Kamis, 31 Desember 2015

Thank You, 2015!

Ini waktu acara tahun baru 2014 lalu

Tahun baru 2015 sudah tinggal hitungan jam lagi, nih. Bagaimana cerita teman-teman sepanjang tahun 2015 ini? Semoga banyak cerita menyenangkan, ya. Kalau Chi berusaha mensyukuri aja. Sepertinya tahu 2015 ini dilalui dengan banyak kisah menyenangkan. Yang pasti, sih, jumlah postingan di blog ini sedikit lebih banyak dibandingkan tahun 2014. Kalau tahun 2014 ada 151 postingan, tahun 2015 ada 156 postingan. Alhamdulillah.

Bagaimana dengan resolusi? Kalau untuk yang satu ini kayaknya Chi gak bisa jawab. Karena memang gak pernah bikin resolusi. Ada beberapa yang mengatakan kalau resolusi membuat kita menjadi semangat. Tapi, kalau buat Chi biarkan mengalir aja, deh. Bukan berarti Chi gak punya tujuan. Cuma khawatir baper aja kalau resolusi gak tercapai hehehe

Selasa, 29 Desember 2015

Hari Senin, Hari Pertama Sekolah (Lagi)


Berapa hari lagi sisa liburan? Gak sampe seminggu lagi huaaaa ...!

Hari Senin depan, hari pertama sekolah. Senin, kan, identik dengan I Hate Monday, ya? Hihihi ... Udah gitu hari pertama sekolah pula. Abis tahun baruan banget. Boleh nambah libur gak, ya? *Ups!* *Keke udah kelas 6, gak boleh banyak izin hehehe*

Cari-cari penyemangat, ah, supaya Senin depan semangat. Baca beberapa tip di blog Happy Fresh kayaknya boleh juga dipraktekin, nih. Biar Senin jadi semangat. Tapi, kayaknya Chi perlu juga melakukan beberapa hal lain supaya Senin depan gak gravak-grubuk

Senin, 28 Desember 2015

Mau 3 Jam, 8 Jam, atau Seminggu, Sekali Ibu Tetaplah Ibu


Seperti apa, sih, kriteria ibu sejati? Biasanya pertanyaan seperti ini akan memicu mom's war tiada ujung. Dari zaman rikiplik hingga sekarang udah zaman gadget, perdebatan ini masih aja ada. Mungkin sampe banyak orang udah bisa wisata ke bulan pun bisa jadi masih ada. Dan, akan semakin ramai kalau menjelang hari ibu hahaha!

Ibu sejati itu (katanya) yang melahirkan secara normal. Hmmm ... berarti Chi bukan ibu sejati. Dua kali melahirkan dan keduanya caesar. *Okeh, melipir cantik, memilih melihat senyum anak-anak :)

Ibu sejati itu (katanya) yang memberikan ASI Eksklusif lalu lanjut menyusui hingga paling tidak si anak berusia 2 tahun. *Yeay! Berarti Chi termasuk ibu sejati.*

Lha tapi yang bener gimana, nih? Kan, Chi gak melahirkan secara normal, tapi memberi ASI hingga berusia 2 tahun (malah lebih). Jadi, Chi termasuk ibu sejati atau bukan? Yang pasti Chi gak akan menjawab. Karena Chi bukan termasuk yang suka mengkotak-kotakkan seperti itu. Jadi silakan bertanya kepada yang suka mengkotak-kotakkan. Kalau Chi terserah, lah, orang mau bilang apa. Buat Chi cukup lihat anak-anak aja. Selama mereka masih nyariin bundanya berarti Chi masih dibutuhkan oleh mereka :D

Etapi, pas hari ibu yang baru saja lewat ada 1 lagi yang rame. Tentang tweet dari salah seorang public figure yang mempertanyakan peran ibu. Menyinggung peran ibu yang hanya bisa 3 jam bertemu anak-anaknya dalam sehari. Apakah yang seperti itu masih bisa dianggap ibu atau lebih cocok dianggap karyawan? :D

Minggu, 27 Desember 2015

Flash! Flash! Flash OPPO R7s!

OPPO R7s, all about flash, allaboutflash 
Press conference launching OPPO R7s di Empirica, Jakarta. 7 Desember 2015.

Flash! Flash! Flash!

Yup! It's all about flash untuk OPPO R7s.

Etapi, OPPO? Apa itu OPPO?

OPPO adalah smartphone asal Tiongkok. Huh … Bukankah produksi Tiongkok identik dengan barang KW? Lagian gak gengsi pakai barang produksi Tiongkok?

Eits! Santaaaiii … Itu pemikiran saya sekitar 2 tahun lalu. Saat saya baru berkenalan dengan OPPO. Yang kemudian saya semakin berkenalan dengan OPPO setelah diundang ke acara N1 Pre Unboxing Event di The Cone, FX Sudirman Jakarta pada tanggal 30 November 2013 (Baca: OPPO N1 Layak Diperjuangkan!)

Pepatah tidak kenal makan tidak sayang itu berlaku banget. Setelah saya hadir di undangan Pre Unboxing 3 tahun lalu, saya mulai merasa kalau OPPO itu handphone yang bisa direkomendasikan. Kemudian semakin ke sini, banyak yang sudah membuktikan kalau OPPO memang handphone yang keren punya.

OPPO R7s, all about flash, allaboutflash


Rabu, 23 Desember 2015

Anak Generasi Gadget Juga Bisa Lupa Gadget

generasi gadget, kecanduan gadget, tanakita

Anak generasi gadget ternyata juga bisa lupa dengan gadget. Caranya bahkan gak sulit, lho. Mau tau caranya?  Salah satunya ada di pengalaman kami usai UAS lalu.

Ayah: "Ke, Nai pernah ajak teman-teman main kesini?"

Saat itu kami sedang berada di Tanakita. Keke dan Nai kompakan bilang belum pernah.

Ayah: "Ajaklah teman-teman kalian ke sini sesekali. Kapan?"
Keke: "Iya, nanti pas Keke ulang tahun."

2 hari kemudian ...

Bunda: "Ke, siapa aja temanmu yang mau diajak ke Tanakita? Trus maunya kapan?"
Keke: "Ayah itu serius apa becanda, sih, Bun? Keke belum ngomong sama teman. Takutnya Ayah cuma becanda."
Bunda: "Coba Bunda tanya lagi ke Ayah, ya."

Besok paginya ...

Senin, 21 Desember 2015

Nilai Rapor Tetap Bagus Walaupun Tidak Belajar Saat UAS

 
Dari salah satu halaman di novel Sabtu Bersama Bapak

Nilai rapor tetap bagus walaupun tidak belajar saat UAS, mungkinkah? Mungkin aja karena itu yang dilakukan Keke dan Nai sejak 2 tahun terakhir ini. Mereka nyaris gak pernah belajar saat UTS dan UAS. Alhamdulillah, nilai-nilai di rapor mereka masih sangat baik. Hasil UAS mereka yang lalu masih bertaburan nilai 100 untuk berbagai mata pelajaran. Di rapor masih bertaburan angka 9, juga untuk berbagai mata pelajaran *pamer dikit, ah :p*

Tapi memang penting banget, ya, nilai-nilai bagus di rapor? Bukankah lebih penting attitude. Nilai rapor vs attitude seperti sebuah bahasan yang selalu meramaikan dunia maya di setiap musim penerimaan rapor. Chi tidak mendewakan nilai rapor. Tapi kalau ditanya mana yang lebih penting antara nilai rapor dan attitude, Chi sepakat dengan jawaban yang ada di novel Sabtu Bersama Bapak. Chi pernah juga menulis tentang hal ini di postingan yang berjudul Buat Apa Sekolah? Di postingan yang lama itu juga ada pendapat ibu Susi Pudjiastuti yang Chi dapat dari berbagai portal berita. Beliau seorang yang cuma tamat SMP, tapi justru mementingkan sekolah bagi anak-anaknya. Ada penjelasannya di postingan tersebut.

Ketika saatnya masuk UTS/UAS, Chi suka ikut bikin status tentang musim ujian ini. Sebetulnya buat seru-seruan aja. Karena melihat beberapa ibu yang kelihatan ribet ketika anaknya sedang UTS/UAS hihihi. Kenyataannya, saat UTS/UAS, kami masih cukup santai, kok :)

Minggu, 20 Desember 2015

Perlukah Uang Jajan untuk Anak?


Perlukah uang jajan untuk anak? Sebelum membahas perlu atau tidak, disamakan dulu pengertian tentang uang jajan, ya. Menurut Chi, uang jajan itu adalah uang yang memang hanya untuk jajan. Ya, boleh aja, sih, kalau uang jajan itu ditabung. Tapi hitungan uang jajan gak termasuk uang transport. Karena pernah beberapa kali ada obrolan tentang uang jajan, ternyata setelah uang jajannya dirinci, di dalamnya udah termasuk transport.

