Keke Mulai Bersepeda ke Sekolah

bersepeda ke sekolah

Mulai tahun ajaran ini, Keke mengendarai sepeda ke sekolah. Butuh waktu 1 tahun baginya supaya dikasih izin mengendarai sepeda. Izin dari Bunda yang paling alot. Kalau dariayahnya sih langsung dikasih izin.

Keke: "Bunda, kapan Keke dibolehin naik sepeda ke sekolah."
Bunda: "Iya, nanti."
Keke: "Nantinya itu kapan, Bun?"
Bunda: "Keke latihan dulu aja sama ayah."
Keke: "Latihan apa? Keke kan udah bisa naik sepeda, Bun."
Bunda: "Ya tapi kan selama ini cuma di komplek. Kalau ke jalan raya belum pernah, kan? Makanya harus didampingi ayah dulu. Biar ayah menilai, Keke udah bisa dilepas atau belum"
Keke: "Ya tapi kapan latihan sama ayahnya, Bun?"

Kapan latihan sama ayah? Itu yang gak pernah bisa dijawab dengan pasti. Karena waktunya gak ada. Tiap wiken nginep melulu ke rumah kakek-nenek Keke dan Nai. Dalam hati sih Chi senang dengan penundaan ini karena memang khawatir banget.

Selama ini kan Keke juga Nai sepedaan di komplek aja. Belum pernah ke jalan besar. Itu pun Chi masih suka ada rasa khawatir. Yang paling Chi khawatirin adalah pengendara motor. Di sini tuh banyak pengendara motor di bawah umur. Udah suka ngebut, gak pake helm, trus satu motor bisa lebih dari 2 orang. Ngeselin lah ngelihatnya.

Kemudian saat ramadhan lalu kami sekeluarga menginap di rumah kakek dan nenek anak-anak. Biasanya kalau buka puasa kita suka pengen makan atau minum yang manis atau gurih kan, ya? Intinya kalau bulan puasa itu jajannya lebih banyak. Cuma masalahnya, kalau di sana belinya gimana?

Yang jualan sih banyak tapi harus ke pasar atau di sepanjang jalan raya. Chi males banget keluar rumah saat itu. K'Aie pun nyaranin supaya Keke aja yang beli pake sepeda. Chi awalnya keberatan tapi Keke bilang berani. Ya sudah lah sesekali di coba. Tentu dengan sederet wanti-wanti Chi berikan ke Keke

Sebetulnya bulan Ramadhan itu bukan pertama kalinya Keke naik sepeda di jalan raya. Kalau lagi di Bandung dia juga beberapa kali main sepeda. Tapi biasanya main di car free day. Lokaisnya pun gak terlalu jauh dari rumah.

Dan ketika ramadhan lalu untuk pertama kalinya Keke dimintain tolong beli martabak juga es kelapa, dia baru sampe rumah hampir pukul 18.30 wib! Wuiiihhh Chi deg-degannya minta ampun. Chi pikir kalau sampe setengah tujuh belum datang juga mau dicari. Walopun gak tau mau cari kemana karena areanya kan luas. Yang jual martabak sama es kelapa juga banyak. Tersebar di beberapa tempat. Mana bulan puasa, kasihan kalau Keke belum buka puasa

Akhirnya, sampe juga di rumah. Langsung Chi samperin dengan pertanyaan. Katanya yang beli martabak sama es kelapa rame banget. Sedangkan tempat jualnya kan terpisah. Tapi Keke udah buka puasa sih. Dikasih segelas es kelapa muda gratis sama abangnya. *Terima kasih banyak udah kasih Keke segelas air kelapa. Semoga berkah buat penjualnya. Aamiin :)*

Kejadian itu gak bikin kapok. Sedikit merubah strategi aja. Yang pertama dia datengin adalah penjual es kelapa karena paling dekat. Pesan dulu, abis itu dia tinggal menuju tukang martabak. Setelah martabak jadi, Keke balik ke tukang es kelapa buat ambil orderannya. Kalau kayak gini biasanya 15 menit sebelum adzan maghrib udah sampe rumah :)

Memasuki tahun ajaran baru, Keke mulai menagih lagi keinginannya bersepeda di sekolah. Apalagi selama ramadhan kan dia udah sering dimintain tolong beli camilan. Artinya dia udah bisa bersepeda di jalan raya. Ya udahlah Chi kasih dengan syarat harus hati-hati dan pakai helm. Dan jangan lupa sepeda dikunci kalau di sekolah.

Hari pertama Keke bersepeda ke sekolah, Chi minta dia berangkat lebih awal dari biasanya. Khawatir telat karena di pikiran Chi kan sepeda gak secepat mobil atau motor. Keke nurut aja karena seneng udah diijinin. Eh, pas siangnya dia cerita kalau datang sekolah kepagian. Chi lupa kalau pake sepeda itu kan dia bisa potong jalan. Lewat perumahan lain yang kemungkinan lebih aman karena jarang ketemu jalan besar. Karena motong jalan pula jadinya sampe sekolah pun cepat. Besoknya hingga sekarang, Keke berangkat ke sekolah gak pagi amat hehehe.

Nai juga minta dibolehin bersepeda ke sekolah. Tapi Chi belum ngijinin. Masih terlalu kecil kalau melewati jalan raya. Tapi dia juga sekarang seneng aja, sih karena bisa ke sekolah naik motor. Katanya kalau naik motor lebih enak daripada naik mobil. Kena angin kalau naik motor hehehe. jadi, walopun Keke dan Nai bersekolah di sekolah yang sama, sekarang mereka berangkat dan pulangnya masing-masing. Keke pulang dan pergi bersepeda. Nai berangkat pakai motor, pulang pakai mobil :)

Berikut ada beberapa tip ala KeNai ketika mulai mengizinkan anak bersepeda ke sekolah:

  1. Pastikan anak sudah bisa bersepeda *ya iya, laaahhh :D*
  2. Pastikan anak mempunyai sensor kepekaan yang tinggi ketika berada di jalan. - Chi pernah datang ke acara parenting (baca: Parenthood Style di Era Digital) dimana anak-anak sekarang itu kurang peka. Normalnya ketika berada di jalanan, ada suara kendaraan di belakang kita reflek nengok tanpa perlu diklaksonin dulu. Nah, anak-anak sekarang tuh banyak yang gak begitu. Malah kadang kalau mereka benerin tali sepatu, bisa aja mendadak duduk rada ke tengah jalan. Atau sering juga kita melihat, seseorang asik gadgetan nyaris di tengah jalanan. Nah, itu salah satu penyebabnya adalah kecanduan gadget. Boleh aja sih gadgetan, tapi kepekaan ini harus terus dilatih dengan cara sering mengajak anak-anak ke luar rumah.
  3. Pastikan anak bisa menyeberang jalan sendiri. Karena ketika bersepeda ke sekolah Keke akan beberapa kali menyeberang jalan. Kalau dia gak bisa melakukan sendiri itu akan sangat merepotkan. Naima belum bisa, makanya Chi belum kasih ijin.
  4. Pastikan kalau anaknya mau disiplin dan gak teledor. Jaket dan helm jelas harus dipake setiap kali mau ke sekolah. Keke pernah tanya kenapa harus pakai helm. Tentu aja Chi ingetin lagi tentang keselamatan. Kemudian dia harus memilih tetap bersepeda denga kewajiban memakai helm atau gak usah sepedaan sama sekali. Gak ada kompromi, ya. *walopun pernah ada satu hari kelupaan karena terburu-buru :)* Keke juga jangan sampai lalai dengan tidak mengunci sepedanya ketika di sekolah. Namanya juga jaga-jaga.

    Di sekolah anak-anak yang bersepeda cuma sedikit. Paling gak sampe 5 orang. Bagusnya bersepeda ke sekolah itu sama aja dengan berolahraga. Lumayan lah sekitar 15 menit sepedaan, pulangnya 15 menit lagi. Kena sinar matahari. Insya Allah kalau rajin olahraga begini, badan pun jadi sehat. Aamiin :)

    0 Comments

    Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

    Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^