantu banget, nanti aku coba praktikkan di rumah ah, thank you buat artikelnya

    ReplyDelete
  2. Oh ya mbak? Cabai kering memangnya lebih pedas daripada cabai kondisi normal? Hahaha makin kepo aja aku :D Beli 1 kg cabai rawit orens dan cabao merah keriting aja udah cukup ya. Buat stok percabaian di dapur memang wajib nih mengingat harganya kadang meninggi tiva-tiba kwwkwkwk. Mau coba ah besok2 pas belanja ke warung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lebih pedas, tapi jadinya lebih banyak pemakaiannya. Kalau cabe kering kan penampilannya jadi lebih kisut karena udah gak ada kandungan air. Jadi coba aja bayangin segenggam cabe segar, mungkin cuma dapat 10 buah. Tapi, kalau cabe kering segenggam kan bisa lebih banyak. Makanya, takarannya jangan disamain. Kalau sama-sama segenggam ya jadi lebih pedas trasa makanan yang pakai cabe kering.

      Delete
  3. Aku nggak pernah jemur cabe, soalnya kalo beli selalu habis sampai waktu belanja lagi. Tapi kalo ibu mertua panen cabe melimpah, kalo udah banyak banget sering dikeringin buat campuran bikin sambal gitu makchi

    ReplyDelete
  4. Ibu saya suka banget buat bumbu dari cabai besar. Diblender lalu dimasak gitu. bisa untuk nasi goreng atau balado. memang sebaiknya kita nyetik cabai untuk bumbu ya mbak

    ReplyDelete
  5. Wah noted. Makasii banyak tipsnya mba. Ini bisa jadi solusi kalau harga cabe lagi melambung tinggi. Secara serumah suka pedes semua

    ReplyDelete
  6. Kak Chi, kalau menyimpan cabai kering tuh bisa awet sampai berapa lama? Terus sebenarnya fungsinya sama nggak sama cabai segar? Aku soalnya kalau mendapati cabainya udah kering di kulkas,langsung tak buang, wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa tahan sampai berbulan-bulan. Gak pernah saya pastiin berapa lamanya. Tapi, memang lama asalkan tempat penyimpanannya bersih dan kering. Buat saya fungsinya sama aja kayak cabe segar

      Delete
  7. Aku tuh beberapa kali mau nyoba bikin cabai kering karena di rumah tuh penggemar makanan semua serba pedas. Tapi malah batal melulu. Ada juga sih yang jual. Tapi kayaknya aku mau coba bikin aja sesuai resep dan tips dari mba Myraaa

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^