Rabu, 01 Maret 2017

Tip Membersihkan Karpet Bulu

http://www.kekenaima.com/2017/03/tip-membersihkan-karpet-bulu.html

Bunda: “Pantesan aja Nai dari tadi betah gogoleran (tidur-tiduran) di karpet. Empuk begini karpetnya.”

Chi pun ikutan gogoleran bareng Nai

Bunda: “Tau gitu gak usah pesan extra bed, ya. Tidur di karpet juga empuk. Tapi ya udah lah, keburu dibayar extra bednya.”

Chi sempat rada nyesel, sih. Kenapa juga buru-buru order extra bed. Harga extra bednya lumayan banget. Setara dengan harga 1 kamar hotel bintang 3 bahkan 4 *Jiwa itung-itungannya mulai keluar hehehe* Udah gitu ada sofa bed pula di kamar. *Duh, kenapa juga sih Chi waktu itu terburu-buru pesan extra bed* *Udah gak perlu disesalin, udah berlalu hihihi*

Karpet memang empuk. Apalagi kalau kualitasnya bagus. Paling enak tuh santai di ruang keluarga, nonton tv, trus tiduran di atas karpet. Tinggal dkasih bantal kayaknya bakal tidur beneran.

Kalau di rumah kami meminimalkan penggunaan karpet. Padahal waktu papah dan mamah pulang dari tanah suci, lumayan bawa beberapa karpet. Tapi digelarnya paling kalau lagi banyak tamu aja. Ya daripada tamunya duduk di lantai kan kasihan karena dingin. Kalau pada menginap pun sebagian tidur beralaskan karpet.

Tapi di sisi lain, karpet juga jadi musuh. Chi dan anak-anak punya alergi terhadap debu. Kalau Chi imbasnya ke kulit, anak-anak ke pernapasan. Keke mudah sekali pilek berkepanjangan kalau sedang kena debu. Sedangkan Nai memiliki asma. Meskipun sudah lama tidak kambuh, tapi tetap harus dijaga supaya jangan lagi terpicu.

Sebetulnya gak perlu juga karpet dijadikan musuh asalkan rajin dibersihkan. Iya kalau enggak rutin dibersihkan, karpet bisa jadi salah satu sarang debu. Tapi masalahnya Chi juga suka males bersihin. Abis beraaaaattt hehehe. Jadi paling Chi kepruk pake sapu lidi, di vacuum cleaner, dan dijemur aja.

Yang perlu diberi catatan adalah bila ingin membersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner. Apalagi kalau karpetnya itu karpet bulu seperti yang di foto atas. Sebelum divacuum, karpet sebaiknya dialasi dulu dengan kain tipis berserat renggang. Tujuannya supaya bulu-bulu pada karpet gak rusak karena kesedot vacuum.

Bila karpet terkena ketumpahan air, langsung diberi tissue atau kain bersih. Cukup ditekan-tekan saja hingga kering. Bila meninggalkan noda, dibersihkan di area yang terkena noda saja. Sikat sedikit dengan sikat lembut.

Chi belum pernah mencuci karpet sendiri. Khawatir lama keringnya. Nanti malah bau apek kalau gak kering. Kalau memang harus dicuci seluruhnya mending bawa ke laundry. Tapi sebelumnya pastikan dulu kita sudah baca label perawatannya.

Kalau udah gitu, sebetulnya gak ada alasan lagi untuk menjadikan karpet sebagai musuh. Asalkan dijaga kebersihannya. Dan ngomong-ngomong urusan kebersihannya gak cuma tentang nge-vacuum dan mencuci aja alias pada saat proses bersih-bersih Saat karpet digelar juga sebaiknya kebersihannya tetap dijaga.
  1. Ingatkan anak-anak untuk tidak menggunakan sepatu atau sandal di atas karpet 
  2. Jangan makan atau minum di atas karpet karena kadang remahan makanan atau air minum suka jatuh ke karpet tanpa disadari 
  3. Kalau memang harus menggelar karpet untuk makan dan minum bersama, sebaiknya dilakukan dengan tertib supaya gak terlalu mengotori karpet 
  4. Gelar karpet di area yang cenderung bersih. Misalnya di ruang keluarga, kamar, atau ruang tamu. Jangan di dapur. Gak ada fungsinya juga karpet digelar di dapur, kan?
Gelarin karpet dulu, deh. Siap-siap nonton film favorit sambil update cerita terbaru di blog. Teman-teman suka karpet yang bagaimana? Kalau karpet bulu bisa jadi alas foto yang instagramable juga, lho.

4 komentar:

  1. Impian aku nih punya karpet bulu di kamar. Tapi emang ekstra tenaga ya buat bersihinnya. Kalau punya anak masih bayi atau balita kayaknya agak susab untuk selalu bersih :)
    Makasih tipsnya ya mak Chi.

    BalasHapus
  2. Kalau makan bersama saya sih mending gak dikarpet bulu hihi... Apalagi kalo masih ada bocah... suka nyesek sendiri ketika ada yg nyengol air minum dan byuuur tumpah deh... Namanya bocah ya masa' mau dimarahi kan... #laaahjadi curcol

    BalasHapus
  3. Punya karpet bulu itu ibarat pakai gaun bagus tapi gak ingin dicuci. Sama kayak lesehan di karpet bulu. Dipakai duduk empuk dan nyamaaaann, begitu kotor, ogah nyucinya, haha.. sayang bulunya kena air :D

    BalasHapus
  4. Instagrammable banget :))
    Thanks tips-nya Mbak Chi :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...