Kamis, 17 Juli 2014

Disuguhi Sinetron Ketika Bertamu

Keke dan Nai itu nyaris tidak pernah mengenal yang namanya sinetron. Dibilang nyaris karena mereka juga pernah nonton sinetron. Beberapa waktu lalu pernah ada sinetron coboy junior, Keke dan Nai pun beberapa kali nonton sinetron itu karena saat itu merea lagi suka sama CJR. Untungnya gak berlangsung lama. Berhasil mengalihkan perhatian dan kegandrungan anak-anak sama CJR ternyata gak berlangsung lama. Selera mereka kembali ke kartun-kartun di Disney junior maupun Disney channel :D

Ketika di rumah, Keke dan Nai nyaris tidak pernah bersentuhan dengan sinetron, berbeda ketika sedang bertamu dan menginap. Walaupun menginap di rumah keluarga dekat sekalipun, rasanya gak enak kalau kami sebagai tamu mengatur-ngatur tontonan apa yang boleh dan tidak di rumah tersebut. Bisa-bisa disambit talenan nanti hehehe.

Paling sekedar mengusulkan tontonan kalau lagi nonton bersama. Tapi, kalau tuan rumah lagi kepengen banget nonton sinetron, sebagai tamu harus mengalah. Keke dan Nai pun pernah ikutan nonton. Kalau Keke biasanya gak brenti ngoceh mulutnya, "Kok gitu sih ceritanya? Aneh, ih!" Pokoknya ocehan-ocehan seperti itu. Memang bener apa kata dia, jalan cerita sinetron kita kan kebanyakan gak masuk akal hehe. Sedangkan, Nai lebih banyak diam.

Gak mau Keke dan Nai terlalu larut berlama-lama menonton sinetron, biasanya kalau menginap ke suatu tempat, Chi suka bawa mainan atau gadget untuk mengalihkan perhatian mereka. Dulu, waktu Keke masih TK, kami suka bawain semua mobil-mobilannya. Karena Keke gak mau memilih, semua harus dibawa. Repot, sih. Tapi, selama menginap dia lebih banyak main mobil-mobilan.

Sekarang paling cukup gadget (Samsung Tab, PSP, dan NDS). Kalau Nai biasanya ditambah dengan berbagai perlengkapan menggambar karena dia suka menggambar. Bukannya Keke dan Nai gak mau bermain dengan sodara-sodaranya, lho. Mereka juga akrab. Tapi, karena anak-anaknya kadang suka ikut nonton sinetron juga, jadi Chi tetep bawa berbagai peralatan untuk mengalihkan perhatian Keke dan Nai.

Harusnya permasalahan selesai, ya. Tapi, gak sepenuhnya selesai ternyata. Yang teralihkan perhatiannya gak cuma Keke dan Nai. Anak-anak yang lain pun begitu. Mereka jadi suka berebutan pengen pinjam gadget Keke dan Nai. Namanya anak-anak, masih suka susah diajarin untuk bergantian dan antri. Tetep aja ada ributnya.

Chi juga kadang suka serba salah. Mau gak dikasih pinjem, kesannya pelit banget. Lagian sama aja ngajarin Keke dan Nai untuk tidak berbagi. Tapi, dikasih pinjem, kadang jadi berantem karena rebutan. Akhirnya, suka bingung dan serba salah hehe.

Eits, tapi postingan ini gak cuma sekedar curcol, lho. Intinya, sih, kalau Chi lebih memilih untuk memberikan anak-anak pengalih perhatian yang akan mereka sukai kalau kita gak pengen anak-anak melakukan sesuatu, misalnya menonton sinetron. Mengalihkan perhatian anak itu lebih mudah ketimbang membuat larangan.

Melarang apalagi tanpa penjelasan akan menghasilkan rasa penasaran. Melarang dengan penjelasan tapi gak dibarengi dengan sesuatu hal yang bikin mereka tertarik juga akan bikin anak uring-uringan. Jadi, sebaiknya memang cari sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Membawa berbagai permainan yang mereka suka sudah terbukti sering berhasil. Kalaupun, ada gagalnya (karena jadi rebutan), Chi cari cara lain. Ngajak main bareng, misalnya kayak main kartu. Atau paling ujung-ujungnya jalan-jalan ke suatu tempat hehe..

*Sinetron hanya salah satu tontonan. Totonan lain yang kurang baik menurut kami pun berlaku cara ini :)

post signature

28 komentar:

  1. Ajak nonton sinetron/acara Tv yg kurang bagus mbak. 15 menit saja, pas bagian kekerasannya, segera matikan lalu beri penjelasan mengapa acara TV itu tidak boleh dilihat. jadi anak punya proteksi diri sendiri. Ia akan tahu apa sebenarnya alasan kita melarang mereka menontonnya. cara ini berhasil untuk anakku. ajarkan juga untuk toleran jika teman sekolah suka acara itu. bahwa itu adalah pilihan (hidup).

    BalasHapus
    Balasan
    1. di postingan iini juga saya tulis kalau mereka sebetulnya pernah nonton juga. Bahkan, anak2 juga udah bisa menilai kok seperti apa itu sinetron. Dan, mereka mengerti kenapa saya melarang.

      Saya membuat tulisan ini, karena biarpun mereka tau kalau sinetron itu gak baik ketika bertamu kan gak mungkin juga mematikan tv. Bisa2 nanti tuan rumah marah sama kita hehe

      Jadi, saya berbagi pengalaman aja ketika mereka menginap dimana hiburan utama ditempat menginap adlh sinetron atau tayangan sejenisnya

      Hapus
  2. berhubung saya juga gak pernah nonton sinetron, maka anak2 saya pun jadinya gak pernah nonton sinetron hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di rumah memang begitu, Mak. Masalahnya kan kalau kita bertamu. Walopun saya gak menonton, tapi anak2 seperti mendapat pilihan :)

      Hapus
  3. Aku setuju mak, skg bhkn sinetron remaja pun aneh2 cwritanya... pacaran dan adegan2 yg menurutku blm saatnya terjadi diusia remaja. Pengalihannya...ya sama ke gadget jg 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk beberapa saat khususnya ketika bertamu, gadget bisa jadi penyelamat, ya, Mak :)

      Hapus
  4. mmberi pengertian ke anak-anak ntu emang susah-susah gampang ya mak... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener. Tapi biasanya harus bisa masuk ke cara berpikir mereka

      Hapus
  5. hadeuh walaupun dilarang nih, bener juga penasaran mak. Ujung-ujungnya pada nonton di youtube. Tapi akhirnya aku kasi tau kalo gitu ngga boleh, klo gini ngga baik, jangan suka begitu wekekek. Susah banget ngelarang ternyata -.-!

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena anak2 itu kan rasa ingin tahunya besar. Kalau dilarang, di depan mata kita mungkin nurut. Tapi, begitu kita gak perhatiin, bisa2 mereka sembunyi2 cari tahunya

      Hapus
  6. hehehe..saya g suka sinetron,kalo namu seringnya ngobrol anak2nya asik main biasanya....

    BalasHapus
  7. memang gila kok sinetron di indonesia nih kadang gak sadar kalo banyak anak-anak kaya sinetron GGS tu,beeuuhh anak-anak tu suka bgt ampe disekolah2 dijul kartu-karu minan bergambar artis2 pemain GGS... padahal di GGS byk adegan n dialog dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya sampe ada kartu2nya? Minta ampun, deh!

      Hapus
  8. Saya juga heran, kok bisa ya sinetron 'jelek' (uupsss maaf ya para pembuat skenariooo) bisa memikat anak-anak!

    BalasHapus
  9. mungkin yang jelas adalah pengawasan yang tegas dari orang tua..memilih tayangan edukatif di televisi sekarang ini memang mirip mencari jarum di hamparan jerami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, betul. Terlebih aklau kita gak berlangganan tv kabel *bukan bermaksud promo.

      Tapi, tv sebetulnya buka solusi satu2nya untuk menarik perhatian anak, kok :)

      Hapus
  10. tv kabel emang bisa jadi pengalihan sih ya :D beruntunglah mak, saya juga hehehe. karena saya & suami doyan nonton nongkrongin BBC Know, natgeo atau afc, anak saya kebawain suka nonton juga. idealnya sih gak nonton tv anak2 mah :D kalo ke rumah sodara saya biarin aja nonton, sekali2 mah saya ngalah deh. heuheuheu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau sehari kadang saya masih toleran utk ngalah. Tapi kalau nginepnya berhari2 harus cari kegiatan pengalih perhatian hehe

      Hapus
  11. Iya sih, melarang tanpa solusi, sama saja dengan memenjarakan rasa ingin tahu anak ya Mbak Myr. Dan pengalihan perhatian dari sinetron ke tablet tentunya seimbang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. memenjarakan rasa ingin tau tapi belum tentu ketika kita tdk di dekat mereka, Mbak. Saya khawatir nanti mereka akan diam2 mencari tahu

      Hapus
  12. Wahh ... menarik ya padahal masalahnya sederhana, cuman contoh yang boleh/baik dengan yang tidak boleh/tidak baik pada anak-anak ... namun berperan besar bagi citra jiwa sianak ke depannya. Nice :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dong, hal2 kecil juga gak boleh diabaikan :)

      Hapus
  13. berarti kalo seperti itu,,,orangtuanya juga jarang nonton yg berbau sinetron ya mak,,,membiasakan diri untuk anak-anak,,,sepertinya aku harus mulai berlatih nih,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak2 itu kan copy cat terbaik, Mak. Apa yang mereka lakukan umumnya karena meniru

      Hapus
  14. Memang lebih aman bawa mainan sendiri ya, Mak. Daripada nonton sinetron yang ga jelas gitu. Sekarang lagi rame CHSI. Entah itu mau dibikin sampe berapa episode. -_-

    BalasHapus
  15. bertamu, atau ada tamu kadang nontonnya jadi sinetron padahal sehari-hari gak pernah nonton

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge