Jadikan Temulawak Mendunia, Herbal Asli Indonesia yang Kaya Manfaat - "Yah, Curcuma abis. Nanti pulang kerja beliin, ya."

K'Aie udah hapal permintaan Chi ini. Kalau dimintain tolong beli curcuma, itu artinya suplemen makanan yang bernama Curcuma Plus. Bukan menyuruhnya ke pasar untuk beli temulawak.


temulawak mendunia, herbal asli indonesia yang kaya manfaat

Keke dan Nai sudah mengkonsumsi Curcuma Plus sejak kecil. Awanya memilih suplemen ini untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Selain membiasakan makan makanan yang bergizi, sesekali juga mereka mengonsumsi suplemen.

Biasanya kalau cuaca sedang kurang bersahabat atau musim batuk pilek. Aktivitas yang sedang padat pun juga bisa kesehatan terganggu kalau kondisi tubuh sedang tidak fit. Saat sakit dan dalam masa penyembuhan, suplemen dibutuhkan supaya nafsu makan kembali membaik.


Temulawak, Tumbuhan Herbal yang Kaya Manfaat


manfaat temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorriza) adalah tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak sekali khasiat. Tanaman ini masuk dalam kelompok jahe-jahean dan banyak tumbuh di dataran Jawa, Kalimantan, dan Maluku.

Bila suka minum jamu, biasanya sudah paham manfaatnya. Manfaat tanaman rimpang atau rhizoma ini memang sudah diakui secara turun temurun. Bahkan beberapa jurnal ilmiah pun sudah mempublikasikannya.

Beberapa manfaat temulawak antara lain meningkatkan imunitas, menjaga nafsu makan, anti radang, anti oksidan, menjaga kesehatan pencernaan, mengatasi masalah pencernaan, hingga mencegah kanker. Mengingat banyaknya manfaat, temulawak pun dinobatkan sebagai Ikon Herbal Indonesia.


Komitmen PT. SOHO Industri Pharmasi untuk Menjadikan Temulawak Mendunia


komitmen pt soho industri pharmasi menjadikan temulawak mendunia

Bila ginseng dari Korea bisa mendunia. Seharusnya kita pun bangga memiliki temulawak. Sayangnya tanaman herbal kita ini masih kalah pamor. Padahal, khasiatnya tidak kalah banyak. Bahkan beberapa artikel yang Chi baca menulis kalau manfaat temulawak lebih banyak dari ginseng.

Curcuma Plus yang Chi tulis di awal adalah produksi SOHO Global Health. PT. SOHO Industri Pharmasi (SIP) memang terus berkomitmen untuk membuat temulawak semakin mendunia.

PT SOHO Industri Pharmasi sudah berdiri sejak 75 tahun lalu untuk bergerak di bidang layanan perawatan kesehatan herbal. Pada tahun 2018 dan 2019, SIP meraih penghargaan Innovative Industrial Research & Development Institution oleh Kementerian Riset & Teknologi RI.


ekspor temulawak

Jumat (13/12) PT SIP melakukan upacara ekspor penutup untuk tahun 2019. Sebanyak 49.187 box berbagai produk berbahan dasar temulawak akan diekspor ke Kamboja. Selama setahun ini, PT SIP sudah melakukan 40x shipment ke berbagai negara yaitu Vietnam, Philipina, Mauritius, Kamboja, Kamerun, Sri Lanka, Mongolia, dan Timor Leste. Upacara yang juga dihadiri oleh BPOM sekaligus bentuk rasa syukur atas tercapainya target.

Hal ini sejalan dengan roadmap "Making Indonesia 4.0" yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah ingin menggenjot kinerja industri pengolahan non migas yang berorientasi ekspor. Terlebih kepada perusahaan manufaktur yang konsisten memberikan kontribusi terbesar untuk ekspor nasional.


“Temulawak yang SIP gunakan merupakan temulawak organik yang dikembangkan di kebun riset kami, SOHO Center of Excellence in Herbal Research (SCEHR) Sukabumi dengan konsep Seed to patient dan berkolaborasi secara ABGC (Academic, Business, Goverment, Community),” ungkap Presiden Komisaris PT SOHO Global Health, Eng Liang Tan.

Fasilitas riset herbal yang belokasi di Cihanjawar, Nagrak, Sukabumi, saat ini fokus terhadap pengembangan temulawak agar semakin menjadi varietas unggul. Tetapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya juga akan dikembangkan tanaman. Apalagi di Indonesia memang kaya akan berbagai tanaman herbal. Sehingga ke depannya akan semakin berkurang bahan baku impor untuk produksi obat.

“Salah satu kunci untuk dapat mewujudkan kemandirian obat dalam negeri, industri harus dapat memenuhi standar kualitas secara konsisten agar produknya dapat diterima oleh negara tujuan ekspor, karena itu Badan POM sangat mengapresiasi keberhasilan SIP mengekspor produk-produk berbahan dasar Temulawak ke berbagai negara,” ujar Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Apa yang sudah dilakukan PT SIP mendapatkan apresiasi dari BPOM. Adanya fasilitas riset bisa memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat, kesejahteraan petani, serta memiliki daya saing untuk ekspor. Lebih lanjut, ibu Penny juga mengatakan kalau untuk menjadikan temulawak mendunia memang membutuhkan sinergi yang banyak dari berbagai pihak. Chi rasa, sebagai masyarakat juga bisa ikut dalam sinergi ini. Bersama-sama mewujudkan ikon herbal Indonesia semakin terkenal di dunia internasional.

membuat temulawa dikenal di dunia
Optimis temulawak bisa mendunia!