Selasa, 24 Mei 2016

#Nutritalk - Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu karena Pencernaannya Sensitif. Yuk, Cari Tau Cara Mengatasinya

Mengatasi pencernaan sensistif pada anak, tumbuh kembang

"Heran! Pisang kok bisa bikin BAB jadi keras. Papah justru suka makan pisang kalau buang air lagi gak lancar," kata papah Chi beberapa tahun silam saat Keke masih di bawah setahun. Chi cuma diam aja. Abis gak tau juga mau jawab apa. Yang jelas, setiap kali dikasih pisang, pasti feses Keke jadi keras. Kasihan melihat dia harus ngeden saat BAB. Kalau udah gitu, Chi suka kasih jus wortel supaya fesesnya lembut lagi. Dan hal tersebut terulang ke Nai. Chi dulu gak tau penyebab pastinya apa. Yang jelas karena terus terulang, mending menghindari pisang untuk sementara waktu. Kalau sekarang sih udah gak bermasalah.

Beberapa tahun kemudian ...

Selasa, 17 Mei 2016

Ketika Nai Marah Saat Fotonya Diupload ke Social Media

Malam itu (12/5), Nai tidur dengan gelisah. Nai kalau tidur memang gak mau diem. Tapi, kali ini gak mau diemnya terlihat berbeda. Tadinya, Chi berpikir kalau Nai sedang menahan pipis karena gak ke wc.

Nai: "Bunda, Ima gak bisa tidur."
Bunda: "Pengen pipis, ya? Ya udah sana pipis dulu. Nanti malah ngompol kalau ditahan gitu."
Nai: "Ima gak pengen pipis."
Bunda: "Trus, kenapa? Gerah? Suhu ACnya Bunda turunin lagi, ya?"
Nai: "Enggak. Ima gak gerah."

Karena semua tebakan Chi disangkal olehnya, maka Chi pun hanya meminta Nai untuk segera tidur lagi, daripada besok kesiangan. Tidak lama kemudian, Chi mendengar isak tangis. Nai sedang menangis dengan wajah dibenamkan ke bantal.

Bunda: "Lho, kok nangis? Ada apa sebenarnya, Nak?"

Tadinya, Nai masih juga menggelengkan kepala. Setelah kepalanya Chi usap lalu terus dibujuk, mulai keluar curhatannya.

Nai: "Besok bawa caricanya 1 aja! Temen-teman gak usah dikasih!"

Chi kaget denger ucapan Nai. Beberapa hari sebelumnya, kami baru saja pulang dari Dieng untuk mendaki gunung Prau. Salah satu oleh-oleh yang kami bawa adalah manisa carica, oleh-oleh khas Dieng. Nai yang paling antusias ingin berbagi oleh-oleh dengan para sahabatnya. Makanya, Chi kaget ketika Nai tiba-tiba bilang gak jadi bawa carica. Ada apa sebenarnya?

Ternyata, Nai sedang kesal dengan salah seorang sahabatnya ...

Senin, 16 Mei 2016

Belanja Online di ShopBack, Promo dan Cashback-nya Menguntungkan

Teman-teman suka belanja online? Toss dulu kalau begitu!

Semakin menjamurnya e-commerce di Indonesia, bikin Chi bahagia juga? Karena berasa seperti jalan-jalan dari satu mall ke mall lain kapanpun kita mau dengan bebas. Mau pagi, mau malem, mau dari pagi sampe malem, pokoknya bebaaas! Gak usah ribet pake baju pergi, gak perlu dandan juga kalau mau belanja online, kecuali kalau belanjanya saat lagi di luar rumah hehehe.

Semakin banyak e-commerce tentunya membuat Chi jadi suka membanding-bandingkan harga. Walaupun sebetulnya udah punya beberapa e-commerce favorit. Tapi, tetep aja kalau di tempat lain lebih murah untuk barang yang sama, bisa dengan mudah berpindah ke lain hati.

Selasa, 10 Mei 2016

Tentang Remaja dan Trend

tentang remaja dan trend 
Keke pernah bertanya tentang remaja dan trend. Suka sama pertanyaannya, deh :)

Keke: "Bunda, apa kalau udah remaja harus ikut segala hal yang lagi nge-trend?"

Kira-kira seperti itulah pertanyaan Keke sekitar 1 bulan lalu. Chi memilih untuk untuk tidak langsung jawab, malah bertanya balik. Maksudnya, biar Chi tau dulu seperti apa yang Keke pikirkan.

Bunda: "Menurut Keke?"
Keke: "Gak harus, Bun. Kalau kita gak suka atau gak mau, masa harus ikutan?"
Bunda: "Ya, Bunda setuju. Yang namanya trend itu gak harus diikuti. Apalagi di zaman sekarang ini, trend berubahnya bisa setiap hari bahkan kurang. Kayaknya ada aja trend baru. Kita harus punya prinsip dan tegas. Apalagi trend gak selalu baik."

Rabu, 04 Mei 2016

Anak #AlergiTetapBerprestasi, Asalkan Bunda Tau Caranya

alergi tetap berprestasi, tau cegah atasi sebar, morinaga, moricare prodiges

Chi rasanya langsung 'alergi' ketika mendengar kata alergi. Tentu, ini bukan alergi beneran yang ketika mendengar kata alergi langsung ada gangguan ke kulit, pernapasan, dan lainnya.

Sejak kecil, Chi sudah sangat akrab dengan alergi. Rasanya sudah tidak terhitung lagi berapa kali ke dokter kulit untuk cek alergi ketika sedang menyerang. Chi alergi dengan debu rumah, manifestasinya ke kulit. Walaupun sudah tidak sesering dulu kambuhnya, tapi tetep aja kalau alergi lagi menyerang bawaannya stress banget.

Ketika kecil, Nai beberapa kali terkena asma. Udah beberapa kali dibawa ke dokter anak, semuanya bilang kalau Nai terkena alergi. Saat itu sedih rasanya melihat Nai yang pernapasannya terganggu dan berbunyi 'ngik' 'ngik'.

Sekarang Nai udah gak kambuh lagi asmanya. Tapi, giliran Keke yang terkena alergi. Setiap malam pagi, Keke bersin nyaris tanpa henti. Kadang menjelang malam hari, dia mulai terlihat pilek. Pilek yang gak kunjung sembuh ini sering membuat Keke jadi gampang emosi. Hiks!

Senin, 02 Mei 2016

Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat untuk Mendukung Gerakan #SiapCerdaskanBangsa

morinaga, siap cerdaskan bangsa, nutrisi, stimulasi, multiple intelligence, moricare

Aku bisa… aku pasti bisa… 
Ku harus terus berusaha 
Bila ku gagal itu tak mengapa 
Setidaknya ku tlah mencoba 
Aku bisa… aku pasti bisa… 
Ku tak mau berputus asa 
Coba terus coba sampai ku bisa 
Aku pasti bisa!

Sepenggal lirik lagu "Aku Bisa" ini yang pernah jadi favorit Keke dan Nai. Bahkan Nai masih suka menyanyikannya hingga sekarang.

Siapa yang ingin memiliki anak cerdas?

Chi yakin, seluruh orang tua di belahan dunia manapun ingin memiliki anak yang cerdas. Masalahnya, apakah sudah tau caranya? Bahkan menurut Dr. dr. Ahmad Suryawan Sp.A(K), parameter untuk anak yang digunakan oleh orang tua saat ini banyak yang tidak menggunakan parameter tumbuh kembang tetapi parameter keinginan.

Merasa iri melihat anak orang lain lebih gemuk, lebih, tinggi, atau lebih pintar di bidang akademis. Padahal tumbuh kembang itu bicara tentang keseimbangan. Daripada membandingkan dengan anak orang lain, sebaiknya orang tua membuka buku kurva pertumbuhan anak yang direkomendasikan oleh medis. Ukur berat, tinggi, dan lingkar kepala anak. Apabila masuk kategori normal, seharusnya orang tua sudah tidak perlu lagi melihat ke sekeliling atau terlalu mendengarkan pendapat yang hanya bikin perasaan gak karuan, "Kok, kurus banget?", "Kok, mungil anaknya?", dan lain sebagainya. Lihat juga fungsi perkembangan anak, kalau sesuai dnegan usia juga gak perlu terlalu dipikirkan pendapat yang sering membandingkan.

Hal di atas baru secuil bahasan tentang cara membuat anak cerdas. Masih ada banyak cara lainnya, seperti yang disampaikan di seminar parenting Morinaga, Jumat 22 April 2016 di KALCare LOTTE Shopping Avenue, Jakarta. Ada 3 narasumber andal yang akan berbicara tentang cara mencerdaskan anak di lihat dari tumbuh kembang, kekebalan tubuh, serta stimulasi. 3 hal yang seharusnya tidak boleh dipisahkan bila menginginkan anak cerdas

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...