Eits! Jangan langsung ke-trigger dengan judul artikel ini tanpa membaca isinya dulu, ya. Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud mengecilkan nilai UTBK, apalagi menganggap remeh perasaan ketika anak gagal SNBT.
Beberapa hari lalu, saat pengumuman PTN jalur SNBT keluar, linimasa Threads ramai sekali. Ada yang merayakan berita gembira, namun tak sedikit pula yang tenggelam dalam kesedihan.
Hati Chi luar biasa terenyuh saat membaca beberapa utas dari remaja yang merasa sudah gagal, tetapi justru dihakimi oleh orang tuanya sendiri. Bahkan, ada yang sampai terbersit pikiran untuk mengakhiri hidup karena kesedihannya tidak divalidasi. Padahal, merasa sudah belajar mati-matian. Duh, sedih banget bacanya!
Berhasil atau Gagal SNBT, Langsung Peluk Anak!
Keke pernah gagal SNBT, tapi dia berhasil lolos di 2 PTN ternama melalui
jalur mandiri. Nai masuk eligible, tapi gak lolos jalur SNBP. Tujuan utama
Nai memang sebetulnya bukan PTN juga. Mau itu berhasil atau gagal, Chi
selalu langsung peluk anak.
Kenapa? Karena emosi anak butuh divalidasi. Meskipun anaknya mungkin terlihat santai sekalipun, seperti Nai yang memang gak terlalu antusias kuliah di perguruan tinggi. Tetap aja Chi peluk. Karena kan gak tau persis juga isi hatinya seperti apa.
Kalau K'Aie gak memeluk Keke dan Nai, tapi juga tidak menghakimi. Sama kayak Chi, terus memberi dukungan untuk anak-anak. Jadi, memang tidak harus memvalidasi emosi dengan cara dipeluk. Setiap orang tua punya caranya sendiri memberikan dukungan terhadap anak. Intinya, kami berdua sama-sama tidak ingin membuat anak menjadi jatuh mentalnya.
Menurut kami, anak kalau divalidasi emosinya akan merasa kalau dia dihargai. Orangtua akan selalu berusaha ada untuk anak dalam situasi apapun. Anak gak dibiarkan sendirian mengelola emosinya, apalagi kalau sedang sedih. Jangan sampai hatinya menjadi kosong karena merasa gak ada yang peduli.
Jangan terburu-buru mengajak evaluasi. Beri waktu untuk tenang. Gak hanya anak yang menjadi tenang, orangtua pun harus.
Ketika Keke gagal di SNBT, perasaan Chi campur aduk. Udah pasti sedih banget. Apalagi Keke juga terlihat sedih. Kalau pun lolos di tes mandiri, biayanya tentu bisa sangat jauh berbeda. Kalau anak-anak bilangnya PTN rasa swasta. Karena uang pangkalnya kemungkinan bisa jauh lebih mahal.
Tapi, Chi harus tetap berusaha lebih tenang. Langsung kasih Keke pelukan dan memberi ucapan yang menenangkan. Sambil berusaha juga menenangkan diri sendiri.
Ada beberapa alasan, kenapa Chi lebih sering berdiskusi dengan wali kelas bimbel. Pertama, pelajaran di bimbel hanya matpel yang akan diuji di SNBT. Kedua, orang tua dapat raport tiap bulan, sedangkan kalau sekolah rapotannya per semester meskipun ada raport bayangan. Bahkan gak perlu menunggu rapotan. Kapan pun Chi bisa berdiskusi dengan walas bimbel. Ketiga, jumlah murid per kelas jauh lebih sedikit di bimbel daripada sekolah. jadi walas bimbel lebih mengenal muridnya.
Kalau anaknya udah berusaha serius, masa' iya masih harus dimarahin ketika mengalami kegagalan. Bisa-bisa jadi terpuruk karena merasa usahanya gak dihargai. Bahkan mungkin jangka panjangnya bisa membuat anak melegalkan berbagai cara supaya berhasil dan diakui. Duh, jangan sampai kayak gitu, ya. Tetap harus pakai cara yang benar. Makanya, meskipun sedih, Chi gak merasa marah ke Keke. Karena tau proses dia belajar.
Lain cerita kalau Keke memang malas-malasan belajarnya. Mungkin hal pertama yang akan kami lakukan setelah memeluk adalah emnegur karena malas belajar.
