Sunday, May 31, 2020

Resep Tumis Genjer

Genjer, salah satu sayuran yang Chi suka. Tetapi, agak jarang dibuat karena jarang yang yang jual. Apalagi sejak pindah ke Jakarta. Semakin sulit menemukan yang sayur ini di pasar.

Di supermarket dan hypermarket malah Chi belum pernah menemukan sayuran ini. Apa karena dianggap sayuran kelas bawah? Entahlah. Ternyata, sayuran juga ada kasta-kastanya, ya hahaha.

resep tumis genjer

Resep Tumis Genjer


Genjer memang hidupnya di area persawahan atau rawa. Bahkan katanya termasuk hama padi yang kalau terus dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan padi. Makanya kemudian dipetik oleh masyarakat sekitar. Diolah juga menjadi makanan agar tidak perlu belanja lagi.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, genjer terbukti menjadi salah satu makanan yang sarat kandungan gizi dan banyak manfaatnya bagi kesehatan. Genjer juga termasuk hama yang baik. Sekarang genjer mulai dibudidayakan. Berbagai kalangan juga mulai menyukai sayuran ini.

Chi juga gak menyangka kalau anak-anak, terutama Nai, suka dengan genjer. Awalnya, Chi gak berani masak banyak. Paling cukup untuk konsumsi sendiri aja. Ternyata pas nyobain pada suka.

Meskipun begitu belum berani mengkonsumsi genjer dengan cara dilalap. Biasanya Chi tumis bumbu kuning. Kadang-kadang dengan saos tiram. Tetapi, paling sering dibumbu kuning.

Ada yang bilang kalau genjer rasanya pahit. Iya, memang ada pahitnya, tapi cuma dikit. Gak sepahit pare atau daun pepaya. Jadi gak perlu pakai tips khusus untuk menghilangkan rasa pahit.

Tekstur genjer agak mirip kangkung. Agak sedikit licin. Tetapi, masih renyah saat dikunyah. Memasaknya juga gak membutuhkan waktu yang lama.

Bahan-Bahan:

  • 2-3 ikat genjer, cuci bersih dan potong-potong
  • 1 sdt ebi, rendam sebentar dengan air hangat kemudian tumbuk halus
  • 1 cm lengkuas, geprek
  • 1 lembar daun salam
  • Gula pasir dan garam secukupnya
  • 1/2 buah tomat, diiris
  • 5-10 buah cabe rawit merah
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Air secukupnya (optional)


Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 cm kunyit
  • 2 butir kemiri


Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak kemudian masukkan bumbu halus, lengkuas, ebi, dan daun salam. Tumis hingga harum
  2. Masukkan genjer. Aduk hingga tekstur genjer menjadi lemas
  3. Masukkan juga cabe rawit merah
  4. Bila tumisan sudah cukup berair, tidak perlu ditambahkan air. Tetapi, bila terlalu kering, tambahkan air sedikit saja.
  5. Tambahkan tomat, gula, pasir, dan garam.
  6. Aduk sebentar dan koreksi rasa
  7. Sajikan
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

30 comments:

  1. Penampakan sebelum dimasak gimana, Chi
    Hmm saya googling aja deh ya supaya makin kenal juga sama genjer
    Penasaran juga karena namanya lucu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyam saya lupa motretin sayur yang belum diolah hehee

      Delete
  2. waaa udah lama banget nggak makan genjer, kangen banget deh sama tumis genjer kaya gini, biasanya mamahku suka buat hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal di Jawa Barat mah kayaknya banyak genjer, ya :D

      Delete
  3. aku pas kecils ering main di sungai mbak, berburu eceng gondok untuk dimasak sama mama :) sekarang kayaknya udah jarang liat ya mbak

    ReplyDelete
  4. Iyah Mbak, genjer itu emang jarang ditemukan sih.
    kecuali kalau emang sengaja nyari ke persawahan kali ya.
    itu tumis gendernya meggiurkan deh Mbak, apalagi ada ebinya, hmmm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu saya masih tinggal di Bekasi, masih lumayan mudah. Setelah pindah, jadi jarang ketemu genjer

      Delete
  5. Karena aku ga doyan sayur-sayuran asing gitu yaaa denger nama sayurnya *maluuu :(
    Tapi pengen belajar juga gitu kak masak-masak gitu akutu
    Thanks resepnya kak

    ReplyDelete
  6. Aku suka genjer. Biasanya makan tumis genjer yg rada2 pedes, enaaak, tapi beli, gak pernah bikin sendiri hehe. Ntar deh kalo pak penjual sayur langgananku bawa genjer, mau coba masak sendiri di rumah.

    ReplyDelete
  7. Susah dapat genjer disini. Aku makan genjer terakhir itu di Pekanbaru, itupun di rumah makan Mbah Jingkrak, bukan beli di pasar lalu masak sendiri.

    ReplyDelete
  8. Aih udah lama banget ga makan genjer jadi inget kenangan masa kecil suka ambil genjer di sawah orang hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa karena sawah mulai jarang jadinya genjer oun ikut jarang? :D

      Delete
  9. Aku blom pernah masak ini deh hihi jadi pengen coba masak

    ReplyDelete
  10. udah lama bangeet ngga makan genjeer nih Chie...kayaknya enak dan seger kalau ditumis yaa

    ReplyDelete
  11. Nama bahasa Jawanya apa yaa...genjer ini?
    Kayanya aku pernah makan juga...dan anak-anak itu menyenangkan yaa, kak..
    Asal masaknya pas...mereka suka.
    Uuwuwu...terharuu~

    ReplyDelete
  12. Genjer ini yang agak pahit itu kan ya, aku belum pernah makan kayaknya huhu atau pernah tapi gak tau kalau itu genjer

    ReplyDelete
  13. Biasanya aku beli sayur genjer di kantin dekat sekolah, tapi beda tampilannya nih enak yang ditumis kaya gini ya. Kalau beli genjer mentahnya di mana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya biasa beli genjer mentah di pasar tradisional

      Delete
  14. Waa mbak Keke, aku baca ini malem-malem perutku jadi keroncongan karena laper. Terima kasih resepnya mbak dan terima kasih juga sudah membuatku laper haha 😂
    Oiya, salam kenal ya mbak <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali. Terima kasih juga sudah berkunjung. Maaf kalau bikin laper hihihi

      Delete
  15. Hai mba, salam kenal ..
    Ia aku juga suka genjer mba, btw itu fotonya menggoda sekali, tapi bahan bakunya agak sulit dicari ya mba, apalagi kalau rumahnya diperkotaan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak. Di sini juga agak susah cari genjer. Salam kenal kembali, ya :)

      Delete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^