Our Bed Room

By Keke Naima - May 07, 2008


Ini lah kamar kami (tidurnya masih bareng-bareng). Jorok banget keliatannya ya. Hehe... Tetapi dibalik kejorokan itulah ada pembelajaran.

Chi & Kak Aie emang gak pernah ngelarang anak-anak untuk corat-coret tembok. Paling ngebatasin aja. Maksudnya mereka boleh corat-coret tembok hanya di tempat tertentu aja (seperti kamar tidur).

Kenapa kita milih untuk membatasi bukan melarang karena sifatnya anak-anak yang selalu pengen nyoba sesuatu. Bahkan semakin merka dilarang justru mereka akan semakin melawan. Contohnya ya corat-coret tembok ini. Kalo Chi larang mereka untuk corat-coret pasti mereka akan marah, malah mungkin diem-diem akan tetap melakukan aksi corat-coretnya. Maka dari itu Chi lebih milih untuk memfasilitasi aja. Mereka boleh corat-coret tembok asal di tempat-tempat tertentu. Cara ini berhasil. Keinginan mereka untuk corat-coret terpenuhi, sementara tembok-tembok lain yang dilarang (seperti ruang tamu) akan aman dari aksi corat-coret mereka.

Trus kalo ada pertanyaan kenapa juga gak dikasih kertas sebagai media pengganti tembok. Masalahnya mereka itu kan pengen tau gimana rasanya menulis di tembok. Yah.. namanya anak-anak, rasa penasaran mereka tuh selalu aja ada. Setiap hari selalu ingin mencoba hal-hal baru. Dan sebagai orang tua Chi sebisa mungki nggak mau melarang tapi cukup membatasi.

Udah gitu yang Chi maksud pembelajaran di sini adalah mereka jadi tau seperti apa rasanya menulis di tembok (dan itu juga menjawa segala rasa penasaran mereka). Kalo di perhatiin fotonya disitu ada angka-angka, dengan menambahkan game-game sederhana anak-anak juga belajar angka dari tembok itu. Ada juga gambar anak perempuan, Chi bikin gambar itu karena Naima favorit banget dengan Dora The Explorer. Jadi waktu Chi gambar itu dia tuh seneng banget, dan selalu bilang kalo itu Dora (padahal gak ada mirip-miripnya. Hehe..) Trus ada juga gambar-gambar orang yang gak jelas, itu gambarnya Keke. Biarpun masih acak-acakan tapi mana muka-kepala-tangan-kaki udah jelas kan?

Emang sih gambar yang paling banyak tuh gambar benang kusut. Tapi gak bisa dianggap percuma juga. Karena walaupun cuma benang kusut, mereka juga kenal warna. Trus walaupun cuma benang kusut mereka semakin melatih jari-jari mereka & cara memegang crayon yang benar.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^