Self Love dengan Cara Sehat Finansial bagi Milenial - Lagi lumayan rame bahasan tentang self love, nih. Tetapi, praktek mencintai diri sendiri yang benar sebetulnya kayak apa, sih? Boleh, gak, belanja berbagai barang mewah atau jalan-jalan ke mana gitu?


self love dengan cara sehat finansial bagi milenial

Sebetulnya gak apa-apa juga membeli barang yang diinginkan atau jalan-jalan. Apalagi selama ini udah bekerja keras mencari penghasilan. Boleh, lah, sesekali memanjakan diri.

Tetapi, self love gak sesederhana itu. Self love cakupannya lebih luas karena berkaitan dengan kesehatan jiwa, raga, hingga finansial. Kalau selalu memanjakan diri, trus uang langsung habis padahal tanggal gajian masih lama, itu bukan termasuk mencintai diri sendiri. Tetapi, malah melakukan pemborosan.


Pandemi Membuat Semua Orang Bisa Kena Mental


fwd self love on

Chi termasuk yang kalut banget ketika pandemi baru hadir di Indonesia. Tiap hari kerjaannya menangis. Kena mental kalau bahasa zaman sekarang.

Ya, gimana gak kalut? Pendapatan menurun drastis. Sedangkan beberapa kebutuhan harian dan bulanan terus berjalan.

Alhamdulillah kekalutan gak berlarut-larut. Perlahan mulai menata hati. Karena pilihan nya memang cuma 2. Terus down dan tambah stress atau mulai berusaha bangkit. Chi memutuskan untuk maju terus.

Faktor ekonomi memang menjadi salah satu alasan utama. Chi rasa banyak masyarakat juga merasakan hal sama. Tentu membutuhkan banyak perombakan agar bisa tetap bertahan. Tetapi, pastinya harus bisa sehat metal dulu agar bisa melakukan berbagai perubahan, termasuk berusaha tetap sehat secara finansial.

Senin (2/9), Chi kembali ikut virtual blogger’s gathering. Seneng banget temanya kali ini tentang “Self-Love On, #ProteksiOn”. Sebelum membahas lebih dalam tentang self love, FWD Blogger Squad masuk ke dalam dalam kelas kecil dan ikut Self Love Quiz.

Coba teman-teman jawab beberapa pertanyaan ini, ya!

pertanyaan self love quiz
pertanyaan self love quiz
pertanyaan self love quiz
pertanyaan self love quiz
pertanyaan self love quiz


Cara Meningkatkan Self Love


Berapa skor yang teman-teman dapatkan?

healthy self love

Congrats!
Kalau termasuk Healthy Self Love. Tetapi, jangan keburu panik bila hasilnya lebih rendah. Self Love Quiz sekadar gambaran kasar.

Sejatinya mengenali diri sendiri itu berproses dan butuh waktu. Apalagi manusia biasanya cenderung merasa lebih tau tentang diri orang lain. Daripada mengenali diri sendiri.

cara meningkatkan self love

Menurut Jennyfer M., Psi, ada 8 cara untuk meningkatkan self love, yaitu


Forgive Yourself

Setiap orang punya masa lalu berbeda-beda. Di antaranya ada yang memiliki pengalaman kurang menyenangkan.

Masa lalu memang sulit untuk dilupakan. Tetapi, cobalah untuk menerima masa lalu. Berusaha memaafkan diri sendiri, orang lain, atau situasi. Karena kalau tidak berusaha memaafkan bisa sulit untuk terus maju. Kita bisa terjebak dengan pikiran “Coba dulu begini, coba begitu …”


Know Yourself

Bagaimana bisa mencintai diri sendiri kalau tidak mengenali?

Seringkali kita memandang diri sendiri hanya dari sudut pandang negatif. Terus-menerus menghakimi diri sendiri itu jadinya malah gak akan bagus.

Manusia itu kompleks. Gak mungkin hanya memiliki 1 sifat. Tentu ada yang negatif dan positif. Nah, coba deskripsikan secara utuh karena ini akan menjadi pondasi bagi kita untuk mengenali diri sendiri.


Good Self Care

Good self care di sini tidak terbatas hanya dengan melakukan perawatan wajah dan tubuh. Pikiran kita pun harus dirawat.


Change Your Self Talk

Self talk jangan hanya selalu menganggap semuanya positif. Bisa-bisa jatuhnya malah denial. Tetapi, lakukan self talk yang bijak dan netral.


Stop Comparing!

Gak akan ada habisnya membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Malah bikin capek hati dan cenderung menyalahkan diri sendiri.

Setiap orang memang punya start yang berbeda-beda. Beberapa orang terlihat punya privilege. Boleh aja melihat orang lain, tetapi untuk dijadikan motivasi. Kita tetap lakukan yang terbaik dengan versi masing-masing.

Kalau pun tetap ingin membanding-bandingkan, cara yang terbaik adalah dengan membandingkan diri sendiri di masa sekarang dan masa lalu. Apakah versi yang sekarang sudah lebih baik dari masa lalu? Kalau ternyata lebih suka versi yang dulu, cari tau juga jawabannya.


Set Boundaries

Jauh-jauh deh ya dari lingkaran toxic. Kalau sampai tergerogoti itu sebetulnya karena kita juga yang mengizinkan. Jadi, mendingan menjauh kalau dirasa udah gak bagus circle-nya.


Practice Mindfulness

arti practise mindfulness

Terkadang pikiran kita suka time travel ke masa lalu dan masa depan. Setelah itu jadi stress sendiri. Merasa ketakutan menghadapi masa depan. Tetapi, juga gak bisa mengubah masa lalu.

Nah, practice mindfulness ini beda dengan overthinking. Tetapi, pikiran kita diminta untuk beristirahat sejenak dari segala keruwetan. Gak perlu lama, kok. Istirahat 5 menit sambil bermeditasi atau ngeteh, itu udah practice mindfulness selama pikiran gak time travel.


Power of Mind

Hati-hati dengan kekuatan pikiran. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita juga bisa diawali dari pikiran.

perngertian self love

Generasi Milenial Harus Sehat Secara Finansial


Ternyata pandemi gak selalu membawa cerita sedih. Chi yang sempat terpuruk, lama-lama mulai banyak bersyukur. Khususnya bonding terhadap anak jadi merasa semakin erat.

Banyak diskusi yang kami lakukan di saat pandemi. Topiknya pun sangat beragam. Salah satunya tentang finansial.

Dipikir lagi, bersyukur juga pandemi terjadi ketika Keke dan Nai sudah remaja. Mereka sudah mulai paham kalau urusan finansial gak sebatas tentang uang jajan.

Literasi finansial merupakan bekal yang harus dimiliki dalam menjalani kehidupan yang tidak terduga seperti sekarang ini
 
Keke dan Nai termasuk generasi Z, di bawahnya millennial. Tetapi idealnya, mengajarkan anak literasi finansial sejak dini. Makanya, Chi memanfaatkan kondisi ini sebagai momen yang tepat untuk berdiskusi tentang finansial.

Tentu harapannya, bila nanti sudah punya penghasilan sendiri mereka akan terus berusaha menjaga kondisi finansial tetap sehat. Tidak hambur-hambur uang dengan alasan self love.

Mereka harus mulai terbiasa mengelola keuangan secara cerdas. Insya Allah, akan bermanfaat bila nanti mereka sudah punya penghasilan sendiri. Berikut sehat secara finansial dari versi Keke dan Nai dan juga dari berbagai diskusi yang kami lakukan.


Menata Ulang Pengeluaran Rutin Harian dan Bulanan

Tentu untuk kebutuhan rutin harian dan bulanan belum menjadi tanggung jawab Keke dan Nai. Tetapi, mereka tetap kami ajarkan untuk mulai menata keuangan. Semakin utamakan kebutuhan daripada keinginan. Atur lagi mana yang sekiranya bisa dihemat.


Jangan Lupa Menabung

Keke dan Nai sudah tidak lagi mendapatkan uang jajan bulanan sejak pandemi. Tetapi, sejak dulu mereka rajin menabung. Kalaupun sesekali dapat uang dari ayah atau neneknya, hal yang pertama mereka lakukan adalah menabung.


Belanja untuk Menyenangkan Diri

Sebelum pandemi, Nai selalu menonton di bioskop sebulan sekali menggunakan uang tabungannya. Sekarang tentunya berhenti dulu. Tetapi, sesekali mereka juga menyenangkan diri sendiri. Misalnya membeli es krim atau segelas kopi. Gak harus seminggu sekali. Beli sebulan sekali juga udah seneng.


Sedekah di Saat Sulit

Sedekah di saat kondisi sedang sulit, terkadang suka lebih berasa godaannya. Tetapi, Chi terharu banget karena Keke dan Nai tetap mau melakukannya. Bukan perkara besar atau kecil. Tetapi, tentang kesadaran untuk mau berbagai. Semoga Allah juga meridhoi. Aamiin Allahumma aamiin.


Melek Investasi, Penting Dilakukan sejak Muda

Keke dan Nai ternyata lebih melek finansial daripada bundanya hehehe. Terkadang Chi suka malu sendiri. Saat di usia mereka, boro-boro kepikiran investasi. Menabung aja masih setengah hati.

Anak-anak, terutama Keke, malah lebih lancar finansial. Uang yang dia punya gak hanya disimpan di tabungan, tetapi juga diinvestasikan.


Memiliki Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

hadiah lucy draw proteksion fwd

Anak-anak udah punya asuransi. Tetapi, karena dibikinkan oleh ayahnya. Tetapi, Chi rasa cepat atau lambat, Keke dan Nai akan punya asuransi sendiri.

Memiliki asuransi juga bentuk self love, lho. Ya, karena asuransi dianggap bisa memberikan perlindungan bagi diri sendiri maupun keluarga.

Produk asuransi akan memberikan perlindungan terhadap tabungan dan investasi yang kita miliki saat terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau sakit, sehingga mimpi dan tabungan Kamu dan keluarga tidak terganggu.

Btw, udah tau belum kalau FWD mengeluarkan kampanye yang bertajuk #ProteksiOn Lucky Draw?

Kampanye FWD #ProteksiOn mengajak masyarakat Indonesia untuk mengaktifkan perlindungan asuransi mereka dengan FWD Insurance, sehingga mereka dapat menjalani hidup penuh dengan passion yang selalu On, karena memahami bahwa FWD Insurance hadir mendukung mereka.

Teman-teman bisa membeli berbagai produk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa FWD pada periode 26 Juli – 31 Desember 2021. Berkesempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah spektakuler seperti mobil Toyota Raize, sepeda Brompton, iPhone 12 Pro Max, iPad, paket liburan, serta kesempatan bertukar pengalaman seputar passion bareng ahlinya. Keren-keren kan hadiahnya!

Berikut produk asuransi yang masuk dalam program ini bisa dibeli melalui jalur keagenan, kemitraan, atau eCommerce:


  1. Keagenan: FWD Critical Armor, Asuransi Bebas Rencana Optimal, FWD Legacy Protection dan Asuransi Bebas Handal
  2. Kemitraan (Bancassurance): FWD Multiple Protection, Asuransi Bebas Handal dan FWD Critical MultiSafe
  3. eCommerce (ifwd.co.id): Asuransi Bebas Handal, FWD Cancer Protection, Bebas Rencana dan Bebas Aksi

Silakan pilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dengan teman-teman dan raih kesempatan berhadiahnya. Info selengkapnya bisa lihat di https://www.fwd.co.id/proteksion/