Keke : "Bun, tadi Keke baca suratnya *** (nama dirahasiakan :p) dari sekolah untuk orang tuanya. Dia kepilih jadi salah satu pemain tim khusus. Ya... coba Keke dulu milih futsal, ya, Bun. Mungkin ..." *Keke gak melanjutkan lagi kalimatnya

Salah satu ekskul yang ada di sekolah Keke adalah futsal. Selama ini futsal selalu dilatih oleh guru olehraga, tapi mulai tahun ini ada yang berbeda. Kebetulan ada salah satu pemain sepakbola timnas yang anaknya sekolah di sana. Setelah berbincang-bincang dengan pihak sekolah, pemain timnas ini bersedia bekerja sama untuk membentuk tim futsal khusus. Tim futsal khusus adalah siswa-siswa pilihan yang kelihatannya menonjol kemampuannya ketika ikut ekskul futsal.

Memang bukan pemain timnas itu yang melatih, tapi pelatihnya dia yang pilih. Paling sesekali aja kalau lagi gak ada kegiatan dengan timnas, katanya dia akan ikut turun. Kayak waktu beberapa hari lalu, latihan perdana, dia datang. Tapi yang ada dikerubutin sama anak buat minta foto sama tanda tangan *termasuk Keke minta tanda-tangan dan dia kegirangan banget :O

Keke sendiri dari kelas 1 memilih taekwondo sebagai ekskulnya. Kelas 2 dia sempet ikut futsal, tapi itu juga karena terpaksa. Sekolah punya peraturan baru, ekskul taekwondo baru boleh diikutin anak kelas 3 ke atas. Jadi pas kelas 2 itu, Keke terpaksa milih futsal (ditawarin ekskul lain gak mau). Kelas 3, Keke ikut taekwondo lagi dan dia satu-satunya anak kelas 3 yang ikut taekwondo. Temen-temennya milih ekskul lain, kalo yang anak laki-laki kebanyakan milih futsal. Kelas 4 ini Keke kembali pilih taekwondo.

Waktu Keke bilang kalau salah satu temannya terpilih masuk tim futsal khusus, Keke keliatan agak menyesal nadanya. Keliatannya Keke iri melihat temennya terpilih. Chi sendiri senyum-senyum dengernya, sambil kasih beberapa nasihat ke Keke, yaitu :


  1. Jangan menyesali pilihan, taekwondo juga ekskul yang bagus. Lagian Keke juga yang mau ikut taekwondo. Dan sebagai orang tua, kami juga lebih suka Keke ikut taekwondo.
  2. Iri lihat prestasi orang lain boleh-boleh aja, tapi ubah rasa iri itu jadi semangat dan motivasi. Keke juga bisa berprestasi walaupun gak harus lewat futsal.
 
Pas Chi kasih tau, Keke ngangguk-ngangguk aja. Chi lihat dia gak keterusan, sih, menyesalnya. Waktu latihan taekwondo pun dia tetep semangat. Ya, Chi harap Keke memang ngerti. Insya Allah Keke juga bisa berprestasi.