Rabu, 29 April 2009

Emansipasi Wanita

Mumpung masih bulan April, masih berasa nuansa hari Kartininya mau nulis tentang emansipasi wanita ah...

Beberapa waktu yang lalu (udah agak lama sih, kalo gak salah sekitar bulan Desember) di Metro TV ada acara yang namanya Metro 10. Pada waktu itu ngebahas tentang 10 peringkat jenis pekerjaan yang paling diidam-idamkan oleh para wanita di jaman sekarang berdasarkan survey.

Chi udah gak inget jenis pekerjaan apa aja yang masuk 10 besar itu. Cuma peringkat 1 yang Chi inget, yaitu dokter sama peringkat ke-5, yaitu ibu rumah tangga. Menurut Metro TV hasil survey yang menempatkan posisi ibu rumah tangga diperingkat ke-5 itu cukup mengejutkan. Karena berada di posisi ke-5 berarti termasuk posisi yang sangat bagus apalagi mengingat kebanyakan perempuan di jaman sekarang lebih mementingkan untuk berkarir.

Seperti biasa di acara itu setiap peringkatnya suka ada komentatornya. Ada 2 orang yang mengomentari tentang pekerjaan ibu rumah tangga. Dua-duanya adalah orang yang udah terkenal sebagai aktivis wanita.

Dua orang ini memberikan komentar yang saling bertolak belakang. Katakanlah komentator A, dia bilang menjadi seorang ibu rumah tangga di jaman sekarang adalah sebuah kemunduran! Sekarang sudah ada yang namanya emansipasi wanita. Wanita harus sejajar dengan pria. Jadi dalam hal berkarir pun wanita harus sama dengan pria. Ya.. kurang lebih seperti itu lah...
Sementara komentator B mengatakan, bahwa selama menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan dari wanita itu sendiri bukan berupa paksaan dari pihak lain termasuk suami maka gak ada salahnya juga kalo seorang wanita menjadi ibu rumah tangga aja. Dan kalo posisi menjadi ibu rumah tangga berada di posisi ke-5 berarti posisi tersebut bisa jadi memang di idam-idamkan juga oleh para wanita jaman sekarang.

Bukan karena Chi sekarang hanya menjadi ibu rumah tangga aja makanya Chi lebih setuju dengan pendapat komentator B. Cuma Chi pikir hidup ini emang seharusnya suatu pilihan. Chi memilih jadi ibu rumah tangga karena Chi yang memilih menjadi ibu rumah tangga, bukan karena paksaan. Walopun sebelum memutuskan untuk resign Chi diskusi dulu sama Kak Aie. Tapi tetep aja Chi sama sekali gak merasa dipaksa. Makanya Chi gak setuju kalo ada yang bilang menjadi seorang ibu rumah tangga adalah sebuah kemunduran.

Menurut Chi malah kadang banyak orang yang suka salah mengartikan emansipasi. Sebagian wanita berpikir kalo emansipasi berarti wanita harus sejajar dengan pria dalam hal karir. Intinya apapun yang boleh dilakukan pria maka wanita pun boleh. Chi setuju dalam hal itu, tapi menurut Chi tetep aja ada perbedaan antara pria & wanita. Kodrat dasar wanita yang sudah berumah tangga menurut Chi adalah mengurus keluarga (suami & anak-anak). Silahkan aja berkarir, tapi jangan lantas mengabaikan kepentingan keluarga.

Maap kalo ada yang salah sangka dengan tulisan Chi ini. Chi bukannya menjelekkan wanita yang berkarir, justru Chi salut sama para wanita yang tetep memilih untuk berkarir tapi juga gak mengabaikan kepentingan keluarga. Keterbatasan waktu yang mereka miliki untuk bertemu dengan keluarga (terutama dengan anak-anak), mampu mereka tutupi dengan memberikan kualitas pertemuan yang sebaik mungkin. Memberikan kualitas yang baik tentunya bukan dengan memberikan materi yang berlimpah, tapi tetep berusaha menjalin komunikasi yang baik, memberikan kasih sayang yang cukup. Chi bener-bener salut dengan wanita-wanita seperti ini. Mereka bener-bener super mom menurut Chi.

Kalo Chi sih rasanya gak akan sanggup menjalani 2 profesi sekaligus. Chi tipe orang yang harus menjalani satu per satu. Harus milih kalo gak malah gak akan bener Chi ngejalanin dua-duanya. Makanya ketika sampai dalam tahap harus milih antara karir & keluarga, Chi milih untuk mengurus keluarga.

Tapi Chi gak heran juga sih kalo sampe sekarang masih ada yang menganggap menjadi seorang ibu rumah tangga adalah sebuah kemunduran. Karena masih banyak yang nganggap kalo menjadi bu rumah tangga itu kerjanya hanya nonton sinetron & bergosip, gak perlu sekolah tinggi.

Waktu Chi milih jadi ibu rumah tangga yang kontra sama pilihan Chi itu lebih banyak. Ya... pendapat kurang lebih sama deh kayak yang Chi ceritain di atas. Padahal setelah Chi jalanin salah besar loh menurut Chi. Emang sih di bulan pertama waktu Chi resign Chi ngerasa jadi kayak orang yang bebas banget. Bisa bangun siang, gak ada bos yang ngatur-ngatur (hehehe....), bisa nonton acara gosip, bebas jalan-jalan kapanpun, bebas banget lah pokoknya...

Tapi ya gak bertahan lama kebebasan itu. Sedikit-sedikit mulai tergantikan sama pekerjaan rumah tangga. Karena Chi masih tinggal sama orang tua emang sih gak semua pekerjaan rumah tangga di kerjain sendiri (masih berbagi). Tapi urusan anak-anak, sebisa mungkin Chi kerjain sendiri. Dan yang namanya ngurus anak itu kan bener-bener nyita waktu. Setiap hari nguras tenaga, dan terkadang nguras emosi juga... Malah Chi bilang yang namanya ngurus rumah tangga capenya lebih dari kerja kantoran. Gak ada waktu yang jelas & gaji yang jelas (walopun tetep terpenuhi semua kebutuhan). Hehehe... Tapi alhamdulillah Chi tetep lebih bersyukur. Secape-capenya ngurus rumah tangga, rasanya Chi lebih nikmatin daripada Chi harus kerja kantoran lagi..

Jadi sekali lagi Chi bener-bener setuju kalo semua profesi (termasuk ibu rumah tangga) apabila itu berdasarkan pilihan kita sendiri gak bisa dibilang suatu kemunduran. Karena kalo kita yang milih & pilihan kita itu tepat Insya Allah jiwa kita pun akan ikut ke dalamnya. Kalo jiwa kita udah ikut, secapek apapun profesi yang kita jalanin Insya Allah kita akan lebih menikmati & lebih mudah untuk bersyukur. Mudah-mudahan semua pilihan kita tepat ya... Amin..

O'ya ada yang ketinggalan, walopun kita cuma jadi ibu rumah tangga ya harus jadi ibu rumah tangga yang smart dong. Gak cuma handal ngerjain kerjaan rumah tangga, tapi harus mau terus apdet ilmu. Gak cuma ilmu seputar anak & keluarga aja tapi kalo perlu ilmu-ilmu atau berita-berita yanga da di luar sana. Kayak politik, ekonomi, dll, jadi kalo ngomong sama orang lain termasuk 'ma suami juga nyambung. Apalagi sekarang era informasi, segalanya leboh mudah didapat... Makanya walopun Chi cuma jadi ibu rumah tangga, Chi gak merasa tuh ilmu yang udah Chi dapet sampe jenjang S1 terbuang percuma.. :)
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

1 komentar:

  1. Weh...weh...dipentung aja mbak yang bilang profesi Ibu Rumah Tangga itu suatu kemunduran. Mengartikan emansipasi kok sempit banget ya. heheh lha kok saya malah esmosi :D

    Dari kacamata ibu bekerja spt saya, ibu rumah tangga itu mulia dan beban pekerjaannya tidak kalah berat dari profesi lainnya lho. Kalau skr saya bekerja ya itu memang pilihan, dengan segala alasan dan pertimbangan yang matang. Jadi Ibu RT atau Ibu Bekerja pasti punya dinamika yang berbeda, tapi tujuannya satu, sama2 dilakukan untuk kebahagiaan keluarga :-)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^