Ngeblog asyik itu diawali dengan niat. Awal November lalu, Chi sekeluarga camping ke Tanakita. Kali ini, kami camping di riverside, salah satu new camp area Tanakita (sekarand Tanakita punya 4 camp area). Pilih di sana karena memang udah gak ada pilihan lain. Semua area penuh hehehe.

Di riverside ini suasananya tenang banget. Camping di pinggir sungai, aktivitas yang terdekat ya bermain air di sungai. Kalau mau kegiatan lain seperti yang selama ini biasa kami lakukan, harus berjalan kaki dulu. Naik kendaraan pribadi atau carter angkot juga boleh kalau males ngos-ngosan :D

Gak cuma rada jauh dari aktivitas. Di riverside juga susah signal internet.Jadi, selama 2 hari 1 malam di sana, kami benar-benar family time. Ya, sesekali Chi memang buka laptop untuk ngedraft tulisan. Dan, jadilah sekitar 5 draft tulisan selama disana yang siap untuk dipublish.

Membuat 5 draft tulisan selama di sana, gak terlalu mengurangi family time, kok. Karena ternyata, yang selama ini banyak menyita waktu adalah godaan untuk bersocmed. Buat Chi, socmed itu gak cuma menguntungkan tapi juga godaan. Ketika membuat 1 postingan aja bisa berlama-lama, ternyata kalau dipikir lagi waktu terlama adalah karena tergoda socmed melulu huahahaha! Nah, karena di sana gak ada signal internet sama sekali, jadi Chi bener-bener fokus.

Kalau lihat perkembangannya, dunia blog sekarang ini semakin ramai, ya. Bahkan gak sedikit brand yang mulai melirik blogger sebagai perpanjangan marketing. Selain biayanya lebih murah, blogger juga dinilai mampu menyampaikan pesan secara viral. Sebut aja beberapa blogger ternama yang seringkali bikin blogger lain iri karena kesuksesan mereka.

Lalu apa hubungannya camping dengan monetize blog?


Niat Sebelum Mulai Ngeblog


Hubungannya adalah ... Kalau mau flash back ke awal ngeblog, kondisi saat camping di Tanakita itu seperti saat pertama kali Chi mengenal blog. Bener-bener fokus tanpa ada gangguan dari social media. Gimana mau bersocmed kalau karena biaya internet mahal ajah :D *Yak! Point utamanya adalah di fokus.*

Dulu mau nyalain internet aja udah kayak nyalain mobil tua yang harus dipanasin dulu. Suaranya yang krik ... krik ... panjang dan nyaring itu pertanda Chi baru buka internet. Rada deg-degan juga, sih, karena ketahuan banget kalau lagi internetan. Ya itu artinya kalau tagihan telpon jadi mahal di bulan tersebut bakal langsung ketahuan siapa yang paling sering internetan. Mana dulu kalau mau nelpon berarti internet harus dimatiin dulu hehehe.

Tapi karena dari awal memang udah punya niatan untuk ngeblog, Chi bisa konsisten menjalaninya. Niatan Chi waktu itu adalah ingin membuat catatan perjalanan hidup Keke dan Nai.


Setelah Niat, Berikutnya adalah Konsisten


Niat itu harus kuat, itulah yang Chi rasakan selama ini. Kemudahan memang kadang suka memanjakan. Sekarang kalau internet mati suka rada kesel. Padahal dulu mau internetan aja harus bener-bener atur strategi hehe.  Dulu dengan segala keterbatasan jaringan internet, Chi tetap konsisten ngeblog. Caranya dengan ngedraft di word, nyalain internet kalau mau publish aja. Atau orat-oret di kertas dulu. Kalau udah jadi, disimpan di word. Jadi gak perlu berlama-lama dan ujung-ujung jadi mahal bayarnya kalau lama.

Kalau lagi ada rasa malas ngeblog, biasanya gak dipaksain. Nyantai aja dulu. Tapi kalau udah ada tanda-tanda malas berkepanjangan, itu artinya harus kembali lagi ke niat. Apakah niatnya masih kuat atau tidak. Insya Allah, niat Chi untuk mencatat cerita tentang Keke dan Nai masih kuat. Jadi kalau mulai timbul rasa malas, diingetin lagi sama niat.

Ah, masa sih Chi malas? Update blognya kayaknya tiap hari?

Ssstt ... ini rahasianya, ya. Bikin draft kalau lagi banyak waktu hehehe. Ketika waktu kita lagi sedikit, draft yang ada tinggal di publish. Atau bisa juga bikin poin-poin utamanya dulu, nanti tinggal dikembangin.

Konsisten memang bukan berarti harus ngeblog tiap hari, kok. 1 atau 2 minggu sekali juga gak masalah, asalkan konsisten. Jangan kali ini setiap hari menulis, berikutnya berbulan-bulan gak menulis.


Udah ... yang penting menulis tapi perhatikan konten


Suka galau gak kalau lihat tampilan blog orang lain cakep. Pengen blog kita secakep itu tapi gimana caranya? Atau pernah galau gak nentuin apakah blog harus ber-niche atau lifestyle (alias campur-campur). Galau sih boleh-boleh aja, tapi jangan kepanjangan. Apalagi sampe gak nulis-nulis. Padahal yang namanya ngeblog itu utamanya adalah menulis.

Dari awal blog ini memang ber-niche. Tapi dulu Chi mana ngerti berbagai istilah blog, termasuk niche. Ber-niche karena memang niatan awal adalah ingin menulis tentang Keke dan Nai. Jadi kebanyakan cerita tentang parenting. Buat yang masih bingung, mending nulis aja dulu yang konsisten. Nanti juga bakal ketemu arahnya kemana, apa tetap lifestyle atau berniche.

Lagipula daripada terlalu memusingkan hal itu mending diasah terus tulisannya. Paling gak paham lah do's and dont's menulis blog. Copas jelas dilarang keras. Apalagi kalau trus seolah-olah mengaku-aku kalau itu tulisan kita tanpa mencantumkan sumber.

Jadi diri sendiri juga bukan berarti cuek dengan sekitar. Maksudnya, jangan merasa 'inilah saya' trus nulis seenaknya. Menyakiti banyak orang, contohnya melanggar SARA. Tetaplah jadi diri sendiri tapi beretika. Ada beberapa tip lainnya, sih. Tapi bisa dipelajari sambil jalan, kok.


Passion yang Menghasilkan Rezeki itu Nikmat


Siapa, sih, yang gak pengen blognya bisa menghasilkan uang? Chi si pengen banget hehehe. Alhamdulillah, udah ada rezeki dari blog. Tapi, sebetulnya rezeki gak harus tentang uang aja. Rezeki banyak teman, mendapatkan barang, dan lainnya juga bisa dikatakan rezeki. Tapi, memang lebih nikmat lagi kalau rezeki didapat karena passion terhadap sesuatu yang kita lakukan.

Dulu Chi itu suka rada ngiri sama K'Aie karena kayaknya enak banget kerjanya. Yang namanya kerja sih pasti sama lah. Dimana-mana ada cape dan stressnya. Tapi, kerjaan K'Aie itu sama dengan passionnya. Dia mana mau kerja kantoran seperti di bank? Passionnya dia adalah di dunia adventure. Dan dia sekarang bekerja di bidang adventure. Ya, semacam hobi yang menghasilkan jadinya. Kalau begitu enak, kan?

Chi udah merasakannya sekarang. Blogging udah jadi passion. Memang nikmat ternyata hehe. Tapi sebelum tau apakah ini passion atau bukan, tentunya ada yang namanya proses. Dulu Chi mana tau kalau ngeblog bakal jadi passion. Pokoknya taunya menulis. Eh, lama-lama betah. Rasanya kalau gak ngeblog itu ada yang hilang *tsaaahhh! hahaha*

Terakhir, Chi gak percaya sama proses instant. Rasanya gak mungkin hari ini mulai ngeblog, besoknya langsung dikenal. Brand aja butuh sosialisasi kalau mau dikenal. Malah kalau kata Keke, "Mie intan aja harus dimasak dulu baru dimakan." Jadi, gak ada yang namanya proses instan. Coba deh tanya ke beberapa blogger yang sudah lama ngeblog, pasti banyak prosesnya kalau perlu jungkir balik. Tapi yang penting tetep semangat!

Nah, itu rahasia Chi kenapa rajin posting. Semuanya diawali dengan. Dan, niatlah yang terus mengingatkan Chi kalau semangat sedang menurun. Bagaimana dengan teman-teman? Apa yang bikin ngeblog jadi asik?