Featured Post

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS

Kelihatan gagah, ya. Padahal aslinya sendi lutut terasa nyut-nyutan berkali-kali hehehe. Tapi sekarang udah ada solusinya. Baca aja cer...

Kamis, 31 Maret 2016

Tip Memilih Mobil Idaman Keluarga (Seharusnya) Semudah Menghitung 1,2,3

mobil123.com, tip memilih mobil idaman keluarga
Setujukah memilih mobil idaman keluarga (seharusnya) semudah menghitung 1,2,3?

Mari cari tau jawabannya di postingan ini. Dimana pada hari Selasa, 29 Maret 2016 bertempat di Pisa Cafe - Jakarta, Chi dan beberapa teman blogger hadir di acara talkshow mobil123.com tentang Tip Memilih Mobil Idaman Keluarga.

Ngomongin tentang mobil keluarga, Chi dan K'Aie pernah beberapa kali ngobrolin tentang hal ini. Bahkan anak-anak kadang ikut nimbrung. Sebetulnya mobil yang kami miliki sekarang masih lumayan nyaman. Tapi udah terasa sempit karena mobil kami sedan. Pengen punya mobil dengan ukuran lebih besar biar lebih leluasa terutama kalau dibawa bepergian ke luar kota.

Selasa, 29 Maret 2016

Bunda, Sudah Siapkah Mencerdaskan Anak Sejak Dini?

morinaga

"Makan yang bener supaya pintar."
"Makan yang banyak supaya kuat."

Sebelum menikah, rasanya Chi cuma tau kalau mau menjadikan anak cerdas dan sehat adalah hanya dengan makan. Lebih bagus lagi kalau makan yang banyak. Mungkin karena dulu Chi itu cungkring banget, jadinya selalu ada aja yang bilang, "Kurus banget, sih?" Padahal Chi merasa sehat walaupun kurus. Tapi, kayaknya pada gak yakin, ya? :D

Makanya, ketika menikah dan beberapa bulan kemudian dinyatakan hamil, yang Chi cari tau dari berbagai sumber tentang bagaimana agar anak mau makan. Ya, jaga-jaga aja siapa tau kalau udah punya anak trus susah makannya. Eh, gak taunya Chi malah jadi tau kalau urusan makan gak hanya tentang kenyang tapi juga harus bernutrisi dengna porsi yang tepat.

Semakin mencari tau, Chi jadi tau tentang stimulasi. Sesuatu yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Dan, masih banyak informasi tentang tumbuh kembang anak lainnya. Menjadi orang tua memang gak boleh pasif apalagi berkaitan dengan anak, ya.

Rabu, 23 Maret 2016

Photo Buku Tahunan untuk Keke

Ini salah satu area pemotretan photo buku tahunan untuk Keke. Huff! Anak Bunda udah mau lulus SD ajah!

Keke: "Bunda, nanti untuk foto buku tahunan, Keke kebagian tema sawah. Disuruh pakai pakaian kayak mau ke sawah gitu, Bun. Pakai apa, ya?"
Bunda: "Pakai celana hitam ayah aja. Itu, kan, model pangsi gitu. Trus atasannya pakai oblong, dikasih sarung buat diselempangin, sama peci jangan lupa."
Keke: "Iya, bener juga, Bun."
Bunda: "Emang fotonya harus bergaya apa?"
Keke: "Belum tau, Bun. Ini juga Keke cuma denger dari temen aja. Katanya, untuk kelompok Keke nanti temanya sawah."

Beberapa hari setelah itu, pengumuman resmi pun didapat. Benar kata Keke kalau kelompoknya bertemakan sawah. Lebih detilnya adalah main tarik tambang di sawah.

Waduuuh! Bakalan kotor-kotoran ini, sih. Wajib mandi dulu sebelum pulang.

Selasa, 15 Maret 2016

Penuh Drama Saat Tangan Nai (Diduga) Retak

Penuh drama saat tangan Nai (diduga) retak. Hasil rontgen di amplop ini yang jadi saksi bisunya.

Teman-teman pernah panik saat menghadapi anak sakit? Chi pernah banget. Bahkan yang penuh drama juga ada. Seperti cerita yang satu ini. Kejadiannya udah sekitar 5 tahun lalu. Tapi masih lumayan melekat diingatkan apalagi mengingat sekian ratus ribu melayang karena drama ini.

16 Juni 2011. Hampir 5 tahun yang lalu ...

Saat itu Nai masih duduk di bangku TK A. Seperti biasa, Chi yang menjemput anak-anak setiap hari. Hari itu, Nai gak mau langsung pulang. Dia masih ingin bermain dengan teman-temannya. Chi pun duduk di panggung kecil yang ada di dalam sekolah untuk menunggu Nai.

Nai: "Yuk, pulang, Bun."

Chi pun memakaikan Nai sepatu, kemudian menarik tangannya untuk berdiri. Tiba-tiba, Nai menjerit dan menangis dengan sangat keras. Katanya, lengannya sakit karena Chi menarik tangannya terlalu keras. Chi bingung ... Perasaan cuma menarik tangan Nai dengan sangat pelan?

Sabtu, 12 Maret 2016

Menjadi Blogger Profesional, Mungkinkah?


Menjadi blogger profesional. Mungkinkah? Bila pertanyaan itu ditanyakan ke Chi saat awal ngeblog, sekitar akhir tahun 2007, mungkin Chi akan berkata tidak mungkin. Atau bisa juga menjawab tidak tau. Tapi, kalau ditanyakan sekarang, Chi akan menjawab, "Kenapa tidak? Sangat mungkin, kok."

Walaupun sudah menjadi blogger sejak tahun 2007, tapi Chi baru tau kalau blog bisa menghasilkan pendapatan sejak 3 tahun terakhir. Sempat merasa agak menyesal karena telat taunya. Tapi sekarang Chi merasa bersyukur karena sekian tahun ngeblog tanpa tau dari blog bisa dapat ini-itu membuat Chi jadi terbiasa untuk konsisten menulis hingga akhirnya menjadi passion.

Profesional biasanya suka dikaitkan dengan penghasilan. Siapa yang menolak kalau ditawari penghasilan tambahan atau bahkan bisa tetap? Tapi apa iya, semua penawaran harus 'dihajar'? Apa iya gak harus paham tip and tricknya dulu? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Minggu, 06 Maret 2016

Keke Jagoan Bunda


Nai: "Bundaaa ... beli apa? Ada buat Ima, gak?"

Begitulah tingkah laku Nai setiap kali Chi habis bepergian tanpa mereka. Harus ada oleh-oleh kecil yang dibawa. Biasanya minta es krim. Kalau Keke seringkali lebih kalem walaupun senang juga kalau dikasih es krim.

Tapi kemarin (4 Maret 2016) ada cerita yang sedikit berbeda ...

Keke: "Bun, maafin Keke, ya. Tadi, Keke keasikan main di rumah temen sampe lupa jagain Nai di rumah. Padahal Bunda lagi gak ada."
Bunda: "Kok, bisa sampai lupa?"
Keke: "Abis di kamarnya segala ada, Bun. Ya, udah jadinya keasikan main, deh. Maaf ya, Bun."

Selasa, 01 Maret 2016

Kiddle.co, Search Engine Khusus Anak (Bukan) Dari Google

Kiddle.co, Google, Search Engine

Seminggu yang lalu, Chi menjadi salah seorang narasumber dalam acara Sunday Sharing Blogdetik. Sebuah acara yang dilakukan teratur setiap 1 bulan sekali. Tema sharingnya bermacam-maca, bisa berubah-ubah setiap bulannya. Untuk tema bulan Februari 2016 adalah tentang parenting yang kali ini mengambil topik "Mengasuh Anak di Era Digital"

Chi tidak menjadi narasumber tunggal di acara tersebut. Ada Dr. Andyda Meliala dan juga partnernya mbak Kristi. Mereka berdua adalah ahli parenting. Sedangkan kapasitas Chi adalah sebagai narasumber yang akan berbicara tentang pengalaman pribadi. Dimana keseharian Keke dan Nai lekat dengan dunia digital.

Dunia digital dalam hal ini adalah dunia internet seperti dua sisi mata pisau. Positifnya banyak, negatifnya pun gak kalah banyak. Seringkali sisi negatifnya sampai menghkhawatirkan sehingga mungkin saja itu menjadi pertimbangan bagi bebeapa orang tua untuk tidak mengenalkan internet kepada anak. Tapi bukan berarti yang memilih untuk mengenalkan tidak punya rasa khawatir, ya.

Di postingan ini, Chi gak akan bercerita secara keseluruhan tentang apa aja yang disampaikan pada acara tersebut. Mungkin di postingan selanjutnya. Di acara tersebut, Chi menyarankan untuk memasang parental contro di rumah. Bisa lewat router, install aplikasi, atau saat ini sudah ada gadget yang punyaaplikasi parental control sendiri. Masukkan berbagai kata kunci terlarang di parental control tersebut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge