Kopdar Blogger di Tanakita. Berkali-kali datang ke Tanakita, baru kali ini merasa deg-degan...

Oiya, masih ingat 3rd GA berhadiah liburan ke Tanakita yang beberapa bulan lalu Chi gelar dengan pemenangnya adalah Nurul Wachdiyah dan Shinta Ries? Tanggal 8 November lalu, sesuai rencana yang sudah disepakati, kami pun kopdar di Tanakita.


Hujan Deras di Tanakita


Kopdar, Blogger, Tanakita
Ngobrol-ngobrol dulu sambil nunggu Mak Nurul dan Mak Shinta dateng


Walopun Chi udah kangen banget sama hujan, tapi agak berharap saat kami ke sana itu gak hujan sama sekali. Kalau hujan, gak bisa banyak aktivitas yang bisa kami lakukan disana. Paling santai-santai di area Tanakita aja.

Buat Chi sih gak masalah mau hujan atau enggak, sama enaknya. Malah kata K'Aie di Tanakita itu saat hujan. Karena yang terbayang adalah nikmatnya nyeruput kopi di gazebo. Tapi, Mak Nurul dan Mak Shinta kan baru ke Tanakita, sayang banget kalau gak maksimal beraktivitas disana.

Apalagi para pemenang GA juga diminta untuk ikut tubing. Sedangkan tubing itu tergantung sama debit air. Terlalu kering atau terlalu deras, kegiatan tubing ditiadakan. Duh, Chi merasa gak enak juga nih kalau sampe gagal tubing. Deg-degan hihi.

Cuma pasrah begitu hujan turun lumayan besar di hari Sabtu. Ya, masa mau nyalahin Allah? Enggak, lah. Jauh-jauh dari pikiran seperti itu :)


Macet Saat ke Tanakita


Kopdar, Blogger, Tanakita
Mak Shinta datang menjelang makan malam


Macet... macet... macet... Kalau ke Tanakita memang yang bikin malesnya itu menghadapi macet di beberapa titik. Biasanya kalau ketemu pasar. Untuk menyiasatinya, kami berangkat pagi. Paling telat pukul 07.00 wib udah harus jalan. Siangan dikit, bakal kena macet di beberapa pasar karena banyak anak-anak yang pulang sekolah. Sorean dikit, paraburuh pabrik pada pulang. Titik kemacetan bertambah.

Kami pun berangkat pagi, gak taunya di luar perkiraan. Keluar tol, macet parah banget! Sebetulnya yang parah itu yang ke arah Puncak. Tapi, mengular macetnya jadi yang keluar ke arah Sukabumi pun kena imbasnya. Akhirnya, lolos dari tol udah agak siang keburu ketemu anak-anak yang pulang sekolah. Macet sepanjang jalan. Capeee...

Mak Nurul dan Mak Shinta juga sama kena macet. Sekitar pukul 4-5 sore, Mak Nurul dan keluarga datang. Mak Shinta baru datang menjelang makan malam. Chi rada deg-degan nungguin Mak Shinta dateng. Karena jalan masuk ke Tanakita lumayan gelap. Chi khawatir Mak Shinta nyasar hihi. Alhamdulillah, akhirnya sampe juga, ya, Mak :)



Tanakita Riverside


kopdar, blogger, tanakita
Tempat finish tubing. Tadinya nginepnya disini. Dipinggir sungai Cigunung. Anak-anak bisa gak brenti main air, nih :)


Tanakita lagi penuh dengan tamu. 1 hari sebelum berangkat. Chi dikasih tau kalau menginapnya nanti di camp 2. Di tempat finish tubing. Chi tau lokasi finish tubing, karena Keke pernah ikutan tubing. Tapi, terakhir kesana belum ada camp area. Berarti masih baru nih camp areanya. Masalahnya, nyaman atau enggak tempatnya?

K'Aie bilang kalau bedanya cuma di lokasi aja. Segala fasilitas dan kenyamanannya sih tetep sama. Cuma karena Chi memang sama sekali gak ada bayangan, tetep aja deg-degan. Pas hari H dapet kabar lagi kalau ada tamu yang batal datang. Jadi, kami bisa masuk ke Tanakita. Legaaa... Etapi pas Chi lihat camp area Tanakita yang di lokasi finish tubing gitu kelihatannya enak juga. Bener kata K'Aie, gak ada bedanya dengan camp lama.


kopdar, blogger, tanakita

 

Cerita Kopdar Di Tanakita

Alhamdulillah, satu per satu kekhawatiran Chi sirna. Setelah makan malam, kami pun trekking mencari kunang-kunang. Biasanya trekking mencari kunang-kunang, jalan ke arah danau. Gelap-gelapan, makanya butuh senter. Kali ini rute trekkingnya pendek banget jaraknya. Gak terlalu jauh dari tenda. Karena masih pengen jalan, kami lalu melanjutkan jalan-jalan. Sekeluarga aja :)

Kami sekeluarga melanjutkan perjalanan sampai Villa Merah. Kapan-kapan, Chi ceritain tentang Villa Merah, ya :)


Udara di Tanakita saat itu gak sedingin saat kemarau. Kalau pengen merasakan dingin yang cukup menggigit memang datangnya saat kemarau. Kalau musim hujan, rasa dinginnya berkurang. Walopun tetep aja pakai jaket hehe.

Tubing


Tubing pun berjalan dengan lancar. Debit air di sungai Cigunung lagi bagus. Yang tubing kelihatannya pada seneng. Chi sendiri belum pernah ikutan tubing. Tunggu Nai cukup umur dulu untuk tubing. Kalau enggak, siapa yang jagain dia. Jadi, seperti yang udah-udah, Chi menyusuri sungai aja bareng Nai dan anak-anak Mak Shinta plus ditemenin 1 orang crew dari Tanakita.

Yang gak ikutan tubing, menyusuri sungai. Ketemu di tempat finish, trus main air di sungai
Anak-anak flying fox dulu setelah main air di sungai


Mak Nurul, Mak Shinta, makasih banyak ya udah kopdar di Tanakita. Baca juga tulisan mereka, ya. Tulisan dan foto-fotonya keren banget, deh. Chi gak tanggung jawab kalau sampe ada yang mupeng ke Tanakita gara-gara baca tulisan Mak Nurul dan Mak Shinta :D

    Terima kasih banyak, ya, udah ikutan GA Keke Naima :)