Rabu, 13 Agustus 2014

Pesantren Kilat Koper vs Ransel 2


Di postigan Pesantren Kilat Koper vs Ransel 1, Chi udah cerita tentang Keke yang cuma membawa 1 ransel aja untuk ikut pesantren kilat selama 3 hari 2 malam. Padahal teman-temannya pada bawa koper besar, malah ada yang ditambah dengan 1 ransel lagi.

Hanya membawa 1 ransel aja sebetulnya cukup. Kekhawatiran Chi adalah dengan tanpa pengawasan langsung dari orang tua, apa Keke bisa mengatur pakaiannya supaya cukup? Dan, apakah akan ada barang-barang yang ketinggalan di hotel setelah kegiatan selesai?

Packing

Melihat jadwal acara, rasanya tidak ada celah bagi para siswa untuk berkeringat. Apalagi kegiatannya di puncak yang berudara dingin. Kebanyakan acaranya adalah materi di dalam ruangan. Paling pagi-pagi aja ada olahraga. Chi jadi lebih bisa memperkirakan berapa banyak baju yang harus dibawa Keke. Termasuk sedikit baju cadangan tentunya.

Tidak ada cara khusus banget tentang melipat barang bawaan. Selama ini, kesalahan Chi ketika packing adalah yang penting semua bisa masuk. Terserah mau bawa berapa tas juga. Padahal sebetulnya masih ada celah-celah di dalam tas yang sebetulnya bisa diisi. Tas menjadi padat tapi jadinya gak banyak bawa tas.

Berdiskusi dengan Keke

Semua keperluan yang harus dibawa memang Chi yang siapin. Tapi, setelah itu Chi mendiskusikannya dengan Keke. Chi ajak dia sama-sama melihat jadwal kegiatan. Kasih tau pakaian apa aja yang harus dipakai setiap harinya.

Keke juga diajarin untuk bisa menata isi tasnya ketika pulang. Berangkat dengan 1 tas, pulang pun harus 1 tas lagi. Pastinya harus ada sedikit latihan karena memadatkan isi tas kadang susah-susah gampang. Apalagi Keke kadang masih suka gak apik naro barangnya. Beberapa kali dia menyatukan pakaian kotor dengan yang bersih. Padahal Chi udah kasih plastik untuk pakaian kotor. Kalau mau pergi ke luar kota pun, biasanya Chi atau Nai yang merapikan barangnya.

Cari tempat aman

Untuk jaga-jaga supaya barang jangan ada yang tertukar atau hilang, Chi melabeli semua barang bawaannya termasuk pakaian dalam. Tapi, itu aja belum cukup. Chi memintanya untuk segera mencari area yang aman begitu dapat kamar.

Keke dan teman-teman seangkatannya sering mengadakan acara berenang bersama. Biasanya kalau ada teman yang ulang tahun, dirayakannya di kolam renang. Chi jarang banget nemenin. Paling Chi jemput aja kalau udah selesai berenang atau naik ojek. Pernah juga, sih, minta tolong salah seorang orang tua murid untuk mengantarkan Keke pulang. Nebeng karena rumahnya deketan hehe.

Kalau lagi berenang begitu, Chi seringkali melihat anak-anak main disatuin aja pakaiannya di satu tempat. Terutama anak-anak yang gak ditemenin orang tuanya ketika berenang. Akibatnya, ketika selesai berenang, mereka suka bingung sama pakaiannya.Karena berenangnya, kan, sepulang sekolah. Jadi, hampir semuanya pakai seragam.

Belajar dari pengalaman itu, Chi meminta Keke untuk mencari area aman di kamar hotel. Misalnya, salah satu pojok ruangan. Pokoknya, jangan sampai disatukan dengan barang teman-temannya. Biar gak tertukar. Dan, jangan juga taro di area yang sering orang lewat. Bisa ketendang atau keinjek-injek. Kalau udah ditaro di area aman, wlaopun gak setiap saat beresin, yang penting barang bawaannya gak bercampur-campur.

Buat daftar barang bawaan

Chi buat daftar barang bawaan sedetil mungkin, termasuk pakaian hingga underwear yang sedang dipakainya. Daftar itu, Chi kasih tau ke Keke biar dia juga tau apa aja yang dibawa. Kemudian, taro di salah satu kantong tasnya. Biar kalau saatnya dia berkemas untuk pulang, tinggal cocokin apa barang bawaannya udah lengkap atau belom. Buat juga 1 daftar yang sama untuk ditaro di rumah. Kali aja, Keke gak sengaja menghilangkannya.

Setelah kegiatan selesai, semua barang bawaan Chi cek. Perlengkapan, termasuk pakaian yang dibawa cukup jumlahnya. Gak ada satupun yang ketinggalan. Alhamdulillah.

Kayaknya kalau nanti Nai juga mulai pesantren kilat, Chi akan menerapkan cara ini. Hitung-hitung mengajarkan anak untuk bertanggung jawab juga sama barangnya. Karena Chi denger-denger, ada beberapa temannya yang ketinggalan barang. Malah ada yang sampe 1 tas ketinggalannya. Semoga kalau cara ini Chi terapin juga ke Nai, dia juga bisa berhasil kayak Keke :)

post signature

1 komentar:

  1. Lama nggak mampir kemari, jadi kangen :) ngajarin anak2 packing dan bertanggung jawab pad diri dan barang bawaannya memang butuh kesabaran dan latihan ya... kalau anak perempuan mungkin lebih teliti hehe semangat Keke :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge