Rabu, 20 Januari 2016

Bagaimana Menentukan Jam Belajar Anak?

Menentukan Jam Belajar Anak
Bagaimana cara menentukan jam belajar anak? Chi pernah berdebat tentang hal ini dengan salah seorang yang sudah dikenal dekat.

NN (Sebut aja begitu hehehe): "Keke sama Nai susah kalau disuruh belajar, gak?"
Chi: "Ya, ada kalanya begitu."
NN: "Belajar setiap jam berapa?"
Chi: "Biasanya abis maghrib. Sekitar 1 jam, lah."

Setelah itu Chi pun diceramahi kalau sebaiknya tidak mengajak anak-anak belajar pada jam segitu. Alasannya dikaitkan dengan jam biologis manusia. Menurutnya, jam segitu kurang baik bila dipakai untuk belajar.

Chi: "Gimana, ya? Waktu yang pas buat mereka belajar memang jam segitu, sih."

Kembali Chi diceramahin tentang jam biologis hehehe. Chi pun cuma manggut-manggut dan nyengir aja. Dalam hati, 'Chi lebih tau mana waktu yang pas buat Keke dan Nai untuk belajar.' Tapi, abis itu Chi ngadu juga ke K'Aie. Dan K'Aie sepakat dengan pendapat Chi hehehe.

Ada kalanya (bahkan seringkali) sebuah perbedaan pendapat gak perlu diladeni. Senyum-senyum aja. Apalagi kalau kita udah yakin dengan yang dipilih. Kita juga yang menjalani, kan? Bertanggung jawab saja dengan pilihan yang sudah dipilih itu. Gak usah terlalu mendengar katanya ... katanya ... kalau memang kita gak butuh :)

Lalu bagaimana cara Chi menentukan jam belajar anak? Bagaimana ceritanya Keke dan Nai bisa punya kebiasaan belajar setelah maghrib?

Dunia Anak adalah Dunia Bermain

Alasan utamanya adalah Chi pengen mereka punya banyak waktu bermain. Pulang sekolah mereka harus bermain. Chi pikir waktu yang tepat untuk bermain adalah siang dan sore. Mereka masih bisa main di luar rumah kalau siang dan sore. Sedangkan kalau malam hari area bermain mereka lebih terbatas, yaitu hanya di rumah. Mana boleh Chi membiarkan mereka main di luar pada malam hari? Kecuali memang ada sesuatu yang khusus.

Bermain pada siang hingga sore hari juga mencegah mereka untuk tidur siang. Chi larang mereka untuk tidur siang. Karena kalau mereka tidur siang walaupun cuma sebentar, energi mereka langsung full terisi lagi hingga larut malam. Kalau tidurnya larut malam, besok paginya bakal susah banget dibangunin. Bakalan rewel karena masih mengantuk. Kalau ke sekolah dalam keadaan mengantuk, bagaimana mau fokus belajar? Efeknya berantai, kan? (Baca: 5 Tip Supaya Anak Tidur dengan Tertib dan Nyenyak).

Tapi, sekarang ini Chi perhatiin anak-anak sudah mulai mengerti. Kalaupun tidur siang itu karena kondisinya bener-bener capek. Kalau udah cape, 'digoda' sama gadget juga gak bakal mempan. Mereka tetap akan tidur siang. Tidur malam pun tetap sesuai kebiasaan. Asalkan tidak mengganggu jam tidur malam, Chi membolehkan mereka untuk tidur siang.

Kalau mereka bermain sepanjang hari apakah gak kecapean untik belajar saat malam hari?

Ketika Keke dan Nai masih balita, Chi yang mengukur tingkat keaktifan mereka. Mereka boleh main lari-larian, sepeda, atau permaian yang aktif lainnya. Tapi, jangan pula terlalu aktif hingga menguras energi. Biasanya Chi selingi dengan mengajak anak-anak menonton film kartun kesayangan atau dengan permainan lain yang gak terlalu memerlukan energi besar, lah.

Semakin besar, mereka sudah bisa dikasih tau. Boleh bebas bermain asal jangan terlalu cape hingga gak mampu konsentrasi belajar. Kalau sampai terjadi, maka konsekuensinya adalah pengurangan jam bermain untuk keesokan harinya. Kalau udah begitu, siapa yang mau terima konsekuensi? :)

Kecapekan Kalau Mikir Melulu

Setelah SD, jam belajar mereka di sekolah semakin panjang. Sebelum menentukan jam belajar anak, sebaiknya kembalikan kepada diri sendiri. Coba pikirkan ... Apa gak cape, udah seharian belajar di sekolah, sampai rumah harus langsung belajar lagi? Kalau Chi, sih, pastinya cape.

Chi mencoba membayangkan kalau jadi mereka. Ketika pulang sekolah, rasanya hal pertama yang diinginkan adalah bermain atau beristirahat. Cape mikir melulu. Bisa-bisa stress kalau terus-terusan ketemu sama buku pelajaran :D

Itulah kenapa Chi biarkan mereka untuk bermain. Otak juga perlu diistirahatkan. Anak-anak juga harus dibikin bahagia dengan memberikan hak mereka untuk bermain.

Diskusi

Gak mau juga Chi dianggap ibu yang terlalu banyak mengatur. Secara berkala Chi suka mengajak mereka diskusi tentang menetukan jam belajar. Ya, kali aja mereka punya pendapat lain. Misalnya, mereka justru inginlangsung belajar lagi di rumah setelah pulang sekolah. Kalau memang seperti itu yang mereka mau, mungkin akan Chi izinkan kalau setelah dipertimbangkan memang itu yang terbaik.

Ternyata, mereka pendapatnya sama ma Chi. Pengennya pulang sekolah itu bermain atau beristirahat. Cape kalau belajar melulu. Kalau udah begitu berarti gak perlu ada perdebatan lagi. Paling Chi mengingatkan mereka untuk bertanggung jawab. Karena mereka sudah sepakat dengan hal ini.

Alhamdulillah, sejauh ini mereka bertanggung. Ya, kalaupun ada kalanya mereka susah disuruh belajar itu masih bisa diselesaikan, lah. Belum menjadi sebuah kebiasaan. Ada kalanya kita juga suka malas dengan rutinitas, kan?

Jadi, terserah aja orang mau berpendapat apa tentang menentukan jam belajar anak. Tapi buat Chi, waktu yang paling cocok buat untuk Keke dan Nai belajar adalah usai maghrib. Ya, semua kembali ke kondisi masing-masing

Buat Chi, gak perlu berlama-lama juga belajarnya. Karena waktu tidur yang cukup juga sangat penting. Makanya, Chi gak pernah memaksakan belajar sampai larut malam dengan alasan mereka belum mengerti. Percuma, deh. Mana bisa menangkap pelajaran kalau mata udah mengantuk? Lebih baik tidur sesuai jadwal tapi bangun lebih awal kalau memang dirasa perlu untuk menambah jam belajar.

post signature

28 komentar:

  1. Terima kasih Ka Myra atas share artikelnya yang sangat berguna..hee

    BalasHapus
  2. seenggaknya emang harus ada diskusi ya, kalo anak dipaksa belajar pada saat mereka nggak mood emang nggak baik juga sih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebisa mungkin, saya selalu mengajak anak-anak untuk berdiskusi :)

      Hapus
  3. Aku dulu ngak perna belajar, kerjaan nya cuman main aja dan ini lah hasil nya ngak jelas hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti keluyuran melulu dari dulu :D

      Hapus
  4. Anakku belajar sudah maghrib :) kalau ada PR dan mau ujian saja. Selanjutnya ngecek hapalan quran aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya Keke dan Nai juga gak belajar setiap hari, sih hehehe

      Hapus
  5. kata pakar Pendidikan sih kalau anak kita sedang belajar, kita sebagai orangtua wajib menemaninya. Membimbingnya sehingga sang anak menjadi semangat karena orang tua sayang kepadanya dan memperhatikannya

    BalasHapus
  6. Dalam hal belajarnya Kayla aku termasuk kurang disiplin, krn kadang kasihan juga kalo malem Kayla keliatan masih capek, apalgi kalo ada jadwal les bahasa inggris smp jam 7 mau "maksa" belajar jg kasihan. meski begitu aku tetap ngingatkan kewajiban belajar meski hanya sebentar.

    BalasHapus
  7. setuju banget bunda..tidur cukup juiga penting kok...belajar cukup sampai jam 21 wib aja paling lama...

    BalasHapus
  8. Sama banget aku belajar sama anak2 abis magrib sampai isya .

    BalasHapus
  9. Udah kebayang beberapa tahun lagi aku harus menerapkan ini sama abhi. Hmm, jadi ibu memang luar biasa harus ngatur konsep sana sini

    BalasHapus
  10. mungkin kalo udah SD harus dibuat jam belajar rutin ya.. anak saya masih nol kecil sih.. jadi masih sesukanya aja :)

    BalasHapus
  11. Setuju mommy Chi
    Aku suka sedih ngeliat anak anak yang nonstop les ini dan itu bahkan bimbel sampai double

    Kapan main? Main adalah saat les renang!

    BalasHapus
  12. Setuju, waktu belajar memang gak boleh dipaksakan, lebih disarankan dan diajarkan secara perlahan biar mereka menyesuaikan sendiri waktu yang terbaik, dan menganggap belajar bukanlah suatu kewajiban tapi kebutuhan

    BalasHapus
  13. Jam biologis itu maksudnya apa ya? Dan jam berapa yg disebut dengan jam biologis itu?

    BalasHapus
  14. Belajar sebaiknya setiap hari walau tidak ada PR atau ulangan.Belajar memang tidak harus berlama- lama agar tifak jenuh.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  15. Mba, kalau aku ajarin anak lebih banyak abis shalat magrib. Biasanya anak sendiri yang minta buat belajar. Alhamdulillah. Makasih sharngnya, mba :)

    BalasHapus
  16. toss mba chi, aku juga sepakat dengan postingan ini. Anak-anak tetep butuh waktu untuk bermain setelah mereka pulang sekolah.
    Saya juga biasa mengajak ikhsan belajar setelah maghrib minimal 30 menit karena kalau dipaksakan 1 jam lebih, jelas mata dah ngantuk jadi percuma

    BalasHapus
  17. emang enaknya kalo belajar itu setelah maghrib dan makan, langsung bljr :)

    BalasHapus
  18. Dulu, waktu anak-anak masih kecil aku buat kesepakatan, kapan main, kapan belajar, mereka tentukan sendiri. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sekarang anak-anak sudah besar, belajar sendiri tanpa aku suruh. Terasanya, saat si sulung sudah kuliah dan tinggal di kota berbeda, dia sudah terbiasa mengatur waktu sendiri. Intinya libatkan anak dalam hal apa saja, jadi tidak merasa terpaksa melakukannya. Sekedar menambahkan ya. Berbagi pengalaman he he he

    BalasHapus
  19. Wah si NN, berani2nya ceramahin begitu, ya. Tiap orang kan beda2.

    BalasHapus
  20. Jadi Keke sama Nai ngga tidur siang ya Mak. Kaya Thifa gitu (5th) gpp berarti y ga tidur siang? Soalnya susaah banget dia disuruh tdr siang, malemnya pun kuat dia melek, biasanya aku ketiduran duluan >.< Tapi esoknya jam enam paling udah bangun siih.

    BalasHapus
  21. gak lama belajarnya yang pentign rutin Insya Allah bisa

    BalasHapus
  22. aku juga abis magrib. selesai ngaji terus belajar

    BalasHapus
  23. anak saya biasa abis Isya
    mungkin setiap anak pny kebiasaan sendiri2 ya mbak Myra
    artikel yg menarik
    salam sehat dan sukses aminn
    Regards :)

    BalasHapus
  24. Kalau belajarnya sks mak? Hehehehe...

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge