Gregetan gak sih kalo lihat kamar anak remaja berantakan banget? Chi sih enggak. Karena Chi juga suka gitu, kok hahaha. Tapi, ya, terkadang cerewetin juga. Biasalah naluri emak-emak yang memang dasarnya bawel 😂
 
Kamar Anak Remaja Berantakan Banget


Kamar adalah Istana Bagi Anak


Kita tentu akrab dengan istilah Home Sweet Home. Menggambarkan rasa bahagia ketika berada di rumah. Mau seberapa jauh berjalan, tetap senang kalau bisa pulang *Duh! Jadi pengen nyanyi lagu "Jalan Pulang" - Yura Yunita hehehe.

Bagi anak, rumah bisa jadi lebih spesifik lagi. Kamar adalah istana bagi anak, rumahnya mereka. Makanya gak heran kalau anak kayaknya ngamar melulu. Karena bisa jadi, kamar adalah ruang ternyaman bagi anak.

Di kamar bisa lebih bebas mendekorasi sesuai selera. Semua barang pribadi ada di kamar. Jadi biasanya keberatan dong kalau sampai diatur harus begini-begitu. Kita aja kalau rumah sendiri diatur atau dinilai-nilai ma orang lain juga kesel, kan? Nah, anak-anak pun bisa merasakan hal yang sama.


Berantakan Gak Selalu Jorok


Chi juga sebetulnya termasuk yang berantakan. Misalnya, meja kerja cuma sebentar rapinya. Abis itu awut-awutan lagi.

Mungkin bagi orang yang terbiasa semuanya tertata, melihat berantakan kayak gitu bikin gregetan. Tapi, jangan coba-coba berinisiatif ngerapihin, ya. Karena awut-awutan belum tentu karena males beberes juga. Karena kalau trus dirapihin malah jadi suka lupa naro barang-barangnya. Akhirnya riweuh cari-cari, eh, berantakan lagi jadinya. Kelihatannya memang aneh, tapi fakta! 😁

Berantakan juga bukan berarti jorok. Teman-teman pernah nonton serial "Hoarders"? Tentang orang-orang yang gak pernah mau buang barang dengan berbagai alasan. Nah, kalau itu termasuk jorok. Chi aja sampai geli lihatnya. Karena rumahnya gak hanya penuh sama barang, tapi juga sampah yang gak pernah dibuang. Ugh!

Kalau berantakannya seperti itu, Chi pasti bakal negur. Tapi, kalau sekadar berantakan dengan barang-barang mereka sendiri, biarin aja lah. Lagipula, kapan anak-anak akan belajar mandiri kalau dibantu diberesin melulu kamarnya?


Pilih-Pilih 'Battle' Menghadapi Remaja


Memiliki anak remaja tuh bisa berasa jungkir balik. Anak-anak udah lebih bisa berargumen. Apalagi Chi dan K'Aie memang membebaskan mereka untuk berpendapat. 

Semakin bertambah usia anak, kami semakin pilih-pilih battle dengan mereka. Maksudnya udah gak semua hal orang tua mendikte anak harus begini atau begitu. Kalau sampai bertentangan, nanti malah ruwet terus. Pusing sendiri jadinya.

Nah, untuk kamar ini, kami gak mau ribut, deh. Biarkan aja Keke dan Nai mengatur sesukanya. Berantakan pun gak apa-apa. Asalkan jangan jorok. Agak-agak bawel dikit deh kalau kelihatan jorok.

Keke dan Nai masih berbagi AC. Jadi ada sedikit celah di bagian AC terpasang. Makanya Chi menerapkan aturan jangan sampai terlalu berisik. Karena pasti akan saling terganggu kalau berisik. Kalau mau dengerin musik, sebaiknya pakai earphone. Kalau mau ngobrol ma temannya di telpon, jangan sampai terlalu keras suaranya. Makanya, Keke sering pakai komputer di ruang kerja ayahnya. Biar lebih puas kalau mau video call dengan teman-temannya 😂


Ajarkan Bertanggungjawab dengan Barang Pribadi


Ibu kan, katanya udah kayak detektif. Selalu aja bisa menemukan benda yang sedang dicari hahaha.

Tapi, gak berlaku banget untuk Chi. Bukan gak bisa bantuin cari, tetapi memang gak mau. Sesekali boleh lah bantuin. Asalkan jangan jadi kebiasaan. Anak-anak harus bertanggujawab dengan barang pribadinya.

"Coba diberesin kamarnya. Siapa tau jadi ketemu."

Nah, kalau gitu, biasanya Chi sekalian titip pesan untuk beresin kamar. Kan, kesannya gak mengatur, tapi memberi saran. Siapa tau beneran ketemu kalau kamarnya rapi. Kalaupun mereka tetap gak ngeberesin kamarnya, ya udah gak apa-apa. Asalkan jangan dikit-dikit minta bundanya yang cariin barang aja.

Jadi, buat Chi dan K'Aie, gak apa lah kalau kamar Keke dan Nai mau rapi atau berantakan. Itu ruang privasi mereka. Pastinya mereka sendiri yang merasakan kenyamanannya. Lagipula hemat energi untuk gak selalu berdebat sama anak.