Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Chi lupa kenapa ada gambar patah hati di sini ๐Ÿ˜‚


Ketemu foto lama (lagi). Foto tentang kegiatan belajar di rumah. Dan ini adalah tulisan tangan Nai ketika belajar angka dengan bahasa Inggris. Kalau lihat tanggal yang tertulis di white board (5 Januari 2013) berarti usia Nai saat itu kurang lebih 6,5 tahun. Udah di kelas 1 SD.

Setiap tulisan tangan yang dibuat, cukup bisa terbaca apakah dia percaya diri atau tidak dengan jawabannya. Tidak hanya saat belajar angka, ya. Tapi belajar apapun yang mengharuskan menulis.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Walaupun tulisannya kecil-kecil, tetep dong dikasih emoticon ma dia ๐Ÿ˜


Coba teman-teman bandingkan foto yang pertama dan kedua. Foto yang kedua tulisannya lebih kecil, kan? Kalau tulisannya kecil seperti itu, bahkan kadang sangat kecil, itu artinya dia sedang tidak yakin dengan jawabannya. Meskipun ekspresi wajahnya kelihatan santai aja.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Meskipun masih salah, tetapi kalau dilihat dari ukuran tulisan kelihatan kalau Nai mulai percaya diri dan yakin jawabannya benar
Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Udah gede banget nih rasa percaya dirinya. Terlihat dari ukuran tulisannya hehehe


Nah, coba bandingkan foto yang terakhir ini. Gede banget kan tulisannya? Ini artinya Nai udah kepedean. Pokoknya dia udah sangat yakin jawabannya itu benar ๐Ÿ˜‚

Hmmm ... Sekarang Chi lagi coba mengingat Keke kecil. Seperti apa ya Chi dulu mengevaluasi rasa percaya diri Keke. Pastinya bukan dari tulisan tangan karena Keke gak suka menulis ๐Ÿ˜„


Proses evaluasi ini tentu gak instan. Awalnya Chi merasa aneh dulu, kok ukuran tulisan Nai bisa beda-beda. Setelah Chi amati sepertinya ini berkaitan dengan rasa percaya dirinya pada saat itu.

Nai ini anaknya terlihat cuek. Kalau teman-teman suka baca bagian celoteh anak atau berteman dengan Chi di FB, mungkin akan terlihat bagaimana polosnya Nai ketika berceloteh. Ceplas-ceplos gitu.

Tapi dibalik sikapnya yang kelihatan easy going, Nai termasuk yang tertutup urusan perasaan. Makanya untuk tau perasaan dia sebenarnya, seringkali Chi harus 'membaca' bahasa tubuhnya. Atau melalui tulisan tangan seperti ini,

Kalau teman-teman bagaimana cara mengevaluasi tulisan tangan anak?