Rabu, 30 September 2015

Bincang-Bincang Bersama Jang Ipan

"Ipan, ini yang namanya Myra Anastasia," seru Mbak Nuniek ketika kami bertemu di acara Fotile.

Mbak Nuniek lalu bercerita kalau Ipan sempat menyangka dirinya adalah Myra Anastasia. *Berarti kita mirip, ya, Mbak hihihi* Chi terkejut ketika kemudian Ipan dengan santun menyapa lalu cium tangan! Ya, semua blogger yang bertemu dengannya tidak hanya disapa dengan santun dan dipanggil 'Kak' tapi juga dicium tangannya oleh Ipan. *Chi langsung berasa jadi orang tua wkwkkw.* Sebelumnya, Chi pernah tau dari Mbak Ani Berta kalau ada peserta Fun Blogging yang datang jauh dari Garut. Akhirnya, Chi bisa ketemu juga dengan urang Garut ini walopun baru sekali :)

Gak cuma kesantunan dan keramahan yang menjadi ciri khas Ipan Setiawan, bujang garut berusia 23 tahun. Tapi, semangatnya juga sangat tinggi. Kalau teman-teman yang berteman dengannya di social media, mungkin akan melihat kalau Ipan ini cukup sering berada di Jakarta. Dari satu event ke event lainnya. Padahal Ipan masih berdomisili di Garut, lho.

Dia sering sekali bolak-balik Garut-Jakarta demi kegiatan blogging. Nah, Chi jadi penasaran apa, sih, yang bikin Ipan bolak-balik ke Jakarta terus. Padahal jarak Garut-Jakarta itu gak dekat. Udah gitu blognya juga aktif. Bagaimana dia mengatur waktunya dan juga semangatnya supaya gak kendor? Ini bincang-bincang online Chi bersama Ipan.


Selasa, 29 September 2015

Dove Volume Nourishment: Real Beauty, Real Women

dilema rambut perempuan indonesia, dove hair nourishment, oxyfusion technology, #bebasdilemarambut
Dove Volume Nourishment: Real Beauty, Real Women

Bunda: "Dek, udah keramas, belum?"
Nai: "Iya nanti, Bun."

Akhir-akhir ini, Nai suka agak susah disuruh keramas. Tentunya bukan alasan karena takut pedih di mata. Tapi, selalu aja alasannya lupa. Giliran disuruh balik lagi ke kamar mandi, bilangnya nanti kesiangan ke sekolah. Kalau sore, suka ditunda-tunda. Ujung-ujungnya batal keramas.

Memang, sih, gak sampe berhari-hari juga dia gak keramas. Tetep masih 2 hari sekali, kok. Cuma harus diingatkan terus. Padahal biasanya dia rajin. Kalau perlu abisin stok shampoo dan sabun buat sekalian main busa hehehe.

Nai: "Bun, ini kenapa Ima sekarang suka males keramas. Kalau abis dikerudung suka kayak berantakan, udah gitu rambut Ima jadi kelihatan tipis."
Bunda: "Rambu Ima emang tipis, kan?"
Nai: "Iya, tapi kalau gak keramas lebih kelihatan tebel gitu, Bun."

Eyaampuuunn ... anak usia 9 tahun udah peduli sama urusan kecantikan rambut hehehehe. Padahal dia setiap hari berkerudung. Etapi jangan salah, ya, yang berkerudung pun juga tetep wajib memelihara rambut. Jangan cuma supaya rambut tetap bernutrisi aja tapi juga kecantikannya harus juga diperhatikan. Jangan berpikir 'Siapa juga yang mau lihat? Kan, dikerudung ini?' Lho, kalau melihat rambut kita sendiri tetap cantik pastinya bakal senang banget, kan?

Senin, 28 September 2015

Seporsi Soto Ayam Hangat Untuk Bekal Sekolah


Seporsi soto ayam hangat untuk bekal sekolah itu mungkin gak, ya?

Nai: "Makanannya udah gak hangat, Bun."

Cukup sering juga Chi diprotes sama anak-anak, terutama sama Nai yang lebih suka makanan hangat. Mereka bahkan beberapa kali menyarankan supaya Chi bolak-balik ke sekolah aja. Untuk makanan istirahat pertama, gak apa-apa mereka bawa dari rumah. Tapi untuk istirahat kedua, mereka minta Chi anter menjelang istirahat kedua. Alasannya supaya tetap hangat.

