Rabu, 15 April 2015

4 Tip Melatih Anak Disiplin Waktu

Melatih anak disiplin waktu itu penting. Chi paling sebel dengan yang namanya jam karet. Ya, bukan berarti Chi gak pernah telat. Tapi, kalau yang namanya telat sudah menjadi budaya, kayaknya sesuatu yang enggak banget.

Supaya jam karet gak jadi membudaya, tentunya perlu dilatih disiplin dengan waktu. Sejak kapan? Sedini mungkin kalau bisa. Cuma masalahnya, anak sampai usia balita itu belum paham banget dengan yang namanya konsep waktu.

"Kemaren sore, jam 1, Keke diajak jalan-jalan sama Bunda"

Pernah gak denger anak ngomong gitu. Misalnya cerita tentang pengalamannya jalan-jalan pake keterangan waktu 'kemaren sore' dan 'jam 1'. Padahal jalan-jalannya itu minggu lalu, itupun bukan sore tapi pagi.

Sebelum mengkoreksi pemahaman mereka tentang waktu, Chi harus sadar dulu kalau anak usia balita itu pemahaman tentang waktunya masih sangat terbatas. Pelan-pelan dikoreksi dan diajarkan yang benar. Tapi, bagaimana kita melatih anak disiplin waktu kalau mereka sendiri belum paham waktu?

Berikut adalah 4 tip melatih anak disiplin waktu sedini mungkin.

1. Untuk bayi, sesuaikan dengan jam biologis

Untuk bayi, Chi masih leluasa mengatur waktu untuk mereka. Karena bayi belum bisa protes dengan alasan macam-macam hehe. Sejak lahir, bayi sudah mempunyai jam biologis. Kalau diperhatiin, ketahuan kapan mereka lapar, mengantuk, dan BAB. Chi nyesuain aja dengan biologisnya mereka. Misalnya, sampe memandikan mereka saat waktunya makan.

Tapi, ada kalanya bayi itu di saat waktunya mandi dia malah kelihatan lagi nyenyak tidur. Mau dibangunin gak tega. Menurut Chi, lihat kondisi aja. Kalau dia nyenyak tidur karena baru sembuh lagi sakit, biarkan aja. Gak usah dibangunin. Kalaupun udah kesorean untuk mandi, cukup di lap aja. Apalagi biasanya kalau baru sembuh, tidurnya lebih banyak. Mungkin untuk mengganti jam tidur yang kurang ketika sakit.

Kalau penyebabnya karena jam biologisnya yang mulai berubah, Chi coba menyesuaikan aja kalau memungkinkan. Kalau enggak, harus diubah sama kita secara pelan-pelan. Misalnya setengah jam sebelum mandi, anak mulai dibangunkan dengan ditepuk-tepuk lembut pipinya *jangan kenceng-kenceng nepuknya, ya hihihi* Kalau dia udah mulai bangun, diajak ngobrol. Biasanya Keke dan Nai langsung seneng, gak rewel bangunnya.

2. Perhatikan sekitar sebagai tanda waktu

"Keke, Nai, sebentar lagi Curious George dimulai. Ayo bangun kalau mau nonton."

Curious George, salah satu kartun yang Keke dan Nai suka waktu kecil. Hal-hal yang mereka sukai juga bisa dijadikan pancingan supaya mereka mau melakukan sesuatu. Karena mereka suka dengan Curious George, berarti mereka gak mau melewatkan setiap episode. Kalau udah gitu, Chi gak pelru repot ngebangunin mereka. Dan, lama-lama mereka akan paham, kalau Curious George mau dimulai berarti mereka bangun pagi.

Banyak, kok, kejadian sekitar yang bisa dijadikan sebagai penanda waktu. Melihat ayahnya berangkat ke kantor artinya pagi hari. Waktunya main ke luar rumah artinya sore hari. Boleh tidur sedikit larut malam artinya mereka lagi libur sekolah.

3. Gunakan wall clock alias jam dinding


Jam dinding di rumah juga termasuk yang berjasa melatih Keke dan Nai disiplin waktu.

"Nanti, jam 4 pada mandi, ya"

Walopun jam dinding ikut membantu melatih Keke dan Nai disiplin waktu, tapi komunikasi yang Chi contohin di atas itu kurang tepat. Ketika usia balita (apalagi batita) mana mereka mengerti jam 4 itu gimana. Kasih perintahnya harus lebih detil lagi.

"Nanti, kalau jarum pendeknya ada di angka 4, trus jarum panjangnya di angka 12, kalian bergantian mandi sore, ya"

Minta Keke dan Nai untuk mengulangi perintah, siapa tau instruksi yang Chi kasih kepanjangan. Nanti lama-lama mereka akan ngerti kalau yang bundanya maksud adalah pukul 4 sore. Dan tanpa Chi jelasin dimana jarum panjang dna pendek, cukup dengan Chi bilang jam 4 pada mandi seperti contoh kalimat pertama, mereka udah ngerti.

Pakai jam digital juga bisa, sih. Tapi, Chi lebih suka mengajarkan mereka dengan jam analog. Ya, hitung-hitung sekalian mengajarkan Keke dan Nai matematika sederhana. Dengan membedakan mana jarum panjang pendek, mengenalkan angka-angka, dan lainnya, sebetulnya secara gak sadar mereka sedang belajar matematika.

4. Ingatkan sebelum dan kasih kelonggaran waktu

Biasanya sekitar 30 menit sebelum mandi, Chi mengingatkan mereka kalau sebentar lagi waktunya mandi. 15 menit kemudian juga diingatkan lagi. tujuannya supaya mereka mulai bersiap-siap menghentukan aktuvitas yang sedang dikerjakan untuk ganti ke aktivitas berikutnya.

Ketika menyusun waktu, Chi juga bikin gak trelalu mepet antara satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Kebiasan sampe sekarang kadang suka menunda dan keluar kata. "Iya, nanti sebentar lagi, Bunda". Terutama kalau lagi asik sama satu aktivitas. Etapi, kalau dipikir-pikir, Chi pun kadang masih suka begitu :p

Itulah kenapa sebaiknya jangan terlalu mepet bikin jadwal. Sebagai contoh, ketika waktunya mandi, mereka masih menunda-nunda, kasih aja kelonggaran waktu yang disepakati, misalnya 15 menit setelah itu diingati lagi.

Dengan membuat jadwal yang gak terlalu mepet sebetulnya menguntungkan buat kedua belah pihak. Untuk Chi, mengurangi/menghindari ngomel karena waktunya maish cukup. Untuk anak, dia akan senang karena dihargai. Siapa tau memang lagi ada sesuatu yang dikerjakan mereka yang menurut mereka penting

Itulah 4 tip melatih Keke dan Nai supaya disiplin dengan waktu. Sejauh ini, Keke dan Nai termasuk anak yang disiplin soal waktu. Ya, walopun kadang ada juga melanggarnya dan membuat mereka mendapatkan teguran hingga hukuman. Tapi, secara keseluruhan masih bisa dibilang disiplin.

Memang yang namanya disiplin itu termasuk waktu harus terus dilatih. Anak yang udah terbiasa disiplin waktu sejak kecil belum tentu besarnya menjadi disiplin. Banyak pengaruh yang bisa merubah kita. Jadi, memang harus terus diingatkan dan dilatih. Karena menurut Chi, merubah kebiasaan dari terbiasa gak disiplin ke disiplin itu lebih susah dibandingkan sebaliknya.

post signature

55 komentar:

  1. Bagus nih tipsnya. Aku juga pengen anak2ku disiplin waktu. Aku sebel kalau ada orang suka ngaret

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga sebel sama yag kebiasaan ngaret

      Hapus
  2. Fathir sekarang juga udah mulai bisa baca jam tuh mbak, tapi tetep aja kalo disuruh ngapa-ngapain berlama-lama dan ujungnya telat...hahaha...

    Tapi dulu juga film kartun selalu aku jadiin patokan pulak lho...
    Kayaknya paling gampang ngapalinnya yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw, apa ngikutin emaknya yang doyan nonton Korea? :p

      Patokan film kartun memang paling gampang buat diikutin

      Hapus
  3. Gara tahu jamnya nonton ipin upin. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi sama kayak anak-anak saya dulu :D

      Hapus
  4. Saya juga sedang berusaha melatih kedisiplinan kepada anak saya, khususnya dalam hal ibadah

    BalasHapus
  5. Arya juga dilatih papanya pakai jam analog, mak. Kaya keke sama nai. Jam 4 itu angkanya gimana, jarumnya gimana. Dan mmg efektif.

    Soal tanda waktu, biasanya saya sama mbah utinya, pakai jam kerja orang rumah. Misal, kalau pagi, papa mama kerja, arya dah bangun. Sebelum mama kerja, arya dimandiin mama. Atau, pas suara ngaji sebelum adzan magrib, harus dah masuk rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup! dengan memperhatikan kebiasaan sekitar juga bisa jadi patokan jam untuk anak :)

      Hapus
  6. Tips yang bagus. Bbrp sudah diujicobakan juga....tp ya biasa, kadang manjur..kadang ndak:-) tfs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang saya tulis di paragraf terakhir, anak yang sudah terbiasa disiplin pun bisa saja suatu saat berubah karena pengaruh beberapa faktor. Bisa jadi orang tua yang akhirnya mulai gak konsisten untuk mengingatkan dan melatih, tapi bisa juga dari faktor anak. Contohnya, kalau anak lagi asik nonton tv, mungkin dia akan susah kalau di suruh mandi. Kita bisa kasih jeda sekian menit. Tapi kalau gak mau juga, berarti saatnya untuk tegas. Tapi, bisa juga anak keluar dari rutinitasnya karena merasa gak enak badan. Kadang, yang namanya sakit itu datangnya suka tiba-tiba. Bisa aja saat makan, tau-tau anak bilang kalau nelannya sakit. Tentu, saya gak boleh memaksakan anak untuk makan. Lihat kondisinya dulu, seperti yang saya tulis di tip nomor 1.

      Jadi, kalaupun suatu saat merasa apa yang kita lakukan gak manjur, bukan berarti gagal. Anak-anak kan juga manusia. Yang suatu saat bisa berubah moodnya. Gak kayak robot yang tinggal diprogram :)

      Hapus
  7. Setuju banget sama tipsnya mak. Trims yaa

    BalasHapus
  8. well noted mak...makasih tipsnya... ;))

    curios george juga suka ditonton anakku..kalo udah nonton serius banget keliatannya hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak Keke dan Nai dulu. Selalu asik sendiri kalau udah nonton Curious George :D

      Hapus
  9. Menanamkan displin memang pertama kalinya harus dipaksa sehingga lama-lama menjadi biasa.
    Saya juga stel alarm di BB pukul 03.00 agar ada waktu untuk macam-macam
    Kadang-kadang juga nggak kedengaran sehingga bablas.
    Waktu di Akabri kegiatan kami dikendalikan oleh trompet yang berbunyi meraung-raung segenap penjuru kampus mulai pukul 04.30. Bunyi trompet untuk bangun pagi, apel pagi, apel siang, makan siang, makan malam, apel malam, dan terompet tidur berbeda he he he..Ada yang iramanya slow (trompet berangkat tidur) dan ada pula yang iramanya bergegas (trompet bangun tidur)
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, Pakde. Untuk disiplin awalnya berat, ya. Tapi lama-lama asalkan konsisten jadi terbiasa :)

      Hapus
  10. orang tua harus konsisten juga ya bun menerapkan disiplin, klo saya kelemahannya kadang sering engga konsisten

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama. Saya juga kadang kurang konsisten

      Hapus
  11. Kalau boleh nambahin mak bpleh pakai patokan waktu sholat.. shubuh artinya hrs bangun karena sudah pagi dst... tengkyuh mak kenai tipsnya.

    BalasHapus
  12. Jadi ingat waktu kecil di ajarin liat jam dinding, dijanjiin jam sekian mau keluar, jadinya nanya terus, tapi kalau buat mandi malah kabur-kaburan..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha namanya juga anak-anak, ya

      Hapus
  13. tipsnya bagus banget bun...tfs

    BalasHapus
  14. bgs nih cara2 ngajarinnya mba... Fylly udh apal 1-10 tp blm inget bentuk angkanya :D..jd kalo nunjukin jarum pjg di angka brp, susah deh ;p.. Ujung2nya, aku pake suara azan :D.. Azan magrib tandanya dia hrs makan, azan isya siap2 bobo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Azan juga bisa jadi salahs ato patokan, sih :)

      Hapus
  15. Anak-anakku sering banget kalau diminta makan atau mandi, jawabnya mesti sebentar. Nah sebentarnya malah keterusan. Mendidik anak disiplin waktu perlu juga ya.

    BalasHapus
  16. Saya sependapat dengan tips-nya. Memang melatih anak disiplin terhadap waktu itu sama dengan membentuk pribadi anak yang bertanggung jawab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, Pak. Semoga kita semua, para orang tua bisa terus konsisten, ya :)

      Hapus
  17. Wahh ... tip's disiplin yg bagus ... bagus juga ditambahkan usul 'waktu sholat itu (dari mbak fitriani firmansyah..) dan lebih penting lagi kitanya juga 'harus disiplin ya ,,, sebagai 'contoh langsung dalam praktek sehari-hari. Nice ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. contoh langsung memang yang paling mengena untuk anak :)

      Hapus
  18. Mengenalkan disiplin waktu memang gampang2 susah ya. Tapi kalau anak sudah mengenal konsep waktu dan disiplin terhadapnya, kita sebagai orang tua sangat senang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya memang harus konsisten dan disiplin. Sebagai orang tua juga harus kasih contoh, sih

      Hapus
  19. memang perlu dilatih sejak dini ya makchi.. Bo et Obi juga begitu..paling tidak kami mencoba memberi contoh untuk disiplin juga. Dengan waktu, dengan pekerjaan, dengan makanan...semuanya proses yang mudah2an bisa membentuk mereka jadi pribadi yang baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mak. Karena kalau orang tua gak kasih contoh, bisa-bisa dibalikin sama anak :)

      Hapus
  20. oh ngubah kalimatnya dulu ya buat mahaminnya lebih gampang.

    *catet catet

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalau bisa jangan pakai bahasa yang cuma kita yang mengerti :)

      Hapus
  21. Keren idenya, Bu. Mesti kreatif ya mengenalkan konsep waktu ke anak. Catet2 buat "tabungan" besok-besok ^_^

    BalasHapus
  22. Informasi yang sangat membantu anak2 buat disiplin waktu. Semoga banyak orang tua yang mengambil manfaat dari ide-ide keren dalam postingan ini.

    BalasHapus
  23. Waaah menarik. Ma kasih mak. Aku praktekin juga soal disiplin untuk bayi ini. Kalo enggak, repot banget :P

    BalasHapus
  24. Makasih tipsnya mbak, nanti di praktekin ah buat anak2ku :)
    Saat ini praktekin buat diri sendiri dulu :D

    BalasHapus
  25. Udah disiplin dari kecil, pasti gedenya kebawa disiplin juga. kalo mulainya pas udah gede, malah lebih syusah yah mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah. Harapan saya juga begitu :)

      Hapus
  26. Setuju dan keren tipsnya mak... anak2 di rmh udh mengenal waktu meski ya gitu deh kalo disuruh mandi atau bangun kdg ada molor2nya. Tp kalau waktu sperti contohnya... jam 2 nanti les math ka, jd setengah 2 udh siap dan kita berangkt. Biasanya keduanya udh disiplin dan on time :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak-anak saya juga kadang maish suka menunda-nunda. Tpai, setidaknya masih terus berusaha disiplin juga :)

      Hapus
  27. Menanamkan disiplin sejak dini memang sangat penting terlebih waktu bermain dan belajar.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge