Minta Pindah Rumah Karena Acara Agustusan

Nai: "Bunda, kita pindah rumah, yuk! Ima gak betah di sini."

Tiba-tiba aja Nai minta pindah rumah. Wah ada apa, nih?

Bunda: "Ada apa Dek? Kok, tiba-tiba minta pindah?"
Nai: "Ima gak betah."
Bunda: "Ya kenapa gak betahnya?"
Nai: "Di sini tuh gak pernah ada acara Agustusan."
Bunda: "Emangnya Ima pengen ikut Agustusan?"
Nai: "Enggak, Bun. Tapi Ima kan pengen tau kayak apa sih acara Agustusan. Di sini gak enak."
Bunda: "Gini aja.. gimana kalau pas tanggal 17 Agustus kita nginep di rumah Nin?"
Nai: "Emang di sana ada acara Agustusan?"
Bunda: "Di sana sih selalu ada."
Nai: "Ya udah Ima mau. Kalau di sini paling cuma pasang bendera mera-putih aja. Gak pernah ada acara."

Sebetulnya kalau dibilang gak tau sama sekali acara Agustusan, enggak juga. Setiap tahun sekolahnya kan juga bikin acara Agustusan. Tapi karena setiap tanggal 17 Agustus kan tanggal merah, jadi biasanya sekolah mengadakan acara Agustusan itu sebelum atau sesudah tanggal 17. Pas tanggal 17nya Nai memang gak pernah ikut acara Agustusan apapun di komplek yang kami tinggali ini gak pernah mengadakan acara Agustusan. Gak heran Nai protes.



Tanggal 17 Agustus lalu jatuh di hari Senin. Lumayan jadinya long wiken. Kami sudah menginap di rumah Aki-Nin anak-anak sejak Sabtu. Tapi rencana kadang tinggal rencana. Sabtu sore badan Nai panas sekali. Dia juga terus-menerus buang air. Semalaman gak bisa tidur karena sakit. Nai berkali-kali bangun untuk ke toilet. Besok hingga Seninnya sudah agak membaik walopun masih agak lemas. Malah giliran Chi yang rada gak enak badan. Kayaknya karena kurang istirahat waktu Nai sakit.

Di sekitar rumah mertua banyak sekali lokasi-lokasi untuk mengadakan lomba Agustusan. Tapi karena Nai masih lemes, akhirnya nonton acara pertandingan yang terdekat dari rumah aja. Cuma jalan beberapa meter. Itu pun cuma nonton sebentar banget. Nai masih lemes, kalau angin-anginan juga khawatir demam lagi. Nai sebetulnya gak mau nonton karena masih gak enak badan. Tapi Chi ajakin sebentar, kasihan kalau sampe harus nunggu 1 tahun lagi untuk lihat acara Agustusan.


Demamnya sudah mulai hilang, tapi badannya masih lemas. Jadi lihat pawai dari balik pagar aja :)


Sorenya ada pawai anak-anak menggunakan berbagai kostum. Nai dan sepupunya melihat dari depan rumah. Syukurlah, setidaknya pawai ini juga sanggup menghibur hati Nai yang memang kepengen banget nonton keramaian Agustusan.

Insya Allah kalau Agustusan lagi gak usah minta pindah rumah lagi, ya Nak. Cukup kita ngungsi sebentar aja ke rumah Nin hihihi.

Kalau teman-teman ada keramaian apa di acara Agustusan ini?

0 Comments

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^