Menurut Chi, itulah pentingnya orangtua tau proses anak berusaha. Jangan hanya menuntut harus berhasil tanpa mau tau prosesnya. Semua sama-sama berusaha. Anak berusaha untuk lolos ujian, sedangkan orangtua berusaha mencari dananya. Bila sampai gagal, sama-sama berbesar hati kemudian mencari solusinya.
Setelah semua tenang, Chi dan K'Aie mengajak Keke berdiskusi. Kami sempat menawarkan gap year, tapi Keke memilih tetap kuliah meskipun bukan di pilihan pertamanya. Ya sudah memang itu jadi keputusannya. Pesan kami, mau pilihan ke berapa pun pastikan bukan asal memilih.
Seperti yang diceritakan di awal, Keke lolos di 2 PTN ternama melalui jalur mandiri. Tapi, dengan berbagai pertimbangan melalui diskusi bersama, kami memutuskan kuliah di universitas swasta yang kualitasnya juga termasuk bagus di Indonesia.
Chi paham banget kesedihan orangtua ketika anak gagal masuk PTN. Apalagi kalau kondisi keuangan juga membuat orang tua tidak leluasa memilih anak masuk PTN jalur mandiri atau PTS ternama. Sedangkan di sisi lain juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Belum lagi berbagai macam ekspetasi yang sudah dibayangkan kalau anak lolos PTN yang diinginkan. Tapi, apapun hasilnya, tetaplah berusaha menjaga mental anak. Chi lihatnya aja sedih lho ketika membaca berbagai utas mereka yang gak lolos, tapi menjadi down justru karena sikap orangtua. Apalagi sampai ada yang kepikiran mengakhiri hidup.
Yuk, buat para orangtua yang anaknya tahun depan atau beberapa tahun lagi akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, mulai ikut terlibat dalam prosesnya. Setidaknya orang tua tau persis seperti apa effort anak. Mulai belajar untuk menghargai dan bersiap bila anak gagal SNBT. Jangan hanya menuntut harus mencapai nilai UTBK bagus dan berhasil masuk PTN. Jangan sampai terjadi penyesalan dan terlambat mengantisipasi. Naudzubillah.
Kenapa? Karena emosi anak butuh divalidasi. Meskipun anaknya mungkin terlihat santai sekalipun, seperti Nai yang memang gak terlalu antusias kuliah di perguruan tinggi. Tetap aja Chi peluk. Karena kan gak tau persis juga isi hatinya seperti apa.
Kalau K'Aie gak memeluk Keke dan Nai, tapi juga tidak menghakimi. Sama kayak Chi, terus memberi dukungan untuk anak-anak. Jadi, memang tidak harus memvalidasi emosi dengan cara dipeluk. Setiap orang tua punya caranya sendiri memberikan dukungan terhadap anak. Intinya, kami berdua sama-sama tidak ingin membuat anak menjadi jatuh mentalnya.
Menurut kami, anak kalau divalidasi emosinya akan merasa kalau dia dihargai. Orangtua akan selalu berusaha ada untuk anak dalam situasi apapun. Anak gak dibiarkan sendirian mengelola emosinya, apalagi kalau sedang sedih. Jangan sampai hatinya menjadi kosong karena merasa gak ada yang peduli.
Setelah Tenang, Ajak Anak Evaluasi Nilai UTBK Bersama
Jangan terburu-buru mengajak evaluasi. Beri waktu untuk tenang. Gak hanya anak yang menjadi tenang, orangtua pun harus.
Ketika Keke gagal di SNBT, perasaan Chi campur aduk. Udah pasti sedih banget. Apalagi Keke juga terlihat sedih. Kalau pun lolos di tes mandiri, biayanya tentu bisa sangat jauh berbeda. Kalau anak-anak bilangnya PTN rasa swasta. Karena uang pangkalnya kemungkinan bisa jauh lebih mahal.
Tapi, Chi harus tetap berusaha lebih tenang. Langsung kasih Keke pelukan dan memberi ucapan yang menenangkan. Sambil berusaha juga menenangkan diri sendiri.
Evaluasi Sebelum SNBT Dimulai
Evaluasi sudah sering kami lakukan dari sebelum SNBT. Berkali-kali diskusi dengan anak-anak, mempelajari hasil tes minat dan bakat, juga berdiskusi dengan wali kelas bimbel.Ada beberapa alasan, kenapa Chi lebih sering berdiskusi dengan wali kelas bimbel. Pertama, pelajaran di bimbel hanya matpel yang akan diuji di SNBT. Kedua, orang tua dapat raport tiap bulan, sedangkan kalau sekolah rapotannya per semester meskipun ada raport bayangan. Bahkan gak perlu menunggu rapotan. Kapan pun Chi bisa berdiskusi dengan walas bimbel. Ketiga, jumlah murid per kelas jauh lebih sedikit di bimbel daripada sekolah. jadi walas bimbel lebih mengenal muridnya.
Evaluasi Setelah Nilai UTBK Keluar
Karena rutin mengevaluasi sebelum SNBT, Chi jadi tau seberapa besar usaha Keke untuk belajar. Nilainya selalu baik, bahkan sempat optimis dia bisa masuk PTN yang diinginkan karena nilai try outnya seringkali tinggi. Setiap kali berdiskusi dengan wali kelas juga seringkali bilang optimis.Kalau anaknya udah berusaha serius, masa' iya masih harus dimarahin ketika mengalami kegagalan. Bisa-bisa jadi terpuruk karena merasa usahanya gak dihargai. Bahkan mungkin jangka panjangnya bisa membuat anak melegalkan berbagai cara supaya berhasil dan diakui. Duh, jangan sampai kayak gitu, ya. Tetap harus pakai cara yang benar. Makanya, meskipun sedih, Chi gak merasa marah ke Keke. Karena tau proses dia belajar.
Lain cerita kalau Keke memang malas-malasan belajarnya. Mungkin hal pertama yang akan kami lakukan setelah memeluk adalah emnegur karena malas belajar.
Menurut Chi, itulah pentingnya orangtua tau proses anak berusaha. Jangan hanya menuntut harus berhasil tanpa mau tau prosesnya. Semua sama-sama berusaha. Anak berusaha untuk lolos ujian, sedangkan orangtua berusaha mencari dananya. Bila sampai gagal, sama-sama berbesar hati kemudian mencari solusinya.
Setelah semua tenang, Chi dan K'Aie mengajak Keke berdiskusi. Kami sempat menawarkan gap year, tapi Keke memilih tetap kuliah meskipun bukan di pilihan pertamanya. Ya sudah memang itu jadi keputusannya. Pesan kami, mau pilihan ke berapa pun pastikan bukan asal memilih.
Seperti yang diceritakan di awal, Keke lolos di 2 PTN ternama melalui jalur mandiri. Tapi, dengan berbagai pertimbangan melalui diskusi bersama, kami memutuskan kuliah di universitas swasta yang kualitasnya juga termasuk bagus di Indonesia.
Chi paham banget kesedihan orangtua ketika anak gagal masuk PTN. Apalagi kalau kondisi keuangan juga membuat orang tua tidak leluasa memilih anak masuk PTN jalur mandiri atau PTS ternama. Sedangkan di sisi lain juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Belum lagi berbagai macam ekspetasi yang sudah dibayangkan kalau anak lolos PTN yang diinginkan. Tapi, apapun hasilnya, tetaplah berusaha menjaga mental anak. Chi lihatnya aja sedih lho ketika membaca berbagai utas mereka yang gak lolos, tapi menjadi down justru karena sikap orangtua. Apalagi sampai ada yang kepikiran mengakhiri hidup.
Yuk, buat para orangtua yang anaknya tahun depan atau beberapa tahun lagi akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, mulai ikut terlibat dalam prosesnya. Setidaknya orang tua tau persis seperti apa effort anak. Mulai belajar untuk menghargai dan bersiap bila anak gagal SNBT. Jangan hanya menuntut harus mencapai nilai UTBK bagus dan berhasil masuk PTN. Jangan sampai terjadi penyesalan dan terlambat mengantisipasi. Naudzubillah.
Saat anak gagal SNBT, pelukan dan dukungan orangtua adalah obat terbaik untuk bangkit kembali.




41 تعليقات
Kasih semangat dan dukungan yang paling penting daripada membandingkan anak sendiri ke orang lain. Yang penting sudah berusaha.
ردحذفBetul. Usahanya harus diapresiasi. Jangan sampai anak jadi patah semangat.
حذفSepakat. Orangtua itu ibarat rumah bagi sang anak. Kalau orangtua langsung menghakimi dan memarahi karena anaknya gagal SNBT, bisa hancur hatinya dan ngeri kalau sampai berbuat hal tidak diinginkan saking frustasi atau putus asa.
ردحذفMemeluk anak apapun hasil perjuangannya memberi kekuatan dan waktu setelah itu barulah di evaluasi. Langkah yang Mbak lakukan sangat menarik dan bermanfaat sekali.
Ngeri kalau anak sampe beneran bundir. Penyesalan orangtua bisa terlambat. Naudzubillah.
حذفSepakat, saat anak menghadapi kegagalan, hal pertama yang mereka butuhkan bukan ceramah atau tuntutan, melainkan dukungan dan penerimaan dari orang tuanya. Tidak semua perjuangan berakhir sesuai harapan, tetapi mengetahui bahwa usaha mereka dihargai akan membantu anak bangkit dan melangkah ke tahap berikutnya dengan lebih kuat
ردحذفInsyaAllah, anak kalau perasaannya divalidasi bisa bangkit dan sukses ya, Mbak
حذفBagian yang paling menyentuh memang ketika orang tua tetap hadir dan memberikan dukungan saat anak sedang kecewa. Kegagalan dalam satu jalur seleksi bukan akhir dari segalanya, meskipun pada saat itu rasanya sangat berat bagi anak. Kadang yang paling dibutuhkan bukan nasihat panjang, melainkan pelukan dan keyakinan bahwa mereka tetap dicintai apa pun hasilnya. Semoga semakin banyak orang tua yang bisa menjadi tempat pulang yang nyaman ketika anak menghadapi masa sulit
ردحذفSetuju sekali, yang paling penting setelah pengumuman bukan langsung membahas hasil, tetapi memastikan anak merasa didukung apa pun hasilnya. Saya juga percaya bahwa usaha dan proses belajar anak perlu dihargai, bukan hanya fokus pada lolos atau tidaknya. Kesehatan mental dan hubungan orang tua-anak jauh lebih berharga daripada sekadar angka UTBK.
ردحذفOrang tua kudu Bijak..... tugas orang tua bukan cuma menuntut hasil, tapi jadi rumah yang aman buat anak pulang, terutama saat mereka jatuh.
ردحذفZaman sekarang tekanan mental remaja tinggi sekali, apalagi melihat linimasa yang isinya kompetisi semua. Validasi emosi lewat pelukan atau sekadar tidak menghakimi itu beneran bisa menyelamatkan mental anak.
Pelukan orang tua, kepada anak memang paling nyaman apapun kondisinya. Gagal atau berhasil, keberadaan orang terdekat memang sangat membantu untuk kembali menapaki kehidupan dengan lebih baik
ردحذفTidak dengan menghakimi, tapi menemani nya
Tulisan ini beneran sebuah pengingat berharga banget buat para ortu ya. Jangan sampai terlalu ambisius dan lupa memanusiakan anak. Ketika
ردحذفanak gagal SNBT, pasti ia sangat terpuruk dan merasa gagal. Pelukan ortu dan kalimat bijak sangatlah dibutuhkan dalam situasi begitu.
Setidaknya, anak jadi punya harapan dan semangat buat berusaha lagi atau cari jalan lebih baik. Terima kasih pengingatnya.
Yaa Allah... sedih banget bacanya. Kebetulan si bungsu tahun ini juga kecewa banget karena tidak lolos di manapun. Padahal dia merasa nilainya memuaskan, dan dia juga belajar mati matian untuk itu...
ردحذفKarena anak laki-laki, bener Chi, mereka butuh waktu sejenak dan ketika udah lewat beberapa hari, aku baru tersadar dia nangis di tempat tidur... 😭
aku juga memeluk lamaaa dan cerita tentang perjuangan anak se Indonesia yang juga berjuang sama seperti dia, yang ngga punya pilihan ketika tidak berhasil masuk PTN:(((((
dia beruntung masih ada orang tua yang lengkap dan masih bisa membiayai masuk ke PTS yang lumayan bagus.
salah satu teman malah mendiamkan anaknya berminggu-minggu padahal dia sudah masuk UGM jalur eligible, karena di semester 2 sepertinya dia dibully.
well semoga tulisan ini mencerahkan banyak ibu lainnya
Ya, Allah. Kok malah didiamkan anak teman Mbak Tanti itu, ya. Padahal kena bully. Semoga aja lekas selesai masalahnya dengan baik.
حذفSaya dan suami juga bukan tipe orang tua yang memaksa anak harus A, B, atau C. Selama akhlak mereka baik, rajin ibadah, dan berusaha keras itu sudah cukup. Gak keterima PTN seperti ortunya gapapa. Banyak kok PTS dengan akreditasi bagus dan mentereng kualifikasinya. Dengan status PTN yang sudah "diswastakan" sesungguhnya keduanya equal. Yg penting anak kuliah atas minat, ketertarikan, yang dipilih oleh mereka sendiri. Dan mereka wajib bertanggung jawab atas pilihan itu. Orang tua adalah supporter dalam segala hal. Gak cuma finansial tapi juga mendorong mentalitas mereka. Ini pendapat pribadiku ya. Dan kebetulan seide dan sejalan dengan suami.
ردحذفIya sekarang banyak PTS yang bagus. Selain itu, biaya di PTN juga gak otomatis murah. Malah ada yang lebih mahal dari swasta
حذفAdikku nih. Dia baru lulus SMA. Waktu itu, dia lapor kalau ada kemungkinan nggak lolos nilai UTBK-nya (yang beneran nggak lolos). Tapi aku nggak menghakimi dia. Meskipun aku tahu, dia juga nggak antusias untuk kuliah.
ردحذفYang jelas aku dukung dia untuk kemajuannya.
Semangat selalu untuk adiknya, ya
حذفTulisan yang sangat mengingatkan bahwa hasil ujian memang penting, tapi kesehatan mental anak jauh lebih penting. Kadang yang paling dibutuhkan anak setelah gagal bukan nasihat panjang, melainkan merasa didengar dan diterima apa adanya.
ردحذفIya. Kesehatan mental juga harus diperhatikan.
حذفBetul bangeeet. Anak butuh sekali divalidasi perasaannya. Tidak adil kalau orang tua serta merta menghakimi hasil ujian masuk PT-nya yang buruk. Orang tua mesti mengjargai perjuangannya juga.
ردحذفKasihan anaknya kalau tidak divalidasi perasaannya
حذفMembaca tulisan ini rasanya campur aduk, tapi bener-bener menenangkan. Gagal SNBT itu emang berat banget buat mental anak, tapi bener kata Kakak, ini bukan akhir dari segalanya. Masih banyak jalur mandiri, swasta, atau bahkan gap year yang bisa jadi jalan sukses yang lain. Semangat terus buat para orang tua yang lagi mendampingi anaknya melewati fase ini!
ردحذفMemang nyesek sih rasanya kalau gagal. Saya juga ikutan sedih ketika anak gagal SNBT. Tapi, gak adil rasanya kalau malah nyalahin anak. Apalagi anak udah berusaha keras belajar.
حذفTahun depan bersiap untuk UTBK an SNBT lagi nih mak chi untuk anak tengahku yg sekarang mau masuk ke kelas 12-nya. Semoga Allah lancarkan, mudahkan, dan berikan hasil yang terbaik untuk setiap usaha dan doa kami. Aamiin YRA jujur akupun selalu deg2an setiap tahun menunggu hasil SNBT gak cuma anak-anak dan ponakan2 atau cucu (yes cucu ponakan), tapi secara keseluruhan termasuk anak2 teman. Selalu percaya bahwa jalan kesuksesan ada di banyak pintu sepanjang kita berusaha. Klo kita bisa berjiwa besar insyaAllah punya cukup ruang untuk menjadi tempat kembali saat anak menghadapi ujian tantangannya.
ردحذفPilihan anak sebenarnya mencirikan tu lah kemampuan dia. Sebagai orang tua pasti ingin anak menjadi yg terbaik yg Ter Ter dibanding lainnya
ردحذفTapi sebagai orang tua juga harus ingat ya, kita tidak bisa memaksakan diri
Mungkin kita bisa jadi pendukung dan penyemangat selain donatur terbesar pastinya
Soal didik mendidik, emang ibu paling punya kompetensi, maka ada pepatah ibu itu madrasah pertama bagi anaknya, walaupun dalam konteks yang berbeda ya. Jadi inget istri, kalo belajar itu pasti digunakan terus sampe anak bosen, tapi pas hasilnya tidak sesuai ekspektasi, tidak pernah marah justeru anaknya dibesarkan hatinya, dipeluk. Saya juga bukan tipe ambisius, jadi kalo udah ada hasilnya ya tinggal tawakal dan evaluasinya.