Dulu Chi pernah melakukan seperti itu. Mengantarkan mereka bekal menjelang makan siang. Tapi, kayaknya sekarang agak merepotkan *sok sibuuukk hahaha*. Chi udah berusaha cari tempat makan yang satu set dengan lunch bag. Lunch bagnya katanya bisa menahan panas. Tapi sepertinya gak bisa menahan panas dalam waktu yang lama. Ketika istirahat pertama aja udah berkurang panasnya. Kemudian menjadi dingin di istirahat kedua.

Membuat bento menjadi salah satu cara yang Chi lakukan supaya makanannya tetap habis. Rupanya kadang gak mempan juga. Kalau udah dingin, beberapa makanan gak dihabiskan. Akhirnya Keke dan Nai sampai bikin list, makanan apa aja yang gak enak dimakan ketika sudah dingin. Termasuk makanan kayak nugget aja, gak semuanya mereka setuju untuk dijadiin bekal. Pokoknya langsung dicoret dari list hehehehe.

Jumat, 25 September 2015

Benarkah Gurumu Galak?

Benarkah gurumu galak? Yuk, coba pikirkan lagi. Suatu hari, salah seorang sepupu Chi yang masih SMP cerita *sambil tertawa-tawa* kalau dia dan beberapa temannya dipukul telapak tangannya oleh gurunya. Salah seorang temannya tidak terima. Dan dengan sedikit mengancam mengatakan akan memperkarakan masalah. Menurut sepupu Chi, gurunya langsung meminta maaf kepada murid-muridnya. Dan agak memohon supaya masalah tersebut gak diperpanjang. Dan, menurut cerita sepupu Chi sekarang gurunya jadi gak berani menghukum lagi.

Chi: "Memangnya gurumu keras sekali memukul telapak tangan kamu dan teman-teman?"
Sepupu: "Enggak juga, sih."

Oke, keras atau tidak memang relatif, ya. Tapi kalau Chi mencoba mengambil kesimpulan dari cara sepupu bercerita, sepertinya memang gurunya hanya memukul biasa aja.

Chi: "Emang, gara-garanya kenapa sampe dipukul?"
Sepupu: "Gara-garanya kita pada ngobrol di kelas pas guru lagi ngajarin."
Chi: "Ohh ... trus, kalian langsung dipukul."
Sepupu: "Enggak, sih. Pertamanya ditegur dulu, diminta jangan ngobrol saat jam pelajaran. Tapi, gak ada yang nurut. Jadi aja akhirnya yang ngobrol dipukul telapak tangannya."
Chi: "Kalau gitu menurut mu hukuman apa yang pas untuk siswa yang gak nurut sama guru? Kan, awalnya guru gak langsung mukul. Tapi menegur dulu cuma gak pada nurut, kan?"
Sepupu: "Hehehe ..."

Sepupu Chi hanya tertawa tapi gak kasih solusi, hukuman apa yang pantas kalau siswa gak nurut sama guru. Buat Chi ini menggelitik banget.

Kamis, 24 September 2015

Dulu Tukeran Kertas Surat, Sekarang Tukeran Kartu Nama

kartu nama, praktis print

Waktu Chi kecil *usia SD gitu, lah* hobi banget tukeran kertas surat. Banyak banget, deh, koleksi kertas surat Chi saat itu. Tapi, sekarang pada kemana, ya? Ada yang punya hobi sama gak kayak Chi?

Sekarang hobinya lain lagi. Tetep urusan tukeran juga. Tapi kali ini tukeran kartu nama. Bukan hobi, sih, sebetulnya kalau tukeran kartu nama. Lebih karena alasan networking sama selalu aja ditanyain "Ada kartu nama?" Masa' iya jawabnya gak punya melulu. Padahal kartu nama adalah salah satu jalan menuju dapet doorprize *eh :p*

Abaikan yang tentang doorprize itu karena Chi gak terlalu beruntung untuk urusan doorprize. Tapi kalau alasan networking memang iya. Seringkali kalau bertemu dengan seseorang yang baru, terutama di acara blogger, sering ditanya kartu nama. Ketika registrasi ke suatu acara pun suka ditanyain kartu nama. Gak cuma untuk gaya-gayaan, kok. Tapi dengan bertukar kartu nama siapa tau suatu saat bisa saling bekerja sama. Karena ketika memberi kartu nama, kan, gak ke sembarang orang atau sembarang tempat.

Selasa, 22 September 2015

Jangan Memarahi Anak Di Tempat Ini.

Jangan Memarahi Anak Di Tempat Ini. Yup, ada satu tempat di mana Chi berusaha keras untuk gak memarahi anak-anak yaitu di tempat umum. Bahkan ketika di rumah, sebisa mungkin menegur atau memarahinya di dalam kamar saja.

Sebelum, Chi kasih tau alasannya, pastinya kita pernah dong merasa kesal sama anak ketika lagi di luar rumah. Entah anak yang ngerengek minta ini-itu, pecicilan kesana-kemari, dan lain sebagainya. Pokoknya bikin kita jaid kesel. Rasanya pengen ngomelin mereka saat itu juga. Tapi Chi berusaha menghindari itu.

Anak yang dimarahi di depan umum akan merasa malu. Kalau udah malu, akan timbul emosi. Emosinya bisa dikeluarkan dengan cara menangis, ngamuk, atau bahkan diam. Tapi yang pasti kalau sudah emosi akan sulit menerima penjelasan apapun, walopun mungkin dalam hatinya mengakui kalau dirinya salah.

Jangankan di tempat umum, ketika di rumah pun harus lihat-lihat tempat. Chi, kan, masih tinggal sama orang tua. Beberapa kali Chi perhatiin kalau lagi marahin Keke dan dia menangis, ekspresinya langsung berubah jadi cool kalau kakek atau neneknya lewat. Biasanya dia langsung buru-buru usap air mata atau kadang masuk kamar. Chi yakin dia gak suka ditegur atau dimarahi di depan orang lain walaupun itu di depan kakek atau neneknya. Sama, lah, Chi pun juga begitu. Gak suka kalau ditegur di depan orang lain.

Minggu, 20 September 2015

Dari Lawan Jadi Kawan

"Bunda, Keke gak ikutan, ya. Soalnya Keke sama teman-teman mau bikin acara perpisahan buat X."

Saat itu hari terakhir Keke bersekolah di kelas 5. Chi mau ajak Keke dan Nai untuk bolos aja. Kebetulan Chi dapet undangan main inline skate di dunia inline skate. Boleh ajak anak-anak ke sananya. Lagipula udah hari terakhir sekolah, udah gak ada kegiatan apapun. Tapi, Keke menolak ikut dengan alasan akan membuat pesta kejutan untuk salah seorang temannya yang akan pindah ke Kalimantan.

Yang membuat Chi rada terharu adalah temannya ini pernah beberapa kali bermasalah dengan Keke. Dari kelas 2 hingga kelas 4 selalu ada aja masalahnya. Bahkan Chi dan K'Aie sempat dipanggil oleh wali kelas Keke. Chi pun sempat terpikir untuk meminta Keke gak usah bermain dengannya lagi. Cerita selengkapnya pernah Chi tulis di "Memutuskan Pertemanan"

Prakteknya, memutusan pertemanan itu bukanlah hal mudah. Kitanya masih kesal, anaknya udah akrab lagi. Chi juga jadi sulit untuk memaksakan Keke. Chi cuma mewanti-wanti untuk berhati-hati aja jangan sampai terlibat masalah lagi dengan X. Apalagi Chi sempat ketar-ketir pas kelas 5 Keke sekelas lagi. Hufff!

Rabu, 16 September 2015

Hi, Mbak!

Hi, Mbak! Beberapa waktu lalu sempat viral status heboh dari seorang perempuan yang pengen bisik-bisik sama suami orang. Oke deh Chi gak akan screenshot status FBnya karena denger-denger itu perempuan jadi merasa terganggu gara-gara dibully sama banyak netizen. Terutama perempuan yang udah bersuami. Padahal katanya dia nyetatus begitu cuma becanda. Hmmm... Kalau memang bener becanda berarti satu bukti lagi kalau untuk becanda sekalipun harus mikir dulu. Gak bisa seenaknya karena semua ada aturan dan resikonya :) Karena Chi gak akan tampilin screen shotnya, jadi Chi copas aja statusnya, ya.
Ngeliat cowok ganteng banget lagi ngajak main anaknya sambil nyuapin makan, sedangkan istrinya lagi sibuk milih baju. Rasanya pengen gue samperin tuh cowok terus gue bisikin “mas dalam islam poligami itu boleh loh"
Chi gak akan membahas *apalagi debat* tentang apakah dalam islam itu boleh poligami atau enggak. Udah lain ranahnya. Tapi buat Chi sih masih banyak cara menuju surga *ihiiiyyy*. Dah segitu aja, Chi mau bahas dari sisi lain.

