Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra

Happy Mom, Happy Traveling. Iya, quote itu terinspirasi dari film Rio 2, yaitu Happy Wife, Happy Life. Tapi, kalau ingin jalan-jalan ceria bersama anak-anak, salah satu tip penting yang gak boleh diabaikan adalah ibunya harus happy dulu. Mau tau kenapa alasannya?

K'Aie: "Bun, kalau anak-anak diajak naik Gunung Gede, kira-kira bakal mereka pada seneng gak, ya?"

Itu pertanyaan K'Aie sekitar 3-4 tahun lalu dan kami belum pernah sekalipun naik gunung. Kalau K'Aie aja sih udah beberapa kali, apalagi saat masih lajang, karena itu hobinya. Tapi, kalau sekeluarga, saat itu kami belum pernah.

Sebetulnya, pertanyaan K'Aie itu tersirat karena pertanyaan tepatnya adalah, "Bun, kalau anak-anak diajak naik Gunung Gede, kira-kira Bunda bakal sanggup dan senang, gak?" Anak-anak yang mau diajak naik gunung tapi kenapa Chi yang harus ditanya perasaan dan kemampuannya? Karena Chi gak akan pernah mau ditinggal. Ya, iya lah Keke dan Nai jalan-jalan ma ayahnya masa' Chi gak ikutan. Tapi, kalau naik gunung rasanya Chi harus narik napas panjang dulu untuk berpikir apakah sanggup atau tidak.

Pergi naik gunung bersama anak-anak tentu bukan perkara apakah fisik Chi kuat atau tidak. Fisik anak-anak juga harus dipikirkan. Apalagi kata K'Aie, masing-masing anak wajib bawa tas. Trus gimana dengan mood mereka? Kalau di tengah jalan cape, turun gunung juga rasanya belum tentu jadi pilihan tepat. Lebih khawatir lagi kalau mereka sakit, bagaimana?

Chi memang harus siap dulu. Harus bahagia dulu. Kalau Chi udah siap dan bahagia, segala persiapan dan selama perjalanan pun bisa lebih lancar. Anak-anak pun akan berlibur dengan ceria, lho.


Ibu yang Bahagia, Siap ...


Ibu yang Bahagia, Siap Jaga Mood Anak

Namanya anak-anak, mood mereka bisa dengan cepat berubah, kan? Jangankan naik gunung, pergi jalan-jalan di dalam kota aja mood mereka bisa sekejap berubah. Yang tadinya senang karena mau jalan-jalan mendadak kesal karena macet dan lama sampai tujuan. Di sinilah peran orang tua dituntut supaya anak-anak tetap senang.

Ajak mereka nyanyi, ngobrol, becanda, kalau perlu dan memungkinkan berhenti sejenak untuk ajak mereka main. Tante Chi pernah bilang kalau mau ikut jalan-jalan bersama kami sekeluarga itu santai banget. Karena Chi dan K'Aie memang mengutamakan mood anak :D

Sebelum naik gunung, kami pernah beberapa kali trekking jarak pendek. Salah satunya ke Tangkuban Perahu. Waktu itu, Keke dan Nai masih sering bilang cape, masih sering minta berhenti. Kadang, kami berhenti tapi kadang bergantian digendong K'Aie. Chi sih nyerah banget deh kalau harus gendong. Tapi kalau sampe pas naik gunung, Keke dan Nai minta gendong gimana, ya? Pingsan kayaknya hahaha.


Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra 
Dulu, Keke dan Nai suka gantian minta digendong ma ayahnya. Tapi kalau naik gunung harus digendong juga, kasihan K'Aie hahaha


Itulah kenapa Chi harus bahagia dulu supaya siap menghadapi mood mereka. Kebayang kan kalau badan udah cape karena naik gunung, mood juga jelek, eh anak-anak ngambek. Pengen ngomel gak sih kalau kayak gitu? Beresiko buyar jalan-jalannya kalau semua pada ngambek. Tapi kalau hati Chi udah senang, biasanya bisa lebih sabar kalau mood anak-anak lagi jelek. Malah bisa bikin mereka ceria lagi karena Chi juga percaya kalau mood ibu bisa menular ke anak :)


Ibu yang Bahagia, Siap Packing

Sejujurnya, aktivitas yang paling membosankan dari traveling adalah packing. Pengennya ada tongkat Harry Potter yang tinggal digerakin langsung masuk semua barang yang dibutuhkan hehehe. Jalan-jalan bersama anak butuh persiapan yang lebih matang. Malah ketika Keke dan Nai masih balita, kalau jalan-jalan udah kayak mau pindahan. Yang dibawa banyak banget. Sampe pernah segala panci dan peralatan makan dibawa supaya mereka tetep bisa makan buatan bundanya :D

Kalau sekarang sih udah lebih praktis. Keke dan Nai juga sudah mulai bisa bawa perlengkapan pribadi sendiri. Yang penting jangan sampe kurang bawa pakaian, camilan, peralatan mandi, hingga barang kebutuhan pribadi seperti mainan, buku gambar, atau lainnya.

Walaupun udah beberapa kali jalan-jalan, biasanya Chi tetap bikin daftar bawaan. Tapi, kalau belum jalan aja udah gak semangat, bikin daftar bawaan aja rasanya males. Dan, biasanya ada aja yang ketinggalan. Huff!


Bagaimana Kalau Anak Sampai Sakit Saat Traveling?


Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra 
Goa Jomblang jadi salah satu destinasi saat kami keliling pulau Jawa. Alhamdulillah, berhari-hari di perjalanan, anak-anak selalu dalam keadaan sehat.


Pengennya sih kalau jalan-jalan gak ada yang sakit. Disiplin makan dan istirahat adalah hal yang wajib kami lakukan ketika melakukan perjalanan. Saat tour keliling pulau Jawa menggunakan mobil, kami memilih jalan siang. Malam hari saatnya nge-charge tenaga dengan istirahat yang cukup di penginapan. Gak ada deh yang namanya begadang. Makan yang benar dan tepat waktu juga kami lakukan.

Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra 
Saat ke Gunung Padang, Keke sempat sakit selama di perjalanan 


Tapi, walaupun gak sering,  kejadian yang gak diinginkan itu pernah terjadi. Seperti saat kami jalan-jalan ke Gunung Padang, Keke badannya demam. Hampir sepanjang perjalanan dia menangis karena pusing dan mual. Penyebabnya karena terlambat sarapan. Keke memang wajib banget sarapan dan gak boleh telat. Kalau sampe telat, biasanya dia masuk angin dan demam.

Kalau anak lagi sakit, rewelnya pasti ke ibunya. Kalau mood ibunya lagi jelek, nanti malah panikan. Jadi, harus bahagia biar tetap tenang. Untungnya selalu bawa obat P3K setiap kali jalan-jalan. Salah satunya adalah Tempra, obat penurun demam yang bekerja langsung di pusat panas. Sehingga bisa menurunkan demam lebih cepat. Langsung Chi kasih sesuai dosis, Keke pun kembali tenang dan mulai bisa tidur.

Keke udah berusia 12 tahun, berarti udah seusia itu pula perkenalan kami dengan Tempra. Pertama kali mengenal Tempra saat Keke masih bayi. Sejak dia imunisasi pertama kali, dokter anaknya lah yang merekomendasikan untuk selalu sedia Tempra di rumah. Alasannya karena Tempra cepat menurunkan demam.

Keke dan Nai juga lambungnya sensitif. Jadi, gak bisa minum sembarangan obat penurun demam. Obat penurunan demam dengan kandungan paracetamol seperti Tempra paling cocok untuk Keke dan Nai. Gak menimbulkan iritasi lambung. Kasihan banget melihat mereka kesakitan karena pernah salah kasih obat. Makanya, kalau berobat, Chi selalu tanya obat penurun demamnya dan ceritakan kondisi lambung mereka. Kalau udah gitu, biasanya dokter anak akan kasih Tempra.


Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra

Abis nulis ini, Chi jadi pengen jalan-jalan lagi. Enaknya kemana, ya? Kemanapun itu yang penting Happy Mom, Happy Traveling :)