Perlu atau tidaknya anak diberi uang jajan itu tergantung alasan masing-masing orang tua. Chi gak sependapat kalau semakin mahal biaya sekolah, maka akan semakin besar uang jajannya. Ada anak yang bersekolah di sekolah mahal, tapi malah gak pernah dikasih jajan. Begitu juga sebaliknya, sekolahnya gak mahal tapi setiap hari anaknya jajannnya banyak. Keke dan Nai, masing-masing uang jajannya hanya Rp10.000,00/minggu. Itupun kadang-kadang mereka masih bisa nabung.

Kenapa Keke dan Nai uang jajannya segitu? Trus bagaimana mereka bersikap ketika tahu ada beberapa temannya yang mendapat uang jajan besar setiap harinya?

Jumat, 18 Desember 2015

5 Hotel Murah di Malang

 

Malang merupakan salah satu kota yang sangat direkomendasikan untuk anda datangi. Kota ini merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya. Cuaca sejuk disertai letak geografis yang dekat dengan Gunung Semeru menjadikan kota ini ramai dikunjungi wisatawan. Selain itu masih banyak juga tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti Pantai Balekambang, Pulau Sempu, Museum Brawijaya, Taman Rekreasi Senaputra, Kebun Raya Purwodadi, dan Ijen Boulevard. Anda juga bisa menikmati kuliner khas Malang seperti Bakso Malang. Anda juga tidak perlu khawatir untuk masalah penginapan selama berkunjung di Malang karena ada banyak hotel di kota ini yang dapat anda pesan di aplikasi atau situs Traveloka. Jika anda lebih menyukai hotel yang nyaman namun dengan harga terjangkau maka di Malang ada beberapa hotel yang menawarkan kenyamanan dan kemewahan dengan harga di bawah 500.000 rupiah. Berikut profil dari hotel-hotel tersebut.

Kamis, 17 Desember 2015

Disney Baby untuk Indonesia

disney baby

Siapakah yang masa kecilnya akrab dengan Disney? Apapun bentuk keakrabannya. Suka nonton kartun Disney, memiliki mainan Disney, atau bahkan pernah ke Disneyland?

Chi, sih, belum pernah satu kalipun ke Disneyland. Tapi kalau dibilang masa kecil akrab dengan karakter Disney memang iya. Selain sering menonton kartunnya, Chi juga langganan majalah Donal Bebek hingga kuliah :D Yup!

Donal bebek, salah satu karakter klasik dari Disney. Lalu ada Mickey, Minnie, Goofy, dan Winnie the Pooh. Dari keempat karakter itu, mana yang Teman-teman suka? Kalau Chi suka dengan Donal Bebek. Karakter bebek yang pemarah ini, tapi ceritanya selalu lucu.

Rabu, 16 Desember 2015

Ketika Teori vs Realita Parenting Beradu


Chi selalu berharap punya anak yang sholeh/sholehah. Berbakti kepada orang tua, cerdas, dan semua nilai ideal lainnya. Rasanya itu harapan semua orang tua. Setuju, gak? Untuk mencapai harapan itu, orang tua memberikan berbagai upaya maksimal demi kebaikan anak. Tapi sadar gak, sih, kalau kadang yang kita kasih itu hanya teori? Kita sebagai orang masih susah atau bahkan gak bisa mempraktekannya untuk diri sendiri. Padahal anak, kan, lebih mudah dengan cara mencontoh perilaku sekitarnya. Terutama perilaku orang tua.

Ketika teori vs realita parenting beradu, apa yang dirasakan orang tua? Haruskah gak percaya lagi dengan segala teori parenting dan membiarkan mengalir begitu saja seperti air? Buat Chi, teori parenting itu perlu. Karena semua teori itu seperti salah satu panduan. Apalagi menjadi orang tua gak ada sekolahnya. Prakteknya memang harus mengalir seperti air. Tapi jangan sampai pasrah terombang-ambing. Tetep aja harus dikendalikan.

Ada beberapa contoh tentang teori vs realita yang semuanya berasal dari pengalaman Chi sendiri.

Jumat, 11 Desember 2015

Memilih Tontonan Anak


Menonton televisi bukanlah suatu aktivitas yang kami larang untuk Keke dan Nai. Kami lebih memilih membatasi dan mengontrol. Membatasai jam menonton. Jangan sampai dalam sehari bisa berjam-jam menonton televisi. Mengontrol tayangan apa aja yang boleh atau dilarang untuk ditonton.

Bicara tentang memilih tontonan anak, kami juga punya beberapa kriteria tontonan yang boleh atau dilarang. Kriteria ini belum tentu sama di setiap rumah tangga. Karena setiap orang tua pasti punya kriteria dan standar masing-masing.

Rabu, 09 Desember 2015

Memberi Tahu yang Baik Jangan Membentak

"Sesuatu yang benar tidak akan mudah diterima apabila disampaikan dengan cara yang tidak baik seperti marah-marah. Sesuatu yang tidak baik akan dengan mudah diikuti bila disampaikan dengan cara baik."
Ucapan dari seorang ustaz yang bahkan Chi gak tau namanya karena saat itu sedang pindah-pindah frekwensi radio di mobil. Di salah satu radio terdengarlah tausyiah hari Jumat ini. Walopun kejadiannya sudah lama, masih juga Chi ingat.

Chi setuju dengan kalimat di atas. Siapa, sih, yang suka dimarahin walopun salah? Apalagi kalau sampai dibentak-bentak. Siapa juga yang senang ketika melihat seseorang yang merasa benar sendiri. Memberi himbauan sambil marah-marah apalagi menjelek-jelekkan yang lain. Kalau Chi, sih, mendingan langsung melipir aja, deh, walopun sebetulnya apa yang disampaikan itu benar :)

Selasa, 08 Desember 2015

Asisten Baru Kami Bernama Bilna

http://www.kekenaima.com/2015/12/harbolnas-bilna-belanja-mudah-hemat.html

Oke, abaikan yang penawaran nasi goreng di pukul 10 malam. Karena itu sering terjadi hehehe. Chi juga sering minta tolong K'Aie beliin kebutuhan sehari-hari yang ada di minimarket. Chi masih senang belanja, kok. Tapi kalau Chi yang belanja seringnya 'buntutnya' banyak. Ada aja yang dibeli di luar rencana. Apalagi kalau Keke dan Nai juga ikut :D

K'Aie, sih, gak keberatan. Paling masalahnya kalau K'Aie udah kelupaan. Trus, pernah juga Chi minta tolong beliin spaghetti pasta. Eh, yang dibeliin malah sauce spaghetti instant! Padahal di rumah udah ada homemade saus daging yang Chi buat sendiri. Panik, dong, karena itu spaghetti kan buat bekal sekolah besok. Akhirnya, (terpaksa) kasih anak-anak uang buat jajan di sekolah :D

Sebetulnya suka gak enak juga kalau nitip K'Aie keseringan. Pulangnya udah larut malam. Kasihan juga kalau harus mampir minimarket dulu. Malah pernah juga beberapa kali minimarketnya udah tutup.

Ada solusi, gak, nih? *mikir sambil nonton tipi :p*

Senin, 07 Desember 2015

Sejauh Mana Orang Tua Harus Mengajari Anak?

Sejauh Mana Orang Tua Harus Mengajari Anak? Chi merenungkan kalimat itu ketika melihat berbagai foto dirusaknya kebun Amaryllis yang (mungkin) sebagian besar dilakukan oleh remaja.

Sebetulnya gak cuma kali itu aja Chi merenungkan kalimat tersebut. Setiap kali ada kasus viral dimana pelakunya anak remaja, selalu banyak yang menyalahkan orang tua. "Gak pernah diajari sama orang tuanya, kali." Bahkan ada yang kalimatnya lebih sadis dari itu.

Iya, Chi setuju banget kalau orang tua yang akan bertanggungjawab tentang anak-anaknya. Beberapa kali ikut seminar parenting ibu Elly Risman, beliau selalu menegaskan kalau anak adalah tanggung jawab orang tua. Mau orang tua bekerja sekalipun, anak disekolah di sekolah berkualitas, tetap aja orang tua yang bertanggung jawab. Termasuk di akherat nanti. Chi tentu aja gak akan berdebat di sini karena sepenuhnya setuju.

Tapi, terus menjadi pikiran Chi adalah sejauh mana harus mengajarkan anak? Jujur aja, Chi rada ngeri kalau anak-anak sampai berbuat salah. Di zaman sekarang ini sepertinya kita semua dituntut untuk jaid manusia sempurna. Punya kesalahan sekali aja yang tertangkap oleh kamera, maka siap-siaplah untuk dibully massal secara virtual. Jangan berbuat salah, adik Chi pernah bilang kalau sekarang buang air di jalan aja menakutkan. Ada kamera usil yang memotret, dibikin meme lalu diupload, maka siaplah kita menjadi sasaran tertawaan netizen. Ngeri, ya ...

Sabtu, 05 Desember 2015

5 Etika Menjenguk Bayi Baru Lahir


Berita tentang kelahiran adalah sebuah kabar gembira. Kalau kerabat atau teman ada yang baru melahirkan, rasanya ingin langsung menjenguknya untuk ikut merasakan kegembiraan. Tapi alih-alih ingin ikut merasakan kegembiraan, yang ada malah kita menjadi tamu yang mengganggu. Sebetulnya ada gak, sih, etika menjenguk bayi baru lahir?

Minta izin sebelum menjenguk

Setiap kali akan melahirkan, Chi selalu memilih kamar kelas 2 yang berisi 3 orang ibu melahirkan. Chi pikir selama gak bermasalah proses melahirkannya, gak perlu ditemani suami atau keluarga selama di rumah sakit, lah. Tapi pilih kelas 3 biar gak sepi di kamar. Beda banget waktu Chi terkena demam berdarah, pilih kelas utama biar 1 kamar untuk 1 pasien dan K'Aie serta anak-anak bisa Chi boyong untuk menemani hehehe.

Walopun proses melahirkanya gak bermasalah, bukan berarti kita bisa menjenguk sembarang waktu. Ada ibu yang merasa sangat lelah usai melahirkan. Jadi pengennya selama di rumah sakit adalah memaksimalkan waktu istirahat. Ada juga yang mungkin merasa kurang nyaman kalau dijenguk di rumah sakit. Apapaun itu, sebaiknya minta izin dulu sebelum menjenguk.

Jumat, 04 Desember 2015

Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015 untuk Wirausaha Muda Indonesia

 
Inilah wajah finalis Shell LiveWIRE Business Start-up Award 2015. Selamat, ya!
19 November 2015 di hotel Shangri-la, Jakarta

Apa yang sudah teman-teman lakukan di rentang usia 18-32 tahun? Di rentang usia tersebut Chi merasa kehidupannya biasa aja seperti kebanyakan orang pada umumnya. Lulus SMA, kuliah, kerja setelah lulus, resign sesaat sebelum menikah, lalu punya anak pertama dan kedua sebelum berusia 30 tahun. Biasa banget, ya, hidup Chi. Tapi, cobalah lihat apa yang telah dilakukan oleh ke-10 finalis Shell LiveWIRE Business Star-up Award. Rasanya, di saat berusia seperti mereka saat ini, Chi malah sama sekali belum kepikiran jadi wirausaha muda.

Shell LiveWIRE Business Start-up Award


Sebagai salah satu perusahaan energi terkemuka di dunia yang beroperasi di Indonesia, Shell turut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negara. Bentuk partisipasinya adalah melalui program investasi sosial. Shell LiveWIRE Business Start-up Award salah satu program investasi sosial Shell.

Rabu, 02 Desember 2015

Menanggapi Cita-Cita Anak

"Aku mau jadi tukang becak!"
Bagaimana sikap orang tua menanggapi cita-cita anak yang seperti itu?

Sejak Keke lagi suka banget sama novel Harry Potter, sepertinya apapun yang dilakukan dan yang diucapkan selalu disambungkan dengan kisah Harry Potter. Bahkan mungkin kalau ditanya tentang cita-cita, dia akan menjawab menjadi seperti Harry Potter. Keke pernah beberapa kali mengatakan Hogwart school ada, dia mau memilih Ravenclaw. Menarik juga pilihannya, karena Chi pikir tadinya dia akan memilih Gryffindor seperti Harry Potter.
Buat Chi selama gak sampai berlebihan, dibiarkan saja. Chi juga dulu selalu mengimajinasikan buku yang dibaca. Kalau Keke sekarang berangan-angan bisa sekolah di Hogwart, dulu Chi berharap bisa sekolah di Malory Towers hehehe. *Jadi kangen novel Malory Towers* Malah sejak suka baca novel Harry Potter, Keke sekarang suka membuat cerita. Imajinasinya dia tuangkan menjadi karangan. Setiap malam, dia tekun membuat cerita hehehe.

Sebuah angan-angan, terkadang bisa membuat anak bercita-cita. Sebagai orang tua, kita berharap anak-a punya cita-cita apa, sih? Masih zamankah orang tua berharap kelak anaknya akan menjadi seorang dokter, PNS, dan insinyur? Masihkah menabukan cita-cita menjadi seorang presiden? *Kayaknya dulu cita-cita jadi presiden itu tabu, karena presidennya gak ganti-ganti hehe* Atau adakah orang tua zaman sekarang yang mulai berharap anaknya menjadi seorang blogger profesional? Kayaknya kalau dulu gak ada yang kepikiran punya anak yang berprofesi jaid blogger, ya hehe.

Lalu bagaimana kalau suatu hari anaknya mengatakan ingin menjadi tukang becak? Haruskah dilarang, ditegur, atau malah dimarahi?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge