Melatih anak disiplin waktu itu penting. Chi paling sebel dengan yang namanya jam karet. Ya, bukan berarti Chi gak pernah telat. Tapi, kalau yang namanya telat sudah menjadi budaya, kayaknya sesuatu yang enggak banget.

4 Tips Melatih Anak Disiplin Waktu

Supaya jam karet gak jadi membudaya, tentunya perlu dilatih disiplin dengan waktu. Sejak kapan? Sedini mungkin kalau bisa. Cuma masalahnya, anak sampai usia balita itu belum paham banget dengan yang namanya konsep waktu.

"Kemaren sore, jam 1, Keke diajak jalan-jalan sama Bunda"

Pernah gak denger anak ngomong gitu. Misalnya cerita tentang pengalamannya jalan-jalan pake keterangan waktu 'kemaren sore' dan 'jam 1'. Padahal jalan-jalannya itu minggu lalu, itupun bukan sore tapi pagi.

Sebelum mengkoreksi pemahaman mereka tentang waktu, Chi harus sadar dulu kalau anak usia balita itu pemahaman tentang waktunya masih sangat terbatas. Pelan-pelan dikoreksi dan diajarkan yang benar. Tapi, bagaimana kita melatih anak disiplin waktu kalau mereka sendiri belum paham waktu?

Berikut adalah 4 tip melatih anak disiplin waktu sedini mungkin.


Untuk Bayi, Sesuaikan dengan Jam Biologis


Sejak lahir, bayi sudah mempunyai jam biologis. Kalau diperhatiin, ketahuan kapan mereka lapar, mengantuk, dan BAB. Chi nyesuain aja dengan biologisnya mereka. Misalnya, sampe memandikan mereka saat waktunya makan.

Tapi, ada kalanya bayi itu di saat waktunya mandi dia malah kelihatan lagi nyenyak tidur. Mau dibangunin gak tega. Menurut Chi, lihat kondisi aja. Kalau dia nyenyak tidur karena baru sembuh lagi sakit, biarkan aja. Gak usah dibangunin. Kalaupun udah kesorean untuk mandi, cukup di lap aja. Apalagi biasanya kalau baru sembuh, tidurnya lebih banyak. Mungkin untuk mengganti jam tidur yang kurang ketika sakit.

Kalau penyebabnya karena jam biologisnya yang mulai berubah, Chi coba menyesuaikan aja kalau memungkinkan. Kalau enggak, harus diubah sama kita secara pelan-pelan. Misalnya setengah jam sebelum mandi, anak mulai dibangunkan dengan ditepuk-tepuk lembut pipinya *jangan kenceng-kenceng nepuknya, ya hihihi* Kalau dia udah mulai bangun, diajak ngobrol. Biasanya Keke dan Nai langsung seneng, gak rewel bangunnya.


Perhatikan Sekitar Sebagai Tanda Waktu


"Keke, Nai, sebentar lagi Curious George dimulai. Ayo bangun kalau mau nonton."

Curious George, salah satu kartun yang Keke dan Nai suka waktu kecil. Hal-hal yang mereka sukai juga bisa dijadikan pancingan supaya mereka mau melakukan sesuatu. Karena mereka suka dengan Curious George, berarti mereka gak mau melewatkan setiap episode. Kalau udah gitu, Chi gak pelru repot ngebangunin mereka. Dan, lama-lama mereka akan paham, kalau Curious George mau dimulai berarti mereka bangun pagi.

Banyak, kok, kejadian sekitar yang bisa dijadikan sebagai penanda waktu. Melihat ayahnya berangkat ke kantor artinya pagi hari. Waktunya main ke luar rumah artinya sore hari. Boleh tidur sedikit larut malam artinya mereka lagi libur sekolah.


Gunakan Wall Clock Alias Jam dinding



Jam dinding di rumah juga termasuk yang berjasa melatih Keke dan Nai disiplin waktu.

"Nanti, jam 4 pada mandi, ya"

Walopun jam dinding ikut membantu melatih Keke dan Nai disiplin waktu, tapi komunikasi yang Chi contohin di atas itu kurang tepat. Ketika usia balita (apalagi batita) mana mereka mengerti jam 4 itu gimana. Kasih perintahnya harus lebih detil lagi.

"Nanti, kalau jarum pendeknya ada di angka 4, trus jarum panjangnya di angka 12, kalian bergantian mandi sore, ya"

Minta Keke dan Nai untuk mengulangi perintah, siapa tau instruksi yang Chi kasih kepanjangan. Nanti lama-lama mereka akan ngerti kalau yang bundanya maksud adalah pukul 4 sore. Dan tanpa Chi jelasin dimana jarum panjang dna pendek, cukup dengan Chi bilang jam 4 pada mandi seperti contoh kalimat pertama, mereka udah ngerti.

Pakai jam digital juga bisa, sih. Tapi, Chi lebih suka mengajarkan mereka dengan jam analog. Ya, hitung-hitung sekalian mengajarkan Keke dan Nai matematika sederhana. Dengan membedakan mana jarum panjang pendek, mengenalkan angka-angka, dan lainnya, sebetulnya secara gak sadar mereka sedang belajar matematika.


Ingatkan Sebelumnya dan Kasih Kelonggaran Waktu


Biasanya sekitar 30 menit sebelum mandi, Chi mengingatkan mereka kalau sebentar lagi waktunya mandi. 15 menit kemudian juga diingatkan lagi. tujuannya supaya mereka mulai bersiap-siap menghentukan aktuvitas yang sedang dikerjakan untuk ganti ke aktivitas berikutnya.

Ketika menyusun waktu, Chi juga bikin gak trelalu mepet antara satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Kebiasan sampe sekarang kadang suka menunda dan keluar kata. "Iya, nanti sebentar lagi, Bunda". Terutama kalau lagi asik sama satu aktivitas. Etapi, kalau dipikir-pikir, Chi pun kadang masih suka begitu :p

Itulah kenapa sebaiknya jangan terlalu mepet bikin jadwal. Sebagai contoh, ketika waktunya mandi, mereka masih menunda-nunda, kasih aja kelonggaran waktu yang disepakati, misalnya 15 menit setelah itu diingati lagi.

Dengan membuat jadwal yang gak terlalu mepet sebetulnya menguntungkan buat kedua belah pihak. Untuk Chi, mengurangi/menghindari ngomel karena waktunya maish cukup. Untuk anak, dia akan senang karena dihargai. Siapa tau memang lagi ada sesuatu yang dikerjakan mereka yang menurut mereka penting

Itulah 4 tip melatih Keke dan Nai supaya disiplin dengan waktu. Sejauh ini, Keke dan Nai termasuk anak yang disiplin soal waktu. Ya, walopun kadang ada juga melanggarnya dan membuat mereka mendapatkan teguran hingga hukuman. Tapi, secara keseluruhan masih bisa dibilang disiplin.

Memang yang namanya disiplin itu termasuk waktu harus terus dilatih. Anak yang udah terbiasa disiplin waktu sejak kecil belum tentu besarnya menjadi disiplin. Banyak pengaruh yang bisa merubah kita. Jadi, memang harus terus diingatkan dan dilatih. Karena menurut Chi, merubah kebiasaan dari terbiasa gak disiplin ke disiplin itu lebih susah dibandingkan sebaliknya.