Bolehkan membedong bayi? Kalau dulu, semua kayaknya bakalan kompak bilang boleh bahkan harus. Tapi, di zaman digital gini, bisa menimbulkan pro-kontra. Pro-kontra dengan alasan kuno vs modern, dan lain sebagainya.

Jangankan zaman sekarang, waktu Keke lahir pun pro-kontra itu udah ada. Papah Chi beberapa kali protes kalau melihat Keke gak dibedong. Menurut papah, bedong bisa membuat kaki bayi menjadi lurus. Takut menjadi anak yang gak gagah, katanya. Ya, mungkin karena Keke, kan, cucu pertama. Udah gitu laki-laki pula. Bangga kali kalau cucunya kelak terlihat gagah. Jadi, khawatir kalau gak dibedong akan berakibat kepada kaki Keke.

Waktu itu, Chi diam aja tapi ngeyel :p Ya, abis gimana lagi, di satu sisi orang tua sudah lebih banyak makan asam garam. Ada pikiran, siapa tau memang benar yang dikatakan papah. Tapi, di sisi lain, Chi juga gak yakin hubungan antara bedong dan kaki bengkok. Sayangnya, saat itu Chi belom akrab sama dunia internet/ Jadi, belom bisa cari perbandingan yang banyak.

Yang bikin Chi ragu mungkin karena kalau di rumah sakit, bayi dibedong itu hanya saat diantar dari ruang bayi ke kamar ibunya. Setelah si bayi ketemu ibu, bedong dibuka seluruhnya oleh suster. Tubuh ibu saat menyusui sepertinya akan sekaligus menghangatkan tubuh bayi. Sehingga, bayi tidak merasa kedinginan walopun bedong dibuka. Nah, dari situ Chi pikir kalau bedong memang perlu, tapi bukan untuk dipakai terus-menerus.

Berdasarkan pengalaman pribadi, Chi semakin meyakini kalau fungsi utama bedong bukanlah untuk meluruskan kaki bayi yang bengkok. Umumnya kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Mungkin karena selama dalam kandungan, posisi kaki bayi, kan, menekuk. Nanti secara alami, kaki bayi akan lurus sendiri, kok. Bayi juga suka menggerakkan kaki dengan cara menendang-nendang. Katanya, itu bisa menstimulus kakinya. Kalaupun sampe usia anak-anak, kakinya tetap bengkok, bukan karena bedong. Tapi, ada masalah dalam tumbuh kembangnya. Silakan berkonsultasi dengan ahlinya. Dan, itu terbukti sama Keke dan Nai. Alhamdulillah, kedua kaki mereka lurus walopun jarang banget dibedong.

Trus, kapan saatnya anak dibedong? Chi punya 4 tip membedong bayi yang biasa dilakukan, yaitu


Sayangnya, Chi dulu belom rajin foto-foto. Jadi, bedong bayi Keke dan Nai gak ada fotonya. Tapi, salah satu model bedong bayi yang menurut Chi aman itu seperti foto di atas. Gak terlalu ketat. Tangan bayi pun bisa, mau dikeluarkan atau tidak

Bedong fungsinya untuk menghangatkan badan

Selama dalam kandungan, bayi selalu merasakan hangat. Ketika lahir, suhunya tidak sehangat di dalam tubuh ibu. Itulah kenapa katanya salah satu penyebab bayi menangis ketika lahir adalah karena adanya perbedaan suhu di dalam dan di luar perut ibu. Kayak kaget gitu berarti, ya. Disitulah fungsinya bedong. Paling gak untuk lebih menghangatkan.


Jangan terlalu kencang ketika membedong bayi

Bayi itu, kan, lagi masa pertumbuhan. Jadi, jangan kencang-kencang membedong bayi, lah. Tulang-tulangnya juga masih lunak. Jangan juga sampe bikin mereka susah bernapas. Dibungkus sekedar untuk menghangat saja. Bukan karena tujuan lain. Coba aja kalau kita dibungkus dengan sangat ketat. Rasanya pasti gak nyaman banget. Apalagi bayi.


Jangan pakai baju berlapis saat dibedong

Ini juga yang suka mengundang pro-kontra di keluarga hehe. Keke dan Nai itu sehari-harinya paling cuma pakai popok kain atau celana pendek, atasannya kaos berkancing tanpa kaos dalam. Nah, keluarga suka khawatir, takutnya Keke atau Nai masuk angin. Tapi, alhamdulillah mereka berdua baik-baik aja. Kami malah suka membayangkan kalau mereka bakal kegerahan pake baju dobel. Apalagi kami kan bukan tinggal di daerah pegungan atau di tempat dingin lainnya. Nah, kalau sehari-hari aja kami gak membiasakan pakaian berlapis, apalagi saat dibedong? Makin gerah, dooong.


Dibedong hanya saat bepergian ke rumah sakit

Iya, Keke dan Nai cuma dibedong kalau lagi ke rumah sakit aja. Biar mereka lebih hangat, lah. Lagipula, rumah sakit tempat dimana berbagai bibit penyakit berkumpul, rasanya membedong bisa membantu memproteksi anak-anak. Tapi, jangan tanya asalan ilmiahnya. Karena ini murni feeling Chis ebagai seorang ibu hehehe. Kalau nge-mall, seringnya pake stroler waktu mereka masih bayi. Jadi, kasih selimut tipis aja. Kalau ke rumah sodara, malah nyaris gak pernah dibedong hihihi

Itu aja 4 tip membedong bayi dari Chi. Selain Chi dan K'Aie memang gak mau anak sering dibedong, Keke dan Nai juga gak suka dibedong. Apalagi kalau sampe tangannya juga ikut dibungkus ke dalam bedongan. Mereka bakal gelisah dan berusaha sampe akhirnya tangannya keluar dari bedongan. Kalau pake bedong yang longgar, mereka masih mau tenang.

Trus, bagaimana setelah mandi atau mau tidur dimana kamarnya ber-AC? Apa bayi gak akan kedinginan kalau gak dibedong? Menurut Chi, tubuh bayi akan terus menyesuaikan dengan suhu ruangan. Kalau memang mandi membuat tubuh bayi menjadi dingin, maka berikan pelukan setelah mandi. Dimulai dari saat bayi menggunakan handuk.

Saat tidur pun begitu. Waktu bayi, Keke dan Nai dipakein baju lengan panjang dan celana panjang yang berbahan kaos. Pakaian tidur seperti itu udah menghangat mereka. Kalau masih dirasa kurang, kasih selimut kain tipis.

Oiya, untuk pasangan yang baru memiliki anak, dan masih ragu atau takut menggendong bayi, berasa banget manfaat apabila bayi dibedong. Menggendong jadi berasa lebih mantap. Tapi, tetap saya sebaiknya jangan terlalu kencang ketika bayi dibedong, ya.

Itu pengalaman Chi ketika Keke dan Nai masih bayi. Zaman sekarang kelihatannya lebih enak karena informasi bertebaran. Kita bisa banyak membandingkan. Kalaupun ada pro-kontra, biarkan aja. Selama kita yakin yang dilakukan adalah untuk kebaikan anak-anak :)