Keke dan Wisuda
Keke dan wisuda 
Dulu serta sekarang beda banget, ya :)


Keke sekarang udah kelas 7. Time flies! Perasaan dia masih kecil aja, Chi belum puas menimang-nimang. Bahkan sampe sekarang Chi masih terbiasa menyebut kelas 1 SMP dibanding kelas 7 *ups! Kalau ini sih karena faktor beda generasi hehehe*

Melihat foto di atas, masih suka bikin Chi senyum sendiri. Kelihatan banget bedanya, ya. Gak hanya di wajah tapi juga di sikap. Saat wisuda PlayGroup, Chi sampe ikut naik panggung. Satu-satunya orang tua yang iku naik panggung buat nemenin anaknya. Keke gak berhenti nangis karena gak mau naik panggung. Saat perform pun dia masih nangis. Keke demam panggung hehehe. Tapi, untuk perform, Chi gak ikut naik panggung. Keke akhirnya mau tampil setelah 'disogok' bakal dibeliin Hot Wheels seusai acara :D

[Silakan baca: Wisudaaaaaaaaaa....................]

Saat wisuda TK, udah lebih lancar. Tanpa drama apapun. Keke udah mau wisuda dan tampil di panggung tanpa. Chi cukup duduk di bangku penonton aja. Santaaaiii :)


Keke dan Wisuda

Saatnya Keke wisuda SD. Kelihatan banget dia ceria, ya. Pagi-pagi udah jalan duluan naik sepeda karena harus gladi resik dulu. Chi, K'Aie, dan Nai tinggal nyusul aja ke sekolah. Melihat Keke naik ke panggung untuk di wisuda saat namanya dipanggil, menimbulkan rasa yang sangat haru.

[Silakan baca: Keke dan Transportasi Pulang Sekolah]

Gak hanya saat namanya dipanggil, sih. Tapi, sejak angkatan Keke masuk ke ruang wisuda rasanya Chi pengen nangis banget. Sekuat tenaga Chi berusaha menahan. Gak bawa tissue, nanti make up luntur. :p Enggak, ding. Chi berusaha menahan supaya gak nangis supaya bisa konsentrasi melihat seluruh prosesi wisuda. Padahal rasanya dada udah sesak menahan tangis.


Keke dan Wisuda

Usai wisuda ada acara pentas seni. Keke tampil nge-beat box. Melihat Keke nge-beat box sendirian di panggung, ada rasa haru dan deg-degan. Rasa deg-degan karena selama ini kan Keke belum pernah perform sendirian. Pertama kali Keke  nge-beat box sendiri itu di saat acara perpisahan di depan teman-teman dan beberapa guru. Tapi saat wisuda kan ada banyak orang tua juga. Terharu aja melihat Keke sekarang jadi percaya diri.

Keke dan Wisuda

Trus, yang mengejutkan lagi adalah sebelumnya dia main cajon (baca: kahon). Keke memang pernah privat drum di rumah. Selain drum, Keke pun punya cajon di rumah. Tapi, Keke gak cerita kalau bakal tampil 2x. Pas Chi tanya kenapa gak cerita, dia senyum-senyum aja.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kami semua bersalaman. Di situlah tangisan Chi mulai pecah ketika bersalaman dengan salah seorang guru yang pernah jadi wali kelas Keke. Wali kelas yang pernah bikin Keke pengen pindah sekolah hahaha. Chi terkesan banget sama semua pengajar di SD Keke dan Nai ini. Semuanya bersahabat dengan anak-anak. Ramah, sabar, serta mengerti karakter anak. Termasuk ketika anak-anak mulai memasuki masa puber, seperti Keke. Pada baik banget guru-gurunya.


Keke dan Wisuda

Senang banget kalau ketemu para pengajar seperti itu. Sebagai orang tua yang mempercayakan anak-anak di jam sekolah ke para pengajar juga jadinya merasa tenang. Insya Allah, anak-anak akan baik-baik aja di sekolah. Kalau kayak gitu, sih mau Full Day School pun Chi gak resah :D

[Silakan Baca: Full Day School. Setuju Aja, Asal ....]

Selain pentingnya mencari sekolah dengan pengajar yang baik, hikmah lain dari acara wisuda Keke adalah jangan mudah menghakimi anak. Kalau lihat ketiga proses wisuda yang pernah Keke jalanin itu kan beda. Pertama kali wisuda, Keke terlihat demam panggung. Itu karena memang Keke tipe anak yang susah disuruh tampil untuk pengalaman pertama. Tapi bukan berarti selamanya akan bersikap seperti itu.

[Silakan baca: Wali Kelas]

Semua ada prosesnya, lah. Tingkatkan terus rasa percaya dirinya. Jadi, buat teman-teman yang merasa anaknya kok pemalu atau penakut banget, sebaiknya dicari penyebabnya. Dan, gak selamanya anak yang 'selalu berada di punggung emak' akan seperti itu terus. Setidaknya Keke sudah membuktikan :)