Gak ada angin, gak ada hujan, tau-tau dikabarkan kalau blog yang tahun depan usianya 2 dekade ini dihapus! Cek blog satunya lagi juga dihapus! Gimana perasaannya? Panik? Nangis? Atau malah nyantai?
Jadi ceritanya begini ...
Rabu pagi, selesai sholat subuh, Chi melihat ada notif email di hp. Email dari blogger yang isinya pemberitahuan blog mendadak dihapus. Ini beneran atau prank? Chi cek ulang pengirimnya. Siapa tau itu email penipuan yekaaan.
Ternyata beneran dari blogger pengirimnya. Baca di salah satu WAG, adan
Mbak Antung menanyakan perihal sama. Chi langsung japri untuk memastikan.
Ternyata bener, kami berdua mendapatkan email dan masalah yang sama.
Memang iya disebutkan alasannya di email. Tapi, kenapa gak ada warning sebelumnya? Ujug-ujug dihapus. Berasa kayak diusir tanpa alasan. Yang Chi lakukan setelahnya adalah melanjutkan tidur hehehe.
Memang iya disebutkan alasannya di email. Tapi, kenapa gak ada warning sebelumnya? Ujug-ujug dihapus. Berasa kayak diusir tanpa alasan. Yang Chi lakukan setelahnya adalah melanjutkan tidur hehehe.
Kepikiran Buat Berhenti Ngeblog
Klik "Request Review" untuk mengajukan banding bila blog teman-teman
mendadak dihapus, ya
Beberapa tahun lalu blog Chi pernah gak bisa dibaca karena lupa
memperpanjang domain. Untungnya cuma telat beberapa hari. Jadi begitu
dibayar, langsung bisa dibaca lagi. Tapi, paniknya minta ampun, deh! Malah
waktu pertama kali mengalami sampe nangis. Ya kejadian lupanya sampe
beberapa kali. Selalu aja bikin panik.
Lha, kali ini, Chi malah tenang banget! Ketika membaca email memang
sedikit kaget. Tapi, ya udah setelahnya biasa aja. Entah karena lagi
ngantuk banget atau memang biasa aja.
Setelah bangun tidur, Chi lihat udah ada keramaian di beberapa WAG.
Ternyata beberapa blogger lain pun mengalami hal senasib. Chi sesekali
ikut nimbrung obrolan kejadian blog dihapus mendadak ini.
"Yah, tau gak keramaian apa hari ini di WAG blogger? Banyak blog yang
mendadak dihapus, termasuk blog bunda kena semua. Ya udah biarin aja
hehehe."
Chi masih santai banget bahkan sambil ketawa ketika bercerita ke K'Aie.
Kemudian menimbulkan pertanyaan baru di hati. Apa emang saatnya, ya?
Ingin Kembali Ngeblog Kayak Dulu
Jujur aja, udah setahunan terakhir ini kepikiran untuk menutup blog, tapi
masih galau. Di satu sisi, Chi merasa blog masih jadi wadah ternyaman
menuangkan tulisan meskipun udah ada berbagai platform medsos. Di sisi
lain, mulai ada 'tidak nyaman' juga.
Sebetulnya Chi udah tau penyebabnya ketidaknyamanannya. Bukan karena ada
yang rese atau gangguan apapun. Tapi, semakin ke sini, semakin kuat
keinginan untuk kembali seperti pertama kali mulai ngeblog. Ya sekadar
menulis. Gak mau mikirin segala teknis tentang blog. Gak mau harus
ditargetkan harus ada postingan dalam sebulan. Hanya ingin menulis.
Sudah Pudar Era Monetize Blog?
Chi pernah merasakan manisnya hasil monetize blog. Juga punya banyak
teman blogger yang baik. Tapi, semakin ke sini memang merasa pengen balik
aja kayak dulu. Paling sesekali ikutan blogwalking untuk tetap menjaga
silaturahmi.
Memang benar tawaran kerjasama blog gak sederas dulu. Tapi, setelah berpikir lama, bukan itu juga sih alasannya. Hanya memang kebetulan aja kejadiannya berbarengan. Dan, malah Chi ada bersyukurnya juga. Udah merasa cukup puas monetize blog, kemudian dilanjutkan dengan keseruan lainnya.
Sekarang ini kan Keke dan Nai sudah dewasa. Sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Waktu Chi untuk diri sendiri jadi semakin banyak. Nah, awalnya Chi pikir bakal semakin produktif ngeblog. Ternyata malah jadi lebih asik dengan berbagai kegiatan lain mau itu sendirian atau berdua sama K'Aie. Simplenya sih lagi menikmati fase bahagia di usia jelita dan lolita hehehe.
Silakan baca: The Golden Age: Mengapa JELITA dan LOLITA adalah Fase Paling Bahagia
Sempet jadi males-malesan ngeblog. Kemudian agak maksain supaya blognya tetap diisi minimal 1 artikel per bulan biar gak kayak rumah kosong yang penuh debu dan banyak sarang laba-laba hehehe. Dari situlah mulai kepikiran buat tetap ngeblog atau berhenti?
Memang benar tawaran kerjasama blog gak sederas dulu. Tapi, setelah berpikir lama, bukan itu juga sih alasannya. Hanya memang kebetulan aja kejadiannya berbarengan. Dan, malah Chi ada bersyukurnya juga. Udah merasa cukup puas monetize blog, kemudian dilanjutkan dengan keseruan lainnya.
Sekarang ini kan Keke dan Nai sudah dewasa. Sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Waktu Chi untuk diri sendiri jadi semakin banyak. Nah, awalnya Chi pikir bakal semakin produktif ngeblog. Ternyata malah jadi lebih asik dengan berbagai kegiatan lain mau itu sendirian atau berdua sama K'Aie. Simplenya sih lagi menikmati fase bahagia di usia jelita dan lolita hehehe.
Silakan baca: The Golden Age: Mengapa JELITA dan LOLITA adalah Fase Paling Bahagia
Sempet jadi males-malesan ngeblog. Kemudian agak maksain supaya blognya tetap diisi minimal 1 artikel per bulan biar gak kayak rumah kosong yang penuh debu dan banyak sarang laba-laba hehehe. Dari situlah mulai kepikiran buat tetap ngeblog atau berhenti?
Usahakan Rutin Backup Blog
Sedang menikmati fase Golden Age menjadi alasan utama Chi bisa santai
banget mengalami kejadian blog mendadak dihapus. Tentunya gak bisa
digeneralisir semua harus sesantai itu. Apalagi kalau teman-teman blogger
juga masih aktif monetize blognya. Dan, mungkin juga saat kejadian
sedang ada kerjasama. Paham banget sih panik atau sedihnya ketika blog
tiba-tiba dihapus saat sedang produktif.
Tapiiii ... apapun itu, ada satu tips yang menurut Chi jadi pelajaran
penting, nih. Jangan lupa backup blog!
Chi cukup rajin backup blog. Setiap selesai 1 artikel diusahakan langsung
download backup. Kalau pun lupa, paling gak sebulan sekali backup
blog.
Dulu, blog Chi pernah beberapa kali ganti template. Nah, sebelum diganti,
selalu bikin backup dulu. Jaga-jaga kalau sampe salah utak-atik template
dan hilang semua postingannya. Tinggal upload backupnya, nanti semua
postingan akan kembali.
Nah, setahu Chi, backup blog ini juga bisa berguna kalau suatu saat
ada kejadian mendadak kayak ini. Blog mendadak dihapus. Syukurlah kalau
setelah banding, blognya balik lagi. Worst-case scenario kalau sampai gak
kembali, teman-teman bisa bikin blog baru tapi isinya pindahan dari blog
lama.
Ya memang ada effort tambahan jadi harus ngenalin lagi blog baru, mulai naikin DA/PA, dan lain sebagainya. Tapi, setidaknya tulisan lama gak pada hilang. Setahu Chi sih gitu karena pernah uji coba ke blog dummy.
Ya memang ada effort tambahan jadi harus ngenalin lagi blog baru, mulai naikin DA/PA, dan lain sebagainya. Tapi, setidaknya tulisan lama gak pada hilang. Setahu Chi sih gitu karena pernah uji coba ke blog dummy.
Lupa Backup, Blog Keburu Dihapus
Ketika blog dihapus, bener-bener gak bisa diapa-apain. Sekadar backup pun
gak bisa. Langkah pertama yang dilakukan adalah banding. Setelah banding,
teman-teman bisa melakukan cara berikut:
Proses download bisa berbeda-beda. Semakin lama umur blog, bisa jadi semakin butuh waktu lama memprosesnya. Ditunggu aja sampai selesai. Filenya dalam bentuk zip, teman-teman harus un-zip dulu untuk membuka filenya.
- Buka Google Takeout dan sign in ke akun yang dipakai ngeblog
- Klik "Next Step"
- Chi pilih "send download link via email" dan file type zip
- Klik "Create Export"
Proses download bisa berbeda-beda. Semakin lama umur blog, bisa jadi semakin butuh waktu lama memprosesnya. Ditunggu aja sampai selesai. Filenya dalam bentuk zip, teman-teman harus un-zip dulu untuk membuka filenya.
Sepanik Apapun, Tetap Usahakan Tenang
Belajar dari pengalaman pribadi, pernah merasakan panik bahkan sampai nangis ketika blog gak bisa dibuka karena terlambat bayar domain. Tapi, kalau dipikir lagi, saat panik malah gak bisa mikir sama sekali. Untungnya K'Aie tenang banget. K'Aie yang menyelesaikan karena Chi cuma bisa nangis saat itu.
Nah, ketika blog dihapus memang sedikit kaget. Tapi, lebih karena kaget
gak menyangka mengalami kejadian begitu. Sama rada sedikit gondok karena
baru juga sebulan perpanjang domain hahaha! Setelah yakin itu bukan email
penipuan, Chi ikuti alurnya aja. Langsung banding trus gak melakukan
apapun. Hanya menunggu.
Memang sempat menyimak beberapa opini ini itu. Sesekali ikutan nimbrung.
Tapi, gak melakukan apapun selain menunggu. Apalagi kejadiannya kan
global. Feeling Chi kalau mendadak dan global gitu, kemungkinan memang
kesalahan bukan di blogger.
Bener juga kan, sorenya baca konfirmasi dari pihak Google. Memang ada
masalah dari pihak sananya dan katanya sedang diusahakan diperbaiki
secepatnya. Ya udahlah, memang mendingan menunggu aja. Alhamdulillah hanya
beberapa jam saja blog dihapus. Sekitar pukul 7 malam dapat email kalau
blog kembali bisa dibuka.
Info terbaru yang Chi baca dari Support Google, kita memang DILARANG
untuk melakukan apapun. Termasuk membuat blog baru dengan isi yang sama.
Nanti malah bisa terindikasi spam. Jadi, yang perlu kita lakukan memang
hanya menunggu. Gak perlu melakukan tindakan apapun selain banding dan
backup melalui Google Takeout.
Meskipun Google tidak bisa memastikan berapa lama proses perbaikannya
selesai, tetap sabar menunggu sampai dapat email berikutnya yang
mengabarkan apakah banding kita diterima atau enggak. InsyaAllah, kalau
kejadiannya kayak yang ini bukan karena ada masalah lain, blog teman-teman
akan kembali dalam waktu beberapa jam kemudian.
Blog Baru dengan Niche Baru
Setelah blog kembali bisa diakses, timbul lagi pertanyaan mau tetap
ngeblog atau jadi berhenti?
Chi pun memutuskan untuk membuat blog baru dengan niche baru yaitu khusus
resep masakan. Lho bukannya di blog ini juga ada label resep?
Ya betul. Tapi, niat awal blog ini kan untuk menceritakan tentang
keseharian Keke dan Nai. Kalau dulu, rasanya bisa setiap hari ada aja yang
bisa diceritain. Namanya anak-anak selalu ada aja celotehan lucu dan
tingkahnya. Sekarang kan mereka udah besar. Rasanya kurang pas aja ya
menulis tentang hal lain meskipun ada labelnya, tapi cerita Keke dan
Nainya sendiri udah jauh berkurang.
Kenapa memilih blog baru dengan niche resep masakan?
Udah lama kepikiran mau menulis resep masakan yang pernah Chi buat.
Tadinya mau ditulis tangan aja gitu di notebook. Tapi, gak juga
mulai-mulai. Ada aja alasan yang bikin malas menulis hahaha. Trus mulai
kepikiran untuk bikin blog khusus resep aja. Ya kalau gak malas, ditulis
juga di notebook. Kita lihat nanti mana yang lebih rajin, lah hehehe
Nah, seperti yang Chi ceritakan di sini. Blog barunya akan dibuat
sesantai mungkin. Gak ada target harus bikin berapa postingan dalam
sebulan, gak mau pusing mikirin traffic dan segala teknik blog lainnya,
gak pengen beli domain, bahkan templatenya pun bawaan blogger aja. Males
ngutak-ngatik. Paling sesekali blog barunya ikut ngelist blogwalking juga.
Pokoknya sesukanya aja. Tapi, yang pasti isinya gak asal-asalan dong.
Ya begitulah cerita kali ini dari tentang blog mendadak dihapus sampe
bikin blog baru.




5 Comments
Kebayang paniknya kalau blog yang sudah dirawat bertahun-tahun tiba-tiba hilang begitu saja. Apalagi isinya bukan cuma tulisan, tapi juga arsip perjalanan dan kenangan. Jadi pengingat juga buat rutin backup blog, jangan sampai baru kepikiran setelah kejadian.
ReplyDeleteKali ini saya lebih nyantai. Mungkin kalau kejadiannya beberapa tahun sebelumnya, saya udah kejer nangisnya hehehe
DeleteSalut banget sama ketenangan kamu maak 🫡 Baca blog mendadak dihapus rasanya pasti nyess banget, tapi cara kamu menanggapinya dengan santai dan tetap fokus ke backup itu bener-bener mindset blogger senior. Semoga proses bandingnya lancar dan blognya segera kembali ya, maak ☺
ReplyDeleteAlhamdulillah udah kembali. Ini buktinya kan saya nulis pengalamannya. Karena blog ini yang dihapus tiba-tiba sama blog yang traveling juga.
DeleteIkut baca keramaian dan kegaduhan blog beberapa teman blogger yang dihapus tanpa peringatan terlebih dahulu. Untungnya satu persatu blog Teman-teman pada berhasil kembali. Jadi pengingat untuk selalu melakukan backup blog.
ReplyDeleteSemangat menulis resep di blog barunya..
Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)
Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^