Selasa, 11 Juli 2017

Live to The Max Saat Semakin Fokus dengan Anak-Anak


Bunda: "Gimana hari pertama sekolah, Ke?"
Keke: "Hmmmm ... Biasa aja."

Keke menjawab dengan santai. Dari raut wajahnya yang juga terlihat santai sudah membuat Chi lega dan bahagia. Ya, beberapa kali Chi  bercerita di blog ini kalau Keke termasuk anak yang kadang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Meskipun tahun ajaran ini dia bukan lagi anak baru di sekolah, tetapi suasananya kan bisa jadi baru. Apalagi teman sekelasnya juga diacak lagi dan wali kelasnya pun baru.

Bunda: "Teman-teman sekelas Keke bagaimana? Ada yang kenal?"
Keke: "Banyak, lah. Apalagi yang sekelas ma Keke pas kelas 7 juga lumayan banyak yang sekelas lagi."
Bunda: "Wali kelas tadi udah masuk?"
Keke: "Udah."
Bunda: "Anak-anak baru gimana? Udah pada masuk juga, dong."
Keke: "Udah tapi gak ada yang cakep, Bun."
Bunda: "Yaaaa ... belum kelihatan aja kali! Tunggu aja sampe mereka pakai seragam SMP. 3 sampai 6 hari pertama kan masih pada pakai seragam SD. Aura anak SMPnya belum keluar. Ingat gak tahun lalu kan Keke juga pernah ngomong begini. Tapi begitu udah pada pakai seragam SMP baru deh pada cakep, kan? Hehehe."

Kami pun tertawa. Ya gini deh kegiatan kami sehari-hari setiap kali pulang sekolah. Chi selalu bertanya keseharian anak-anak selama di sekolah. Mereka kan udah bukan siswa play group lagi. Kalau bukan dengar dari cerita mereka, dari mana lagi Chi tau kegiatan selama di sekolah? 😊 *Nai masih libur sekolahnya, jadi belum ada obrolan tentang sekolah.

Sambil makan siang, obrolan pun berlanjut. Keke cerita kalau tadi para siswa dikumpulkan di aula untuk mendengarkan promosi bimbel. Keke sempat mengutarakan keinginannya untuk bimbel karena tertarik dengan promosinya.

Bunda: "15 juta per tahun, Ke? Mending Bunda pindahin Keke ke sekolah swasta lagi kalau segitu."

Keke pun tertawa. Dia memang gak ngotot banget kepengen bimbel, sih. Kami pun masih bisa melanjutkan berdiskusi dengan santai. Apa manfaat dan resiko bimbel, tidak hanya dari sisi biaya. Diskusi berakhir tetap dengan keputusan awal, belajar sendiri didampingi bunda. *Siap ikat kepala yang kencaaaang 😂

Sejak tahun ajaran kemarin berakhir, Chi memang sudah bilang ke anak-anak bila sudah masuk sekolah lagi kegiatan belajar di rumah akan ditingkatkan. Bila sebelumnya, Keke dan Nai belajar hanya bila ada pelajaran yang belum dimengerti saja. Atau bila dapat pekerjaan rumah *Biasanya Keke nih yang banyak banget PRnya.

Latihan ... Latihan ... dan Latihan ...

Nah, untuk tahun ajaran ini akan Chi tambah dengan beberapa latihan yang dipersiapkan di rumah. Nai tahun ajaran ini akan menghadapi Ujian Nasional. Kalau Keke masih tahun depan tapi Chi merasa kalau sudah SMP sebaiknya persiapannya sejak 2 tahun sebelumnya. Apalagi kami masih bertekad untuk tidak mengikuti bimbingan belajar manapun.

Cara yang akan Chi berikan ke Nai kemungkinan besar akan sama dengan saat Keke menghadapi UN setahun yang lalu, yaitu
  1. Memberikan beberapa soal latihan setiap hari. Sehari 1 mata pelajaran yang akan diujikan. Jumlah soal maksimal 40-50.
  2. Evaluasi hasil latihan bersama-sama
Chi akan memberikan Nai beberapa soal dan dia akan mengerjakannya seperti sedang ujian. Setelah selesai akan Chi periksa kemudian dievaluasi bersama saat itu juga. Dengan sering latihan, biasanya akan ketahuan kelemahan anak di bagian mana. Seperti Keke, untuk pelajaran matematika biasanya dia lemah di bagian pecahan. Kalau sudah tau kelemahannya di mana, nanti akan lebih fokus ke sana.

Gak semua mata pelajaran akan dikasih latihannya. Chi hanya berikan latihan untuk mata pelajaran yang akan dijadikan Ujian Nasional saja. Untuk soal-soalnya bisa didapatkan dari buku pelajaran atau buku kumpulan soal.

Jaga Stamina, Jangan Sampai Sakit


Meskipun sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya, belum tentu pelaksanaannya akan lebih mudah. Keke dan Nai memiliki karakter belajar yang berbeda. Keke lebih ke auditori sedangkan Nai visual. Masing-masing memiliki tantangan yang berbeda.

Memutuskan untuk mengajarkan anak-anak sendiri bukan berarti Chi menganggap ngerti semua mata pelajaran, lho. Chi juga masih harus banyak belajar. Terima kasih banyak untuk Google dan kunci jawaban di buku kumpulan soal dengan penjelasan yang mudah dimengerti karena sangat membantu 😂 K'Aie juga tentunya membantu setelah pulang kantor atau saat libur. Paling enggak jadi tempat curhat Chi kalau lagi kesulitan ngajarin anak-anak hehehe.

Chi tau ini akan banyak tantangan. Tantangan pelajaran *tau lah gimana pelajaran anak-anak sekarang. Susah hehehe*, tantangan kesabaran, dan lain sebagainya. Tapi tetap harus berusaha dijalankan dengan sukacita hidup Chi menjadi lebih hidup.

Salah satu caranya adalah dengan tetap menjaga kesehatan. Setuju dong kalau sehat itu bikin bahagia? Mempersiapkan latihan seperti ini tentunya butuh stamina yang cukup. Malah kalau bisa sih jangan sampai sakit. Gimana bisa ngajarin anak-anak kalau Chi malah sakit? Asupan yang bergizi harus semakin diperhatikan, nih. Minum juga gak boleh malas-malasan. Mulai rutin lagi melakukan olahraga ringan supaya tubuh tetap bugar.

Sejak Ramadhan, Chi mulai menjaga asupan gizi. Setidaknya mulai mengurangi asupan karbo berlebih. Tapi untuk olahraga memang masih harus semangat lagi biar gak cuma sebatas niat. Semangat ... Semangat!

Saat ini, kondisi kesehatan rada ngedrop meskipun sudah agak mendingan. Kepala rasanya sakit dan tenggorokan juga perih. Sempat agak demam juga selama beberapa hari, terutama saat malam. Kemungkinan karena kecapekan setelah mudik. Rumah juga sedang bebenah dengan dicat dan sedikit perbaikan. Jadi kondisinya cukup berantakan serta berdebu hingga hari ini.


Kemudian Chi ingat dengan Theragran-M, vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Chi pernah mengkonsumsinya dan cocok. Theragran-M ini multivitamin yang lengkap. Cukup diminum 1x sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Theragran-M juga sudah berlogo halal MUI sehingga Chi tidak ragu mengkonsumsinya.

Kalau sudah pulih, harus mulai fokus lagi. Maksimalkan tahun ini dengan semakin fokus kepada (urusan sekolah) anak-anak. Setahun bukan waktu yang lama. Semoga lancar tanpa halangan yang berat. Semoga hasilnya pun sesuai dengan harapan. Aamiin.  😊

12 komentar:

  1. Bener banget mba. Nemanin anak belajar buat kita juga jadi belajar ya mba. Tapi ya harus tetap sehat biar fokus nemanin anak. Aku juga pakai theragran agar selalu sehat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi materi pelajaran sekarang 'nikmat' ya hehehe

      Hapus
  2. TheRagran ini oke banget emang maaak
    kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  3. Hmmm.. Bntr lg udh masuk skolah lagi.. Rempong lg para emak hahaha.. Iya memang bener, butuh bgt vitamin u stamina, soalnya pengaruh bgt kesehatan sm prestasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalau anak-anak sekolah saya malah punya waktu untuk tidur siang hahaha

      Hapus
  4. Wah bunda nya keren Masya Allah ! ^^
    Semoga selalu dalam penjagaan Allah..

    BalasHapus
  5. Wah hebat nih Chie...diajarin sendiri di rumah. Saya sudah minta bantuan bimbel untuk Kayla pas kelas 6 kemarin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demo pengiritan sih, Mbak hahaha Tapi alasan utamanya sebetulnya gak tega melihat anak-anak belajar terus. Sekian jam di sekolah, trus harus bimbel lagi hampir setiap hari ngelihatnya gak tega. Saya sih mendingan mereka ikut kursus yang non akademis, deh

      Hapus
  6. Semangaaat..selalu perlu energi lebih untuk nemenin anak-anak...Bo et oBi selalu protes kalau mamanya letoy hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama. Kayaknya jadi ibu dituntut semangat terus, ya :D

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...