Featured Post

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingg...

Senin, 16 Oktober 2017

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Chi lupa kenapa ada gambar patah hati di sini πŸ˜‚

Ketemu foto lama (lagi). Foto tentang kegiatan belajar di rumah. Dan ini adalah tulisan tangan Nai ketika belajar angka dengan bahasa Inggris. Kalau lihat tanggal yang tertulis di white board (5 Januari 2013) berarti usia Nai saat itu kurang lebih 6,5 tahun. Udah di kelas 1 SD.

Setiap tulisan tangan yang dibuat, cukup bisa terbaca apakah dia percaya diri atau tidak dengan jawabannya. Tidak hanya saat belajar angka, ya. Tapi belajar apapun yang mengharuskan menulis.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Walaupun tulisannya kecil-kecil, tetep dong dikasih emoticon ma dia 😁

Coba teman-teman bandingkan foto yang pertama dan kedua. Foto yang kedua tulisannya lebih kecil, kan? Kalau tulisannya kecil seperti itu, bahkan kadang sangat kecil, itu artinya dia sedang tidak yakin dengan jawabannya. Meskipun ekspresi wajahnya kelihatan santai aja.

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Meskipun masih salah, tetapi kalau dilihat dari ukuran tulisan kelihatan kalau Nai mulai percaya diri dan yakin jawabannya benar

Mengevaluasi Rasa Percaya Diri Anak Melalui Tulisan Tangan
Udah gede banget nih rasa percaya dirinya. Terlihat dari ukuran tulisannya hehehe

Nah, coba bandingkan foto yang terakhir ini. Gede banget kan tulisannya? Ini artinya Nai udah kepedean. Pokoknya dia udah sangat yakin jawabannya itu benar πŸ˜‚

Hmmm ... Sekarang Chi lagi coba mengingat Keke kecil. Seperti apa ya Chi dulu mengevaluasi rasa percaya diri Keke. Pastinya bukan dari tulisan tangan karena Keke gak suka menulis πŸ˜„
Proses evaluasi ini tentu gak instan. Awalnya Chi merasa aneh dulu, kok ukuran tulisan Nai bisa beda-beda. Setelah Chi amati sepertinya ini berkaitan dengan rasa percaya dirinya pada saat itu.
Nai ini anaknya terlihat cuek. Kalau teman-teman suka baca bagian celoteh anak atau berteman dengan Chi di FB, mungkin akan terlihat bagaimana polosnya Nai ketika berceloteh. Ceplas-ceplos gitu.

Tapi dibalik sikapnya yang kelihatan easy going, Nai termasuk yang tertutup urusan perasaan. Makanya untuk tau perasaan dia sebenarnya, seringkali Chi harus 'membaca' bahasa tubuhnya. Atau melalui tulisan tangan seperti ini,

Kalau teman-teman bagaimana cara mengevaluasi tulisan tangan anak?

Minggu, 08 Oktober 2017

Rebutan Bumbu Dapur

Sumber foto: Pixabay

Postingan ini adalah kumpulan celoteh Keke dan Nai yang pernah Chi tulis di FB

September 28, 2014

Belajar PPKn

Bunda: "Tujuan Belanda pertama kali datang ke Indonesia untuk ...?"
Nai: "Rebutan bumbu dapur?"
Bunda: "Hahahhaa ...! Bukan, Dek! Tapi untuk mencari rempah-rempah."
Nai: "Rempah-rempah itu bumbu dapur, kan?Trus gara-gara rempah-rempah akhirnya perang. Berarti sama aja artinya rebutan bumbu dapur."

*Langsung pingsan, dikasih tau ngeyel πŸ˜‚

Selasa, 03 Oktober 2017

Membuat Cerita Berangkai

Membuat Cerita Berangkai

Sedang melihat foto lama dan Chi menemukan foto ini. Dulu Chi sering banget bikin kegiatan membuat cerita berangkai kayak begini terutama sama Nai.

Biasanya kami paling sering bermain di parkiran sekolah. Saat Keke dan Nai waktu pulangnya belum bersamaan. Mau pulang ke rumah dulu nanggung banget. Selisihnya cuma 1 jam. Paling sampe rumah cuma minum doang abis itu jalan lagi. Jadi mendingan nunggu di parkiran karena kalau nunggu di kantin sekolah pasti banyak jajannya πŸ˜‚

Kalau di parkiran, biasanya Chi tidur dan Nai menggambar. Atau ngobrol sambil main cerita berangkai. Tapi kayaknya paling sering tidur 😜

Cara bermainnya mudah. Salah satu dari kami akan melempar satu kata terlebih dahulu, kemudian secara bergantian kami saling merangkai kata. Contohnya seperti ini

Jumat, 29 September 2017

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Terapi Air Alkali, Pristine +, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingga menimbulkan mual dan terkadang sedikit mulas. Bener-bener cukup terasa menyiksa. Rasanya ingin cepat sampai rumah.

Selesai press conference (28/9) tentang produk air alkali Pristine 8+ di Jco Gandaria City, para blogger dan awak media dipersilakan menyantap hidangan yang sudah disediakan. Deretan donut itu terlihat menggiurkan. Begitu juga dengan minumannya. Tapi Chi sempat ragu untuk menyantapnya.

Tentu saja bukan donut dan minumannya yang salah karena Chi tau persis rasanya pasti enak. Tapi sudah lebih dari sebulan ini lambung Chi memang bermasalah. Menyantap makanan hanya 3-4 suap saja sudah bikin perut terasa sangat mual dan kembung. Kadang juga ada sakit di ulu hati. Bahkan timbul mulas juga. Minum pun reaksinya akan sama. Padahal hanya minum sedikit. K'Aie udah beberapa kali ajak ke dokter, tapi Chi masih agak takut.

Rabu, 27 September 2017

Nai dan Pesantren Kilat di Jambuluwuk Puncak Resort

Nai dan Pesantren Kilat di Jambuluwuk Puncak Resort

Ini cerita waktu Nai kelas 5. Setiap bulan Ramadhan suka ada acara buka puasa bersama untuk setiap angkatan. Tetapi khusus anak kelas 5 wajib ikut pesantren kilat selama 3 hari 2 malam. Kalau waktu Keke kelas 5 pesantren kilatnya di hotel Bukit Indah Puncak. Sedangkan untuk angkatan Nai diadakan di Jambuluwuk Puncak Resort.

Berbeda dengan Keke, Nai paling gak mau bepergian tanpa bunda. Kalau hanya field trip sehari aja sih dia masih semangat banget. Tapi kalau harus menginap, nangisnya bisa berhari-hari. Udah gitu nangisnya bukan yang meraung-raung tapi yang diem trus mengeluarkan air mata. Terlihat banyak murungnya gitu.
Tips 1: Chi coba tanya pelan-pelan ke Nai alasan kenapa gak mau jauh dari bunda. Seringkali dia jawabnya, "Gak mau aja." Gak apa-apa juga kalau begitu jawabannya. Pokoknya tarik ulur aja. Sesekali juga tegasin kalau dia harus ikut pesantren karena memang kewajiban dari sekolah.
Kalau kayak gitu, Chi sih pengennya Nai gak usah ikut aja. Tapi ini kegiatan wajib. Bila kelas 5 berhalangan maka saat kelas 6 harus ikutan kalau mau ijazah sekolah keluar. Malah lebih gak enak lagi kan kalau ikut di kelas 6 karena harus bergabung dengan adik kelas.

Senin, 18 September 2017

Transpulmin, Sehangat Pelukan Ibu


Ngiiik ... Ngiiik ...

K'Aie: "Bun, denger gak ada yang aneh sama napas Nai?"
Chi: "Aneh gimana? Enggak, ah."
K'Aie: "Coba diem deh sebentar. Trus dengerin napasnya."

Ngiiik ... Ngiiik ... Kembali suara 'ngik' yang halus.

Chi: "Iya, sih. Kayak ada suara 'ngik' gitu. Tapi emang aneh, ya? Bukannya begitu kalau lagi pilek?"
K'Aie: "Enggak, ah. Kayaknya Keke kalau lagi pilek gak begitu napasnya. Jangan-jangan asma nih, Bun."
Chi: "Ah, masa? Anaknya lincah gitu, kok. Gak mungkin, ah!"

Chi coba menepis pendapat K'Aie. Dalam pikiran Chi saat itu, orang yang terkena asma kayaknya bakal berat banget napasnya sampai mau ngapain juga susah. Ya mungkin karena terpengaruh iklan atau tontonan lain yang ada adegan sakit asma, ya.

Sabtu, 16 September 2017

Wajah Baru Website Mobil123.com Kini Lebih Segar dan Informatif


Ibarat sebuah rumah, ada kalanya perlu melakukan pembenahan secara berkala. Bisa dengan mengecat beberapa ruangan, menggeser furniture saja, renovasi ringan, hingga renovasi total. Begitu pula yang dilakukan oleh website Mobil123.com, sebuah portal otomotif no 1 di Indonesia yang mempertemukan pembeli dan penjual yang terpercaya dalam satu platform.

Apa kesan teman-teman tentang sebuah website? Kalau Chi suka website yang enak dilihat dan informatif. Rasanya betah berlama-lama melihat website tersebut.

Jumat, 15 September 2017

Groceries yang Wajib Dibeli Saat Belanja Bulanan


Beberapa waktu lalu, Chi pernah membaca salah satu status FB yang menyarankan sebaiknya belanja di warung untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Ada beberapa alasan yang ditulis di sana. Salah satunya adalah kalau belanja di warung bisa sekalian bersilaturahmi.

Kalau Chi sih belanja di mana aja gak masalah. Warung, minimarket, supermarket, hypermarket, hingga belanja online pun oke aja. Tergantung kebutuhan aja. Semua juga ada kelebihan dan kekurangannya.

Tapi Chi sempat tergelitik ketika membaca salah satu komentar yang katanya kalau belanja di supermarket atau hypermarket bisa makin boros karena segala dibeli. Hmmm … setujukah? Kalau Chi sih enggak hehehe.

Semakin besar tokonya, biasanya semakin jarang belanjanya. Paling sebulan sekali. Atau paling cepat 2 minggu sekali. Tapi karena semakin jarang, daftar belanjaannya juga semakin banyak. Biasanya Chi suka bikin daftar belanjaan supaya gak jadi kebablasan. Kalaupun ada uang dibeli selain yang ada di daftar, masih tetap terkontrol, kok.

Ada berbagai barang yang biasanya Chi beli saat belanja bulanan. Bahan makanan juga udah termasuk yang ada dalam daftar. Ada beberapa groceries yang wajib dibeli saat belanja bulanan, yaitu

Kamis, 14 September 2017

Begini Cara Memilih Jam Tangan Wanita Sesuai Bentuk Tangan

Begini Cara Memilih Jam Tangan Wanita Sesuai Bentuk Tangan

“Yuk, dipilih-dipilih! Diskon gede. Pilihan jam tangan banyak. Cari dari brand terkenal apa?”

Teman-teman sering mendengar kalimat-kalimat seperti itu di mall, pasar, bahkan kios-kios pinggir jalan? Bahasanya bisa berbeda-beda, tetapi intinya sama, yaitu jualan.

Buat kaum hawa, membeli jam tangan wanita sama halnya dengan beli berbagai barang akseoris lainnya. Perlu pertimbangan matang. Iya, kan? Dulu, harga selalu memang jadi patokan pertama. Tetapi sekarang ini di model dan merk jadi patokan juga selain harga.

Selain itu, bentuk dan umuran tangan pemakai juga jadi patokan, lho. Biar terlihat pas di tangan sehingga tidak ragu saat memakainya. Nah, di sini ada beberapa tip memilih jam tangan wanita sesuai bentuk tangan

Selasa, 29 Agustus 2017

SHARP Healsio, Peralatan Masak Praktis bagi Kaum Urban

SHARP Healsio Peralatan Masak Praktis Kaum Urban

Beberapa tahun silam, saat masih menjadi pekerja kantoran, Chi sudah harus keluar rumah tidak lebih dari pukul 05.30 wib. Bersaing banget dengan matahari terbit. Gak peduli mata masih mengantuk, Chi harus berangkat. Begitulah kehidupan di kota besar seperti Jakarta. Apalagi yang jarak kantor dan rumah sangat jauh seperti yang Chi rasakan.

Bila berangkat tepat waktu, sampe kantor selalu jadi yang pertama *Kadang ruangan masih dikunci ma satpam πŸ˜‚* Terlambat sedikit saja, jalanan sudah sangat macet. Bisa terlambat sampai kantor. Sampai rumah sudah larut malam. Rata-rata sekitar pukul 9 malam. Pengen sih nge-kos dekat kantor kayak temen, tapi kayaknya gak bakal dikasih izin. Jadi dinikmati aja, deh.

Iya, dulu Chi beneran menikmati aja segala rutinitas itu. Tapi gak kebayang kalau sekarang masih seperti itu. Apa masih bisa menyiapkan masakan untuk di rumah? Dulu aja Chi sering cari sarapan di luar sambil menunggu ruangan dibuka. Sering gak sempat juga sarapan di rumah.

Meskipun sudah lebih dari 10 tahun Chi gak lagi bekerja, tetapi sepertinya kondisi para pekerja di kota besar hingga sekarang masih kurang lebih sama. Kaum urban seringkali memiliki keterbatasan waktu. Kesibukan di kantor, macet di jalan, seringkali menghabiskan waktu terbanyak. Untuk bisa melakukan berbagai hal lain, kaum urban harus mensiasati waktu.

Menjaga tubuh tetap sehat, kaum urban berolahraga sebelum atau sesudah pulang kantor. *Adik Chi rutin nge-gym sebelum masuk kantor.* Bila ingin menyegarkan kembali pikiran tetapi waktunya terbatas, saat ini staycation bisa menjadi pilihan. Lalu bagaimana dengan kegiatan memasak?

Senin, 28 Agustus 2017

5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik

5 Tips Menjadi TEMAN Perjalanan yang Asyik
Goa Jomblang, salah satu destinasi yang kami datangi saat jalan-jalan keliling pulau Jawa

Beberapa waktu lalu, Chi pernah menulis di blog satunya tentang Tips Traveling Bersama Anak. Di tulisan itu pun Chi mengakui kalau bukan tipe solo traveler. Tiap kali jalan-jalan harus ada temannya. Tapi bukan berarti bisa jalan dengan siapapun yang penting ada yang menemani, ya. Tetep aja harus bersama teman seperjalanan yang bisa diajak asyik.

Suami dan anak-anak adalah teman perjalanan Chi yang paling asyik. Iyesss … Chi memang udah mulai jarang bepergian bersama teman-teman. Suka kangen juga sih pengen ngumpul lagi sesekali.

Selasa, 22 Agustus 2017

Resep Ayam Goreng Bawang Putih

Resep Ayam Goreng Bawang Putih
Ayam goreng bawang putih dan teman-temannya. Menu 'perusak' diet yang sempurna πŸ˜‚

Pertama kali Chi bikin ini atas permintaan K'Aie. Jadi bukan dari googling resep. Caranya sangaaaaatttt mudah.  Bahannya pun cuma 4 yaitu ayam *udah pasti lah ya 😁*, bawang putih, garam, dan minyak goreng.

Kalau bikin ayam goreng ini, Chi suka sekaligus 2 ekor. Sekalian buat stok beberapa hari. Apalagi kalau lagi kesiangan bangun buat nyiapin bekal. Menu ini tinggal goreng aja. Lumayan lah ada stok buat beberapa hari. Tapi bukan berarti setiap hari makan ayam, ya. Diselingin juga sama menu lain.

Langsung aja Chi kasih resepnya, ya. *Dibaca juga bagian catatannya ya supaya bawangnya gak hangus

Rabu, 16 Agustus 2017

Ruang Paling Favorit di Rumah

Ruang Paling Favorit di Rumah

“Panas banget sih kamar mu!”

Untuk kesekian kalinya papah berkata seperti itu kalau ke kamar kami. Chi paling cuma senyum aja atau nyengir. Udah biasa lah dan gak perlu dijelaskan juga.

Sebetulnya kamar yang kami tempati semuanya menggunakan AC. Tapi papah selalu men-setting AC di kamarnya hingga 16 derajat. Kalau saya paling kisaran 26-27 derajat saja. Ya jelas aja terasa perbedaan suhunya.

Chi masih inget ketika belum menikah suka tidur di kamar orang tua. Sebetulnya alasannya karena satu-satunya kamar yang ada tv tuh di kamar orang tua. Waktu itu, di kamar orang tua pun satu-satunya tv yang pakai tv kabel pula. Jadi Chi bisa nonton sampai malam kalau numpang tidur di kamar orang tua.

Kalau udah tidur di kamar orang tua, Chi selalu berpakaian tebal kayak nginep di tempat dingin. Baju tidur tangan panjang, celana panjang, kaos kaki, dan selimut tebal. Brrrr …. Dingiiiiinn!

Selasa, 15 Agustus 2017

Lomba Makan Pisang



Postingan ini tentang celoteh Keke dan Nai yang sudah Chi jadiin status di FB. Sayang juga kalau cuma di FB, mending dijadiin postingan juga.

14  Agustus 2014

Hari ini di Sekolah, kegiatannya hanya ikut beberapa lomba

Keke: "Bun, kelompok Keke kalah lomba makan pisang. Abis temen Keke makan pisangnya lama banget.
Bunda: "Mungkin enak pisangnya?"
Keke: "Bukan, Bun. Katanya sih karena dia belum sarapan."

Jadi, kalau nanti anak-anak ikut lomba ini-itu pastikan udah makan dulu di rumah πŸ˜‚ Tapi, menang gak menang yang penting semua pertandingannya seru kata Keke dan Nai.

Kamis, 10 Agustus 2017

Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

Chi pernah bercerita di blog kalau K’Aie adalah seorang pecinta kopi. Setelah bangun tidur, aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah membuat kopi. Dulu K’Aie selalu bikin kopi sendiri karena dia selalu punya takaran untuk secangkir kopi hitamnya. Seberapa takaran airnya dan berapa sendok bubuk kopinya. Kadang-kadang ditambahkan sedikit brown sugar dan sebatang kayu manis. Tetapi paling sering kopi hitam tanpa pemanis atau tambahan apapun. Dalam sehari K’Aie bisa beberapa kali ngopi.

Chi juga suka dengan wanginya kopi. Rasanya pun suka. Hanya saja, Chi harus berhati-hati kalau minum kopi. Kadang suka lemas dan gelisah karena efek kafein padahal frekwensi minum kopi paling secangkir sehari.

Tetapi sekarang Chi punya cara yang cukup jitu yaitu jangan pernah mengkonsumsi kopi saat perut sedang kosong. Beda banget ma K’Aie yang bisa langsung ngopi setelah bangun tidur. Paling kalau tergoda dengan harumnya kopi dari cangkir K’Aie, Chi icip-icip 1-2 sendok aja dulu. Nanti setelah sarapan baru ngopi. Cara seperti ini biasanya sih gak akan bikin gelisah.

Senin, 07 Agustus 2017

Prodia Women's Health Centre Perwujudan Cinta untuk Perempuan Indonesia

Prodia Women's Health Centre
Foto milik: Dwina (IG @dwinayusuf)

Prodia mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar teman-teman. Prodia bergerak di bidang laboratorium klinik ini sudah ada sejak tahun 1973. Dan saat ini Prodia sudah memiliki laboratorium klinik sebanyak 251 outlet yang tersebar di 104 kota (30 provinsi) di Indonesia. Hal ini menjadikan Prodia sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia.

Sejak tahun 2019, Prodia memiliki tema "Love Quality". Merupakan perwujudan agar senantiasa memberikan perbaikan dan pelayanannya kepada pelanggannya sebaik mungkin berdasarkan cinta. Rasa cinta ini pula, pada tanggal 8 Maret 2017, bertepatan dengan International Women's Day, Prodia mendirikan Prodia Women's Health Care (PWHC).

Prodia Women's Health Centre

Jum'at (4/8), sekitar 30 perempuan blogger hadir di acara Blogger Gathering Prodia Wowen's Health Centre. Narasumber pada hari itu adalah ibu Rini Budiyanti sebagai Project Manager PWHC dan Dr. dr. Raditya Wratsangka sebagai Dokter Penanggungjawab PWHC.

Jumat, 04 Agustus 2017

Resep Beef Bulgogi

resep beef bulgogi

Ini cerita tentang hidangan lebaran lalu. Masih boleh kan ya cerita tentang hidangan lebaran. *boleeeeehhh πŸ˜‚

Apa hidangan lebaran favorit teman-teman? Rendang, opor ayam, sambal hati sapi, atau ada hidangan lain? Biasanya hidangan lebaran banyak menggunakan santan. Trus lama-lama blenger juga akhirnya di hari kedua atau ketiga lebaran mulai cari bakso ya, gak? Minimal rebus mie instan lah hehehe.

Seperti biasa, lebaran pertama selalu Chi habiskan di rumah mertua. Dan karena papah mertua sudah tidak memungkinkan kesehatannya, jadi sudah 2 tahun terakhir ini Chi merasakan lebaran di Jakarta. Mau lebaran di Jakarta atau di Bandung, biasanya Chi selalu yang ikutan masak kalau di rumah mertua.

Kalau di keluarga besar Chi kan pasukannya banyak jadi gak ikut bantuin pun gak apa-apa. Di dapur udah rame. Kalau di rumah mertua kan enggak. Perbedaannya lagi, kalau di keluarga besar Chi dari dulu hidangan lebarannya selalu sama, sedangkan di rumah mertua enggak. Makanya beberapa hari sebelum lebaran pun Chi mulai berdiskusi dengan K'Aie. Keke dan Nai juga dilibatkan berdiskusi.

Selasa, 25 Juli 2017

Berbagi Buku untuk Indonesia di Hari Anak Nasional

Berbagi Buku unruk Indonesia di Hari Anak Nasional

Sudah 2 minggu proses beberes rumah berlangsung. Saat sedang menata ulang kamar, Chi menemukan 1 buku yang sudah lama dicari. Lupa menyimpan trus baru ketemu lagi saat sedang beberes rumah.

Buku seri Detektif Cilik - Hawkeye Collins & AmMy Adams. Teman-teman tau buku yang Chi maksud? Kemungkinan besar yang seangkatan ma Chi tau tentang buku ini, ya. Buku seri ini jadi salah satu favorit sejak kecil hingga sekarang.

Buku ini menceritakan tentang 2 detektif cilik dengan berbagai misteri yang mereka pecahkan. Menariknya buku ini tidak hanya bercerita tetapi juga mengajak para pembacanya untuk membantu memecahkan misteri. Nanti pembaca akan menemukan jawaban dari berbagai misteri tersebut di halaman terakhir. Tapi sebelum ngintip jawabannya memang lebih seru kalau mencoba ikut memecahkan dulu. Seru, kan?

Rasanya dulu ada beberapa buku seperti ini selain Detektif Cilik. Ada seri Bermain Bersama Lima Sekawan. Ada beberapa buku lain yang Chi lupa serinya apa tapi sama serunya untuk dibaca. Jadi kangen banget sama buku-buku seperti ini.

Kalau zaman sekarang seperti Chi belum menemukan buku seperti ini. Atau memang ada tapi Chi gak tau, ya? Walaupun begitu buku zaman sekarang lebih banyak pilihannya. Ilustrasinya pun sangat bagus. Chi aja masih suka baca buku anak-anak meskipun Keke dan Nai sudah menjelang remaja, lho. Abis suka dengan ilustrasi dan ceritanya.

Sayangnya belum banyak anak Indonesia yang bisa menikmati buku-buku bagus ... 😞

Jumat, 21 Juli 2017

Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD

Resep Sup Ayam Berempah SO GOOD

Keke : "Masakan Bunda yang paling gak enak tuh sup."
Bunda: "Masa, sih? Trus kenapa juga Keke suka minta dibikinin sup jagung?"
Keke: "Kalau itu sih enak. Yang gak enak tuh sup ayam. Gimana ya ... kayaknya ada yang kurang aja."

Beberapa hari yang lalu saat kami sedang makan malam bersama Keke bilang kalau sop sayur buatan Chi gak enak. Kesel iya, sedih iya, tapi sebetulnya Chi pun mengakui apa yang Keke bilang. Sup ayam yang dimaksud adalah sayur yang berisi wortel, buncis, kol, dan kentang. Untuk lauknya dikasih ayam, sosis, atau baso. Seringnya pakai ayam, makanya anak-anak menyebutnya sup ayam. Tapi mau dikasih ayam, sosis, atau baso tetap aja rasanya gak pas. Nightmare banget deh kalau udah urusan bikin sup ayam.

Bosan gak pernah berhasil dapat rasa yang pas, Chi pun mulai pakai bumbu sup instan. Rada lumayan lah rasanya tapi belum sampai level puas. Apalagi karena ini pakai bumbu instan. Buat Chi tetap lebih puas kalau bisa masak enak tapi pakai bumbu yang dibuat sendiri.

Rabu, 19 Juli 2017

Merencanakan Liburan ke Malaysia

Merencanakan Liburan ke Malaysia bersama Traveloka

Akhir Mei lalu sepupu Chi lamaran. Untuk menuju tahap selanjutnya tentu saja butuh berbagai persiapan. Setiap pernikahan selalu membutuhkan persiapan yang matang karena melibatkan 2 keluarga besar. Apalagi ini melibatkan 2 negara. Insya Allah, sepupu Chi akan berjodoh dengan warga negara Malaysia. Dan rencananya resepsi akan berlangsung 2x yaitu di Indonesia juga Malaysia.

Pernikahan dengan sesama warga Negara Indonesia aja persiapannya banyak ya, kan? Bahkan dengan 3 negara karena ada keluarga dekat  calonnya yang juga tinggal di Singapore dan sangat ingin hadir. Oleh karena itu waktu pernikahan pun sangat dipertimbangkan agar semua bisa hadir.

Tanggalnya memang belum dipastikan, baru bulannya saja. Insya Allah, kalau sesuai rencana, pernikahan akan berlangsung setelah lewat pertengahan tahun depan. Meskipun belum ditentukan tanggalnya, Chi sudah bilang ke K’Aie kalau jadi kesana inginnya gak sekadar datang ke acara pernikahan. Sekalian liburan, lah. Jadi K’Aie harus siap-siap cuti πŸ˜„

Kamis, 13 Juli 2017

Uricran, Solusi Alami untuk Anyang-Anyangan


"Ya ampun, Myr! Dari tadi minum lo masih segini? Ntar sakit. lho!"

"Myr, gue tuh udah berapa kali balikan isi botol minum. Lo sebotol aja gak abis. Lo susah banget sih minum!"

Beberapa tahun lalu, saat masih ngantor, sahabat Chi tiap hari cerewetin urusan minum. Botol berwarna hijau berukuran 2 lt memang jarang Chi habiskan. Tapi Chi gak pernah tersinggung dengan cerewetnya meskipun selalu aja bandel, gak pernah nurut. Paling Chi cuma nyengir kalau udah dicerewetin. Jujur aja, saat itu Chi lebih takut kebelet di jalan daripada sakit karena kurang minum. Makanya Chi tetap aja minum sedikit meskipun dicerewetin tiap hari

Pernah ngalamin di tengah hujan, saat macet terpaksa memilih turun dari bis saking gak kuat lagi nahan pipis. Samperin perkantoran yang udah buka buat numpang ke toilet. Udah gak mikir lagi kalau ke kantor bakal basah kuyup. Pernah juga terpaksa nahan sampe pipis kantor karena bawa kendaraan sendiri. Kan, gak mungkin ninggalin mobil di jalan tol. Pokoknya yang kalau udah kebelet pipis tuh tersiksa bangeeeeettt! Itulah kenapa Chi suka nahan minum.

Selasa, 11 Juli 2017

Live to The Max Saat Semakin Fokus dengan Anak-Anak


Bunda: "Gimana hari pertama sekolah, Ke?"
Keke: "Hmmmm ... Biasa aja."

Keke menjawab dengan santai. Dari raut wajahnya yang juga terlihat santai sudah membuat Chi lega dan bahagia. Ya, beberapa kali Chi  bercerita di blog ini kalau Keke termasuk anak yang kadang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Meskipun tahun ajaran ini dia bukan lagi anak baru di sekolah, tetapi suasananya kan bisa jadi baru. Apalagi teman sekelasnya juga diacak lagi dan wali kelasnya pun baru.

Bunda: "Teman-teman sekelas Keke bagaimana? Ada yang kenal?"
Keke: "Banyak, lah. Apalagi yang sekelas ma Keke pas kelas 7 juga lumayan banyak yang sekelas lagi."
Bunda: "Wali kelas tadi udah masuk?"
Keke: "Udah."
Bunda: "Anak-anak baru gimana? Udah pada masuk juga, dong."
Keke: "Udah tapi gak ada yang cakep, Bun."
Bunda: "Yaaaa ... belum kelihatan aja kali! Tunggu aja sampe mereka pakai seragam SMP. 3 sampai 6 hari pertama kan masih pada pakai seragam SD. Aura anak SMPnya belum keluar. Ingat gak tahun lalu kan Keke juga pernah ngomong begini. Tapi begitu udah pada pakai seragam SMP baru deh pada cakep, kan? Hehehe."

Kami pun tertawa. Ya gini deh kegiatan kami sehari-hari setiap kali pulang sekolah. Chi selalu bertanya keseharian anak-anak selama di sekolah. Mereka kan udah bukan siswa play group lagi. Kalau bukan dengar dari cerita mereka, dari mana lagi Chi tau kegiatan selama di sekolah? 😊 *Nai masih libur sekolahnya, jadi belum ada obrolan tentang sekolah.

Senin, 03 Juli 2017

Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?

Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?

Paling enggak setiap 6 bulan sekali di timeline FB diramaikan dengan status tentang rapor anak-anak. Mungkin karena lingkaran pertemanan Chi kebanyakan sudah menjadi orang tua, jadi status tentang rapor pun banyak ditemukan.

Ada beberapa orang tua yang bersyukur dan bangga dengan nilai akademis anak-anaknya. Bahkan menyebutkan ranking segala. Chi pun kadang gitu, sih. Tapi lebih seringnya Chi tuangkan di blog biar lebih puas nulisnya πŸ˜‚

Tapi sebetulnya merasa bangga dengan prestasi anak boleh gak, sih?

Kalau Chi sih Yay selama itu hanya ungkapan kebanggan yang wajar. Contohnya kalau ada status seperti ini, "Alhamdulillah, anak saya ranking 2 dengan nilai yang sangat baik. Terima kasih, Nak. Bunda banga sama kamu." Kalau menurut Chi, status seperti itu masih wajar. Kebanggaan adalah sebuah rasa. Kalau kita bisa kesal dengan anak, kenapa juga kita gak boleh bangga dengan anak? Apalagi kalau sebagai orang tua juga tau, apa yang dicapai anaknya adalah buah dari perjuangan selama sekian bulan. Anaknya sudah rajin belajar, wajarlah kalau dihargai usahanya. Gak harus dengan hadiah ini itu, dengan berterimakasih pun sudah cukup.

Chi berpendapat seperti ini bukan karena Keke dan Nai nilainya bagus-bagus, lho. Ketika SD, nilai Keke dan Nai memang selalu bagus. Selalu di atas angka 90 untuk semua mata pelajaran. Alhamdulillah. Tapi ketika Keke di SMP, angka 7 dan 8 juga mulai ikut mewarnai. Mulai bersahabat dengan yang namanya remedial hahaha. Malah ada yang sebatas nilai KKM di raportnya πŸ˜‚

Kecewa? Enggak juga, hanya sedikit kaget karena belum terbiasa.

Rabu, 07 Juni 2017

Baked Tomato with Mozarella Cheese

resep baked tomato with mozarella cheese

Chi dan anak-anak lagi tergila-gila dengan baked tomato. Cara bikinnya cepet dan rasanya nikmat. Ngenyangin pula. Makan 1 aja biasanya udah cukup.

Kalau googling, ada berbagai cara untuk membuat baked tomato. Tinggal pilih aja mana yang paling praktis. Rata-rata praktis, sih. Isiannya bisa macam-macam, tergantung selera. Gak pakai isian hanya tomat dan keju saja pun sudah enak.

resep baked tomato with mozarella cheese

Untuk baked tomato ini, saya biasa menggunakan tomat jenis beef tomato. Tomatnya berukuran besar makanya makan 1 juga cukup apalagi kalau isiannya banyak. Bentuknya bulat sehingga mudah bila diisi karena seperti mangkuk. Warnanya yang merah sempurna juga terlihat sangat cantik.

Sabtu, 03 Juni 2017

Kasih 2 Jawaban


Ini kumpulan celoteh anak yang pernah Chi tulis di FB

2 Juni 2016

Nai: "Bun, tadi ada 1 soal UKK yang Ima bingung jawabnya. Tapi, karena Ima anak yang cerdik, jadi Ima kasih jawaban cerdik juga."
Bunda: "Kayak apa tuh jawabannya?"
Nai: "Ima kasih 2 jawaban. Jadi, kalau nanti lembar jawabannya diperiksa, gurunya tinggal pilih aja mana jawaban yang benar. Cerdik, kan? Hehehe."


*Anak saiah emang gituuuhh πŸ˜‚

3 Juni 2016

Nai: "Bunda lagi ada apa-apa, ya?"
Bunda: "Maksud?"
Nai: "Mungkin Bunda lagi pusing. Atau lagi ada apa-apa gitu."
Bunda: "Maksudnya lagi ada masalah?"
Nai: "Ya begitulah."
Bunda: "Gak ada apa-apa."
Nai: "Masa? Yang bener?"
Bunda: "Iya. Bunda malah lagi bahagia."
Nai: "Gak percaya. Pasti Bunda lagi ada apa-apa."
Bunda: "Enggak. Emang kenapa, sih? Kok tiba-tiba mikir Bunda lagi ada apa-apa?"
Nai: "Itu dari tadi makan arum manis Ima banyak banget. Padahal Bunda kan biasanya gak terlalu suka makanan manis. Seringnya menolak atau cuma makan sedikit kalau dikasih makanan manis. Pasti hari ini lagi ada apa-apa, makanya makan banyak banget arum manis."


1, 2, 3, 4, .... dst (ngitungin plastik arum manis). Dan, ternyata memang (gak sadar) udah makan banyak banget arum manis Nai. Tapi, bukan karena ada apa-apa. Beneraaaann ... πŸ˜„

Rabu, 31 Mei 2017

NestlΓ© CERELAC NutriPuffs: Pola Snacking yang Sehat dan Menyenangkan Bagi si Kecil

NestlΓ© CERELAC NutriPuffs: Pola Snacking yang Sehat dan Menyenangkan Bagi si Kecil

Jakarta, 24 Mei 2017 - Salah satu masalah yang cukup banyak dialami para ibu adalah tentang pola makan si kecil. Setuju, gak?

Ada yang si kecil susah makan. Ada yang picky eater, maunya makan yang itu-itu aja. Ada yang doyannya ngemil melulu. Tapi sekalinya doyan makan, maunya terus-terusan. Biasanya orang tua suka senang kalau si kecil doyan makan daripada susah makan. Tetapi sebetulnya makan yang berlebihan pun tidak baik.
Saat ini, Indonesia mengalami 2 permasalah gizi ganda, yaitu kelebihan dan kekurangan
NestlΓ© CERELAC NutriPuffs: Pola Snacking yang Sehat dan Menyenangkan Bagi si Kecil

Happy Moment Saat Makan
Proses pemberian makanan termasuk makanan selingan yang teratur dan menyenangkan membuat si kecil pada usia batita akan turut mengembangkan rasa percaya dirinya, termasuk basic trust yang lebih baik terhadap ibu, orang tua, atau pengasuh.
Menurut Dr. dr. Thjin Wiguna, spKJ(K), memberikan makanan yang bergizi, tekstur yang tepat, rasa yang enak, serta tampilan menarik bagi si kecil belum cukup. Proses pemberian makanan bagi si kecil sangat berharga untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Hal ini penting karena si kecil yang kurang rasa percaya diri akan terganggu berbagai kemampuan motoriknya termasuk motorik halus.

Memberikan makanan yang baik bagi si kecil tidak hanya untuk perkembangan otak. Tapi berikan juga stimulasi serta komunikasi dengan orang sekitar. Masalah yang banyak terjadi saat ini adalah kurangnya komunikasi. Contohnya, si kecil dibiarkan makan sendiri sementara orang tuanya asik menonton tv.

Suasana yang menyenangkan saat makan akan merangsang hormon endorfin si kecil. Hormon inilah membuat seseorang menjadi bahagia. Dan kebahagiaan ini bisa menjadi satu moment bagi si kecil. Selain endorfin, hormon lain yang akan terangsang adalah oksitosin. Hormon ini akan membuat seseorang menjadi rileks.

Jumat, 26 Mei 2017

Tip Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips

Tip Ramadan Sehat dan Praktis Bersama Philips

Sehari sebelum puasa (26/5) dan screenshot di atas adalah obrolan Chi bersama K'Aie dan anak-anak. Kira-kira teman-teman pernah mengalami percakapan seperti itu, gak? Kalau dari beberapa teman yang komentar di status FB Chi itu yang udah jadi ibu memiliki pengalaman yang sama πŸ˜‚

Menyusun menu memang bukan perkara mudah. Dimasakin itu-itu aja nanti pada bosan. Tapi gonta-ganti menu pun belum tentu pada suka. Padahal K'Aie dan anak-anak bukan termasuk yang pemilih banget urusan makan. Meskipun begitu bukan berarti gak ada drama-dramanya.

Akhirnya setelah jawaban gak tau dan terserah, Keke bilang kalau dia pengen makan ayam goreng tepung untuk sahur tapi langsung Chi tolak. Bikin ayam goreng tepung itu susah-susah gampang. Kalau apinya kegedean, tepungnya matang duluan padahal ayamnya masih mentah. Dibiarin lebih lama maka tepungnya gosong. Sebaliknya kalau apinya kekecilan kayaknya lama banget ngegorengnya. Perasaan gak mateng-mateng.

Kebayang kan mata masih sepet karena ngantuk trus harus berlama-lama nungguin ayam goreng tepung matang. Iya kalau terus matangnya, kalau enggak bisa-bisa sahur ma telor ceplok aja. Atau gimana kalau Chi kesiangan bangun? Mikirnya aja udah ribet duluan. Akhirnya permintaan Keke ditolak 😁

Jadinya masak ayam goreng mentega dan sayur sop. Masaknya hari ini, dimakan buat sahur besok. Setidaknya kalau kesiangan bangun tinggal dihangatkan. Gak pake lama prosesnya. Praktis banget, kan?

Apakah yang praktis itu sehat? Chi akan terus berusaha menyajikan makanan sehat bagi keluarga. Dan sepertinya semua ibu akan selalu berusaha seperti itu. Tapi apakah makanan yang disajikan benar-benar sehat? Lalu bagaimana dengan porsinya? Terkadang kita sendiri lupa atau malah belum tahu tentang hal ini.

Selasa, 23 Mei 2017

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS
Kelihatan gagah, ya. Padahal aslinya sendi lutut terasa nyut-nyutan berkali-kali hehehe. Tapi sekarang udah ada solusinya. Baca aja cerita di postingan ini, ya πŸ˜„

Sahabat “Myr, gue gak nyangka deh sekarang lo bisa ikut hobi laki lo. Jadi suka naik gunung sama kegiatan alam gitu.”

Chi: “Abis gimana, ya. Selama bertahun-tahun justru laki gue yang ngalah. Dia udah gak naik gunung sejak nikah. Lama-lama gue juga mikir, gak adil kalau akhirnya anak-anak gue cuma kenal hobi emaknya. Mereka perlu kenal ma hobi ayahnya tapi itu artinya gue juga harus ikut. Anak-anak mana mau pergi tanpa gue.”

Sahabat: “Bener juga, sih. Trus kan gue cerita ke laki gue tentang ini. Eh dia malah bilang kalau jadi istri harus gitu. Ya masalahnya laki gue hobinya ngebengkel. Masa gue harus ikutan ngebengkel juga?”

Kami pun langsung tertawa. Ya ini hanya obrolan ringan antara 2 sahabat semasa kuliah yang sudah mulai jarang bertemu kecuali di social media. Obrolannya macam-macam, bisa dari A sampai Z dan balik ke A lagi.

Jumat, 19 Mei 2017

Pentingnya Memenuhi Asupan Buah dan Sayur untuk Keluarga

Pentingnya Memenuhi Asupan Buah dan Sayur untuk Keluarga

Jakarta, 06 Mei 2017 - Teman-teman setuju gak kalau di rumah yang menjadi manager unrusan gizi keluarga adalah ibu? Mau itu ibu rumah tangga maupun ibu bekerja. Seringkali Chi melihat status seorang ibu tentang masak apa hari ini, khawatir bila anak-anak sulit makan, membahas tentang asupan yang baik bagi anak, pokoknya semua bahasan tentang nafsu makan di keluarga terutama anak-anak.

Itu status di social media, di dunia nyata pun gak jauh beda. Obrolannya paling sering ya seputar anak, salah satunya urusan makan. Bukan berarti para bapak gak peduli lho, ya. Tapi memang umumnya yang terlihat memikirkan urusan asupan gizi keluarga adalah para ibu.

Di zaman yang serba praktis terlebih hidup di kota besar di mana seringkali berbagai aktivitas berpacu dengan waktu membuat kita seringkali mengabaikan asupan gizi yang baik. Masak cari yang gampang aja, kebutuhan vitamin tinggal minum suplemen, semuanya serba praktis. Padahal kebutuhan vitamin ada dalam buah dan sayur. Selain itu, buah dan sayur juga mengandung serat yang baik bagi tubuh.

Kamis, 04 Mei 2017

Tantangan Makan Arirang Hot-Hot, Mie Instant Korea Halal yang Super Duper Pedas

mie arirang korea hot instant halal

Korea memang hot! Coba aja, berapa banyak penggemar drama korea di Indonesia? Banyaaaakkk. Pake banget malah. Tapi Chi gak termasuk, sih. Cuma suka seneng aja kalau para penggemar drakor saling nyetatus dan berbalas komen kayaknya seru meskipun Chi sebetulnya gak ngerti siapa yang lagi dibahas πŸ˜‚ Kayaknya aktor asal Korea yang Chi hapal namanya hanyalah Daniel Dae Kim pemeran Chin Ho Kelly di Hawaii 5-0. Memang bukan drakor, sih dan serial detektif juga salah satu favorit Chi.

Wisata Korea juga lagi hot. Yang traveling ke sana bukan hanya penggemar drama korea. Kalau lihat berbagai foto yang diupload ke social media, bagus-bagus semua. Chi juga jadi pengen sih suatu saat bisa ke sana. Aamiin

Kalau tayangan tv Korea, Chi suka juga nonton Home Food Rescue di tvN. Acara masak-memasak hidangan Korea. Masakan rumahan semua, makanya Chi suka karena bahan-bahannya kelihatannya gak sulit begitu juga dengan cara memasaknya. Suka ada tip memasaknya juga.

Satu lagi acara yang bakal Chi suka di tvN adalah One Night Food Trip. Beberapa selebriti Korea pergi ke berbagai negara di dunia selama 2 hari 1 malam untuk wisata kuliner secara non-stop. Setiap kali selesai makan di satu tempat, akan mendapatkan cap. Semacam kompetisi kuat-kuatan makan juga. Malah sampe tengah malam mereka masih makan demi dapat paspor emas. Tapi Chi belum terlalu hapal mekanisme kompetisinya karena baru nonton 1 episode. Dan jangan pula tanya siapa aja selebriti yang ikut kompetisi karena gak hapal. Chi cuma suka lihat kuliner di berbagai negara *sempat lihat di YouTube juga kalau Indonesia pun pernah dikunjungi.

Berarti jelas ya kalau Chi memang suka dengan tayangan kuliner? Tapi menyantap kuliner Korea suka juga, gak? Chi agak jarang sih makan makanan Korea. Pertama kali diajak makan malam di salah satu resto Korea di daerah Kelapa Gading *Chi lupa nama restonya*, langsung suka. Dan sekarang bahan masakan hingga mie instant asal Korea pun bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia.

Pertanyaannya adalah apakah halal?

Rabu, 03 Mei 2017

[Tip] Cara Mengatasi Panas di Tangan Karena Cabe

Cara Mengatasi Panas di Tangan Karena Cabe

Udah hampir 2 minggu Chi terkena batuk dan pilek. Awalnya batuk dulu, setelah agak reda trus pilek mulai masuk sampe sekarang πŸ˜“

Kalau lagi batuk dan pilek, biasanya Chi suka bikin sambal jahe. Salah satu khasiat jahe kan bisa meringankan batuk atau pilek. Jahe akan membuat tubuh menjadi hangat dan memicu keluarnya keringat. Tapi Chi gak berani kalau cuma makan jahe aja. Makanya suka dibikin sambal jahe.

Cara bikinnya gampang. Jahe, bawang merah, cabai rawit merah, dan garam digerus kasar. Sambal jahe dimakan dengan nais hangat. Lauknya bebas. Tapi yang pasti setelah makan sambal jahe biasanya badan agak lebih enak dan keringat bercucuran.

Kamis, 20 April 2017

[Tip] Cara Menghilangkan Lem Tikus

[Tip] Cara Menghilangkan Lem Tikus 
Mau tau cara menghilangkan lem tikus? Ini pengalaman yang gak terlupakan. Dan semoga gak kejadian lagi πŸ˜‚

Insya Allah, sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan. Chi jadi ingat kejadian saat hari raya Idul Fitri tahun lalu yang terasa berbeda dibanding sebelumnya. Untuk pertama kalinya Chi merayakan idul fitri di Jakarta. Yup! Seumur-umur belum pernah merasakan Idul Fitri di Jakarta. Selalu lebaran di Bandung atau Ciamis.

Tahun lalu kami memutuskan lebaran di Jakarta karena giliran keluarga K'Aie yang menjadi tuan rumah silaturahmi keluarga besarnya. Tradisi di keluarga K'Aie memang setiap tahun selalu ada keluarga bergantian menjadi tuan rumah untuk silaturahmi. Biasanya silaturahmi dilaksanakan pada hari kedua lebaran di Bandung. Tapi karena kondisi papah mertua yang sudah tidak memungkinkan, maka silaturahmi pun dipindah ke Jakarta.

Karena sudah diputuskan untuk berlebaran di Jakarta, maka kami pun tidak mudik. Setelah sholat ied, baru ke rumah mertua. Ini juga pengalaman pertama. Lebaran di komplek ternyata sepi bangeeeett. Mana di rumah cuma kami berempat. Biasanya kan ngumpul ma keluarga besar πŸ˜‚

Setelah sholat Ied, kami ke kantor K'Aie dulu mengambil perlengkapan untuk acara silaturahmi. Eh, begitu sampe kantor, mobil kami mogok πŸ˜… Chi lupa penyebab mogoknya. Yang pasti butuh ngebengkel *minta jatah hari raya juga nih mobil hehehe.

Senin, 17 April 2017

Tetangga Yang Menyebalkan

Tip menghadapi tetangga yang menyebalkan 
Sumber gambar: Pixabay.com

Punya tetangga yang menyebalkan itu rasanya ... Errrggghhh!!! Sudah sekitar setengah tahun ini, Chi lagi sebal dengan tetangga belakang rumah. Ya, kekesalan Chi ini mungkin akan bersifat sementara. Tapi setidaknya sampat detik ini masih kesal (banget).

Berawal dari rumah tetangga di renovasi total. Punya alergi debu, udah bikin Chi stress duluan kalau ada tetangga atau rumah sendiri direnovasi. Udah kebayang kalau debunya akan bikin sekujur tubuh Chi gatal. Tapi gak mungkin juga kan Chi melarang tetangga atau rumah sendiri direnovasi? Paling solusinya, Chi bakal sering ada di kamar dan pintu kamar selalu ditutup. Bukan berarti kamar steril dari debu, tapi setidaknya dengan pintu yang selalu tertutup bisa meminilisir debu yang masuk meskipun tetep aja pasti alergi tetap kambuh.

Jadi kalau urusan debu Chi masih berusaha sangat memaklumi, lah. Ternyata masalahnya gak hanya debu. Kali ini pembangunan rumah tetangga terdengar sangat bising.  Sengaja Chi bold untuk menegaskan meskipun punya alergi debu tapi selama ini Chi gak pernah kesal ma tetangga yang lagi renov. Apalagi rumah sendiri pun pernah direnov. Tapi baru kali ini punya tetangga yang renovasinya sangat bising sampe telinga rasanya sakit.

Gak cuma sehari, tapi berbulan-bulan. Setiap hari mulai pagi sekitar pukul 08.00 hingga menjelang maghrib. Suaranya seperti mesin bor yang bikin telinga sakit. Bahkan Chi udah ngamar pun suara bisingnya tetap terdengar. Selama beberapa bulan, kami harus berteriak kalau ngobrol. Jadi kayak orang lagi marah-marah. Padahal karena bising, kalau ngomong dengan suara normal gak akan kedengeran.

Chi: "Berisik amat itu tetangga yang lagi bangun rumah! Bikin apaan, sih?"
Mamah: "Kalau mamah lihat sih kayaknya lagi bikin pondasi."
Chi: "Berisik tapinya ..."
Mamah: "Ya mau gimana lagi? Kita juga pernah renovasi total. Gak enak mau negurnya."
Chi: "Iya, Chi tau. Kita pernah renovasi total. Tetangga-tetangga lain juga pernah. Tapi perasaan gak pernah seberisik ini. Paling cuma debu aja yang di mana-mana. Ini sih bising banget sampe sakit telinga."
Mamah: "Anak yang punya rumah kan baru lulus kuliah arsitek. Mungkin pengen praktekin ilmunya. Tapi gak tau juga, sih."

Sebetulnya Chi berharapnya mamah akan membantu untuk bilang ke tetangga. Karena yang lebih bergaul dengan tetangga kan mamah. Tapi malah mamah yang gak enakan. Chi awalnya coba mengalah demi orang tua, Tapi akhirnya protes juga.

Chi: "Mas! Mas! Ini suara apa, ya?"
Mas A: "Suara mesin xxxxx"

Chi lupa lagi nama mesinnya. Lagipula saat itu masih berisik. Sampe kemudian si mas A menyuruh mesinnya dihentikan dulu.

Chi: "Sampe kapan sih suara berisik ini?"
Mas A: "Gak tau, Bu?"
Chi: "Gak tau? Jadi saya masih harus keberisikan dan gak tau sampai kapan?"

Mulai emosi. Tenaaaaang ... tenaaaaanggg *tarik napas. Atur nada bicara πŸ˜‡

Minggu, 09 April 2017

Kuliner Wisata Bersama Atanasia Rian


Kuliner wisata? Wisata kuliner kali, ah.

Chi gak salah nulis, kok. Kalau wisata kuliner itu hobi Chi yang emang seneng makan. Dan banyak orang juga senang berwisata kuliner, kan? Tapi kalau kuliner wisata, maka Chi akan langsung teringat dengan salah seorang sosok perempuan bernama Atanasia Rian. Sesuai dengan URLnya, maka blog Atanasia Rian ini berniche tentang menikmati kuliner dan wisata terbaik di Indonesia.

Kalau aja Chi tidak membaca selayang pandangnya di group Arisan Blogger Perempuan, sepertinya Chi gak percaya kalau Atanasia Rian ini termasuk blogger baru. Ya gak baru-baru amat, sih. Tapi blog yang katanya baru dibuat tahun 2012, itupun baru akhir 2014 mulai punya motivasi menulis karena sebelumnya malas-malasan, blognya terlihat profesional. Dan kalau teman-teman mengenal sosoknya, pastinya gak asing dengan Atanasia Rian. Ya walaupun Chi juga belum pernah kopdar dengannya tapi namanya memang gak asing, deh.

Senin, 03 April 2017

Peach Cake with Strussel ala Ria M. Fasha

Peach Cake with Strussel ini terlihat nikmat, ya πŸ˜‹
Foto milik Ria M. Fasha

Kesan pertama ketika membaca selasayan pandang Ria M. Fasha di group Arisan Blogger Perempuan adalah seorang perempuan yang aktif. Sejak kuliah sudah nyambi kerja penyiar radio Jazirah FM, jualan ini-itu, hingga megajar les privat. Semua itu dilakukan agar mendapatkan tambahan biaya kuliah meskipun kedua orang tuanya selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan pendidikannya. Ria juga pernah menjadi relawan gempa Sumatera Barat tahun 2009 khusus untuk trauma healing anak-anak selama 2 bulan.

Kegiatan mengajar terus berlanjut setelah lulus kuliah. Sempat mengelola PAUD milik ayah temannya. Kemudian pernah mengajar di sekolah alam Mahira. Chi membayangkan Ria adalah seorang pengajar yang bersuara merdu *Iyalah mantan penyiar gitu, lho* dan menyenangkan. Biasanya sekolah alam dan beberapa sekolah swasta lainnya memiliki konsep belajar-mengajar yang menyenangkan. Jadi pengajarnya juga menyenangkan.

Selasa, 28 Maret 2017

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Manfaat Menulis Huruf Tegak Bersambung

Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.
Saya berjanji akan selalu mengerjakan tugas.

Hayo ngaku siapa yang ketika masih sekolah pernah dihukum menulis huruf tegak bersambung sebanyak 1 halaman buku tulis karena gak ngerjain PR? πŸ˜‚

Tapi kayaknya zaman dulu terutama saat di SD pekerjaan tulis-menulis memang sering, ya. Gak cuma saat dihukum aja. Saat pelajaran mencongak atau pelajaran lainnya kayaknya menulis melulu. Dulu Chi suka rada sebel kalau kebanyak menulis. Apalagi huruf tegak bersambung. Capeeeekk πŸ˜„

Bersyukurlah ketika Keke dan Nai mulai masuk masa sekolah di TK tidak ada pemaksaan tentang pelajaran menulis. Pelajaran menulis tetap diberikan tetapi cara mengajarnya menyenangkan. Begitu juga saat SD. Chi bersyukur banget Keke dan Nai dapat sekolah yang child friendly saat PG, TK, dan SD.

Tapi saat masih kelas 3 SD, Keke pernah ngambek sampe minta pindah sekolah gara-gara huruf tegak bersambung ...

[Silakan baca: Wali Kelas]

Selasa, 21 Maret 2017

Buku Tetap Menjadi Jendela Dunia


Sejak kecil, Chi sudah akrab dengan istilah "Buku adalah jendela dunia." Dikatakan sebagai jendela dunia karena dengan membaca buku, kita jadi bisa memiliki ilmu pengetahuan. Buku bisa menjauhkan dari jurang kebodohan dan meningkatkan taraf hidup manusia.

Di zaman internet saat ini, di mana segaka informasi tinggal nge-Google, apakah istilah tersebut masih berlaku? Ternyata masih. Jawabannya Chi dapatkan saat menghadiri acara Kafe BCA 5 di Jakarta, 15 Maret 2017 dengan teman"Membaca Dari Generasi ke Generasi".

Tingginya minat baca di masyarakat bisa mempengaruhi kemajuan suatu negara. Tingkat literasi di Indonesia menurut berbagai kajian masih tergolong rendah. UNESCO pun mengatakan Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara untuk tingkat literasi.

Minggu, 19 Maret 2017

Saatnya Perempuan Indonesia Memprioritaskan Kesehatan Agar #TetapBisa Menyayangi Keluarga

anlene tetap bisa

Jakarta, 8 Maret 2017. Perempuan Indonesia, terutama yang sudah berumah tangga, pada umumnya mengatakan kalau keluarga adalah prioritas utama. Baik itu ibu rumah tangga atau ibu bekerja, rutinitas hariannya kurang lebih sama. Bangun paling pagi dan tidur paling malam. Pagi-pagi sudah diawali dengan menyiapkan seluruh kebutuhan aktivitas suami dan anak, seperti menyiapkan sarapan dan pakaian. Hingga malam hari memastikan bahwa seluruh urusan rumah tangga pada hari itu sudah selesai. Meskipun ada asisten rumah tangga sekalipun, tidak serta merta seluruh tugas diambil alih asisten.

Menurut Survey Kesehatan Perempuan Indonesia tahun 2017 yang diselenggarakan oleh PT Fonterra Brands Indonesia dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) serta diikuti oleh 500 perempuan di 5 kota besar di Indonesia, terungkap fakta bahwa prioritas teratas perempuana Indonesia adalah keluarga. Perempuan Indonesia memiliki banyak tanggung jawab, mengurus orangtua, anak, suami, bahkan teman. Tapi bagaimana dengan mengurus diri sendiri?
“Masyarakat Indonesia tidak memprioritaskan kesehatan mereka dengan cara menjalani gaya hidup aktif atau mengonsumsi makanan sehat. Hal ini terutama berlaku untuk perempuan, yang memainkan peran utama di keluarga dan masyarakat,” ujar Rohini Behl, Marketing Director, Fonterra Brands Indonesia.

Selasa, 14 Maret 2017

Parenting Ibarat Mendaki Gunung


(+) Menjadi orang tua ibarat mendaki gunung
(-) Ya, tapi melangkah step by step saja. Jangan terburu-buru sampai puncak
*Dialog di salah satu episode NCIS: New Orleans 2

Sejujurnya, ketika akan menikah, bayangan Chi tentang sebuah keluarga itu yang indah-indah aja. Menikah dengan orang yang dicintai. Bakal bahagia kalau dikaruniai anak. Malah Chi sempat berharap dikasih anak banyak kalau perlu kembar sekalian πŸ˜‚

Saking merasa siap berumah tangga, Chi pun memutuskan resign dari kantor beberapa bulan sebelum menikah. Tentu aja keputusan ini sudah didiskusikan dan disetujui terlebih dahulu oleh (calon) suami alias K'Aie. Chi juga merasa santai aja menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga.

Tadinya Chi membayangkan kalau ribetnya menjadi orang tua paling pada saat anak-anak masih balita. Saat belajar jalan, disuapin, belajar bicara, dimandiin, dan lain sebagainya. Gak sedikitpun Chi merasa sedih atau galau karena seperti tidak punya me time. Buat Chi, main bersama anak-anak juga termasuk me time.

Jumat, 10 Maret 2017

Memasak Nasi Liwet Tulang Jambal di Belanda

resep nasi liwet tulang jambal, kejutan awal tahun alfamart

Memasak nasi liwet tulang jambal di Belanda? Beneran? Seriusan?

Sebelum dijawab bener apa enggak, Chi mau tanya dulu. Siapa yang suka nasi liwet? Kalau kami sekeluarga suka. Chi pun seneng bikinnya karena gampang.

Bahan-Bahan:
  • 250 gr Tulang jambal
  • Beras - Cuci bersih *Chi lupa berapa banyak. Pokoknya satu panci berdiameter 24 cm itu cukup untuk 3 porsi
  • 8 butir bawang merah - iris tipis
  • 6 siung bawang putih - iris tipis
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas - digeprek
  • 2 batang lengkuas - digeprek
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng 

Rabu, 01 Maret 2017

Tip Membersihkan Karpet Bulu

http://www.kekenaima.com/2017/03/tip-membersihkan-karpet-bulu.html

Bunda: “Pantesan aja Nai dari tadi betah gogoleran (tidur-tiduran) di karpet. Empuk begini karpetnya.”

Chi pun ikutan gogoleran bareng Nai

Bunda: “Tau gitu gak usah pesan extra bed, ya. Tidur di karpet juga empuk. Tapi ya udah lah, keburu dibayar extra bednya.”

Chi sempat rada nyesel, sih. Kenapa juga buru-buru order extra bed. Harga extra bednya lumayan banget. Setara dengan harga 1 kamar hotel bintang 3 bahkan 4 *Jiwa itung-itungannya mulai keluar hehehe* Udah gitu ada sofa bed pula di kamar. *Duh, kenapa juga sih Chi waktu itu terburu-buru pesan extra bed* *Udah gak perlu disesalin, udah berlalu hihihi*

Karpet memang empuk. Apalagi kalau kualitasnya bagus. Paling enak tuh santai di ruang keluarga, nonton tv, trus tiduran di atas karpet. Tinggal dkasih bantal kayaknya bakal tidur beneran.

Kalau di rumah kami meminimalkan penggunaan karpet. Padahal waktu papah dan mamah pulang dari tanah suci, lumayan bawa beberapa karpet. Tapi digelarnya paling kalau lagi banyak tamu aja. Ya daripada tamunya duduk di lantai kan kasihan karena dingin. Kalau pada menginap pun sebagian tidur beralaskan karpet.

Rabu, 22 Februari 2017

Beras Kencur ala Nai

beras kencur, jamu, resep, minuman 
Beras kencur ala Nai. Yang difoto ini adalah percobaan kedua. Setelah yang pertama gagal karena bukannya jadi minuman malah jadi bubur πŸ˜„

Ini bukan postingan baru. Aslinya postingan ini ada di blog Dapur KeNai. Tapi setelah beberapa kali menimbang, Chi memutuskan untuk mengunci blog itu dan memindahan resepnya ke sini. *Nanti ajalah Chi cerita kenapa memutuskan dikunci* 😊

Keke dan Nai suka dengan jamu. Untuk yang satu ini beda banget dengan bundanya yang gak suka jamu hehehe. Chi cuma suka jamu Tolak Angin aja. Itupun cuma merk tertentu πŸ˜‚ Gak semua jamu mereka suka juga, sih. Paling yang dikira rasanya masih nyaman di lidah mereka aja seperti jamu beras kencur.

Karena Nai suka masak, diapun ingin bikin jamu beras kencur sendiri. Chi udah bilang mending beli aja. Mbok jamu juga rutin lewat rumah. Tapi Nai gak mau. Dia kekeuh pengen bikin jamu beras kencur. Gurunya siapa lagi kalau bukan YouTube? Berbagai vlog tentang cara membuat beras kencur pun dia pelajari. Dan ini resepnya.

Sabtu, 18 Februari 2017

Diskon WOW - Baju Kantor Untuk Sahabat serta Kerabat dari ZALORA

Masa-masa transisi dalam hidup memang tidak mudah, seperti halnya perpindahan dari masa SMA ke masa kuliah atau dari masa kuliah kemudian memasuki dunia kerja. Masa transisi menjadi sulit karena kita memasuki tahapan baru yang belum biasa dijalani. Hadirnya orang-orang dekat dalam hidup disaat masa transisi menjadi sangat berrati. Sahabat dan keluarga yang hadir dalam masa ini dapat memberikan kekuatan atau arahan saat mengarungi tahapan selanjutnya dalam hidup ini.

Apakah teman-teman memiliki sahabat atau kerabat yang baru lulus kuliah dan sedang mencari kerja? Memberikan seragam formal yang bagus dapat menjadi dukungan material dan motivasional yang baik untuk orang yang berharga dalam hidup Anda.

Kenapa demikian?

Dengan memberikan baju formal baru untuk sahabat atau kerabat, maka baju itu dapat dia gunakan untuk melamar kerja. Tak dipungkiri bahwa penampilan sangat mempengaruhi sukses tidaknya seseorang dalam menempuh karir. Memang benar kerja keras dan ilmu pengetahuan yang telah lama dipelajari berperan banyak dalam mencari kerja. Namun perlu di ingat juga, jika tampilan kita menarik maka Perusahaan yang meng-interview akan semakin yakin untuk mempekerjakan kita. Disisi lain, seperti kita ketahui sendiri mencari kerja di Indonesia sangatlah susah. Hal ini disebabkan oleh alasan sederhana yaitu jumlah tenaga kerja yang ada dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja tidak sebanding.

Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tinggi. Tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja. Disisi lain juga jumlah pengusaha di Indonesia masih terlalu minim. Dibutuhkan minimal 2% pengusaha untuk menjadikan suatu negara sejahtera. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat sedikit dibawah 2%. Pengusaha memiliki banyak pernan penting yaitu sebagai penggerak perekonomian bangsa dan juga sebagai penyerap tenaga kerja.

Selasa, 14 Februari 2017

Korban KDRT

korban kdrt
Sumber foto: Pixabay

"Lo lagi sakit, ya?"
"Enggak."
"Kok, kelihatan pucat? Pasti karena gak pake lipstik."

Dulu banyak banget yang menyangka Chi lagi sakit setiap kali gak pake lipstik. Makanya walaupun termasuk yang cuek tapi akhirnya Chi selalu mengulaskan lipstik dulu setiap kali ke luar rumah. Gak apa-apa gak pake bedak yang penting pake lipstik. Abis bosen disangka lagi sakit melulu.

Sekarang udah gak ada yang nyangka Chi lagi sakit meskipun gak pake lipstik. Apa ini ada hubungannya dengan berat badan juga, ya? Dulu kan berat badan Chi jarang nyampe 40 kg. Cungkring abis! Giliran sekarang gemukan udah mulai gak ada yang bilang muka Chi pucat kayak lagi sakit meskipun tanpa make up.

Oke lah kalau cuma dianggap lagi sakit, Chi masih nyantai nanggapinnya meskipun jadinya lipstikan terus. Bagaimana kalau kemudian dianggap korban KDRT padahal justru lagi bahagia sama pasangan? Kejadian tuh ma Chi beberapa bulan lalu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge