Featured Post

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingg...

Selasa, 03 Oktober 2017

Membuat Cerita Berangkai

Membuat Cerita Berangkai

Sedang melihat foto lama dan Chi menemukan foto ini. Dulu Chi sering banget bikin kegiatan membuat cerita berangkai kayak begini terutama sama Nai.

Biasanya kami paling sering bermain di parkiran sekolah. Saat Keke dan Nai waktu pulangnya belum bersamaan. Mau pulang ke rumah dulu nanggung banget. Selisihnya cuma 1 jam. Paling sampe rumah cuma minum doang abis itu jalan lagi. Jadi mendingan nunggu di parkiran karena kalau nunggu di kantin sekolah pasti banyak jajannya ๐Ÿ˜‚

Kalau di parkiran, biasanya Chi tidur dan Nai menggambar. Atau ngobrol sambil main cerita berangkai. Tapi kayaknya paling sering tidur ๐Ÿ˜œ

Cara bermainnya mudah. Salah satu dari kami akan melempar satu kata terlebih dahulu, kemudian secara bergantian kami saling merangkai kata. Contohnya seperti ini

Bunda: "Tita ..."
Nai: "Pergi ..."
Bunda: "Ke ..."
Nai: "Pasar ..."
Bunda: "Untuk ..."
Nai: "Membeli ..."
Bunda: "Baju ..."
Nai: "Tetapi ..."

Pokoknya begitu terus, sambung-menyambung sepanjang mungkin. Gak harus pakai kata baku yang penting jangan kasar. Gak perlu juga harus bikin cerita sesuai realita. Bebaskan aja imajinasinya. Apalagi yang namanya anak-anak imajinasinya lagi liar bebas merdeka seluas-luasnya.

Permainan akan berhenti setelah salah satu dari kami mentok untuk meneruskan atau lama kelamaan ceritanya jadi makin lucu dan kami tertawa bersama. Kalau udah gitu biasanya kami bikin kalimat baru. Kegiatan seperti ini bener-bener killing time, lho. Gak bosen menunggu di parkiran, tau-tau Keke udah keluar kelas.

Kalau foto di atas, itu kegiatan di rumah. Cara bermainnya sama aja seperti merangkai kata saat di parkiran. Hanya saja masing-masing membuat beberapa kata sekaligus dan tetap dilakukan secara bergantian. Untuk aktivitas yang di rumah ini tentunya menunggu anak sudah bisa meuliskan beberapa kata sederhana dulu. Kalau belum bisa menulis, sebaiknya bikin cerita berangkai seperti yang kami lakukan di parkiran aja.

Pengembangan lainnya bisa dilakukan dengan membuat masing-masing 1 paragraf secara bergantian. Salah satunya kayaknya pernah Chi tulis di sini. Tapi udah dicari belum ketemu juga. Nanti deh kalau ketemu Chi share lagi ceritanya.

Kegiatan seperti ini juga termasuk belajar tapi dengan cara yang asik. Anak gak sadar kalau mereka sebetulnya sedang belajar. Mereka merasanya seperti bermain. Chi pun gak harus ngomel karena mereka melakukannya dengan senang hati. Sambil bermain, Chi juga melakukan evaluasi. Minim bahkan zero stress lah kalau belajar kayak gini.

Ketika membuat cerita berangkai, Chi jadi tau seberapa banyak koleksi kosa kata anak-anak dan juga sejauh apa imajinasi mereka. Begitupun ketika dibuat dalam tulisan, secara gak sadar mereka juga sedang belajar menulis. Chi jadi tau udah serapi apa tulisan mereka dan apakah sudah benar tulisannya.

Saat diminta membuat cerita 1 paragraf, Chi juga menilai kalau Nai senang dengan cerita yang 'manis'. Seperti tentang anak yang masuk ke dunia permen, es krim, dan yang serba manis lainnya. Sedangkan Keke dengan dunia gamenya. Serunya mereka bisa menggabungkan 1 tokoh anak dalam cerita tersebut ke dalam 1 cerita.

Kalau sedang bermain seperti ini, sebaiknya jangan terlalu cepat untuk melakukan kritikan atau bersikap menggurui. Contohnya seperti foto di atas. Nai menulis 'stobere' yang sebetulnya maksudnya strawberry. Biarkan aja seperti itu untuk sementara. Mereka merasa sedang bermain, nanti kalau dikritik malah jadi bad mood. Semangat bermainnya menurun.

Ya Chi coba balikin aja ke diri sendiri. Kalau lagi asik bersenang-senang trus ada yang mengkritik pasti mood suka jadi berubah. Bukan berarti gak mau terima kritikan, lho. Tapi tempatkan di waktu yang tepat.

Makanya Chi memilih untuk menunggu sejenak. Kritikan atau perbaikan bisa dilakukan ketika sedang belajar. Atau di waktu lainnya yang memang sudah dirasa tepat.

Ah, jadi kangen masa-masa mereka masih anak-anak ๐Ÿ˜˜

25 komentar:

  1. Waaaaaah, bisa ditiru ini permainannya... Kalau anakku yang pertama critanya lebih sering dengan gambar... Jadi dia menggambar apa yang baru dia alami. Jangan langsung kritik, ini penting banget ya untuk menjaga mood anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah juga bikin cerita pakai gambar. Kayaknya pernah ditulis di blog ini juga

      Hapus
  2. Hahahaha seru banget.. aku ga pernah main beginian. Ntar kalo dah punya anak, I'll be a really cool mom... iya nih secara ga langsung ngajarin anak utk kenal lebih banyak kata lagi..

    BalasHapus
  3. Pengen niru permainan ini. Bisa tahu kosakata si anak. Biasanya aku sama anak2 cuma ngarang cerita saja. Ngomong-ngomong aja. Lalu si anak ikut meneruskan cerita.

    BalasHapus
  4. Seru nih. Aku blm pernah main kaya gini sama krucils. Perlu sicoba nih. Drpd krucils kebanyakan main game kan ya...

    BalasHapus
  5. Permainan ini emang seru banget. Seingatku dlu pernah main ama anak tapi yangada lagunya itu loh mba. MAu mencoba main lagi ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang lagunya, 'sedang apa sedang apa sedang apa sekarang' ya?

      Hapus
  6. Seru ya mbak, hahahahaha. Dulu aku suka main di fb. Di komunitas gitu, lalu siapa aja nyambungin, jadi seru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata ada juga yang suka main ini di salah satu komunitas, ya?

      Hapus
  7. bagsu juga ya mengasah anak bisa menyusun kalimat yang baik

    BalasHapus
  8. Seru ya, sampe anak-anakku remaja kadang masih senang main cerita berangkai ini pas lagi iseng๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai besar permainan seperti ini memang menyenangkan

      Hapus
  9. keren amat mba miiiirr.
    nambah kosa kata juga ini. bikin anak kreatif mengarang. bisa-bisa nanti pelajaran bahasa indonesianya 100, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya susah kalau bahasa Indonesia mencapai 100 hihihi

      Hapus
  10. Aku juga kangen masa masa bermsin dengan anak2. Kalo aku dulu bikin cerita bersambung dengan tema khusus. Seperti hujan, pesta, dll. Seneng kalo mentok, dan ngakak bareng

    BalasHapus
  11. Bener juga tentang jangan mengkritik pas lagi maem, smg entar2 klo dah punya anak inget ini. Seru ya sambil main jd lebih kenal anak sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya karena terjalin bonding saat beraktivitas :)

      Hapus
  12. Keren mba pengajaran kayak gini ke anak. Bikin anak kreatif juga ya.

    BalasHapus
  13. Aku sering nih begini sama bocah. Tapinya, ujungnya sering ngacaprak. Dia masih ke mana2 imajinasinya. :)))

    BalasHapus
  14. Ini permainan seruuu kalau lagi road trip! Soalnya bisa jadi dodol akhirnya hehehe.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge