Featured Post

Terapi Air Alkali, Pristine 8+, Untuk Kesehatan Lambung

Keringat dingin mulai terasa lagi. Beberapa kali Chi meringis di sepanjang perjalanan ketika perut mulai protes. Rasa diaduk-aduk sehingg...

Rabu, 23 November 2016

Rumah Aman, Traveling Nyaman

Philips Hue Indonesia
 Bincang-bincang tentang kenyamanan dengan cahaya lampu Philips HUE

Seberapa penting sih keberadaan lampu untuk di rumah?

Pertanyaannya cetek banget, ya? 😁 Karena semua rumah pasti membutuhkan lampu, ya kan? Terutama untuk malam hari. Penting lah pastinya. Kalau untuk lampu rumah, pilihannya sederhana aja. Lampu warna kuning atau putih? Yang redup atau terang? Paling model lampunya aja yang berbeda-beda.

Pernahkah kepikiran lampu rumah bisa berwarna-warni selain putih dan kuning? Atau pernah kepikiran lampu rumah bisa diatur waktu on dan off nya?

Kalau memiliki lampu rumah bisa berwarna warna-warni, Chi belum pernah kepikiran. Tapi, on dan off lampu otomatis sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Lampu di area luar  menggunakan sensor cahaya matahari. Jadi, ketika sinar matahari sudah mulai redup, lampu otomatis menyala. Begitu juga sebaliknya bila sinar matahari mulai terlihat terang.

Alasan menggunakan sensor cahaya adalah karena di blok tempat Chi tinggal warganya mayoritas non muslim. Bahkan tetangga sebelah kiri, kanan, dan depan non muslim. Kami suka merasa galau kalau lagi mudik di hari raya. Mau dinyalain atau dimatiin terus selama beberapa hari, kelihatan banget kalau hanya rumah kami sedang kosong. Khawatir ada oknum jahil, euy 😟

Seluruh tetangga memang pada baik tapi kan gak enak juga kalau minta tolong untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah selama kami bepergian. Siapa tau mereka juga pengen liburan. Pokoknya gak pengen ngerepotin. Paling nitip-nitip sama satpam blok aja buat sesekali lihat kondisi rumah meskipun dari luar. Alhamdulillah, selama ini aman.

Sayangnya kelemahan dari sensor cahaya adalah tidak mengenal siang dan malam. Kalau sepanjang siang terlihat mendung, maka lampu pun otomatis menyala. Kalau para tetangga belum nyalain lampu kan tetap aja rumah kami kelihatan beda sendiri.

Gak cuma saat mudik, kalau lagi bepergian trus pulangnya larut malam suka males buka pintu. Chi penakut apalagi kalau gelap hahaha. Tapi mau minta K'Aie aja yang bukain pintu gak enak. Udahlah dia yang nyetir masa harus bukain pintu juga. Coba begitu sampe rumah, semua lampu pada nyala biar Chi gak takut-takut amat.

Pengen punya lampu yang lebih pintar dari yang dimiliki sekarang, deh. Ada gak, ya?

Senin, 14 November 2016

I Support #WomenRideSafe Karena Fakta-Fakta Ini

 
Private lunch Queenrides dan bloggers (5/11) di Kopi Legit, Plaza Semanggi - Jakarta. Bincang santai tentang movement #WomenRideSafe yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 November 2016

“Ibu-ibu emang gitu, sen kiri tapi belok ke kanan.”
“Ibu-ibu kalau naik motor lebih galakkan mereka walaupun salah.”

Pernah dengar yang seperti itu? Malah sampe dibilang kalau ketemu ibu-ibu pengendara motor maka ‘kelar hidup loe’. Berbagai meme tentang ibu-ibu pengendara motor pun bersliweran di timeline social media. Kadang Chi tertawa melihatnya, tapi kadang malu juga. Duh, sampe segininya ya citra ibu-ibu pengendara motor?

Sebetulnya, Chi agak jarang menemukan kejadian-kejadian seperti itu. Entah karena Chi sehari-seharinya kurang jauh mainnya atau gimana. Karena sehari-hari paling cuma jemput anak yang jarak tempuhnya dekat.

Yang paling sering Chi lihat, justru para pengendara di bawah umur. Yang masih seumuran Keke bahkan Nai! Dan, mereka juga gak pernah pakai safety gear (helm, jaket, dan lain sebagainya). Chi pernah coba samperin 3 pengendara motor yang masih kecil, eh begitu dideketin malah kabur. Chi coba kejar dengan mobil, mereka malah makin ngebut sambil ketawa-tawa. Beugh! Disangka lagi main kejar-kejaran apa, ya?

Akhirnya, Chi terpaksa berhenti mengejar. Ngeri! Karena kejadiannya di komplek. Di mana bisa setiap saat ada anak kecil yang bermain di depan rumah. Udahlah, mending mengalah dulu aja walaupun hati jengkel banget.

Kemana ya orang tua mereka? Apa mereka tau kalau anaknya udah pada bisa bawa motor. Atau justru mereka malah bangga anaknya sudah bisa bawa motor? Jangan salah, faktanya banyak juga lho orang tua yang seperti itu. Malah bangga anaknya bisa mengendarai motor padahal masih kecil. Jadi inget postingan Chi yang tentang Queenrides sebelumnya. Rules, Skills, and Attitude, bagaimana orang tua yang bangga memahami 3 hal itu? *bingung*

[Silakan baca: Ngopi Cantik Queenrides]

Selain sedih dan marah ketika melihat pengendara anak-anak, 8 fakta di bawah ini menggerakan Chi untuk mendukung #womenridesafe

Minggu, 13 November 2016

Biar Gak Bosan di Jalan Raya, Sebaiknya ...


Macet lagi macet lagi ….

Bosen dan ngeselin kalau udah macet. Tapi bener juga apa kata Keke kalau jadi warga Jakarta dan sekitarnya itu harus akrab sama macet. Percuma ngomel juga gak bakal bikin jalanan mendadak lancar.

Berangkat lebih awal menjadi salah satu solusi supaya tidak datang terlambat. Tapi, bukan berarti jadi terbebas macet. Tetep aja bisa kena macet namanya juga Jakarta dan sekitarnya. Pada akhirnya selain berusaha untuk lebih bersabar tentu aja ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya terhindar dari rasa kesal dan bosan.

Apa yang biasanya teman-teman lakukan biar gak bosan di jalan raya? Chi punya beberapa cara, nih. Siapa tau cara kita sama.

Sabtu, 12 November 2016

7th International SWAM Expo 2016 : Defeating Aging


Indonesia adalah negara yang cantik. Maka, masyarakatnya juga harus cantik lahir dan batin. Tapi, kita bicara cantik lahir dulu aja, ya. Siapa sih yang gak ingin cantik? Setiap perempuan sudah pasti cantik. Tapi, apakah kemudian kecantikan tersebut dirawat? Kalau iya, dengan apa atau di mana perawatannya? Aman, gak? Legal, gak?

Duh! Chi kok cerewet banget, ya. Kesannya kepo, deh.

Padahal bukan bermaksud kepo, tapi untuk urusan merawat kecantikan bukan hal main-main. Berharap bisa cantik maksimal malah jadinya kulit kita bermasalah. Kalau udah gitu repot juga, kan? Tapi, ada juga yang sampai rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit bahkan hingga ke luar negeri untuk mendapatkan layanan estetika medis dan anti aging. Padahal kita juga bisa mendapatkannya di Indonesia, cuma kadang kita yang awam ini gak tau.

Pada awal Desember nanti, tepatnya tanggal 2-4 Desember 2016 akan ada International SWAM Expo. Sebetulnya SWAM ini udah masuk tahun ke-7, lho. Udah lumayan lama juga, ya. Dan, tahun ini mengambil tema Defeating Aging.


Jumat, 11 November 2016

Ngopi Cantik Queenrides

Ngopi cantik Queenrides, mengajak kita semua terutama untuk perempuan untuk lebih paham tentang berkedara yang aman

Sabtu, 29 October 2016, waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Chi lihat di langit sudah sangat mendung. Kami sekeluarga pun menuju Grand Metropolitan Mall. K'Aie dan Keke berencana mau nonton. Chi mau datang ke acara Ngopi Cantik Queen Rides. Dan, Nai ikut nemenin Chi.

Dari rumah ke Grand Metropolitan Mall gak jauh. Paling 30 menitan kalau jalanan rada padat. Makanya, Chi optimis aja bakal datang tepat waktu. Tapi, apa yang terjadi? 3 jam aja kami habiskan waktu di jalan! Heuuu ...

Hujan mulai turun dengan deras. Kalimalang macet parah. Parkir di jalanan kalau kayak gitu kondisinya. Chi pun memutuskan untuk turun dan berjalan kaki saja setelah hujan mulai reda. Sebetulnya kami sudah mulai lolos dari kemacetan. Tapi karena harus putar balik dan arah sebaliknya juga macet total, kayaknya keputusan berjalan kaki memang tepat.

Tapi, susah sekali untuk menyebrang. Banyak motor yang langsung tancap gas setelah lolos dari kemacetan. Padahal Chi udah berkali-kali kasih tangan, pertanda mau jalan tetep gak dikasih. Pada gak mau berhenti. Yang berhenti malah mobil. Tapi, kalau motornya tetap pada sliweran sambil ngebut gitu, susah juga buat nyebrang. Setelah beberapa menit, baru deh Chi bisa menyebrang. Akhirnyaaaa ...

Minggu, 06 November 2016

Apa Jenis Kelaminnya?

 
Sumber: Pixabay

Kayaknya lagi musim hamil dan melahirkan nih di FB hahaha! Abis temen-teman Chi di Facebook lagi banyak ajah yang hamil dan melahirkan. Apa jangan-jangan ada semacam musim gitu, ya. Kayak musim hamil atau musim melahirkan?

Ih! Chi ini ada-ada aja pikirannya!

Pemikiran iseng aja, sih. Karena kadang memang suka kayak barengan gitu. Kayak sekitar 6 tahun lalu beberapa teman blogger juga kompakan pada hamil. Sampe-sampe Chi bikin postingan pendek tentang ini

[Silakan baca: Musim Hamil]

Selasa, 01 November 2016

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI. Cerita tentang pengalaman kami ketika mendaftarkan Keke ke SMPN DKI. Gak semulus yang dibayangkan. Ada dramanya hehehe.

Disclaimer:

Keke sekarang sekolah di salah satu SMPN DKI Jakarta. Jadi, di postingan ini, Chi cerita tentang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN DKI. Gak setiap daerah memiliki proses yang sama. Jadi, kalau ada yang bertanya, "Kok, di daerah saya gak begitu?" Ya, karena ini proses PPDB Online SMPN DKI Tahun 2016 yang kami alami :)
Jangankan dengan daerah lain, dengan tingkatan (SD, SMP, atau SMA) pun ada perbedaan. Jadi, (sekali lagi) ini untuk proses PPDB online SMPN DKI
Setelah berdiskusi panjang, kami akhirnya memutuskan untuk mencoba sekolah negeri dulu baru ke swasta. Perjalanan yang penuh deg-degan pun dimulai. Sebetulnya, gak suka dengan proses mendaftar di sekolah negeri. Terkesan hanya mendapatkan 1x kesempatan saja.

Ya, persaingan untuk dapat masuk ke SMPN DKI melalui PPDB online hanya ditentukan dari NEM. Untuk mendapatkan NEM kan cuma ditempuh sekali ujian aja yaitu UN.  Gak ada pula yang namanya remedial di UN. Padahal ketika sedang UN, berbagai faktor bisa mempengaruhi hasil NEM siswa.

Beda dengan sekolah swasta. Gagal di tes masuk gelombang pertama, bisa coba lagi di gelombang berikutnya. Asalkan, mau bayar formulirnya lagi aja hehehe. Beberapa teman yang anaknya sudah yakin masuk sekolah swasta terlihat lebih santai. Sedangkan, Chi masih deg-degan menghadapi UN hingga proses PPDB selesai. Huff!
Tulisan ini juga lumayan panjang. Tadinya mau dibikin 2 bagian, tapi setelah dipikir kembali mendingan langsung jadi satu artikel aja :)
[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!]

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge