Senin, 16 Oktober 2017

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan

Chi lupa kenapa ada gambar patah hati di sini 😂


Ketemu foto lama (lagi). Foto tentang kegiatan belajar di rumah. Dan ini adalah tulisan tangan Nai ketika belajar angka dengan bahasa Inggris. Kalau lihat tanggal yang tertulis di white board (5 Januari 2013) berarti usia Nai saat itu kurang lebih 6,5 tahun. Udah di kelas 1 SD.

Setiap tulisan tangan yang dibuat, cukup bisa terbaca apakah dia percaya diri atau tidak dengan jawabannya. Tidak hanya saat belajar angka, ya. Tapi belajar apapun yang mengharuskan menulis.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Walaupun tulisannya kecil-kecil, tetep dong dikasih emoticon ma dia 😁

Coba teman-teman bandingkan foto yang pertama dan kedua. Foto yang kedua tulisannya lebih kecil, kan? Kalau tulisannya kecil seperti itu, bahkan kadang sangat kecil, itu artinya dia sedang tidak yakin dengan jawabannya. Meskipun ekspresi wajahnya kelihatan santai aja.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Meskipun masih salah, tetapi kalau dilihat dari ukuran tulisan kelihatan kalau Nai mulai percaya diri dan yakin jawabannya benar
Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Udah gede banget nih rasa percaya dirinya. Terlihat dari ukuran tulisannya hehehe

Nah, coba bandingkan foto yang terakhir ini. Gede banget kan tulisannya? Ini artinya Nai udah kepedean. Pokoknya dia udah sangat yakin jawabannya itu benar 😂

Hmmm ... Sekarang Chi lagi coba mengingat Keke kecil. Seperti apa ya Chi dulu mengevaluasi rasa percaya diri Keke. Pastinya bukan dari tulisan tangan karena Keke gak suka menulis 😄


Proses evaluasi ini tentu gak instan. Awalnya Chi merasa aneh dulu, kok ukuran tulisan Nai bisa beda-beda. Setelah Chi amati sepertinya ini berkaitan dengan rasa percaya dirinya pada saat itu.

Nai ini anaknya terlihat cuek. Kalau teman-teman suka baca bagian celoteh anak atau berteman dengan Chi di FB, mungkin akan terlihat bagaimana polosnya Nai ketika berceloteh. Ceplas-ceplos gitu.

Tapi dibalik sikapnya yang kelihatan easy going, Nai termasuk yang tertutup urusan perasaan. Makanya untuk tau perasaan dia sebenarnya, seringkali Chi harus 'membaca' bahasa tubuhnya. Atau melalui tulisan tangan seperti ini,

Kalau teman-teman bagaimana cara mengevaluasi tulisan tangan anak?
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

24 komentar:

  1. mkasih ilumnya bunda kenai, mau coba praktekin ke anakku

    BalasHapus
  2. Klo tulisan anakku tergantung mood.klo lagi hepi tulisannya bisa rapi.

    BalasHapus
  3. Wah, aku kok nggak pernah memperhatikan tulisan anak. Paling kalau nggak rapi aku suruh nulis ulang. Belum sampai membandingkan tulisan satu dengan lainnya. Nanti aku cek deh. Makasih sharingnya.

    BalasHapus
  4. Anakku masih batita sih Mbak. Jadi tipsnya nanti saya coba kalau dia udah bisa nulis deh. TFS Mbak 😊
    Btw, dulu saya pernah kenal teman orang yang bisa analisa tulisan. Tulisan tangan saya dia analisa. Dari sekian banyak yang dia bilang ke saya, ada nih Mbak salah satunya yang dia bilang nulis tangan itu ngefek ke kemampuan mengingat. Caranya, kalau nulis huruf j dan i, jangan lupa dikasih titik atasnya. Sejak dia kasih tahu itu, saya jadi suka merhatiin dua huruf itu kalau nulis. Biar nggak pelupa 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya setahu saya memang tulisan tangan bisa dianalisa

      Hapus
  5. Anakku kalau di sekolah tulisannya lebih jelek daripada yang nulis di rumah. Katanya kalau di sekolah itu keburu-buru. Tapi kalau di rumah lebih santai katanya. Tapi tergantung mood juga sih hihihi

    BalasHapus
  6. iya persis sama kyk aku dulu klo pede tulisannya suka gede dan tebal klo ga tipis makin kecil wkwkwk persis Nai

    BalasHapus
  7. Tapi kayaknya analisanya bener mba..anakku klo ulangan tulisanny rapi, banyak yang bener njawabnya. Tapi klo statusnya nggak bisa ngerjain..berantakan tulisannya

    BalasHapus
  8. Jangan2 kita yang udah dewasa juga gitu kali ya, kalau nggak yakin agak beda tulisannya? :D

    BalasHapus
  9. Jd pgn merhatiin tulisab si ken jg nih mbk. Tengkiu sharenya yak.
    😊

    BalasHapus
  10. Tulisan Bo et Obi juga berevolusi mbaaa.. kadang rapih, kadang besar-besaaar.. apaagi kalau lagi ngambek buat PRnya hehehe

    BalasHapus
  11. Fylly baru bisa nulis huruf sih. Jd aku blm bisa nilai dia dr bentuk tulisan. Tp kalo diliat dr cara ngomong, ni anak jg PD banget :p. Apalagi ngoceh dlm bhs inggris mba :D. Adeknya msh bayi, jd blm bisa dinnilai jg

    BalasHapus
  12. Perhatian dan kejelian orangtua terhadap anak, termasuk bagaimana tulisannya, sungguh penting untuk lebih memahami anak tercinta ya, Mbak.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^