Featured Post

Antara Kopi Hijau, Diet, dan Antioksidan

Chi pernah bercerita di blog kalau K’Aie adalah seorang pecinta kopi. Setelah bangun tidur, aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah ...

Minggu, 25 Desember 2016

Om Telolet Om

om telolet om

"Om telolet om"

Beberapa hari ini, kalimat 'om telolet om' viral banget. Sampe beberapa Dj kelas dunia pun ikut meramaikan. Bahkan dalam hitungan hari versi dangdutnya juga udah ada 😅 *Cari sendiri di YouTube, ya 😄

Sabtu, 24 Desember 2016

Mencintai Indonesia Dari Blog Monda Siregar


Tentang Monda Siregar

Mbak Monda adalah salah seorang blogger yang sudah lumayan lama Chi kenal *ihiiiyyy kenaaall 😊* Lumayan sering blogwalking ke blognya. Kadang komen, kadang silent reader. Sebetulnya suka ada rasa penasaran kalau membaca blog Mbak Monda. Setau Chi, Mbak Monda ini seorang dokter gigi (cmiiw, ya), tapi rasanya gak ada satupun postingan tentang kesehatan gigi. Cuma kepo dikit aja, sih. Lagipula memang gak ada aturan baku di dunia blog kalau blogger harus menulis berdasarkan profesi yang digeluti, kan?

Mengunjungi blog Mbak Monda akan disuguhi berbagai cerita tentang Indonesia. Tempat wisata, kuliner, wastra, musik, dan lain sebagainya. Bisa dibilang ini blog lifestyle dengan titik berat tentang segala hal di Indonesia.

Jumat, 23 Desember 2016

Rayakan Akhir Tahun Bersama Keluarga dan Kerabat di Surabaya Dengan Kebaikan Susu Anchor Food Professionals


Pada acara masak "Christmas and New Year Dairy Delights with Anchor Food Professionals", di Surabaya - Jawa Timur pada tanggal 14 Desember 2016, Anchor Food Professionals, unit bisnis foodservice dari Fonterra Brands Indonesia,kebaikan susu kepada 250 profesional di industri dan penikmat kuliner. Selain berbagi keahlian tentang susu kepada para pemilik pastry, bakery, cafe, dan restoran, Anchor Food Professionals juga meluncurkan buku resep kue legendaris dan berdiskusi tentang trend kuliner terbaru.
“Walaupun belakangan ini masyarakat Indonesia telah mulai terbiasa mengonsumsi susu, namun susu belum menjadi bagian dari menu sehari-hari dan banyak yang tidak tahu cara memasak dengan bahan baku susu,” ujar Sigit Wijanarko, Associate Foodservice Director Anchor Food Professionals.

Senin, 19 Desember 2016

Senyum dan Sapa Kurir JNE


JNE itu baik. Yup! Kesan pertama kenapa memilih JNE karena kebaikannya dalam hal packing. Sekian tahun silam ketika baru merasakan belanja online, Chi mulai perhatikan kalau packing JNE paling aman. Banyak toko online yang sudah packing barangnya sedemikian rupa supaya sampai di tempat pelanggan dalam keadaan baik. Tapi, sama JNE ditambahin lagi packingnya. Biasanya pakai kantong plastik bertuliskan JNE. Chi pun mulai terkesan dengan kebaikannya ini.

Kebaikan JNE lainnya adalah barang yang Chi order selalu cepat sampai. Setiap kali belanja online, paling sering Chi pakai paket REG (Reguler). Tapi biasanya setelah penjual kirim, besoknya atau selambat-lambatnya lusa barang sudah sampai. Paket REG rasa YES (Yakin Esok Sampai) ini, sih.

Dari yang mulai coba belanja online, sampe akhirnya ketagihan. Berbagai barang dari berbagai brand karena nge-blog. Trus mulai buka usaha toko online juga. Bisa dikatakan JNE semakin banyak jasanya bagi kami. Banyak kebaikan dari berbagai layanan  JNE Express yang sudah kami dirasakan.

Minggu, 18 Desember 2016

Digital Life Elisa Fatma Ariesta


Tentang Elisa

Elisa adalah ibu dari 2 orang anak dan saat ini tinggal di Lamongan, Jawa Timur. Dalam dunia blogger, Elisa termasuk newbie. Baru mulai ngeblog sejak Januari 2014. Tapi walaupun newbie, terlihat kalau Elisa serius dengan dunia blogging. Terlihat dari tampilan blognya yang rapi, sudah ber-TLD, dan cukup konsisten juga menulisnya. Blog lifestyle yang diberi judul Digital Life berisi tentang keseharian Elisa.

Rabu, 07 Desember 2016

Kalau Jalan-Jalan Jangan Lupa Membawa Kartu Debit


K’Aie: “Bun, jangan lupa bawa uang receh buat besok.”

Uang receh yang K’Aie maksud tentu aja bukan bawa uang koin yang banyak. Yang dimaksud receh adalah uang kertas dengan nominal kecil seperti 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, paling besar 50 ribu sebanyak beberapa lembar.

‘Udah ada e-banking ini, bawa token aja, lah’

Chi masih suka berpikir kayak gitu. Terlalu mengandalkan e-banking karena nyaman. Padahal gak setiap saat bisa bertransaksi melalui e-banking. Gak semua tempat juga koneksi wifinya bagus. Kalau gak pegang uang tunai memang kadang merepotkan. Apalagi kalau lagi jalan-jalan.

Kayak beberapa waktu lalu, kami sekeluarga mau camping. Dari rumah berangkat sore hari, sampai daerah Lido sekitar pukul 7. Kami pun memutuskan cari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Situ Gunung. Salah satu rumah makan padang di Lido yang kami pilih. Karena hanya rumah makan kecil, gak mungkin juga bayar pakai kartu debit. Untung diingatin sama K’Aie untuk bawa uang tunai.

Minggu, 04 Desember 2016

Inna Riana, Emak (Yang Selalu) Riweuh


Tentang Inna Riana

Riweuh itu ribet, sibuk, ya kira-kira seperti itu, lah. Contoh kalimatnya seperti ini, "Nanti, ya. Sekarang lagi riweuh." Kalau Chi ngomong gitu, berarti saat itu lagi sibuk. Tapi, kalau Emak Riweuh, nah langsung deh tuh teringat dengan sosok perempuan bernama Inna Riana.

Semua ibu pasti riweuh, ya. Tapi, baca postingan Mbak Inna memang seru, euy. Membaca bagaimana riweuhnya mengasuh 3 boyz alias ketiga putranya, sempat memiliki toko obat, dan juga blogger. Mbak Inna ini peternak blog dan semua blognya aktif, lho. Bahkan dalam kurun waktu 11 tahun sudah mengalami 10 kali pindah rumah dari satu kota ke kota lain. Wuiihh riweuh!
Kesibukan lain adalah rajin ngeblog. Ada tiga blog yang selalu rutin saya update. Punya blog di Kompasiana dan Blog Detik tapi sudah tidak aktif lagi. Blog saya berikut alamatnya:
1. www.emakriweuh.com tentang parenting, jalan-jalan, dan blogging.
2. www.innariana.com tentang cerita curhat, fashion, fiksi, dan lomba.
3. www.dapurngebut.com tentang resep masakan, cerita memasak, dan seputar kuliner.
4. www.inas-craft.blogspot.com tentang aksesoris handmade dan tutorial cara membuatnya. Rencananya, saya ingin membuat online store khusus dari blog ini. Doain yaa. - sumber: Selayang Pandang Inna Riana di group Arisan Link Blogger Perempuan
Postingan Favorit

Setelah ngubek-ubek beberapa postingannya, yang jadi favorit kali ini adalah postingan lama tentang Berhenti Langganan TV Kabel. Kebalikan ma Chi, nih. Seminggu lalu, Chi malah baru upgrade paket langganan tv kabel hahaha.

Ya, setiap keluarga pasti punya pertimbangan masing-masing, ya. Tapi, apapun keputusannya biasanya kalau orang tua pertimbangannya adalah demi kebaikan anak-anak. Terlihat juga di postingan tentang tv kabel itu.

A Happy Hectic Mom, begitu tagline di blog Mbak Inna. Iyeeess! Walaupu hectic, tapi tetap harus happy, dong. Teman-teman yang penasaran sama segala cerita keriweuhannya, silakan ubek-ubek deh postingan di blognya. Termausk yang dapur ngebut itu. Karena banyak resep praktis di sana. 😃

Inna Rianna

Facebook: Inna Riana
Twitter: @EmakRiweuh
Instagram: @innariana
Email: helloinnariana@gmail.com

Rabu, 23 November 2016

Rumah Aman, Traveling Nyaman

Philips Hue Indonesia
 Bincang-bincang tentang kenyamanan dengan cahaya lampu Philips HUE

Seberapa penting sih keberadaan lampu untuk di rumah?

Pertanyaannya cetek banget, ya? 😁 Karena semua rumah pasti membutuhkan lampu, ya kan? Terutama untuk malam hari. Penting lah pastinya. Kalau untuk lampu rumah, pilihannya sederhana aja. Lampu warna kuning atau putih? Yang redup atau terang? Paling model lampunya aja yang berbeda-beda.

Pernahkah kepikiran lampu rumah bisa berwarna-warni selain putih dan kuning? Atau pernah kepikiran lampu rumah bisa diatur waktu on dan off nya?

Kalau memiliki lampu rumah bisa berwarna warna-warni, Chi belum pernah kepikiran. Tapi, on dan off lampu otomatis sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Lampu di area luar  menggunakan sensor cahaya matahari. Jadi, ketika sinar matahari sudah mulai redup, lampu otomatis menyala. Begitu juga sebaliknya bila sinar matahari mulai terlihat terang.

Alasan menggunakan sensor cahaya adalah karena di blok tempat Chi tinggal warganya mayoritas non muslim. Bahkan tetangga sebelah kiri, kanan, dan depan non muslim. Kami suka merasa galau kalau lagi mudik di hari raya. Mau dinyalain atau dimatiin terus selama beberapa hari, kelihatan banget kalau hanya rumah kami sedang kosong. Khawatir ada oknum jahil, euy 😟

Seluruh tetangga memang pada baik tapi kan gak enak juga kalau minta tolong untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah selama kami bepergian. Siapa tau mereka juga pengen liburan. Pokoknya gak pengen ngerepotin. Paling nitip-nitip sama satpam blok aja buat sesekali lihat kondisi rumah meskipun dari luar. Alhamdulillah, selama ini aman.

Sayangnya kelemahan dari sensor cahaya adalah tidak mengenal siang dan malam. Kalau sepanjang siang terlihat mendung, maka lampu pun otomatis menyala. Kalau para tetangga belum nyalain lampu kan tetap aja rumah kami kelihatan beda sendiri.

Gak cuma saat mudik, kalau lagi bepergian trus pulangnya larut malam suka males buka pintu. Chi penakut apalagi kalau gelap hahaha. Tapi mau minta K'Aie aja yang bukain pintu gak enak. Udahlah dia yang nyetir masa harus bukain pintu juga. Coba begitu sampe rumah, semua lampu pada nyala biar Chi gak takut-takut amat.

Pengen punya lampu yang lebih pintar dari yang dimiliki sekarang, deh. Ada gak, ya?

Senin, 14 November 2016

I Support #WomenRideSafe Karena Fakta-Fakta Ini

 
Private lunch Queenrides dan bloggers (5/11) di Kopi Legit, Plaza Semanggi - Jakarta. Bincang santai tentang movement #WomenRideSafe yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 November 2016

“Ibu-ibu emang gitu, sen kiri tapi belok ke kanan.”
“Ibu-ibu kalau naik motor lebih galakkan mereka walaupun salah.”

Pernah dengar yang seperti itu? Malah sampe dibilang kalau ketemu ibu-ibu pengendara motor maka ‘kelar hidup loe’. Berbagai meme tentang ibu-ibu pengendara motor pun bersliweran di timeline social media. Kadang Chi tertawa melihatnya, tapi kadang malu juga. Duh, sampe segininya ya citra ibu-ibu pengendara motor?

Sebetulnya, Chi agak jarang menemukan kejadian-kejadian seperti itu. Entah karena Chi sehari-seharinya kurang jauh mainnya atau gimana. Karena sehari-hari paling cuma jemput anak yang jarak tempuhnya dekat.

Yang paling sering Chi lihat, justru para pengendara di bawah umur. Yang masih seumuran Keke bahkan Nai! Dan, mereka juga gak pernah pakai safety gear (helm, jaket, dan lain sebagainya). Chi pernah coba samperin 3 pengendara motor yang masih kecil, eh begitu dideketin malah kabur. Chi coba kejar dengan mobil, mereka malah makin ngebut sambil ketawa-tawa. Beugh! Disangka lagi main kejar-kejaran apa, ya?

Akhirnya, Chi terpaksa berhenti mengejar. Ngeri! Karena kejadiannya di komplek. Di mana bisa setiap saat ada anak kecil yang bermain di depan rumah. Udahlah, mending mengalah dulu aja walaupun hati jengkel banget.

Kemana ya orang tua mereka? Apa mereka tau kalau anaknya udah pada bisa bawa motor. Atau justru mereka malah bangga anaknya sudah bisa bawa motor? Jangan salah, faktanya banyak juga lho orang tua yang seperti itu. Malah bangga anaknya bisa mengendarai motor padahal masih kecil. Jadi inget postingan Chi yang tentang Queenrides sebelumnya. Rules, Skills, and Attitude, bagaimana orang tua yang bangga memahami 3 hal itu? *bingung*

[Silakan baca: Ngopi Cantik Queenrides]

Selain sedih dan marah ketika melihat pengendara anak-anak, 8 fakta di bawah ini menggerakan Chi untuk mendukung #womenridesafe

Minggu, 13 November 2016

Biar Gak Bosan di Jalan Raya, Sebaiknya ...


Macet lagi macet lagi ….

Bosen dan ngeselin kalau udah macet. Tapi bener juga apa kata Keke kalau jadi warga Jakarta dan sekitarnya itu harus akrab sama macet. Percuma ngomel juga gak bakal bikin jalanan mendadak lancar.

Berangkat lebih awal menjadi salah satu solusi supaya tidak datang terlambat. Tapi, bukan berarti jadi terbebas macet. Tetep aja bisa kena macet namanya juga Jakarta dan sekitarnya. Pada akhirnya selain berusaha untuk lebih bersabar tentu aja ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya terhindar dari rasa kesal dan bosan.

Apa yang biasanya teman-teman lakukan biar gak bosan di jalan raya? Chi punya beberapa cara, nih. Siapa tau cara kita sama.

Sabtu, 12 November 2016

7th International SWAM Expo 2016 : Defeating Aging


Indonesia adalah negara yang cantik. Maka, masyarakatnya juga harus cantik lahir dan batin. Tapi, kita bicara cantik lahir dulu aja, ya. Siapa sih yang gak ingin cantik? Setiap perempuan sudah pasti cantik. Tapi, apakah kemudian kecantikan tersebut dirawat? Kalau iya, dengan apa atau di mana perawatannya? Aman, gak? Legal, gak?

Duh! Chi kok cerewet banget, ya. Kesannya kepo, deh.

Padahal bukan bermaksud kepo, tapi untuk urusan merawat kecantikan bukan hal main-main. Berharap bisa cantik maksimal malah jadinya kulit kita bermasalah. Kalau udah gitu repot juga, kan? Tapi, ada juga yang sampai rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit bahkan hingga ke luar negeri untuk mendapatkan layanan estetika medis dan anti aging. Padahal kita juga bisa mendapatkannya di Indonesia, cuma kadang kita yang awam ini gak tau.

Pada awal Desember nanti, tepatnya tanggal 2-4 Desember 2016 akan ada International SWAM Expo. Sebetulnya SWAM ini udah masuk tahun ke-7, lho. Udah lumayan lama juga, ya. Dan, tahun ini mengambil tema Defeating Aging.


Jumat, 11 November 2016

Ngopi Cantik Queenrides

Ngopi cantik Queenrides, mengajak kita semua terutama untuk perempuan untuk lebih paham tentang berkedara yang aman

Sabtu, 29 October 2016, waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Chi lihat di langit sudah sangat mendung. Kami sekeluarga pun menuju Grand Metropolitan Mall. K'Aie dan Keke berencana mau nonton. Chi mau datang ke acara Ngopi Cantik Queen Rides. Dan, Nai ikut nemenin Chi.

Dari rumah ke Grand Metropolitan Mall gak jauh. Paling 30 menitan kalau jalanan rada padat. Makanya, Chi optimis aja bakal datang tepat waktu. Tapi, apa yang terjadi? 3 jam aja kami habiskan waktu di jalan! Heuuu ...

Hujan mulai turun dengan deras. Kalimalang macet parah. Parkir di jalanan kalau kayak gitu kondisinya. Chi pun memutuskan untuk turun dan berjalan kaki saja setelah hujan mulai reda. Sebetulnya kami sudah mulai lolos dari kemacetan. Tapi karena harus putar balik dan arah sebaliknya juga macet total, kayaknya keputusan berjalan kaki memang tepat.

Tapi, susah sekali untuk menyebrang. Banyak motor yang langsung tancap gas setelah lolos dari kemacetan. Padahal Chi udah berkali-kali kasih tangan, pertanda mau jalan tetep gak dikasih. Pada gak mau berhenti. Yang berhenti malah mobil. Tapi, kalau motornya tetap pada sliweran sambil ngebut gitu, susah juga buat nyebrang. Setelah beberapa menit, baru deh Chi bisa menyebrang. Akhirnyaaaa ...

Minggu, 06 November 2016

Apa Jenis Kelaminnya?

 
Sumber: Pixabay

Kayaknya lagi musim hamil dan melahirkan nih di FB hahaha! Abis temen-teman Chi di Facebook lagi banyak ajah yang hamil dan melahirkan. Apa jangan-jangan ada semacam musim gitu, ya. Kayak musim hamil atau musim melahirkan?

Ih! Chi ini ada-ada aja pikirannya!

Pemikiran iseng aja, sih. Karena kadang memang suka kayak barengan gitu. Kayak sekitar 6 tahun lalu beberapa teman blogger juga kompakan pada hamil. Sampe-sampe Chi bikin postingan pendek tentang ini

[Silakan baca: Musim Hamil]

Selasa, 01 November 2016

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI

Beginilah Cara dan Rasanya Ikut PPDB Online SMPN DKI. Cerita tentang pengalaman kami ketika mendaftarkan Keke ke SMPN DKI. Gak semulus yang dibayangkan. Ada dramanya hehehe.

Disclaimer:

Keke sekarang sekolah di salah satu SMPN DKI Jakarta. Jadi, di postingan ini, Chi cerita tentang proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN DKI. Gak setiap daerah memiliki proses yang sama. Jadi, kalau ada yang bertanya, "Kok, di daerah saya gak begitu?" Ya, karena ini proses PPDB Online SMPN DKI Tahun 2016 yang kami alami :)
Jangankan dengan daerah lain, dengan tingkatan (SD, SMP, atau SMA) pun ada perbedaan. Jadi, (sekali lagi) ini untuk proses PPDB online SMPN DKI
Setelah berdiskusi panjang, kami akhirnya memutuskan untuk mencoba sekolah negeri dulu baru ke swasta. Perjalanan yang penuh deg-degan pun dimulai. Sebetulnya, gak suka dengan proses mendaftar di sekolah negeri. Terkesan hanya mendapatkan 1x kesempatan saja.

Ya, persaingan untuk dapat masuk ke SMPN DKI melalui PPDB online hanya ditentukan dari NEM. Untuk mendapatkan NEM kan cuma ditempuh sekali ujian aja yaitu UN.  Gak ada pula yang namanya remedial di UN. Padahal ketika sedang UN, berbagai faktor bisa mempengaruhi hasil NEM siswa.

Beda dengan sekolah swasta. Gagal di tes masuk gelombang pertama, bisa coba lagi di gelombang berikutnya. Asalkan, mau bayar formulirnya lagi aja hehehe. Beberapa teman yang anaknya sudah yakin masuk sekolah swasta terlihat lebih santai. Sedangkan, Chi masih deg-degan menghadapi UN hingga proses PPDB selesai. Huff!
Tulisan ini juga lumayan panjang. Tadinya mau dibikin 2 bagian, tapi setelah dipikir kembali mendingan langsung jadi satu artikel aja :)
[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!]

Rabu, 26 Oktober 2016

Tentang Aksi Damai IDI


Senin, 24 Oktober 2016, bertepatan dengan HUT ke-66 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar aksi damai secara serentak di seluruh tanah air dengan berpusat di depan istana negara, Jakarta. IDI ingin menyuarakan tentang Reformasi Sistem Kesehatan dan Reformasi Sistem Pendidikan Kedokteran yang Pro Rakyat.

Oke, sebelum Chi membahas tentang aksi damai IDI ini, mau cerita dulu tentang 'keakraban' keluarga kami dengan tenaga medis di 2 tahun terakhir ini. Sekitar 2 tahun lalu, papah mertua pernah terjatuh ketika sedang membuka pagar. Karena sempat tidak sadarkan diri setelah terjatuh menyebabkan harus dirawat selama sebulanan di rumah sakit. Penyakit diabetes yang sudah menahun memang mambuat papah mertua menjadi lebih lama dirawat rumah sakit.

Setelah pulang dibolehkan pulang hingga kini, setiap 1-2 minggu sekali, papah mertua harus rutin melakukan terapi dan kontrol di rumah sakit. Kondisinya memang belum kembali seperti semula. Hanya bisa berbaring di kasur dan perlu banyak bantuan. Progress ada tetapi perlahan.

Kondisinya yang demikian tidak memungkin papah mertua untuk jalan sendiri ke rumah sakit. Biasanya selain mamah mertua, K'Aie dan kakaknya ikut menemani. Berangkat pagi-pagi dan di rumah sakit bisa seharian. Paling tidak sampai pukul 1 atau 2 tapi kadang sampai sore.

Kok, bisa selama itu? Menurut K'Aie yang bikin lama itu antreannya. Untuk pengobatan dan terapi ini kami menggunakan BPJS. Ya, kalau mau cepat sih bisa tapi biayanya juga lebih tinggi, ujar Chi dalam hati. Prihatin dan sedih sebetulnya. Tapi, mau gimana lagi? Cuma bisa pasrah dan berharap yang terbaik.

Menunggu itu pekerjaan yang paling membosankan, lho. K'Aie yang sehat setidaknya masih bisa berjalan-jalan sejenak atau sekadar menggerakkan badan untuk mengusir bosan. Masih bisa lihat smartphone untuk online. Bagaimana dengan papah mertua yang hanya bisa duduk di kursi roda selama menunggu, Pastinya melelahkan. Berjam-jam lho menunggunya. Hiks :(

Senin, 24 Oktober 2016

Tip Berburu Tiket Pesawat Murah



Tiket Murah tentunya menjadi buruan bagi siapapun yang hobi traveling. Bahkan tak jarang rela begadang untuk menunggu waktu dibukanya promo mendapat tiket pesawat murah. Namun usaha yang dilakukan kadang hasilnya menyakitkan. Sudah rela begadang tapi masih kalah cepat dengan traveler lainnya yang juga berburu tiket pesawat murah

Sekarang, teman-teman gak perlu khawatir kehabisan tiket murah di waktu-waktu tertentu. Pada dasarnya setiap maskapai atau Online Travel Agent selalu menyediakan promo-promo atau potongan-potongan harga untuk para pelanggannya asal teman-teman tahu tip dan trik nya. Mau tahu tip dan trik berburu tiket murah? Berikut ini tipnya! Check this out!

Sabtu, 22 Oktober 2016

Setelah Memasak, Peralatan Memasaknya Dicuci, Ya!

 
 Setelah memasak, peralatan memasaknya dicuci, ya! Asalkan pakai sabut spons Scotch-Brite, mau deh nyuci. Eits! Itu alat masak yang teflon bukan karena tergores tapi bekas dipakai untuk bikin pancake. Kalau yang tray dipakai untuk memanggang roti :D

"Gak usah beli peralatan masak teflon, lah. Kalau si mbak yang nyuci pasti gak apik. Malah jadi banyak goresan."

Bertahun-tahun, Mamah pernah pesan seperti itu ke Chi. Memang iya, sih, walaupun udah berkali-kali dikasih tau tapi tetap aja digosok dengan keras setiap kali mencuci peralatan masak teflon. Akibatnya jadi banyak goresan yang merusak lapisan teflon. Akhirnya, kembali ke penggorengan yang biasa aja. Yang gak masalah digosok sekeras apapun. Peralatan masak teflonnya lebih banyak disimpan di lemari.

Kalau khawatir gores bila si mbak yang nyuci, kenapa gak nyuci sendiri aja? Masalahnya, Chi itu suka masak tapi gak suka beberesnya. Termasuk mencuci segala perabotan masak dan makan hehehe. Pengennya, ada tongkat Harry Potter yang sekali digerakkan udah bersih segala peralatan masak dan makan :D

Rabu, 19 Oktober 2016

Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?

Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?

Pilih sekolah swasta atau negeri? Ketika memilih sekolah untuk anak-anak, Chi gak pernah mendadak. Selalu dari jauh-jauh hari. Diskusi panjang pun dilakukan. Anak tentu saja dilibatkan karena dialah yang akan merasakan langsung proses belajar-mengajarnya.

Kami sudah mulai memikirkan dan berdiskusi Keke akan masuk sekolah mana sejak Keke kelas 5 SD. Saat itu, anatara Chi dan K'Aie mempunyai pendapat yang berbeda. Alasan kami sama, hanya saja sudut pandangnya yang berbeda.

Usia SMP adalah Masa Pencarian Jati Diri

Chi dan K'Aie sama-sama berpikir kalau usia SMP adalah masa pencarian jati diri. Di usia ini mungkin akan banyak terjadi 'gelombang' dalam pola asuh. Maka, kami pun merasa harus mencari sekolah yang tepat. Sayangnya, sudut pandang kami untuk mencari solusinya berbeda.

Chi berpendapat, sekolah swasta adalah jawaban yang paling tepat. Sekolah swasta umumnya jumlah murid per kelasnya tidak banyak. Sehingga para guru pun akan lebih mudah mengenal karakter anak didiknya. Apalagi, sekolah swasta yang Chi pilih adalah lanjutannya dari SDnya Keke. Setidaknya kami udah akrab dengan lingkungan sekolahnya. Gak perlu meraba-raba lagi.

Chi bukan bermaksud memindahkan urusan pola asuh ke sekolah. Teteplah yang namanya pola asuh, orang tua yang paling bertanggung jawab. Tapi memang lebih baik kalau bisa menemukan sekolah yang bersahabat. Karena sekian jam anak berada di sekolah. Tentunya lebih bagus menemukan sekolah yang bisa menjadi wakil orang tua selama anak di sana.

Sedangkan K'Aie memilih negeri. Menurutnya, sudah saatnya Keke bergaul dengan lingkungan yang lebih heterogen. Kalau terus di swasta kan secara ekonomi hampir homogen. Ada kekhawatiran kalau kelamaan berada di lingkungan yang sama, Keke akan menjadi anak yang borju.
Bukan berarti kami tidak pernah mengajarkan tentang kesederhanaan. Chi rasa samalah seperti banyak orang tua lainnya yang selalu berusaha menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Begitupun dengan sekolah termasuk pertemanan Keke di sekolah. Semuanya anak baik-baik. Tapi Chi sebetulnya juga setuju kalau memang sudah saatnya Keke mengenal lingkungan yang lebih beragam.
Ya, Chi pun punya kekhawatiran yang sama. Tapi, tetap saja buat Chi sebaiknya Keke di swasta. K'Aie pun sependapat dengan Chi tentang pentingnya pembentukan karakter. Tapi, K'Aie tetap berpendapat bahwa sudah saatnya Keke masuk sekolah negeri.

Senin, 17 Oktober 2016

Karena #UsiaCantik Perlu Dirayakan

Karena #UsiaCantik Perlu Dirayakan, L'oreal paris Skin Expert, dermalift revitalift

Usia 25 tahun menikah. Kerja cukup sampai usia 35-40 tahun saja. Rajin menabung selama masih kerja. Setelah itu resign dan membuka usaha kecil-kecilan sambil mengasuh anak.

Itu adalah rencana terideal Chi ketika masih lajang. Tercapai, kah? Enggak hehehe. Nyatanya, Chi menikah di usia 26 tahun. Mundur setahun dari rencana. Tapi, rencana untuk resign di atas usia 35 tahun menjadi maju sekitar 9 tahun lebih awal. Beberapa bulan sebelum menikah, Chi putuskan untuk resign. Sempat bikin online shop kecil-kecilan tapi karena belum sepenuh hati ngejalaninnya jadinya sekarang berhenti. Pokoknya, gak sesuai rencana, lah!

Sempet ada penyesalan sedikit. Biasa punya penghasilan sendiri sama mengandalkan gaji suami memang beda rasanya. Walaupun K’Aie bukan suami yang pelit. Tapi tetep aja beda. Apalagi kalau lagi kangen sama suasana kerja. Rasanya pengen banget ngantor lagi.

Tapi itu dulu ….

Minggu, 16 Oktober 2016

Tentang Berita Kekinian


Seberapa update teman-teman dengan berita yang kekinian? Beberapa tahun lalu, Chi termasuk update. Apalagi kalau berita gosip hahaha. Nonton infotaintment, langganan tabloid, dan pastinya nge-gossip tetang artis sama teman pastinya seru hehehe.

Gimana dengan berita politik, kriminal, dan lain sebagainya? Termasuk update juga. Sama lah kayak pengamat gosip, juga rajin nonton tv, baca koran, dan lain sebagainya biar selalu update kejadian terbaru. Sama biar bisa nyambung kalau ngomong sama tukang sayur *eh, gimana?* Ya, abis kalau yang namanya bahas politik itu di manapun dan kapanpun, ya. Ngumpul sama siapapun selalu ada bahasan politik hehehe.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Tas Wanita Favorit


Apa jenis tas favorit teman-teman? Kalau Chi sih udah pasti jawabannya Ransel / Backpack. Trus? Gak ada lagi kayaknya. Eh, ada ding satu lagi. Chi suka dengan model Messenger Bag. Walaupun favorit pertamanya sih tetap ransel karena lebih nyaman dipakai dna lebih bisa muat banyak.

Chi termasuk yang cuek untuk urusan tas. Maksudnya, gak terlalu mikirin apakah baju yang Chi pakai akan matching dengan tas. Kemana-mana selalu pakai ransel. Atau sesekali ganti pakai messenger bag.

Kecuali ke acara nikahan, ya. Biasanya Chi memilih untuk gak bawa tas. Gak punya tas yang feminin, sedangkan kalau pakai ransel atau messenger bag kayaknya kurang pas hehehe. Ribet sih kalau gak bawa tas, karena tangan jadi harus pegangin hape. Biasanya Chi suka titip ke K'Aie aja hapenya. Atau kalaupun lagi pengen bawa tas, berarti Chi pinjem mamah yang memang punya beberapa 'tas wanita.'

Jumat, 14 Oktober 2016

Berbagai Jenis Asuransi di Indonesia


Bicara tentang asuransi, tadinya Chi gak pernah berpikir bakal punya asuransi. Urusan keuangan mah Chi taunya cuma menabung hehehe. Setelah menikah dan punya anak, baru punya asuransi. Tapi, semua yang urus asuransinya K'Aie. Pokoknya Chi pasrah aja, lah.

Nah, apa aja sih jenis asuransi yang di Indonesia?

Kamis, 13 Oktober 2016

Happy Mom, Happy Traveling

Happy Mom, Happy Traveling, Libur Ceria bersama anak, tempra

Happy Mom, Happy Traveling. Iya, quote itu terinspirasi dari film Rio 2, yaitu Happy Wife, Happy Life. Tapi, kalau ingin jalan-jalan ceria bersama anak-anak, salah satu tip penting yang gak boleh diabaikan adalah ibunya harus happy dulu. Mau tau kenapa alasannya?

K'Aie: "Bun, kalau anak-anak diajak naik Gunung Gede, kira-kira bakal mereka pada seneng gak, ya?"

Itu pertanyaan K'Aie sekitar 3-4 tahun lalu dan kami belum pernah sekalipun naik gunung. Kalau K'Aie aja sih udah beberapa kali, apalagi saat masih lajang, karena itu hobinya. Tapi, kalau sekeluarga, saat itu kami belum pernah.

Sebetulnya, pertanyaan K'Aie itu tersirat karena pertanyaan tepatnya adalah, "Bun, kalau anak-anak diajak naik Gunung Gede, kira-kira Bunda bakal sanggup dan senang, gak?" Anak-anak yang mau diajak naik gunung tapi kenapa Chi yang harus ditanya perasaan dan kemampuannya? Karena Chi gak akan pernah mau ditinggal. Ya, iya lah Keke dan Nai jalan-jalan ma ayahnya masa' Chi gak ikutan. Tapi, kalau naik gunung rasanya Chi harus narik napas panjang dulu untuk berpikir apakah sanggup atau tidak.

Pergi naik gunung bersama anak-anak tentu bukan perkara apakah fisik Chi kuat atau tidak. Fisik anak-anak juga harus dipikirkan. Apalagi kata K'Aie, masing-masing anak wajib bawa tas. Trus gimana dengan mood mereka? Kalau di tengah jalan cape, turun gunung juga rasanya belum tentu jadi pilihan tepat. Lebih khawatir lagi kalau mereka sakit, bagaimana?

Chi memang harus siap dulu. Harus bahagia dulu. Kalau Chi udah siap dan bahagia, segala persiapan dan selama perjalanan pun bisa lebih lancar. Anak-anak pun akan berlibur dengan ceria, lho.

Selasa, 11 Oktober 2016

Jangan Abaikan Kesehatan Daerah Kewanitaan Terutama Saat Menstruasi

Jangan Abaikan Kesehatan Daerah Kewanitaan Terutama Saat Menstruasi, betadine feminine hygine

6 Oktober 2016, Letter D Cuisine and Bar - Jakarta. Sejak kecil mungkin saja kita semua, para perempuan, sudah diajarkan bagaimana menjaga kesehatan daerah kewanitaan oleh ibu. Tetapi, apakah yang diajarkan itu berupa fakta? Atau jangan-jangan bercampur dengan mitos? Padahal setiap hari kita membersihkan daerah kewanitaan. Tapi masih banyak yang belum memahami bagaimana cara membersihkannya. Sehingga masalah daerah kewanitaan erat dengan keseharian perempuan terutama pada saat menstruasi.
"Organ perempuan itu dari bawah bisa ada saluran kecil yang menyambung ke dalam rongga perut. Sehingga bila terjadi infeksi dari bawah dan naik ke atas mausk ke dalam rahim kemudian ke saluran telur bisa menyebabkan infeksi daerah panggul," ujar dr. Liva Wijaya, SpOG
Berbagai infeksi memang bisa terjadi. Selain infeksi panggul, infeksi yang berulang juga akan meningkatkan resiko infeksi saluran kencing, infertilitas, kanker serviks, kerusakan sistem imun tubuh, dan infeksi menyeluruh. Tidak hanya 'menyerang' daerah kewanitaan, tapi seluruh tubuh hingga ke oak pun bisa terkena dampaknya bila mengabaikan kesehatan daerah kewanitaan. Saluran buang air kecil dan saluran buang air besar itu berdekatan. Apabila tidak dijaga, bakteri dari saluran buang air besar bisa berpindah ke saluran buang air kecil begitu pula sebaliknya.

Rabu, 05 Oktober 2016

Redup atau Terang?

lampu philips sceneswitch led

K'Aie: "Bun, matiin lampunya."

Kalau sekarang K'Aie minta tolong matiin lampu, Chi sih nyantai aja. Tinggal matiin trus nyalain lampu baca. Malah udah lama juga gak nyalain lampu baca. Penerangan mengandalkan lampu terang di luar kamar yang cahayanya masuk melalui jendela kecil di atas pintu kamar. Jadi, walaupun kamar dimatiin lampunya tetap gak akan terlalu gelap.

Urusan gelap dan terang di kamar tidur memang sempat jadi perbedaan di antara kami. Untung dulu masih jadi pengantin baru, jadi gak ada perang besar hehehe. Enggak, ding. Gak perlu sampe ribut juga tapi memang biasanya K'Aie yang awalnya mengalah. Biasanya, K'Aie akan menutup matanya dengan bantal kalau lampu kamar masih menyala. Lama-lama, Chi juga yang pengap lihat cara tidur K'Aie.

Tapi, buat tidur gelap-gelapan, Chi juga gak bisa. Susah aja buat tidur. Walaupun sekarang udah biasa tidur dengan lampu redup tapi kalau tiba-tiba mati listrik di malam hari, bisa bikin Chi spontan bangun. Padahal K'Aie mah tetep aja tidur nyenyak. Gak suka tidur dengan suasana yang terlalu gelap. Solusinya pakai lampu baca atau mengandalkan lampu di ruangan lain yang cahanya sedikit masuk ke kamar.

Teman-teman ngalamin hal sama kayak gitu, gak?

Sabtu, 01 Oktober 2016

Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!

Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? 
Sumber gambar: pixabay.com

Tanpa ikut bimbel, nilai UN bisa tetap bagus? Bisa!

DISCLAIMER:

Tulisan ini bukan untuk mengajak para pembaca untuk tidak ikut bimbel (bimbingan belajar). Apalagi menjelekkan lembaga bimbel manapun. Tulisan ini hanyalah cerita pengalaman pribadi kenapa memutuskan untuk tidak memasukkan anak-anak, terutama Keke yang saat itu akan menghadapi UN (Ujian Nasional) ke bimbel manapun. Lagipula, ikut atau enggak ikut bimbel, semua pasti punya alasan pribadi. Ya, kan? :)

Ikut bimbel gak, ya? 

Ketika, Keke mulai masuk kelas 6 SD, Chi mulai berpikir apakah Keke perlu masuk bimbel. Apalagi banyak temannya juga sudah mulai ikut bimbel. Sampai Keke kelas 5 SD, Chi memang bertahan untuk tidak memasukkan dia ke lembaga kursus akademik apapun.

Chi pikir kasihan lah kalau anak sepanjang hari kegiatannya hanya diisi dengan belajar. Udah hampir seharian di sekolah. Berarti sepulang sekolah adalah hak dia untuk bermain. Kalaupun mau kursus, mendingan yang sifatnya hobi seperti berenang, musik, bela diri, dan lainnya.
Bagi Chi, belajar, bermain, istirahat, dan makan yang cukup adalah hak anak. Semuanya harus seimbang. Alhamdulillah, selama ini prestasi akedemisnya berjalan dengan baik.
(Silakan baca: Wacana Full Day School, Setuju Asalkan ...)

Minggu, 25 September 2016

Semua Hal Yang Dilakukan Demi Keluarga

soyjoy cut carbo

Setelah menikah dan memiliki anak, perubahan apa yang akan dilakukan?

Kira-kira seperti itulah pertanyaan di selembar questioner yang harus kami isi pada acara Bloggers Gathering – SOYJOY Cut The Carb di The Hook, Jakarta (Kamis, 8/9). Hmmm … Chi rada mikir ketika menjawab questioner ini. Bukan karena gak tau jawabannya, tapi justru banyak sekali perubahan yang sudah dan akan dilakukan. Yang pasti kehidupan sebelum dan setelah menikah itu jauh berbeda. Termasuk berbagai kebiasaan yang dilakukan. Teman-teman ada yang seperti itu juga, gak?

soyjoy cut carbo 
 Kiwi juice tanpa gula

Sabtu, 17 September 2016

Kacamata Keke

 
Kacamata Keke yang harus selalu dipakai. Kalau enggak, pandangannya gak jelas. 

Menjelang masuk SMP, kami bawa Keke ke optik untuk diperiksa matanya. Hasilnya, mata kiri dan kanan masing-masing minus 3,25! Chi merasa kaget karena baru sekali periksa mata hasilnya langsung segitu.

Pulang ke rumah, abah Keke gak percaya kalau cucu pertamanya ini langsung minus lumayan tinggi. Menurutnya, papah, mamah, juga om Keke yang bertahun-tahun pakai kacamata aja gak sampe segitu minusnya. Papah langsung mengajak Keke untuk cek di salah satu optik ternama. Siapa tau hasil pemeriksaan awalnya salah. Ya, waktu itu kami memang hanya cek di optik kecil depan komplek. Ternyata mau optik kecil hingga ternama pun hasilnya sama, tuh. Tapi keuntungannya adalah, Keke jadi punya 2 kacamata. Yang satunya dibeliin ma abahnya hahaha.

Selain kaget, Chi merasa feeling guilty juga. Sebetulnya udah lama Keke mengeluh penglihatannya kurang jelas. Tapi masih berpikir kalau belum saatnya Keke periksa mata. Paling dia cuma kecapean atau terlalu dekat jaraknya kalau lagi lagi main game atau nonton tv.

Selasa, 06 September 2016

Keke dan Wisuda

Keke dan wisuda dulu serta sekarang beda banget, ya :)

Keke sekarang udah kelas 7. Time flies! Perasaan dia masih kecil aja, Chi belum puas menimang-nimang. Bahkan sampe sekarang Chi masih terbiasa menyebut kelas 1 SMP dibanding kelas 7 *ups! Kalau ini sih karena faktor beda generasi hehehe*

Melihat foto di atas, masih suka bikin Chi senyum sendiri. Kelihatan banget bedanya, ya. Gak hanya di wajah tapi juga di sikap. Saat wisuda PlayGroup, Chi sampe ikut naik panggung. Satu-satunya orang tua yang iku naik panggung buat nemenin anaknya. Keke gak berhenti nangis karena gak mau naik panggung. Saat perform pun dia masih nangis. Keke demam panggung hehehe. Tapi, untuk perform, Chi gak ikut naik panggung. Keke akhirnya mau tampil setelah 'disogok' bakal dibeliin Hot Wheels seusai acara :D

[Silakan baca: Wisudaaaaaaaaaa....................]

Senin, 29 Agustus 2016

[Wacana] Full Day School. Setuju Aja, Asalkan ...

Wacana Full Day School setuju

DISCLAIMER:
  1. Postingan ini murni berdasarkan pendapat dan pengalaman pribadi. Chi tidak membanding-bandingkan Full Day School (FDS) dengan keadaan negara lain atau apapun yang Chi kurang/tidak paham.
  2. Chi tau kalau FDS yang dilontarkan pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy baru wacana. Tapi, boleh dong sesekali Chi berwacana juga menanggapinya. Di beberapa media pun diberitakan kalau FDS baru sebatas jualan ide. Dan pak menteri ingin respon dari masyarakat untuk jualannya ini. :)
  3. Di salah satu media, pak menteri mengatakan kalau wacana ini lebih tepat disebut Ko-Kurikuler bukan FDS. Chi sempat berpikir kalau jangan-jangan media yang salah kutip. Tapi kemudian Chi membaca salah satu artikel di website Sahabat Keluarga Kemdikbud. Di sana masih menggunakan istilah FDS. Jadi, Chi tetap pakai istilah FDS karena di web Kemdikbud saja masih menggunakan istilah itu *Sayangnya begitu postingan ini publish, artikel di web tersebut sudah tidak ada. Keterangannya Error 400 :)*
 

Jumat, 26 Agustus 2016

Nai dan Kehilangan Handphone Kesayangan

Nai dan Kehilangan Handphone Kesayangan 
Nai kehilangan handphone kesayangan minggu lalu. Handphone yang selalu menemani aktivitasnya termasuk belajar motret makanan.

Ini cerita sedih. Ya, paling gak buat Chi masih ada rasa sedihnya sedikit.

Sabtu lalu (20/8), Keke dan ayahnya berencana ke GIIAS. Tadinya mau tanggal 17 ke sananya. Tapi PR Keke banyak banget *hari libur ada PR, sih. -_-* Jadi aja dimundur ke tanggal 20, hari terakhir GIIAS.

[Silakan baca: GIIAS 2015 - Grand New Veloz, si Stylish yang Siap Berpetualang]

Dari awal memang rencananya hanya Keke dan ayahnya yang akan ke GIIAS. Harga tiket masuk sebesar Rp70.000,00 per orang rasanya lumayan mahal untuk Chi dan Nai yang tidak terlalu antusias melihat pameran mobil. Kecuali kalau emang ada niatan beli hahaha. Tapi buat K'Aie apalagi Keke yang (dari kecil) memang senang banget mengamati mobil dan motor, harga tiket segitu tentu tidak terlalu dimasalahkan. Mereka bisa betah dari pagi sampe sore kali di sana.

Keke dan ayahnya berencana naik shuttle daripada bawa mobil pribadi. Jauh aja ke ICE BSD tempat GIIAS diselenggarakan. Mending naik shuttle dari mall terdekat. Di bis tinggal nyantai, deh. Tadinya, Chi pun kepikiran untuk ikutan naik shuttle tapi tujuannya bukan ke GIIAS melainkan ke AEON. Kan, deketan tuh lokasinya. Mumpung ada shuttle selama event berlangsung, kenapa gak dimanfaatkan hehehe

Rabu, 24 Agustus 2016

Inilah Alasan Memiliki Asuransi Jiwa

inilah alasan memiliki asuransi jiwa

Chi sempat kapok sama asuransi. Bertahun-tahun lalu *ketika masih lajang* pernah tertipu sama asuransi. Gara-gara terpengaruh dengan janji-janji menggiurkan dari sales asuransi. Ya, salah Chi juga, sih. Saat itu lagi jenuh karena mengantre cukup panjang. Ketika sedang antre, didatangi sales asuransi. Pikiran lagi jenuh trus dengar janji-janji manis berasa segar, dong. Gak pake lama langsung Chi iyain aja.

Setelah premi diterima baru deh Chi baca kata per kata. Setelah membaca, Chi merasa ada yang aneh, ya? Langsung telepon untuk curhat sama salah seorang sahabat. Yaelah ternyata dia lebih dulu ngalamin hal yang sama. Malah sahabat Chi ini taunya rada telat dan merugi yang lumayan banyak.

Masih ingin memastikan lagi, Chi pun tanya ke papah yang lebih mengerti urusan seperti ini. Sudah ditebak, Chi langsung kena tegur karena main setuju aja sama penawaran asuransi tanpa berpikir panjang. Chi juga harusnya banyak konsultasi dulu sama yang lebih ngerti. Kalau di keluarga Chi, papah lah yang paling mengerti. Sehari-harinya kan kerja di bank *kalau sekarang sih udah pensiun hehehe.* Untung aja Chi cepat nyadarnya, jadi gak terlalu banyak kerugian finansial yang sudah dikeluarkan.

Selasa, 23 Agustus 2016

Belanja Apa di Alfamart?


http://www.kekenaima.com/2016/08/belanja-apa-di-alfamart.html

Pertengahan bulan, paling pas irit-irit uang belanja, ya. Tunggu akhir atau awal bulan tiba. Tiba saatnya untuk gajian hehehe. Antara pasar, supermarket/hypermarket, dan minimarket, mana tempat belanja tersebut yang teman-teman pilih?

Kalau berdasarkan kebutuhan, tentu tergantung butuhnya apa. Kalau beli sayur-mayur, bumbu dapur, atau kebutuhan harian lainnya, Chi lebih suka belanja di pasar. Supermarket atau Hypermarket biasanya Chi cari daging selain kebutuhan keluarga lainnya. Sedangkan memilih minimarket biasanya kalau ada kebutuhan di rumah yang sudah habis. Tentunya gak termasuk sayur dan daging, ya.

Jumat, 19 Agustus 2016

Pahami dan Atasi Pencernaan Peka si Kecil

pahami dan atasi pencernaan sensitif si kecil
Si kecil yang tersenyum menandakan bahwa dirinya sehat
(Nai, saat usia 6 tahun)


Nai: “Bunda, perut Ima sakit.”

Setelah Chi usap-usap perutnya, kadang dioles dengan minyak tawon, biasanya Nai kembali pulih dan ceria lagi. Kejadian seperti itu tidak hanya terjadi sekali, tapi beberapa kali. Tidak ada sebab yang jelas mengapa Nai mengeluh sakit perut. Hanya butuh sedikit usapan dan dipeluk sejenak, gangguan di perutnya langsung lenyap. Chi rasa itu akibat gangguan psikologis. Ya, mungkin saat itu Nai sedang lelah sehingga butuh perhatian. Atau bisa juga sedang sedih karena beberapa sebab.

Kok, bisa karena psikologis tapi larinya ke perut?

Bisa banget. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalaminya. Sering kan kejadian ketika stress melanda, mendadak perut mengalami gangguan? Misalnya, ketika sedang dikejar waktu, ternyata di jalan terkena macet total. Rasanya perut langsung mendadak mules. Atau melihat kejadian gak enak di media sosial, langsung merasa mual.
“Pencernaan adalah otak kedua manusia”
Beberapa ahli mengatakan kalau pencernaan adalah otak kedua manusia. Otak dan pencernaan saling berkaitan dengan erat. Kecerdasan berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Sekitar 80% sistem imun ada di pencernaan. Sehingga apabila orang tua ingin memiliki anak yang cerdas, jangan hanya fokus pada otak si kecil saja tetapi sangat penting untuk memperhatikan kesehatan pencernaannya sejak si kecil masih bayi.

Keke dan Transportasi Pulang Sekolah


http://www.kekenaima.com/2016/08/keke-dan-transportasi-pulang-sekolah.html

Sekarang, Keke udah SMP *Cieee anak SMP hehehe* Karena udah gak satu lokasi dengan Nai, urusan transportasi pulang sekolah sempat bikin pusing. Kalau berangkatnya sih gak pusing karena Keke tetap diantar setiap hari sama Ayahnya. Abis itu ayahnya pulang lagi buat antar Nai.

Tadinya, kami sempat bagi tugas. Ayahnya kebagian antar Keke sekalian ngantor. Sedangkan, Chi jadi dapat tugas baru yaitu antar Nai ke sekolah. Tapi, lama-kelamaan K’Aie memilih balik dulu ke rumah. Terlalu pagi ke kantor kalau sekalian antar Keke. Macet berat di jalan kalau masih pagi hehehe.

Giliran pulangnya nih yang bingung. Jam pulang Keke memang setengah jam lebih cepat dari Nai. Jarak sekolahnya pun gak terlalu jauh. Tapi jalur maceeeett … Apalagi kalau jam sibuk. Trus di sekolah Keke gak ada parkiran buat mobil. Repot kalau Chi harus jemput.

Enaknya gimana, ya?

Kamis, 18 Agustus 2016

Tang … Ting … Tung … Mari Berhitung Sebelum Membeli Rumah

http://www.kekenaima.com/2016/08/mari-berhitung-sebelum-membeli-rumah.html

Bekasi tuh adem, tapi sepi banget. Masih ada sawah dan kali di dekat rumah. Kadang kalau malam juga suka ada kodok yang lagi nongkrong di teras rumah. Jangankan malam, kalau siang hari aja sunyi senyap. Jauuuuhhh … dari Jakarta hihihi …

Etapi itu suasana lebih dari 20 tahun lalu, ya. Saat untuk pertama kalinya Chi pindah rumah ke Bekasi. Masih kelas 5 SD hihihi. Saat itu Bekasi memang masih sepi banget. Jauh dari mana-mana. Mall aja gak ada. Gak kayak sekarang yang menjamur mall dan perumahan.

Walaupun wajah Bekasi sudah sangat berubah, dari daerah yang sangat sepi menjadi ramai dan tidak jauh beda dengan Jakarta, Chi tetap betah. I love Bekasi huahahaha!

Jumat, 12 Agustus 2016

"Time Please" Peluncuran Gerakan Kerjasama Peduli Lingkungan Antara Pramuka, Disney, dan Microsoft

sumber foto: timeplease.id

Salam Pramuka!

"Kami di Walt Disney Indonesia sering mengadakan kegiatan sosial. Biasanya mengajak beberapa karakter Disney mengunjungi berbagai rumah sakit untuk menghadirkan keceriaan bagi anak-anak yang sedang sakit. Seringkali keluarga dilibatkan dalam kegiatan sosial ini. Anak-anak biasanya merasa senang. Dan dari situlah timbul ide untuk membuat Time Please, " ujar Mochtar Sarman, Country Director - Disney Consumer Product, The Walt Disney Company Indonesia.

Lebih lanjut, Mochtar Sarman mengatakan kalau program Time Please ingin mengajak anak-anak untuk berkontribusi kepada masyarakat dalam kegiatan sosial. Keluarga pun diminta untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dipilih oleh anak. Sifat-sifat Pramuka, yaitu gotong-royong, kekeluargaan, dan kebersamaan sama dengan sifat-sifat yang ada di keluarga besar Disney. Atas kesamaan tersebut pada hari Sabtu, 30 Juli 2016 bertempat di Gandaria City diluncurkan kerjasama antara Pramuka, Disney, dan Miscrosoft yang bernama Time Please.


Senin, 08 Agustus 2016

Keke dan Pencernaan Sensitif

 
Keke dan pencernaan sensitif. Jadi kurus banget setelah sakit. :)

Makan dan istirahat yang cukup, benar, dan tepat waktu adalah 2 hal yang selalu rutin Chi ingatkan kepada Keke dan Nai. Kadang-kadang, Chi agak keras mengingatkan 2 hal itu kalau dirasa mereka mulai gak disiplin. Buat Chi, kalau Keke dan Nai bisa disiplin dengan 2 hal itu, aktivitas apapun yang mereka lakukan termasuk belajar, insya Allah akan lancar.

"Enak kalau ketitipan Keke. Mamah gak resah karena dia kalau waktunya makan bakal jalan sendiri ke dapur. Gak perlu disuruh-suruh," kata Neneknya Keke.

Keke memang termasuk yang cukup disiplin untuk urusan makan dan istirahat tanpa Chi harus terus-menerus mengingatkan. Chi gak resah kalau Keke menginap di rumah neneknya atau dimanapun. Karena Chi percaya kalau Keke tetap akan disiplin urusan makan dan istirahat.

Contoh lainnya adalah ketika acara perpisahan sekolah yang diadakan di The Highland Park Resort, Bogor. Ketika ada jam bebas di hari pertama, Keke memilih untuk bersantai-santai dengan ngobrol ma beberapa temannya sambil cari camilan sore hehehe. Sebetulnya di jam bebas, boleh pada berenang tapi Keke gak mau karena sejak pagi hari sudah ikut berbagai game kemudian malamnya masih lanjut acara lagi. Makanya Keke memilih bersantai tanpa berenang. Malam harinya, acara berlanjut hingga larut malam. Katanya sih Keke memilih tidur sebelum acara selesai dengan alasan daripada besoknya kecapekan.

Keke pun sakit selama hampir 1 bulan ...

Rabu, 03 Agustus 2016

Gadget Sebagai Teman Si Kecil

gadget teman anak, samsung galaxy tab a, samsung, tablet

Gadget sebagai teman si kecil? Duh, mendingan berpikir ulang, deh! Bikin anak jadi gak bergerak, nanti obesitas. Bikin anak jadi menatap layar melulu. Bisa-bisa masih kecil udah pake kacamata. Belum lagi banyak konten yang gak pantas! Bisa ditiru ma anak-anak, nih.

Etapi ...

Trus, ada tugas dari sekolah yang sumbernya bisa dicari di internet. Ada tugas kelompok juga tapi cari waktu ngumpulnya sulit banget. Padahal kalau diskusinya lewat LINE pasti udah beres.

Jadinya gimana, nih? Mulai mengenalkan gadget ke anak atau enggak, ya? Binguuuuungg!

Cerita yang di atas hanya ilustrasi aja ya, Teman-teman. Tapi, apakah teman-teman pernah mengalami kegalauan yang sama? Sebelum memutuskan, mendingan baca artikel ini dulu lalu ditimbang-timbang perlu atau tidak mengenalkan anak dengan gadget.

Sedini Apa Orang Tua Mengenalkan Gadget Pada Anak?

"Sedini apa orang tua mengenalkan gadget pada anak?" Begitu pertanyaan awal dari mbak Anna Surti Nina S.Psi., M.Si, Psikolog pada acara "Jadikan Gadget Teman Si Kecil bersama Samsung Galaxy Tab A" di Letter D, Jakarta (23/7).

Usia 2 tahun? 3 tahun? Atau di atas 5 tahun? Kenyataannya, disadari atau tidak, banyak orang tua yang mengenalkan gadget pada anak sejak lahir. Begitu bayi lahir, difoto dan langsung diupload ke social media. Saat itulah orang tua mulai mengenalkan anak pada gadget.

Senin, 01 Agustus 2016

Fish Express untuk Menu Bekal Sekolah

fish express, bekal sekolah 
Sik ... asiiikkk ... bisa puas bekelin Keke dan Nai dengan ikan kalau ada Fish Express

Antara ikan, ayam, bebek, daging sapi, atau daging kambing, mana yang teman-teman paling suka? Kalau keluarga kami, berdasarkan urutan paling suka adalah
  1. Ikan
  2. Daging kambing
  3. Bebek
  4. Daging sapi
  5. Ayam
Ikan yang kami maksud ini bisa ikan laut atau air tawar, ya. Pokoknya yang namanya ikan, kami pasti suka dan bisa makan dengan sangat lahap. Aneka seafood seperti udang, cumi, atau kerang bolehlah dimasukkan ke urutan ikan. Tapi karena memang paling jarang dibandingkan kelima lauk tadi makanya gak dimasukkan ke daftar.

Diantara kelima lauk tadi, mana yang paling asik dibawa buat bekal?

Rabu, 20 Juli 2016

Sehat, Cerdas, Cantik Bersama Sahabat Ibu dan Body Shop


Sesi sesi tentang kosmetik aman dari BPOM, sesi selanjutnya adalah dari Sahabat Ibu dan Body Shop. Sahabat ibu tidak hanya untuk ibu-ibu saja, lho. Tapi semua perempuan bisa menjadi bagian dari komunitas Sahabat Ibu.

(Baca: 7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman)

Sahabat Ibu 


Rasa ingin berbagi dengan sesama sahabat ibu menjadi langkah awal berdirinya Sahabat Ibu. Sahabat Ibu sudah ada sejak tahun 2012 dan sudah disosialisasikan kepada sekitar 4-700 ibu dan calon ibu. Hadir di acara tersebut adalah  ibu Eveline E. Soekotjo, Founder Sahabat Ibu, ibu Melyana Tjahyadikarta, Pembina dan Penasehat Sahabat Ibu, dan mbak Ayu Diah Pasha, Pimpinan Redaksi Sahabat Ibu.
"Di website Sahabat Ibu bisa berbagi berbagai kreasi, aneka tip yang akan membuat perempuan Indonesia menjadi lebih sehat, cerdas, cantik," ujar mbak Ayu Diah Pasha.

Selasa, 12 Juli 2016

7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman

7 Tip Mengetahui Kosmetik yang Aman 
Berbagai produk kosmetik akrab dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana mengetahui kosmetik yang aman? Cari tau, yuk!

“Amankah Kosmetik yang Anda Gunakan?” menjadi tema talkshow yang diselenggarakan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan Sahabat Ibu pada tanggal 16 Juni 2016 di South Quarter Dome, Jakarta. Sebagai pengguna kosmetik, penting sekali untuk mengetahui mana kosmetik yang aman. 1 tindakan untuk masa depan, begitu menurut MC yang membawakan acara ini.
Kosmetik sudah menjadi kebutuhan utama bagi semua orang. Mulai dari bayi hingga dewasa bahkan tua. Tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki pun menggunakan kosmetik.
Lho, kok, bayi pakai kosmetik? Trus, laki-laki mana yang pakai kosmetik? Pasti yang metroseksual, ya?

Ternyata, pemikiran bawa anak-anak tidak memakai kosmetik atau hanya laki-laki metroseksual yang menggunakan kosmetik itu tidak tepat. Yang termasuk kosmetik bukan hanya tentang lipstick, blush on, bedak, dan segala peralatan make up lainnya yang identik dengan perempuan. Dra. Mayagustina Andarini. Apt, M.Sc Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetik mengatakan kalau sabun, shampoo, dan deodorant pun termasuk kelompok kosmetik. Nah, apakah ada bayi atau laki-laki yang tidak memakai sabun atau shampoo seumur hidup? Kalau memang ada, berarti baru bisa bilang gak pernah pakai kosmetik.

Selasa, 28 Juni 2016

Keke dan Kisah Ajaib


Karena Bismillah adalah salah satu judul cerita di buku "Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW dan Kisah Ajaib Lainnya." Saat membaca ceritanya, Chi jadi inget kejadiannya saat Keke masih TK. Bisa dibilang kisah ajaib bagi Keke saat itu.

Begini cerita ...

Ketika masih duduk di bangku TK, Keke selalu bertanya kenapa harus belajar berdoa menggunakan bahasa Arab? Di usianya itu Keke juga sudah tau kalau Allah akan mengerti doa kita walaupun dengan bahasa apapun. Singkatnya, Keke merasa gak perlu belajar berdo'a menggunakan bahasa Arab. Chi sudah menjelaskan semampunya tapi rupanya belum memuaskan Keke. Dia tetap merasa pakai bahasa Indonesia aja sudah cukup.

Hingga suatu hari, Keke mengeluh kalau PSnya gak bisa nyala. Setelah dicek, Chi tau kalau masalahnya sepele. Hanya kabelnya belum dicolok.

Minggu, 26 Juni 2016

Tersenyumlah Sebagai Bentuk Rasa Bersyukur

kaos dakwah

Sudah berapa hari blog ini gak diisi? Sudah 10 hari! Buat Chi yang terbisa menulis blog setiap 2-3 hari sekali, gak ngeblog selama 10 hari itu rekor hehehe. Bahkan, gak hanya absen menulis blog tapi juga kegiatan ngeblog lainnya seperti blogwalking, share di berbagai komunitas, dan lain sebagainya.

Bahkan kalau diperhatikan lagi, kegiatan ngeblog mulai menurun sejak bulan Maret. Sejak Maret hingga sekarang, jumlah postingan gak sampe 10 setiap bulannya. Lumayan menurun dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Berawal dari mulai fokus untuk mempersiapkan Keke yang akan menghadapi UN. Kemudian berlanjut dengan berbagai kegiatan Keke dari mulai UN, perpisahan, hingga wisuda. Dan, sekarang sudah lebih dari 2 minggu Keke terbaring sakit. Keke terkena typus untuk kedua kalinya :(

Rabu, 15 Juni 2016

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik, fonterra, anchor 

"Tunggu ... Tunggu! Foto dulu."

Cekrek! Cekrek!

Pernah gak ketika lagi makan di luar rumah, teman-teman memfoto makanan yang disajikan? Baik itu di cafe, resto, atau warung sekalipun, rasanya sayang banget kalau makanannya gak difoto. Kan, bisa buat nambah portfolio di Instagram hehehe. Apalagi kalau makanan yang dihidangkan cantik banget, ya. Gregetan rasanya kalau gak difoto :D

Tapi, pernah gak terpikir ada apa cerita di balik sepiring hidangan cantik itu? Bahkan makanan yang disajikan di rumah pun, walaupu mungkin saja tampilannya tidak secantik makanan di luar tetap aja ada cerita, lho. Dimulai dari memilih bahan-bahan yang pastinya berkualitas dan higienis hingga proses memasak. Banyak yang bilang, makanan rumah menjadi enak karena ada bumbu cintanya. *Eaaa!* :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge