Featured Post

Baked Tomato with Mozarella Cheese

Chi dan anak-anak lagi tergila-gila dengan baked tomato. Cara bikinnya cepet dan rasanya nikmat. Ngenyangin pula. Makan 1 aja biasanya ud...

Sabtu, 30 Januari 2016

Acer Liquid Z320, Ponsel Android Sahabat Anak Dambaan Ibu

Acer Liquid Z320, Ponsel Android, Fitur kids center
 Acer Iiquid Z320 adalah ponsel android yang bisa menjadi sahabat anak dambaan ibu. Mengingat dampak negatif berinternet memang bisa sangat mengerikan, maka sebaiknya orangtua memilih ponsel yang tidak hanya pintar tapi juga aman bagi anak.

Bukan satu atau dua kali, Keke dan Nai meminta dibelikan ponsel. Hingga saat ini, kami masih menolak. Tidak langsung ditolak begitu saja, tapi kami selalu meminta Keke dan Nai untuk mengungkapkan alasan ingin memiliki ponsel pribadi.

Selama ini, alasan yang paling sering mereka ungkapkan adalah sekadar ingin punya karena teman mereka satu per satu mulai memiliki ponsel pribadi. Alasan seperti ini, tentu saja kami tolak. Mereka harus punya alasan kuat untuk bisa memiliki ponsel pribadi. Kalau hanya sekadar ikut-ikutan, mendingan gak usah. Lagipula selama ini mereka selalu pakai ponsel milik kami.

Walaupun saat ini kami masih menolak permintaan mereka, bukan berarti tidak dipertimbangkan. Di bawah ini beberapa pertimbangan yang kami lakukan berdasarkan urutan.

Rabu, 27 Januari 2016

3 Favorite Quotes


Teman-teman, punya favorite quotes? Chi punya. Sebetulnya, Chi suka dengan banyak quote. Ya, mungkin karena pernah hidup di masa tuker-tukeran menulis data diri di buku kenangan. Dan biasanya di bagian terakhir dari buku kenangan adalah menulis kata mutiara hehehe. Dari banyak quote yang Chi suka ada beberapa yang menjadi favorit

Happy Wife, Happy Life

Quotes yang paling disuka, sejak nonton film Rio 2 hahaha. Kesannya egois banget, ya. Emang cuma istri aja yang harus disenengin? Padahal gak gitu juga maksud quotesnya. Kalau istri dibikin seneng rasanya keluarga memang jadi ikutan seneng. Karena pusat segala cerewet adalah istri. Anak-anak juga bisa ikut kena dicerewetin ibunya. Makanya, buatlah istri bahagia. Iya, gak? Iya, gak? Wkwkwk. Udah, lah, pokoknya Chi suka dengan quotes ini.

Selasa, 26 Januari 2016

"Ima Curang Tuh, Bun!"


Keke: "Ima curang, tuh, Bun!"
Bunda: "Curang kenapa?"
Keke: "Di kelas, dia ranking 1. Lomba mewarnai di sekolah, Ima juara 1 terus."
Bunda: "Trus, apa itu artinya Ima curang?"
Keke: "Abis Keke gak pernah juara."
Bunda: "Gini, ya ... Keke tahun ini terpilih ikut lomba apa?"
Keke: "Lomba pidato."
Bunda: "Keke juga cerita kalau pilih materi pidato yang panjang, kan? Tanpa dipaksa?"
Keke: "Iya."
Bunda: "Tapi, abis itu Keke latihan di rumah, gak?"
Keke: "Hmm ... Hehehe ..."
Bunda: "Nah, nyegir kalau udah gitu. Jadi, apa iya adekmu curang?"
Keke: "Enggak. Tapi, Ima juara terus, sih."
Bunda: "Lha, Keke lihat sendiri, kan, bagaimana usaha adekmu di rumah?"
Keke: "Iya hehehe."

Kalau membaca bahasa tubuh serta gaya bicara Keke saat itu, Chi merasa dia gak benar-benar menuduh Nai curang. Sepertinya Keke hanya iri melihat adiknya yang lagi sering juara.

Saat itu, Keke juga ikut lomba di sekolah. Tahun ini, dia terpilih untuk ikut lomba pidato. Tapi, setiap kali dia terpilih ikut lomba, dia tetap aja bersikap sangat santai. Bahkan saking santainya nyaris tidak terlihat melakukan persiapan.

Minggu, 24 Januari 2016

Obat Tradisional untuk Anak

 
Ini Keke, saat dia terkena thypus. Penyembuhan gak kami kasih obat tradisional apapun, sih. Ikut obat yang dikasih dokter aja :)

Obat tradisional untuk anak kadang Chi pakai ketika Keke dan Nai sedang sakit. Walaupun tetep obat lainnya selalu disediakan untuk berjaga-jaga. Dibawah ini adalah beberapa obat tradisional yang pernah kami coba. Ada diantaranya yang kami konsumsi hingga sekarang.

Bawang merah dan minyak telon

Ketika demam atau masuk angin saat mereka masih bayi dan balita, suka dikasih parutan bawang merah dan minyak telon. Bawang merah diparut (biasanya Chi pake parutan keju), trus dikasih sedikit minyak telon. Setelah dicampur rata, kemudian dioles ke ubun-ubun, punggung, perut, dan telapak kaki.

Mamah pernah menyarankan bawang merah yang bagus untuk dijadikan obat herbal adalah bawang merah tunggal. Maksudnya yang cuma satu gitu. Kadang bawang merah, kan, suka ada 2 yang menempel. Tapi, kadang Chi pake bawang merah apa aja, sih. Pilih minyak telon juga karena diantara minyak penghangat tubuh lainnya gak terlalu panas. Kayaknya kasihan kalau Keke atau Nai dikasih campuran bawang merah dengan minyak angin lainnya. Bawnag merah aja, kan, udah bikin panas.

Gak enak kalau pakai obat herbal ini adalah badan anak jadi bau bawang hahaha. Tapi biasanya anak jadi nyenyak tidurnya. Apalagi sambil dioles, kan, dipijat juga. Mereka nyaris gak pernah dikerok, ya. Walaupun dengan bawang sekalipun. Karena bundanya dikerok pake bawang merah aja bisa jejeritan. Jadi gak kepengen anak-anak dikerok, deh :D

Bicara tentang demam, biasanya dicek dulu suhu tubuh anak pakai thermometer. Kalau masih di bawah 37,5 derajat celcius, biasanya dioles parutan bawang merah dan minyak telon saja sudah cukup. Kalau sudah mendekati angka 38, baru dikasih paracetamol (sambil tetep dikasih obat tradisional juga kadang-kadang). Tunggu 3x24 jam baru ke dokter.

Kenapa harus tunggu 3x24 jam? Karena saat Keke masih bayi dan demam, Chi dan K'Aie pernah ditegur oleh dokter anak. Katanya, kalau anak baru demam sehari jangan dibiasain langsung ke dokter. Cek dulu suhu tubuhnya. Kalau masih antara 37,5 hingga 39 derajat celcius, dikasih paracetamol dengan takaran sesuai umur sudah cukup. Kalau sudah 3x24 jam belum turun juga baru dibawa ke dokter, biasanya langsung diminta cek darah. Kecuali kalau suhu tubuhnya sudah di atas 39, gak usah nunggu 3x24 jam. Tapi harus dibawa saat itu juga ke dokter. Pesan itu yang selalu kami praktekkan hingga sekarang.

Jumat, 22 Januari 2016

Dear, Bunda. Jangan Lakukan 3 Hal Ini Saat Anak Sedang Berkompetisi, Ya.

Jangan Lakukan 3 Hal Ini Saat Anak Sedang Berkompetisi

Dear, Bunda. Jangan lakukan 3 hal ini saat anak sedang berkompetisi, ya. Karena efeknya bisa gak baik untuk anak. Bukankah orang tua ingin melakukan yang terbaik untuk anak? :)

Teman-teman, pernahkah putra atau putrinya berkompetisi? Keke dan Nai pernah beberapa kali ikut kompetisi. Kompetisi di sekolah atau di luar sekolah. Sejauh ini, Chi memberi dukungan setiap kali mereka ikut berkompetisi. Dukungan yang Chi dan K'Aie berikan adalah
  1. Ajakan supaya mereka semangat berlatih
  2. Menemani saat mereka berkompetisi bila memungkinkan. -> Yang dimaksud memungkinkan adalah bila dibolehkan untuk menemani. Biasanya kalau kompetisi di sekolah, kami tidak menemani karena memang tertutup.
  3. Tetap berikan semangat apapun hasilnya. Yang penting mereka gak melakukan kecurangan
Tapi pernah beberapa kali Chi melihat langsung sikap orang tua yang menurut Chi justru kurang mendidik di saat anak sedang berkompetisi.

Rabu, 20 Januari 2016

Bagaimana Menentukan Jam Belajar Anak?

Menentukan Jam Belajar Anak
Bagaimana cara menentukan jam belajar anak? Chi pernah berdebat tentang hal ini dengan salah seorang yang sudah dikenal dekat.

NN (Sebut aja begitu hehehe): "Keke sama Nai susah kalau disuruh belajar, gak?"
Chi: "Ya, ada kalanya begitu."
NN: "Belajar setiap jam berapa?"
Chi: "Biasanya abis maghrib. Sekitar 1 jam, lah."

Setelah itu Chi pun diceramahi kalau sebaiknya tidak mengajak anak-anak belajar pada jam segitu. Alasannya dikaitkan dengan jam biologis manusia. Menurutnya, jam segitu kurang baik bila dipakai untuk belajar.

Chi: "Gimana, ya? Waktu yang pas buat mereka belajar memang jam segitu, sih."

Kembali Chi diceramahin tentang jam biologis hehehe. Chi pun cuma manggut-manggut dan nyengir aja. Dalam hati, 'Chi lebih tau mana waktu yang pas buat Keke dan Nai untuk belajar.' Tapi, abis itu Chi ngadu juga ke K'Aie. Dan K'Aie sepakat dengan pendapat Chi hehehe.

Ada kalanya (bahkan seringkali) sebuah perbedaan pendapat gak perlu diladeni. Senyum-senyum aja. Apalagi kalau kita udah yakin dengan yang dipilih. Kita juga yang menjalani, kan? Bertanggung jawab saja dengan pilihan yang sudah dipilih itu. Gak usah terlalu mendengar katanya ... katanya ... kalau memang kita gak butuh :)

Lalu bagaimana cara Chi menentukan jam belajar anak? Bagaimana ceritanya Keke dan Nai bisa punya kebiasaan belajar setelah maghrib?

Senin, 18 Januari 2016

Boros, Mubazir, atau ...

Boros, Mubazir, atau ... ketika kami menuruti keinginan Keke untuk tidak ikut tes memanah?
Ket: Di foto ini kegiatan memanah di salah satu tempat bermain. Tapi ekskul sekolah juga alat panahannya sama seperti ini.

"Bun, ada ekskul baru di sekolah. Ekskul panahan. Keke boleh ikut, gak?" tanya Keke saat tahun ajaran baru. Awal semester ganjil yang baru saja usai.

Ini adalah postingan lanjutan dari yang sebelumnya, yaitu Apa Harus selalu Kejar Prestasi? Ada lanjutannya karena di postingan awal, Chi tidak menjelaskan kenapa Keke akhirnya dibolehkan ikut panahan. Dan, juga tidak dijelaskan kenapa akhirnya kami mengizinkan Keke untuk tidak ikut tes kenaikan tingkat.

Awalnya, Chi gak langsung mengizinkan. Alasannya adalah kegiatan panahan itu sebaiknya berkelanjutan karena ada tingkatannya. Tapi, saat ini Keke sudah kelas 6. Dimana kebijakan sekolahnya adalah hanya memberikan kegiatan ekskul selama semester ganjil saja untuk siswa kelas 6. Semester genap sudah fokus kepada pendalaman materi untuk persiapan menghadapi ujian sekolah.

Kalau Keke dibolehkan ikut panahan, berarti dia hanya bisa ikut 1 semester saja. Buat Chi itu gak cukup. Kalau dia harus naik level bagaimana? Rasanya Keke susah buat Keke untuk naik hingga beberapa level kalau jatah ekskulnya hanya tinggal 6 bulan lagi. Kalau mau lanjut di luar sekolah juga bingung. Gak ada kursus panahan yang dekat dengan rumah. Kalau lokasinya kejauhan nanti kasihan. Bakalan capek di jalan.

Jumat, 15 Januari 2016

Digoda dengan Kaos Custom Utees.me

utees.me, kaos custom, custom tshirt, design kaos, print kaos, online tshirt creator
Yup! Apa yang teman-teman pikirkan saat melihat seorang perempuan (ibu) memakai kaos dengan tulisan seperti itu?
Baidewei, ini kaos custom uteesme, lho :)  

Sesungguhnya tulisan di kaos di foto itu mengandung 2 unsur, yaitu pamer dan curhat. Pamer kalau dikaruniai 2 anak yang hebat. *Boleh, dong, banggain anak sendiri.* Tapi, sekalian curhat kalau setiap hari ada aja yang bikin pontang-panting. Dari bangun pagi hingga malam hari. Yeah, i'm happy but tetap pontang-panting :D

Senin, 11 Januari 2016

Apa Harus Selalu Kejar Prestasi?


Keke: "Bunda, ada surat dari panahan di tas Keke."
Bunda: "Surat tentang apa?"
Keke: "Surat kenaikan tingkat. Ada tesnya tapi harus bayar. Trus ada beberapa syarat lain."
Bunda: "Oh, ya udah, ikut aja."
Keke: "Emang harus, ya?"
Bunda: "Lho emangnya Keke gak mau ikutan?"

Keke bilang kalau dia sedang malas ikutan tes. Alasannya, tes dilakukan di hari Minggu. Hari dimana dia hanya ingin beristirahat dan bermain seperti yang selama ini dilakukan. Mana tempat tesnya agak jauh dari rumah. Bikin Keke semakin enggan untuk ikut tes.

Chi bukannya memahami keengganan Keke malah mencerewetinya dengan sangat panjang. Siapa yang waktu itu sampai merengek minta ikut kursus panahan? Tau, gak, berapa biaya yang harus dikeluarkan supaya bisa ikut panahan? Gak sayang uang segitu? Lalu buat apa ikut panahan kalau gak mau ikut kenaikan tingkat? Wah, pokoknya panjang ajah Chi ngomelnya. Keke pun hanya menjawab, "Iya, deh, iya ..." Tapi wajahnya muram.

Keke ikut kegiatan memanah di sekolah. Kegiatan memanah di sekolah Keke dan Nai termasuk ekskul spesial. Artinya ekskul yang diadakannya tidak bersamaan dengan ekskul wajib dan ada biaya kegiatan *kalau ekskul wajib tidak ada biaya apapun*.

Ekskul memanah termasuk kegiatan baru di sekolah Keke. Baru dimulai tahun ajaran ini. Tadinya, Chi keberatan Keke ikutan mengingat kelas 6 hanya boleh ikut ekskul di semester ganjil saja. Mulai semester genap sudah harus fokus dengan kegiatan persiapan menghadapi Ujian Sekolah. Tapi karena Keke terus meminta, kami pun akhirnya membolehkan. *Sebetulnya yang mempersulit kasih izin cuma Chi, sih. Kalau sama K'Aie langsung dikasih.* Nai gak ikut ekskul memanah karena bentrok dengan kursus menggambar yang dilakukan di luar sekolah.

Sabtu, 09 Januari 2016

5 Most Liked Photos on Facebook

5 most like photos on facebook

Wew! Udah nyaris seminggu belum ada update terbaru dari blog ini. Rekor buat Chi hahaha! Hmmm ... Kayaknya nulis tentang 5 Most Liked Photos on Facebook aja, deh. Teman-teman ada yang tau tentang ini?

5 Most Liked Photos on Facebook itu mirip seperti #2015BestNine. Bedanya, 5 Most Liked ada di FB, sedangkan #2015BestNine untuk Instagram. *Ya iya kalau itu, sih hehehe ...* Oke, bedanya lagi, kalau #2015BestNine menghitung kumpulan foto pribadi yang diupload sepanjang tahun 2015 lalu ditentukan mana yang paling mendapatkan banyak like. Sedangkan 5 Most Liked Photos sepertinya menghitung seluruh foto pribadi yang diupload dari tahun berapapun, kemudian dicari 5 terbesarnya. Karena ada beberapa foto Chi yang diupload di tahun 2014 masuk 5 Most Liked.

Senin, 04 Januari 2016

Sekolah Untuk Orang Tua


Sekolah untuk orang tua, memang ada? Kalau sekolah seperti halnya menempuh pendidikan formal (mungkin) tidak ada. Tapi sekolah itu, kan, salah satu tempat bagi kita untuk mencari ilmu. Dan, yang namanya menjadi orang tua pun harus berilmu. Tentunya yang dimaksud adalah ilmu parenting. Karena Chi termasuk yang gak ingin menjalani peran sebagai orang seperti daun yang hanyut di sungai. Mengalir begitu aja dengan pasrah.

Kalau begitu, darimana saja Chi mendapatkan ilmu parenting?

Jumat, 01 Januari 2016

#2015BestNine untuk Akun Instagram Ke2Nai

#2015BestNine, instagram, ke2nai

Mari membahas tentang kekinian hehehe. Untuk yang punya akun instagram kayaknya udah tau, ya, hashtag #2015BestNine yang banyak beredar menjelang akhir tahun. Chi pun ikutan bikin. Penasaran pengen tau foto apa aja yang paling dapat banyak like di Instagram. Foto di atas adalah deretan #2015bestnine untuk akun instagram Ke2Nai.

Chi mau cerita sedikit cerita di balik setiap foto itu. Dimulai dari urutan terkecil, ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge