Waktu hari raya lalu, berita tentang kemacetan parah di tol Cipali dan Cikampek sempat menjadi obrolan Chi, K'Aie, dan adik bungsu Chi. Kira-kira seperti ini obrolannya.

Adik: "Kalau lagi macet parah gitu, repot banget kalau lagi kebelet."
Chi: "Wah iya, tuh. Kalaupun sampe rest area pasti toiletnya rame banget. Hadeeuuuh.. Pokoknya jangan sampe kebelet. Apalagi kalau perutnya yang mules. Kacau, deh bakalan."
Adik: "Hahahah bener, tuh."
K'Aie: "Ya, kalau emang terpaksa banget brenti aja di pinggir jalan. Abis mau gimana lagi hahaha."
Chi: "Wkwkwkw..."
Adik: "Wah kalau bisa jangan sampe, deh."
K'Aie: "Lha, kalau udah gak tahan gimana, dong? Hehehehe"
Adik: "Bukan gitu, masalahnya sekarang semua orang pada pegang handphone. Kalau ada yang iseng motoin, wajah kita kelihatan jelas trus dia bikin meme. Abis itu dia upload ke socmed. Udah gitu viral, kelaaaarrrr urusan. Bisa lebih panjang dari mules ituuuu hahahaha."
Chi: "Hahahhaa... zaman sekarang apa juga bisa viral. Gak usah harus jadi seleb dulu."
Adik: "Nah iya, kan? Mending ditahan-tahanin deh biarpun mules juga hahaha."

Kami pun ngakak ngobrolin tentang segala hal yang bisa menjadi viral di zaman digital ini. Udah gak penting berita baik atau buruk. Udah gak penting perasaan orang, yang penting heboh.

Ngomong-ngomong tentang social media, Chi juga berusaha rutin mengingatkan Keke dan Nai tentang social media. Keke dan Nai memang masih dibawah umur untuk social media, tapi semua akun mereka Chi yang pegang, termasuk passwordnya. Sebetulnya gak cuma tentang socmed tapi juga tentang apapun yang berhubungan dengan dunia maya. Chi berusaha rutin menjelaskan apa yang boleh dna tidak, serta bagaimana harus bersikap. Karena di dunia maya pun seharusnya kita punya tata krama sebagaimana kita bersikap di dunia nyata.

Ketika beberapa hari lalu Chi kembali mengingatkan tentang social media ke Keke, Chi kasih contoh socmed yang Chi pakai adalah FB. Setelah Chi panjang-lebar ngoceh tentang FB, Keke dengan ringan menjawab begini, "Tenang aja, Bun. Keke udah gak main FB. Keke sekarang di LINE."

Gubrak!! Pantesan Keke nyantai hahaha..

Sebetulnya Chi bisa aja tinggal bilang ke Keke kalau itu sama aja. Mau FB, twitter, LINE, Path, atau social media manapun, tetap aja kita harus punya tata krama. Chi juga tau kalau Keke sebetulnya mengerti dengan yang Chi maksud. Cuma kenapa dia jawab santai seperti itu, memang menarik juga.

Chi jadi berpikir untuk bisa membuat anak tertarik dengan yang kita omongin, sebaiknya dimulai dari apa yang dia suka. Kebetulan sekarang Keke lagi suka nge-LINE. Sebaiknya memang Chi memberi contohnya itu LINE bukan FB. Biar nyambung, anak juga seneng karena mungkin merasa apa yang dia lakukan itu diperhatiin. Tapi dengan catatan cara ngobrolnya jangan menggurui atau menginterogasi, ya. Nanti anak malah merasa kalau orang tuanya itu kepo banget trus menutup diri, deh.

Kalau ngobrolin tentang LINE, Chi gak cuma sekedar ngasih wejangan, kok. Sering juga Chi ketawa baca obrolan mereka. Atau minta Keke bercerita karena kadang Chi suka pusing sama bahasa mereka. Suka ada aja istilah baru hahaha. Nanti biasanya Keke dengan semangat mau ngejelasin. Nah, kelihatan kan bedanya kalau memulai pembicaraan dari sesuatu yang sedang dia sukai? Walopun sebetulnya tujuannya sih sama. Sama-sama ingin mengajarkan anak tentang bagaimana berperilaku di dunia maya.

Chi sebetulnya gak nge-LINE walopun ada akunnya. Tapi memang Chi sadari gak boleh gaptek biar bisa terus ngikutin perkembangan anak. *Jadi jangan ngotot terus jelasin pake FB hanya karena bundanya lebih betah di FB hahaha*. Keke pun terbuka dengan orang tua untuk semua obrolan di LINE. Selain memang peraturan yang kami terapkan begitu, Keke juga gak keberatan. Dia juga gak pake gadget pribadi, masih pakai tablet bersama. Keke pun pernah bilang ke teman-temannya di LINE kalau orang tuanya masih bebas membaca semua isi obrolannya. Walopun ada temannya yang heran karena menurut temannya itu adalah privacy, tapi Keke cuek aja. Dia udah mengerti tentang kesepakatan bersama yang sudah menjadi aturan di rumah ini.

Yah pokoknya mau itu FB, LINE, atau apapun, sebaiknya terus mengingatkan anak supaya hati-hati. Karena membiasakan hal seperti itu cukup sulit. Orang dewasa aja banyak yang masih asal-asalan di social media. Asal lagi heboh, langsung main share. Atau merasa bebas mau ngoceh apapun dengan alasan kebebasan berpendapat padahal sebetulnya suka-suka gue. Semoga Keke dan Nai gak seperti itu. Kami saling mengingatkan. Seperti Keke dan Nai juga selalu mengingatkan Chi apa aja yang boleh dan tidak untuk ditulis di blog ini atau di semua status FB kalau Chi lagi bercerita tentang mereka :)