Selasa, 31 Januari 2017

Percaya Diri Membuat Konten Kreatif

Percaya Diri Membuat Konten Kreatif

Chi kerap berpikir seperti apa sih yang dimaksud konten kreatif? Cukupkah hanya dengan membuat tulisan yang menarik? Perlu infografis? Perlu foto? Perlu video juga? Sudah kreatif kah berbagai konten yang Chi buat?

Pertanyaan berikutnya adalah seberapa penting memiliki perangkat yang didukung dengan  Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor dalam hal proses membuat konten kreatif? Apabila diibaratkan sebagai otak, maka semakin canggih processor yang dimiliki perforrmanya pun bisa diandalkan. Pekerja di bidang grafis dan IT biasanya menggunakan Intel Core i5 atau i7 karena mampu bekerja secara multitasking dengan kecepatan yang sangat baik. Bagaimana dengan blogger? Apakah sudah perlu menggunakan processor secanggih ini? Chi akan bahas di sini, ya.

Minggu, 22 Januari 2017

Belajar Semangat dari Ayu Ningtias


Tentang Ayu Ningtias

Nama lengkapnya Ayu Citraningtias, tapi dengan alsan supaya lebih ringkas dipendekkan menjadi Ayu Ningtias untuk nama di semua akun social media miliknya. Ayu adalah seorang ibu muda yang memiliki seorang bayi perempuan berusia 7 bulan. Saat ini Ayu wara-wiri Sampit - Palangkaraya mengikuti suami yang terkena mutasi.

Ayu pernah diberi julukan olok-olokan ELSE (Elek Semangat) saat masih SMP oleh teman-temannya. Setiap hari, Ayu harus menempuh jarak sejauh 20 km dengan sepeda onthel ke sekolah. Semangat yang tinggi itu terbayar dengan berhasil masuk SMA favorit. Dan tidak hanya itu, kebahagiannya bertambah karena di SMA sudah tidak lagi dibully sehingga Ayu lebih bisa mengembangkan diri.

Bergabung di ekskul pecinta alam menjadi tempatnya untuk mengembangkan diri. Berhasil mendapatkan beasiswa saat kuliah, skripsinya masuk koran, dan berhasil lulu cum laude pada tahun 2011 menjadi rangkaian kesuksesan Ayu berikutnya. Ayu diterima bekerja di salah satu perusahaan electronic ternama hingga dia menikah dan kemudian resign karena ikut tugas suami di Sampit. Membaca kisahnya di Arisan Blogger group 1 ini membuat Chi berkesimpulan kalau Ayu memiliki semangat tinggi yang harus dicontoh banyak orang, termasuk Chi.

Jumat, 13 Januari 2017

Tip Kulit Tetap Sehat dan Lembut Saat Traveling dengan REDWIN Sorbolene Moisturiser

Kulit Sehat dan Lembut dengan REDWIN Sorbolone Moisturiser

Suami: "Bun, lihat tuh Keke mulai garuk-garuk. Kayaknya kulitnya mulai kering."

Eyaampuunn! Saya pun langsung mengambil tas dan memberikan moisturiser ke Keke. Selama beberapa hari camping di tempat yang dingin, saya lupa memberikan pelembap kepada anak-anak dan suami. Bahkan kepada diri saya sendiri.

Padahal saya pun sudah mulai merasa kulit semakin hilang kelembapannya terutama di area wajah. Kalau di tangan dan bagian lainnya, belum terlalu saya rasakan. Mungkin karena setiap hari tertutup pakaian dan tidak terkena matahari langsung, jadi gak begitu merasakan gejala gatal seperti yang Keke rasakan. Meskipun udah berasa kering juga.

Kebiasaan saya banget, nih! Kalau lagi liburan suka lupa merawat diri. Padahal selalu bawa dari rumah. Tapi sering lupa dipakai. Yang diinget cuma mandi aja abis itu selesai. Duh ... duh ... Beneran pelupa!

Untuk traveling akhir tahun lalu, saya bawa REDWIN Sorbolone Moisturiser. Untuk pertama kalinya saya pakai pelembap ini bahkan tutup bagian dalamnya pun masih tersegel rapat ketika saya bawa. Bagian tersegel ini salah satu yang bikin saya suka dari pelembap ini, lho. Tapi sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang segel dan kelebihan lain dari REDWIN Sorbolone Moisturiser, mendingan cari tahu dulu apa aja penyebab kulit kering.

Rabu, 11 Januari 2017

Menulis Itu Asyik!

Menulis Itu Asyik!

Menulis itu asyik. Salah seorang teman di sekolah Keke dan Nai beberapa kali meminta Chi untuk memberikan pelatihan menulis kepada anak-anak usia 9-14 tahun. Berangkat dari kekhawatiran orang tua yang melihat anak-anak zaman sekarang susah kalau disuruh menulis. Kalaupun menuangkan cerita lebih suka membuat komik.

Maunya orang tua, anak-anak bisa menulis cerita seperti kayak zaman sekolah dulu bikin karangan. Lebih bagus lagi kalau bisa menulis reportase. Dan nilai plus kalau tata bahasa tulisannnya pun sesuai dengan KBBI. Buat orang tua kemampuan ini akan berguna bila suatu saat mereka harus bikin karya tulis, skripsi, dan lain sebagainya.

Awalnya Chi menolak. Lha, Chi aja masih banyak belajar untuk urusan penyusunan kata-kata. Seringkali masih suka lihat KBBI supaya bisa menulis dengan tepat. Sama seperti anak-anak lainnya, Nai lebih suka membuat komik. Keke lebih suka bercerita langsung daripada ditulis. Dan kayaknya dia lebih tertarik nge-vlog dari nge-blog. Jadi bagaimana mungkin bisa ngasih pelatihan untuk anak-anak lain kalau buat Chi aja masih PR banget.

Chi pun mengusulkan untuk ganti topik. Bukan tentang pelatihan menulis tetapi memberikan motivasi. Menurut Chi, anak-anak harus dibangkitkan dulu minatnya. Terlebih sekarang era digital dan anak-anak sangat akrab dengan gadget. Bakal susah meminta mereka untuk menulis di selembar kertas bila tidak memiliki minat.

Apapun media yang mereka gunakan, bebaskan saja. Di buku, kertas gambar, blog, atau socmed juga biarkan saja. Mau cerita seperti membuat cerpen, novel, atau komik pun gak apa-apa. Yang penting timbulkan minatnya dulu dan pelan-pelan anak mau belajar bagaimana menulis atau bercerita dengan benar.

Perubahan topik pun disepakati, giliran waktunya yang mundur melulu. Teman Chi ini sudah meminta sejak tahun 2015. Tapi, waktunya yang gak klop. *(Sok) sibuk sekali Chi 😂* Setelah berkali-kali mundur, akhirnya sepakat acara dilakukan pada awal April 2016.

Kamis, 05 Januari 2017

Jaim, Sombong, Tidak Bersosialisasi, Atau ...


Jaim, sombong, tidak bersosialisasi, atau ... Ah, sebelum terburu-buru memberi label negatif untuk anak, mendingan coba baca postingan ini dulu, yuk!

Sore itu, Chi lagi berusaha untuk tidur siang menjelang sore di tenda. Tiba-tiba Nai datang menghampiri.

Bunda: "Hallo, Dek. Gak main?"
Nai: "Enggak, ah."
Bunda: "Adek pengen main perosotan, ya?"
Nai: "Iya."
Bunda: "Tapiiii ..."
Nai: "Ima malu."
Bunda: "Kenapa harus malu. Main aja sana, mumpung banyak temannya."
Nai: "Enggak, ah. Di sini aja."
Bunda: "Ya, udah. Bunda tidur dulu, ya. Adek jangan ganggu."

Chi pun mencoba untuk tidur. Gak ada niatan untuk menemani Nai bermain perosotan walaupun dia terlihat sangat ingin. Tapi percuma juga Chi bujuk untuk menemani, pasti akan ditolak. Kalaupun mau, dia akan terpaksa bermainnya. Jadi, daripada Chi kesal, mending tidur aja. Apalagi hampir semalam suntuk Chi belum tidur. Saatnya nge-charge tenaga sejenak mumpung udara lagi sejuk dengan angin sepoi-sepoi. *Kemudian Chi pun bablas tidur sampai lewat maghrib. Itu juga dibangunin 😅

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge