Senin, 20 April 2009

Ditodong Dan Rasa Empati

1 minggu yang lalu adik Chi yang paling kecil, namanya Adhi, diminta sekolahnya untuk ikut olimpiade sains antar SMU. Perlombaanya diadain di salah satu SMU negeri di daerah Rawamangun (lupa nama SMUnya).

Sore harinya Adhi & 1 orang teman sekolahnya yang ikut olimpiade juga pulang ke rumah dengan naik taxi. Kami yang ada di rumah agak heran juga kok tumben-tumbenan naik taxi. Ternyata setelah mendengar cerita dari mereka, mereka berdua baru aja ditodong.

Aksi penodongan terjadi ketika mereka sedang nunggu angkot di terminal Rawamangun. Tiba-tiba aja mereka di datengin sama 1 orang laki-laki yang kelihatannya mabok. Pemabok ini mau malakin uangnya Adhi sama temennya. Awalnya mereka nolak, tapi gak lama kemudian datang lagi 1 orang preman sambil nunjukin 1 buah golok dari balik jaketnya trus minta Adhi sama temennya untuk ngikutin mereka.

Karena ngeliat yang preman ini bawa senjata tajam, jelas aja mereka berdua jadi ketakutan. Tau sendiri deh penjahat jaman sekarang banyak yang nekat (kami aja begidik dengernya..). Mereka berdua lalu di bawa jalan lumayan jauh (katanya sih mau di bawa ke tempat tongkrongannya mereka. Ih serem!!!).
Mereka berdua lalu di bawa ke sebuah taman yang sepi lalu di sanalah mereka dipretelin. Uang, HP, sepatu diambil sama mereka semua. Bahkan tadinya para penodong itu minta seragam sekolahnya adik Chi & temennya!! Keterlaluan!!! Adhi & temennya minta ke mereka supaya seragam sekolah jangan di ambil. Alhamdulillah gak jadi diambil... Mereka cuma di kasih uang 10 ribu buat berdua. Mereka lalu naik metromini, turun di Arion dari situ baru deh mereka cari taxi.

Serem banget denger ceritanya mereka.. Walopun sagat geram dengan para penodong itu, tapi masih bersyukur karena fisik mereka tidak terluka sedikitpun. Tau sendiri deh kenekatan para penjahat.. Alhamdulillah mereka masih dilindungi oleh Allah SWT. Dan untuk para penodong semoga mereka sadar, tapi kalo gak sadar juga biar Allah yang kasih pembalasan buat mereka...

Trus ada keberuntungan lain, kebetulan hari itu Adhi lagi pake sepatunya yang udah butut. Sepatu barunya lagi di cuci. Coba kalo yang ditodong sepatu barunya, pasti rasanya lebih ngenes.. Trus temen Adhi, katanya uangnya banyak yang selamat. Karena temennya Adhi naro sebagian uangnya di selipan-selipan dompet. Nah yang di selipan-selipan ini ternyata luput dari perhatian para penodong.. Yah... Chi sih coba bersyukur aja dari segala kejadian.. :)

Kejadian ini ternyata juga menimbulkan rasa empatinya Keke..

Keke : "Bun, mulai hari ini Keke gak mau jajan deh. Keke mau nabung sampe uang Keke kekumpul 10 juta."
Bunda : "Banyak amat Ke.. Emang buat apa?"
Keke : "Om Adhi sama temennya kan abis ditodong bun. Keke mau kasih uang tabungan Keke itu buat Om Adhi & temennya. Biar pada punya sepatu, HP sama uang lagi..."

Walo Chi gak yakin kalo Keke bener-bener bisa menahan rasa ingin jajannya (terbukti besoknya juga dia udah minta jajan lagi. Hehehe...). Tapi dengan timbulnya rasa empati itu dari diri dia sendiri, tanpa Chi yang minta-minta dia Chi anggap itu udah suatu langkah positif. Ya... mudah-mudahan aja ke depan gak cuma sekedar niat tapi dia juga udah jadi aksi...

Alhamdulillah masih bisa melihat hikmah & sisi positif dari segala cobaan :)
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^