ردحذفNah setuju, tuh. Ikhtiar kalau udah maksimal, lanut tawakkal dan evaluasi
حذفSaya membaca artikel ini dan merasa relate, karena kadang beberapa orang tua lupa bahwa di balik sebuah angka ada perjuangan, harapan, dan perasaan seorang anak yang sudah berusaha keras. Apapun hasilnya, sebaiknya kita percaya bahwa anak-anak sudah memberikan usaha maksimal.
ردحذفIya jangan sampai malah anak jadi patah semangat
حذفProses berjuang menurut saya lebih penting dibandingkan hasil. Belajar menghargai perjuangan anak jaauh lebih berarti daripada hasil nilai itu sendiri. Tetap memberi apresiasi apapun hasil SNBT anak-anak kita karena mereka telah berjuang.
ردحذفSebuah tulisan yang mesti dibaca oleh para ortu, supaya ketika anak gagal SNBT tidak mencak-mencak dan emosional. Pasti kebayang anaknya juga merasa bersalah dan gagal. Jadi perlu banget di peluk dan di semangati.
ردحذفSemua anak pastinya berjuang dengan sungguh-sungguh tetapi hasil akhir tidak pernah ketebak memang. Semoga saja anak-anak yang gagal
SNBT tetap semangat dan dapat pelukan tepat dari para ortu.
Setuju nih. Orang tua kadang memang suka lupa kalau anak perlu dipeluk dan diberi dukungan apalagi jika gagal dalam UTBK. Beban mereka pasti sudah berat dan ditambah gagal masuk akan bertambah berat juga
حذفPeran orangtua yang paham seperti ini yang tentunya diharapkan si anak, karena bukan penghakiman kenapa gagal, kenapa nilainya ga nyampe, kamu gak fokus, kamu ga bener belajarnya, dan segala macamnya. Hal seperti ini jadi masukan untuk orangtua dan calon orangtua
ردحذفTerima kasih buat pengingatnya, mbak. Kadang sebagai orang tua kita hanya memikirkan keinginan anak yang harus lulus ptn padahal ketika anak tidak lulus seharusnya kita bisa memberikan pelukan dan tidak menyalahkan anak yang sudah berusaha mati-matian buat masuk ptn incarannya
ردحذفKalau anak gagal, aku juga akan terus kasih semangat dan pelukan, masih ada swasta. Mungkin ini yg akan aku alami 3 tahun lalu. Waktu adikku juga selalu kasih dia dukungan, akhirnya dia sendiri yg memilih swasta aja
ردحذفSetuju nih. Nilai UTK jangan jadikan patokan anak sukses. Yang ngga lolos pun bukan berarti mereka tidak berusaha atau bodoh. Yang penting dukung anak hingga ngga bikin mereka tambah down.
ردحذفArtikel yang sangat menguatkan. Kadang yang paling dibutuhkan anak bukan nasihat panjang, tapi kehadiran dan dukungan orang tua yang membuat mereka tetap percaya diri untuk melangkah lagi.
ردحذفSetuju untuk tetap peluk dan validasi emosi anak saat berhasil maupun gagal UTBK. Sebab, lulus UTBK pun bisa jadi momok baru bagi anak karena akan masuk ke dunia yang sangat asing
ردحذفTerima kasih sudah mengingatkan, Mbak. Betul sih ya, persiapan ke arah sana bahkan sudah perlu dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Bukan hanya persiapan akademik, tapi juga persiapan dalam hal psikologis, bagaimana menyikapi skenario atau rencana ABC, juga yang nggak kalah penting membangun terus kedekatan dengan anak yang makin beranjak dewasa agar ketika ada tantangan muncul lebih mudah juga untuk menghadapinya secara bersama-sama.
ردحذفkasian banget kalau ada anak yang orang tuanya bukan menguatkan tapi melemahkan. gagal SNBT malah dimarahi, aduuh kasiaan bangeetanak itu harus dihargai proses perjuangannya, bukan semata melihat hasilnya....anak sudah berjuang memang paling bagus yaa dipeluk ditenangkan,,,,
ردحذفSaya melihat bahwa yang paling rapuh saat gagal bukan nilai UTBK-nya, tapi mental dan rasa berharga seorang anak. Kadang yang mereka butuhkan bukan solusi, cukup diyakinkan bahwa gagal hari ini bukan akhir dari masa depannya. Peluk dulu, evaluasi belakangan ya Mba Mir.
ردحذفTerima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)
Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^