Jumat, 12 Juni 2015

Taekwondo Tournament


Akhir Mei lalu (23 Maret 2015) Keke dan beberapa orang temannya terpilih untuk membawa nama sekolah ke taekwondo tournament yang dilaksanakan di gedung POPKI, Cibubur. Selain pengalaman pertama Keke, ini juga pengalaman sekolah Keke dan Nai mengirim beberapa siswanya yang ikut ekskul taekwondo untuk ikut pertandingan.

Beranikah Keke ikut pertandingan? Sabamnya pernah bilang kalau ke Chi kalau teknik Taekwondo Keke itu termasuk yang terbaik tapi sayangnya dia sering terlihat ragu kalau fight. Terlalu berhati-hati.

Chi sih sebetulnya gak heran dengan penjelasan sabam. Keke itu tipe yang mengamati keadaan dulu, kalau orang umumnya bilang 'telat panas'. Udah cukup sering Chi tulis di blog ini kalau Keke itu setiap kali menghadapi orang atau suasana baru, cenderung terihat seperti menarik diri. Kayak yang pemalu atau setengah hati, padahal dia sebetulnya lagi mengamati. Nanti kalau udah kenal suasananya biasanya di baru mau mulai berbaur. Tapi, walopun Chi udah hapal sama karakter Keke yang ini, tetep aja Chi berusaha ajak dia ngobrol.

Bunda: "Sabam pernah bilang ke Bunda kalau Keke suka terlihat ragu ketika fight akibatnya selalu kalah, padahal sabam bilang kalau Keke teknik taekwondonya termasuk terbaik. Keke takut?"
Keke: "Enggak."
Bunda: "Oya udah kalau memang gak takut, Pokoknya Keke harus berusaha jangan kalah sebelum tanding, ya. Karena kalau udah ada rasa takut di hati, itu artinya udah kalah duluan."
Keke: "Iya, Bun."

Nai juga ikut taekwondo. Tapi, dia belum termasuk yang terpilih. Sepertinya seluruh anak kelas 3 memang belum ada satupun yang terpilih. Hanya saja kalau anaknya mau ikut dibolehkan sama sekolah. Asalkan bayar biaya pertandingan sendiri.

Nai tadinya semangat mau ikut. Tapi, trus tanpa sebab dia mengundurkan diri. Udah dibujukin, tetep gak mau. Sabamnya agak menyayangkan keputusan Nai yang batal ikut. Padahal Nai juga termausk bagus tekniknya. Dan, dia berani untuk fight menurut sabamnya. Hehehe... Nai memang begitu. Kebalikan dari Keke. Buat Nai yang penting action dulu. Masing-masing ada plus minusnya lah dari sikap Keke dan Nai ini.

Hari pertandingan pun tiba...

Ini juga pertama kalinya Chi melihat langsung pertandingan taekwondo. Tadinya Chi pikir, pertandingan itu dibagi berdasarkan sabuk. Sabuk Keke itu hijau strip biru berarti lawan tandingnya juga dari sabuk yang sama. Ternyata gak begitu sistemnya. Pertandingan berdasarkan tinggi dan berat badan. Jadi begitu mereka yang tinggi dan berat badannya kurang lebih sama akan bertanding di kelas yang sama walopun beda sabuk. Nah, jadi kalau ada yang mau ikut pertandingan taekwondo, mengisi biodata untuk berat dan tinggi badan memang harus seakurat mungkin. Biar gak salah kelasnya nanti.

 
 Keke (protector biru) saat bertanding

Setelah menunggu agak lama, Keke pun mulai turun ke arena. Hasilnya? Kalah telak hehehe. Menurut analisa sabam setelah Keke selesai bertanding sebetulnya di awal pertandingan kelihatan sama kuat. Tapi begitu lawannya berhasil meraih 1 poin, Keke kayak langsung hilang konsentrasi. Setelahnya dengan mudah lawannya mengalahkan Keke.

Keke memang kalah telak, tapi bukan menjadi alasan untuk kecewa. Banyak pengalaman positif yang bisa diambil dari pertandingan tersebut. Apalagi yang namanya pengalaman itu kan guru yang terbaik. Jadi bukan tentang menang atau kalahnya.

Melatih keberanian dan rasa percaya diri

 Walopun udah pakai berbagai protector, tetep aja mules membayangkan (kemungkinan) Keke bakal kena tendang di beberapa bagian tubuh, muka, atau kepalanya

Sebetulnya, Chi juga ada sedikit rasa galau dan deg-degan melihat pertandingan. Apalagi kalau ada peserta yang ketendang sampe jatuh. Emang seru sih lihatnya. Tapi ngebayangin anak sendiri yang mungkin aja bakal kena tendangan di bagian tubuhnya bikin perut Chi langsung mules. Emang sih, pake body and head protector. Tapi muka kan gak pake pelindung apapun kecuali bagian gigi.

Walopun begitu, Taekwondo bisa melatih keberanian dan rasa percaya diri. Memang bisa kelihatan mana yang berani dan terlalu berhati-hati. Yang berani pun bisa kelihatan mana yang pake teknik atau sekedar asal berani. Sabamnya menyarankan ke Keke untuk lebih berani fight lagi. Selain tekniknya terbaik, tinggi dan berat badan Keke juga proporsional, jadi tinggal asah keberaniannya untuk fight. Ya, semoga aja kalau Keke ada kesempatan bertanding lagi, dia udah mulai berani untuk fight. Kan, udah tau gimana suasananya.

Melatih sportivitas

Sebelum pertandingan setiap peserta saling memberi hormat. Begitu juga setelah selesai bertanding. Gak cuma memberi hormat ke sesama peserta, tapi juga ke wasit dan sabam lawannya. Ada 1 peserta, entah dari klub atau sekolah mana, yang setelah bertanding gak mau salaman dengan pihak lawan ketika dirinya kalah. Malah dia banting head protector yang dipakainya. Iiihh! Gak banget deh sikapnya. Untungnya cuma 1 orang yang Chi lihat kayak gitu.

Melatih kebersamaan

 Keke (sabuk hijau-biru) bersama teman-temannya

Tadinya, setelah selesai bertanding, Keke langsung ngajak pulang. Apalagi ada 1-2 temannya yang setelah bertanding, langsung pulang. Tapi, ayahnya melarang. Menurut ayahnya, berangkat bareng berarti pulangnya juga harus bareng. Apalagi ketika Keke bertanding, teman-temannya pada bersorak mendukungnya dan memberi semangat. Keke pun harus melakukan hal yang sama ketika teman-temannya bertanding. Di situ Keke belajar arti kebersamaan.

Melatih hati

Kalau menang jangan sombong, kalah jangan terpuruk. Sedih atau kecewa karena kalah sih boleh aja. Itu artinya masih jadi manusia yang normal. Tapi, jangan sampai berlebihan menyikapi kekalahan atau kemenangan. Di lapangan apapun bisa terjadi. Ada salah satu anak yang meraih emas, padahal kata sabam, diantara murid-muridnya ikut pertandingan saat itu, anak ini paling kurang tekniknya. Makanya cukup mengejutkan juga bisa menang.

Melatih praktek bela diri

Seminggu sebelum turnamen, sepulang latihan (masih pakai seragam taekwondo), kami mampir ke salah satu minimarket. Tau-tau ada seorang bapak yang nyamperin kami. Gak pake ba-bi-bu, dia langsung 'nembak' dengan bilang, "Bu, anak-anak pada ikut taekwondo, ya? Emang ibu gak takut suatu saat nanti dihajar sama anak? Atau ibu juga jago taekwondo."

Chi gak nanggepin pertanyaannya. Keke terlihat kesal di wajahnya dan sedikit menggerutu kecil. Dia gak suka dengan pertanyaan bapak tersebut. Chi langsung kasih kode ke Keke untuk jangan ngeladenin.

Taekwondo itu termasuk bela diri. Ketika kami meminta Keke dan Nai untuk ikut taekwondo itu tujuannya supaya mereka punya bekal untuk bela diri. Terlepas dari apakah nanti ilmunya itu akan dipakai atau enggak, setidaknya mereka sudah punya bekal. Selain itu taekwondo kan juga termasuk olahraga. Jadi gak ada kepikiran kalau suatu saat bakal dihajar anak. Kalau itu sih masalah attitude, bukan karena taekwondo.

Menang atau kalah, semoga jadi pengalaman berharga buat Keke. Dan semoga ilmu taekwondonya juga bermanfaat ya, Nak :)

Pertandingan yang Keke ikuti itu adalah pertandingan nasional. Gak cuma sekolah aja yang ikut, tapi juga klub. Dari mulai anak-anak hingga dewasa. Dari semua peserta, Chi paling suka sama tim dari Papua. Chi rasa banyak penonton juga paling menunggu kalau atlet-atlet Papua yang bertanding. Hampir di setiap kelas, mereka yang menang. Kalaupun kalah, mereka gak kalah dengan mudah. Seru banget lihat tim Papua bertanding. Mereka datang jauh dari Papua, pastinya peserta yang dikirim bener-bener best of the best yang mereka punya, ya.

Untuk ukuran sekolah yang yang baru pertama kali ikut taekwondo tournament, alhamdulillah sekolah Keke meraih beberapa emas. Semoga turnamen berikutnya prestasinya lebih baik lagi. Semoga juga Nai mau ikut turnamen berikutnya dan Keke mulai berani fightnya. Aamiin

Keke (paling kiri) dan teman-temannya.

post signature

20 komentar:

  1. Wihh...Keke dapat medali, selamat yaa ^^

    BalasHapus
  2. Wih keren Keke.. Selamat yah :)

    BalasHapus
  3. Selamat atas prestasi si ganteng
    Olahraga bela diri memang layak diminati oleh remaja karena banyak manfaatnya.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  4. Salah 1 olahraga bela diri yang jadi "incaran" buat Rayyaan kalau sudah lebih besar. Yang terpenting anaknya mau sih he he. Tapi memang terbukti bisa meningkatkan PD, murid saya dulu ada yang begitu, oemalu banget. Disarankan oleh kepsek saya untuk ikut taekwondo, jadi lebih PD (& lebih cerewet he he).
    Selamat ya Kakak Keke!

    BalasHapus
  5. wah...selamat ya Keke... ini ada calon peneus atlet masa depan...

    BalasHapus
  6. biasanya heronya itu kalah duluan hehehe,sukses buat keke..Nai,tanding yok kita #loh hehehe

    BalasHapus
  7. Taekwondo baik juga buat melatih PD ya...wah kayanya anaku perlu kuikutkan nih,meskipun perempuan soalnya pemalu banget :)

    BalasHapus
  8. orang itu aneh yah, gujuk2 ngomong kyk gitu.
    Masa iya anak tega ngehajar ibu sendiri

    BalasHapus
  9. Keke selamat ya. Hebat deh. Ya ampun bapak itu kasar sekali ya? Bapak itu yg patut dihajar. Anakku jg habis lomba bbrp bulan lalu, cewek tendang2an. Aku takut setengah mati. Cuma dpt perunggu. Itupun ngorbanin satu kaki kesleo, 2 minggu pincang.

    BalasHapus
  10. Jadi kangen zaman sekolah dulu. Paling suka ikutan lomba datipada ngantuk di kelas..hahahaha

    BalasHapus
  11. Aaaahhh....
    jadi ingat dulu aku ikutan lomba karate dan deg-degan setengah mati nunggu giliran. Alhasil kalah duluan karena grogi, sementara hitungan poin kan cepat sekali ya. Padahal aku selalu grogi di awal saja hahahaa...

    BalasHapus
  12. Daffa Abyan jg tuh minta latihan bela diri, milihnya karate.huaa... Emaknya blm action juga buat daftarin. Pdhl iyaa... Betuk kata chi, banyan manfaatnyaa

    BalasHapus
  13. yang penting udah berani ikut kompetisi ya mbaak.. Semangat lagi ya Ke, berikutnya pasti bisa ^^

    di taekwondo terkadang suka ada yang pasang sabuk lebih tinggi dari aslinya mbak, biar lawan suka takut liat sabuknya lebih tinggi. strategi sebelum bertanding gitu, hihihi. tapi kalo mentalnya kuat mah gak ngaruh mau lawannya sabuk lebih tinggi atau enggak dari dia *pengalaman waktu tanding dulu* :D

    BalasHapus
  14. wih...hebat keke, selamat yah!

    BalasHapus
  15. selamat ya. keke hebat. terus semangat ^_^

    BalasHapus
  16. Iya betul mba menang atau kalah bukan tujuan utamanya yang penting sudah mencoba dan bisa bertanding dan disaksikan oleh banyak orang dan tentunya sebagai ortu bisa bangga yaa :) congrats untuk keke :)

    BalasHapus
  17. keke hebat...aku aja udah tuwir nggak bisa taekwondo...hahaha..maklum zaman beheula lahirnya..taunya main kucing2an hahaha...sepertinya bekal seperti ini bermanfaat sekali buat anak...kalo ada yg mengganggu pastinya...

    BalasHapus
  18. wajahnya Keke udah beda ya myr, lama gak ketemu. Duh aku kok deg2an baca keke bertanding. Gak apa-apa ya kalah next pasti keke bisa menang

    BalasHapus
  19. ntr jg pasti jago keke ^o^... jd inget dulu pas smu nemenin ex co ku tanding karate. :D Menang sih, tp tiap kali tanding pasti tangan ato kaki ato mukanya lebam2 ;p.. serem liatnya, tp kalo co mah malah bangga :D.. Mnrt mrk itu macho banget :D

    BalasHapus
  20. semoga keke naima semakin sukses

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge