Pohon Mangga

Dihalaman depan rumah, ada pohon mangga. Pohonnya pendek, tapi buahnya banyak. Sampe itu pohon sekarang udah gak ada, Chi gak pernah nyicipin mangganya sekalipun. Diambilin sama anak-anak kecil yang lewat, dan kalau kepergok kabur. Pohonnya udah gak ada karena terserang rayap.


Pohon Rambutan

Setelah ditebang, diganti dengan pohon rambutan. Pohonnya juga pendek dan mulai berbuah. Tapi, sekarang juga buahnya mulai diambilin sama anak-anak kecil lagi yang lewat.


Kolam Koi

Menyenangkan melihat gerombolan ikan koi berukuran besar-besar ini kalau lagi ngumpul


Kolam Koi yang ada di halaman depan rumah ini udah ada sejak bertahun-tahun. Tapi, baru kali ini ngalamin ikannya dicuri oleh anak-anak kecil. Ceritanya, kemaren sore Chi mau tidur. Terdengar suara-suara anak kecil lagi ngobrol. Chi pikir, anak-anak lewat sambil ngobrol, gak sadar kalau suara mereka terlalu dekat. Mungkin karena ngantuk.

Sampe kemudian, Chi mendengar bunyi 'klik', tanda ada yang membuka pagar. Dan, Chi mendengar salah satu anak bilang, "Eh, ayo cepetan, nanti ketauan." Chi langsung melihat dari jendela, ternyata ada beberapa anak kecil, kira-kira umur 8-10 tahun sedang membuka pintu pagar!

Chi langsung keluar. Spontan melihat ke arah teras, udah becek dan batu koral keluar dari kolam. Wah, ada yang nyemplung, nih! Chi keluar pagar dan melihat diantara gerombolan anak tadi ada yang membawa serokan besar buat nangkap ikan. Feeling Chi udah gak enak.

"Hei!!" Chi teriak sekencang-kencangnya. Anak-anak tersebut nengok ke belakang dan Chi langsung mengepalkan tangan. Pengen sebetulnya Chi kejar saat itu juga, tapi gak pake sandaaaaalll. Kalau maksain sama aja dengan cari penyakit. Chi masuk ke rumah, pake sendal, tapi anak-anak itu udah semakin jauh :(

Chi masuk ke rumah, trus ceritain kejadian itu sama mamah. Ternyata, Chi baru tau kalau itu kejadian kedua. Waktu yang pertama, gerombolan anak kecil itu nyebur ke kolam, berusaha menangkap ikan tapi ketahuan tetangga. Dimarahin sama tetangga, mereka kabur. Kejadian kedua, mereka berhasil menangkap seekor ikan koi :(

Chi sempet kepikiran. Gak tega sama nasib itu ikan. Ikan Koi itu kan termasuk ikan yang membutuhkan oksigen danir mengalir. Bisa cepet mati kalau gak di air mengalir. Trus, ikan koi bukanlah ikan buat dikonsumsi. Gak tega ngebayangin itu ikan kalau buat konsumsi.

Akhirnya, Chi ketiduran juga. Tapi, baru sebentar, kedengeran lagi suara anak-anak kecil. Chi langsung bangun. Ya ampuunn! Anak-anak tadi! Mereka cuma numpang lewat, sih. Tapi, bisa ya lewat rumah dimana mereka abis mengambil sesuatu tanpa izin sambil becanda-canda gitu.


Udah ikhlasin ajah!

Buat Chi ini bukan masalah ikhlas atau enggak. Insya Allah, berusaha ikhlas. Tapi, mengambil sesuatu tanpa izin, walopun sepele tetaplah mencuri. Bukan berarti karena yang mengalami kecuriannya ikhlas, trus pelakunya kita biarkan. Udah gitu yang mereka ambil, seringkali untuk dibuang-buang.

Seperti buah, mereka selalu mengambil buah yang masih kecil banget. Buat apa coba? Dimakan juga belum bisa, paling akhirnya dibuang. Sia-sia banget. Kalau udah matang trus diambil, setidaknya kan masih bisa dimakan. Walopun makan dari hasil mencuri juga gak dibenarkan.


Keisengan anak kecil

K'Aie sempet berpikir mungkin ini hanya anak-anak kecil yang iseng pengen tau. Chi agak gak sependapat. Kalau cuma 1-2 kali, mungkin iya itu untuk menjawab rasa ingin tahu mereka. Tapi, kalau terus berulang, masa' sih? Apalagi mereka juga bukan anak kecil banget. Umur 8-10 tahun termasuk yang sudah bisa membedakan apakah yang mereka ambil itu bisa dimakan atau enggak.


Peran orangtua

Chi sempet mikir, orang tua mereka itu tau gak, ya, kelakuan anak-anak ini? Apalagi kalau kemudian salah satu anak itu pulang bawa ikan koi. Seharusnya sebagai orang tua curiga itu anak dapet ikan darimana. Karena gak mungkin juga ikan koi dapet dari pasar, kali, atau got.

Gak perlu buru-buru menyalahkan tetangga, Pak RT, Pak RW, Preside, dan negara. Sebagai orang tua kita introspeksi dulu. Udah selalu mengingatkan dan mengajari mereka untuk berbuat baik, belum?

Karena gak bisa tidur lagi, Chi milih online aja. Sempet kepikiran, mau bilang satpam blok untuk lebih perhatiin kalau ada anak-anak dari luar komplek yang masuk bergerombol. Chi memang yakin, itu anak-anak dari luar komplek.

Gak lama bel berbunyi... ternyata satpam. Tau aja kalau Chi niat mau lapor :p

"Bu, ikan ini punya Ibu bukan, ya?" tanya satpam. Kita sebut aja satpam Anto. Mamah yang saat itu menerima satpam Anto, langsung mengiyakan dan menceritakan semua kejadian yang terjadi. Satpam Anto lalu bilang kalau dia menemukan ikan itu di taman. Awalnya, curiga melihat ada ember di taman. Pas dideketin ternyata isinya ikan. Satpam Anto coba tanya ke satpam lain tentang ikan ini. Tapi, gak ada yang tau. Lalu dia inget kalau keluarga kami punya kolam ikan koi.

Satpam Anto bilang kalau dia memang sempat lihat beberapa anak kecil bergerombol di taman sebelumnya. Begitu dia lewat anak-anak tersebut langsung lari. Dugaan satpam Anto, anak-anak tersebut takut melihat satpam lewat, jadi ember berisi ikan pun langsung mereka tinggal begitu aja.

Ikan Koi yang mereka ambil kelihatan lemes bangeeett. Ditaro di kolam, langsung tenggelam ke dasar dan gak bisa bangkit. Kalau kami gak lihat mulutnya yang masih megap-megap, mungkin kami berpikir ikan tersebut udah mati.Jadi, kami biarkan aja dulu di kolam, walopun harus tenggelam di dasar.

Malamnya, Chi lihat ikan tersebut udah bisa berenang. Walopun masih kelihatan sempoyongan banget, gak selincah koi lainnya. Alhamdulillah, masih bisa bertahan hidup.

Sekali lagi, Chi menulis ini bukan karena gak ikhlas. Tapi, menyayangkan aja, melihat kelakuan mereka yang masih kecil sudah mencuri. Anak-anak memang rasa ingin tahunya tinggi, tapi kalau harus mencuri itu tidak boleh dibenarkan.

Yuk, ah, kita ingatkan terus anak-anak masing-masing. Supaya jangan melakukan perbuatan seperti. Kalau udah jadi kebiasaan, kasihan masa depannya.