Chi lupa sejak kapan Chi berbahasa "lo-gw" dengan teman sepantaran. Yang jelas sih sejak SD, karena dengan teman-teman SD Chi selalu berbahasa "lo-gw". Cuma mulai SD kelas berapanya, Chi sama sekali gak inget..

Dengan teman SMP pun begitu.. Yah mungkin karena SD & SMP Chi dulu di Jakarta (daerah Jakarta Pusat) jadi kayaknya "lo-gw" itu kesannya wajar yaa...

Pas SMA, Chi sekolah di Bandung. Di Bandung, Chi gak ber"lo-gw" tapi jadi "saya-kamu". Kuliah balik lagi ke Jakarta, dan mulai ber"lo-gw" lagi. Ketika masuk dunia kerja ganti lagi. Untuk teman kerja yang sepantaran tetap ber"lo-gw". Tapi untuk rekan kerja yang senior Chi membahasakan diri dengan "aku-mbak/mas/pak/bu"

Pertanyaannya sekarang, ngapain juga sih Chi bikin postingan kayak gini? Jadi ceritanya akhir-akhir ini Chi lagi ngamatin Keke..

Chi perhatiin sepupu Keke yang seumuran sama Keke, kadang-kadang sudah mulai membahasakan dirinya dengan "lo-gw". Begitu juga dengan teman-teman sepantaran Keke di lingkungan rumah. Sudah pada mulai menggunakan bahasa "lo-gw". Jadi suka kepikiran aja, apa emang sekarang ini saatnya Keke udah mulai berbahasa "lo-gw"? Tapi Chi sendiri dengernya kok masih risih ya kalo Keke udah mulai ber"lo-gw" di usia sekarang.

Keke sendiri? Dia sampai saat ini masih menggunakan bahasa "aku-kamu". Alhamdulillah teman-teman sekolahnya di Al-Azhar pun semua begitu. Masih berbahasa "aku-kamu". Bahkan Keke itu kan temannya ahamdulillah banyak di sekolahnya.. Gak cuma dengan teman seangkatan, tapi juga dengan kakak-kakak kelas.. Kalo Chi perhatiin kakak-kakak kelasnya pun bahasanya masih "aku-kamu". Keke sendiri ke kakak kelas manggilnya kakak sebagai pengganti kata kamu.

Kayaknya Chi seneng deh kalo sampai saat ini Keke gak menggunakan bahasa "lo-gw" dulu.. Mending kayak sekarang aja dulu "aku-kamu". Ntar aja ya Ke, tunggu SMP kalo Keke mau ber "lo-gw". Hihihi...