Suka makan mie instan saus coklat? Bukannya (katanya) makan mie instan dengan saus coklat itu bahaya? Kami pernah dan alhamdulillah aman. Di postingan ini, Chi ceritain gimana rasanya, ya :)


Mulai semester genap ini, di sekolah Keke dan Nai ada mata pelajaran baru namanya Speaking. Ada 4 guru baru asal US yang akan mengajar mata pelajaran tersebut. Mata pelajaran ini hanya khusus untuk melatih anak-anak supaya berani berbicara saja. Karena untuk mempelajari grammar dan lain sebagainya tetap ada di dalam mata pelajaran English.

Nai: "Nanti, kalau guru barunya udah dateng, Ima mau nanya, ah."
Bunda: "Mau nanya apa?"
Nai: "Ima mau nanya gini, 'Can you speak Bahasa?' Nanti kalau gurunya bilang, 'Yes,' Ima mau ajak ngobrol pake Bahasa Indonesia aja."
Bunda: "Deeek ... Guru-guru baru itu kan ada buat ngajarin kalian lebih berani berbahasa Inggris. Ini malah mau diajak ngobrol pake bahasa Indonesia."
Nai: "Hehehe ... Iya ... Iya ..."

Guru yang sudah dinanti Keke dan Nai dengan antusias pun akhirnya datang. Guru Nai, seorang perempuan berkulit hitam namanya Ms. A. Sedangkan guru Keke, seorang laki-laki berkulit putih namanya Mr. I. Keke dan Nai seneng banget kalau ada pelajaran speaking.
Nai cerita, selama pelajaran Ms. A sering bikin permainan. Sebetulnya, Nai antara ngerti dan gak ngerti dengan perintah gurunya. Tapi, setelah dijalani lama-lama dia ngerti. Kalau Keke bilang gurunya suka sekali bercerita. Mulai dari cerita kota kelahirannya sampai perjalanannya ke Indonesia.

Minggu lalu, Keke cerita kalau dia dan teman-teman sekelasnya dapat tugas dari Mr. I untuk masing-masing menceritakan tentang favorite person di selembar kertas. Selain itu, Keke juga cerita kalau gurunya ini suka makan mie instan dikasih saus coklat. Katanya enak dan meminta murid-muridnya buat coba rasanya. Kalau bahasanya Keke sih ditantangin gurunya.

Bunda: "Tantangannya wajib gitu, Ke?"
Keke: "Enggak, sih. Mr. I cuma bilang cobain aja. Katanya enak."
Bunda: "Oh, kirain wajib. Tadinya kalau wajib, Bunda mau minta Keke nantangin balik."
Keke: "Nantangin apa?"
Bunda: "Tantangin makan mie instan pake saus sambal. Biasanya bule kan suka gak kuat pedes."
Keke: "Hahaha iya, bener."

Walopun bukan tantangan wajib, Chi kok penasaran sama rasa mie instan kalau dikasih saus coklat, ya? *dasar tukang makan hihihi*. Kebetulan di rumah masih ada selai Nutella. Chi belum berani pake saus coklat yang encer trus dikasih langsung ke mie. Kalau gak enak gimana? Sayang banget kalau sampe buang makanan. Lagian yang ada stok di rumah ya Selai Nutella. Selalu stok buat salah satu temen roti. Karena selai ini favorit kami sekeluarga.

Sempet baca dulu di google. Kali aja ada yang pernah nulis resep atau cerita pengalaman makan mie instan dikasih coklat. Eh, yang Chi dapat malah banyak info kalau berbahaya makan mie instan dikasih coklat. Pernah ada kasus yang tewas segala katanya. Tapi Chi gak percaya begitu aja, dong. Di dumay itu banyak banget berita hoax. Akhirnya, ketemu juga postingan yang menulis kalau berita makan mie instan pake coklat itu hoax. Dan dia kasih penjelasannya secara rinci plus masuk akal.

Bikin dulu mie instannya. Chi pilih mie goreng instan. Setelah selesai, selainya Chi taro dipinggir. Karena udah mau habis dan udah beberapa hari ini gak makan roti pakai selai jadi agak menggumpal selainya. Gak apa-apalah yang penting rasanya tetep enak. Bikinnya juga cuma 1 bungkus, buat dimakan bertiga. Namanya juga percobaan hehe.

Keke: "Ya, Bunda salah bikinnya."
Bunda: "Salah gimana? Kan mie instan dikasih coklat?"
Keke: "Iya, tapi bumbu mie instannya jangan dimasukkin. Jadi mienya aja. Abis itu dikasih saus coklat."
Bunda: "Yaaa ... Bunda gak tau. Keke kan gak bilang kalau gak usah pake bumbu. Ya udahlah kita makan ajah."

Hmmm ... rasanya campur aduk hihihi. Bayangin ajah gurihnya mie instan dengan coklat, kayaknya kurang menyatu di lidah. Buat Chi, Mie instan itu temennya tetep cabe rawit atau saus sambal. Kalau coklat (dalam hal ini selai Nutella) temennya itu roti atau camilan lainnya. Atau digadoin begitu aja. Kebiasaan yang harus dibuang jauh-jauh sebanrnya. Karena kalau Chi atau anak-anak udah ngegadoin selai Nutella, paling gak bisa langsung habis 1/2 botol dalam sekali ngegadoin hihihi. Digadoinnya gak langsung dari botolnya, tapi taro dulu di piring kecil. Biar selai coklat yang masih di botol tetap bersih.


mie instan saus coklat
Nai waktu masih usia batita. Malah kasih muka serius pas difoto :)


Tapi, waktu Keke dan Nai masih balita, mereka pernah juga ngerasain makan selai coklat langsung dari botolnya. Namanya anak kecil belepotan kemana-mana, dong. Sampe ke rambut dan seluruh badannya. Tapi Chi yakin, itu rasanya pasti nikmat banget buat mereka. Chi juga selalu ketawa kalau lihat wajah mereka yang belepotan coklat.

Gak apa-apa, lah sesekali kasih kesenangan seperti itu. Apalagi namanya anak-anak kan masih banyak bereksplorasi. Supaya belepotannya gak merembet ke barang-barang lain *nanti kita juga yang cape beresin, kan*, biasanya Chi minta Keke dan Nai duduk di lantai yang lumayan jauh dari barang-barang. Kalaupun belepotan ke mana-mana, paling ke lantai sekitar aja. Dan, tetap harus dalam pengawasan, Kalau mereka udah mulai gak mau disuruh duduk manis, berarti kegiatan makan selai dari botolnya harus selesai. Udah saatnya bebersih :)

Balik lagi ke cerita mie instan dan saus coklat. Rupanya, Nai masih penasaran dengan rasanya. Besok paginya, dia bikin mie instan tanpa bumbu trus dikasih selai coklat Nutella, diaduk rata. Menurut Chi, rasanya jadi sedikit mirip pasta, ya. Tapi yang namanya makanan memang kembali ke selera masing-masing, sih. Kalau suka, silakan. Gak suka ya jangan. Kalau selai nutellanya sih teteuup sukaaa :D

Teman-teman ada yang pernah makan mie instan saus coklat? Kalau iya, suka gak dengan rasanya? Tapi kalau sama selai nutella pada suka, dong :)