Seporsi soto ayam hangat untuk bekal sekolah itu mungkin gak, ya?

Nai: "Makanannya udah gak hangat, Bun."

Cukup sering juga Chi diprotes sama anak-anak, terutama sama Nai yang lebih suka makanan hangat. Mereka bahkan beberapa kali menyarankan supaya Chi bolak-balik ke sekolah aja. Untuk makanan istirahat pertama, gak apa-apa mereka bawa dari rumah. Tapi untuk istirahat kedua, mereka minta Chi anter menjelang istirahat kedua. Alasannya supaya tetap hangat.

Dulu Chi pernah melakukan seperti itu. Mengantarkan mereka bekal menjelang makan siang. Tapi, kayaknya sekarang agak merepotkan *sok sibuuukk hahaha*. Chi udah berusaha cari tempat makan yang satu set dengan lunch bag. Lunch bagnya katanya bisa menahan panas. Tapi sepertinya gak bisa menahan panas dalam waktu yang lama. Ketika istirahat pertama aja udah berkurang panasnya. Kemudian menjadi dingin di istirahat kedua.

Membuat bento menjadi salah satu cara yang Chi lakukan supaya makanannya tetap habis. Rupanya kadang gak mempan juga. Kalau udah dingin, beberapa makanan gak dihabiskan. Akhirnya Keke dan Nai sampai bikin list, makanan apa aja yang gak enak dimakan ketika sudah dingin. Termasuk makanan kayak nugget aja, gak semuanya mereka setuju untuk dijadiin bekal. Pokoknya langsung dicoret dari list hehehehe.

Pake lunch bag, udah. Ngebento juga udah. Tapi, masih belum berhasil banget. Chi lalu cobain food container OrganicKidz. Katanya, thermal lunch box ini bisa menahan panas hingga sekitar 6 jam-an. Uji coba pertama gak Chi langsung coba ke makanan. Sekitar pukul 10 malam, Chi coba isi dengan air panas, kemudian tutup rapat. Pukul 5 subuh, Chi buka dan air di dalamnya masih panas walopun sudah gak sepanas ketika dimasukkan. Tapi penurunan suhunya memang sedikit. Ya, ini kayak semacam termos air panas. Termos air panas kan bisa membuat air di dalamnya tetap panas untuk jangka waktu yang lama.

Percobaan kedua, Chi bawain sup kacang merah. Pulang sekolah, Nai gak protes tapi dia bilang supnya kurang hangat. Emang, sih, pas Chi masukin supnya ke dalam food container juga gak terlalu panas. Baru dipercobaan ketiga Chi masukin soto ayam yang masih panas. Dan kata Keke, pas disantap di sekolah, kuah soto ayamnya masih panas. Yesss! Berhasil!


Sebetulnya anti bocor. Udah Chi coba bolak-balik saat ada isi air panas, gak bocor sama sekali. Tapi kuahnya tetep Chi plastikin karena namanya juga anak-anak, siapa tau mereka terburu-buru saat membuka tutupnya. Kalau sampe tumpah ke seragam jadinya kasihan.


Chi puas pake food container OrganicKidz ini. Walopun harus dipakai bergantian. *Baru punya 1 soalnya hehehe.* Paling agak kurang dari size aja, cuma 350 ml. Jadi kalau bawa soto ayam, kuahnya aja yang Chi masukin ke food container. Untuk nasi, ayam, dan sayurnya dimasukin ke tempat makan lain.

OrganicKidz ini product dari Canada. Product utamanya sebetulnya botol susu. Ya, karena Keke dan Nai memang gak ngedot dari dulu. Tapi, pas Chi lihat, mereka juga jual food container. Dan, setelah Chi coba, hasilnya memuaskan. Kalau teman-teman tertarik, bisa coba lihat produknya di http://www.toothsie.com/brand/organickidz/

Akhirnya Chi bisa bawain anak-anak seporsi soto ayam hangat untuk bekal sekolah. Berikutnya apa lagi, ya? Sop buntut kayaknya boleh dicoba, nih :)

Produk Organic Kidz juga bisa dilihat di Fanpage FB - Organic Kidz Indonesia. Atau di akun Instagram -OrganicKidzIndonesia