Senin, 14 September 2015

Bila Anak Kecanduan Game, Cari Solusi Hingga Ke Akarnya

Bila anak kecanduan game, cari solusi hingga ke akarnya. Haruskah melarang anak bermain game ketika sudah mulai kecanduan? Jawabannya ternyata tidak.

Beberapa hari lalu, Chi nonton salah satu episode serial parenting - Jo Frost. Serial favorit Chi dan beberapa kali Chi menceritakan di blog ini setiap kali ada episode yang menarik. Episode yang beberapa hari lalu Chi tonton sebetulnya udah pernah tayang ulang beberapa kali. Tapi rasanya tetap menarik untuk ditonton dan masih cocok dengan persoalan pola asuh zaman sekarang, yaitu anak yang kecaduan game.

Episode kali itu ada seorang anak bernama Bailey, usia sekitar 10-11 tahun, setiap hari kerjanya main game selama berjam-jam. Pulang sekolah langsung main game. Makan sambil main game, itupun makanan dan minunamnnya harus disediakan oleh ibunya. Pelajaran sekolahnya jelas terganggu karena yang ada di pikirannya hanyalah game. Tidur malam selalu mengigau tentang game yang sedang dia mainkan. Pokoknya hidupnya hanya seolah-olah untuk bermain game. Ibunya sudah merasa putus asa dengan anaknya lalu meminta pertolongan Jo.

Jumat, 11 September 2015

Ketika Bunda Berniat Diet

Ketika bunda berniat diet, maka salah satu cobaan terberat adalah anak-anak dan suami hehehe. Iya, jadi Chi ceritanya lagi berniat mau diet karena berat badan sekarang ini cukup tinggi naiknya. Hampir 60 kg! Padahal biasanya juga setinggi-tingginya itu 55 kg.

Yang bikin Chi niat pengen diet itu karena celana jeans udah pada gak muat. Sempet pinjem celana jeans K'Aie untuk beberapa waktu. K'Aie sih nyaranin supaya Chi beli celana lagi aja. Tapi males banget, ah. Ntar beli trus ngegemukin lagi, masa beli lagi. Emang harus diet berarti solusinya.

Kali ini Chi gak diet pake metode apapun. Cuma berusaha berhenti makan malam aja. Karena Chi merasa mulai tambah gemuk itu rutin makan malam di atas pukul 9 malam. Itupun Chi cuma niat selama weekdays aja. Kalau week end tetep makan malam karena makan malam itu sesungguhnya menyenangkan hahaha.

Tapi niatan Chi untuk gak makan malam itu gak lancar. Ada ajaaa... godaannya. Duh! Di bawah ini beberapa godaan untuk terus makan malam.

Rabu, 09 September 2015

Manfaat Bermain Game

Manfaat Bermain Game. Baca artikel di website Tempo sekitar 2 tahun lalu yang judulnya "Video Game Dorong Anak Bertanggung Jawab" menarik perhatian Chi.Menarik karena di tengah pro-kontra tentang game.

Chi dan K'Aie bisa bilang berada dikedua sisi pro-kontra. Dalam artian kami gak menampik kalau banyak game yang tidak layak. Tapi game yang layak juga sama banyaknya. Jadi tugas yang harus dilakukan oleh orang tua adalah memilihkan game untuk anak. Kalau anak udah punya mau main game yang mana, Chi dan K'Aie gak boleh masa' bodoh. Harus tau game apa yang dipilih sama Keke dan Nai.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa juga anak harus dikenalkan dengan game? Jawabannya adalah karena Chi dan K'Aie memang penggemar game. Dulu waktu masih pacaran, kerjaannya kalau gak baca buku Donald Bebek, ya main game hahaha *jarang banget keluar rumah buat pacaran :D* Dan, hobi itu terbawa sampe menikah.

Sabtu, 05 September 2015

Ajarkan Anak-Anak Untuk Tertib Antre

Hari Kamis lalu (25/7), kami jalan-jalan ke Jungleland. Sebetulnya sebelum puasa, kami berempat sudah ke Jungleland [silakan baca di postingan "Ke JungleLand Saat Weekend Bisa Sampai Malam, Tapi..."] Kali ini kami rame-rame ke JungleLand-nya. Bersama keluarga kakak ipar yang selam ini tinggal di Kalimantan. Dan 2 lagi keponakan dari kakak ipar yang tinggal di Jakarta. Total ada 11 orang yang ke JungleLand. Cerita tentang ngapain aja di JungleLand, nanti akan Chi ceritain di blog www.jalanjalankenai.com. Kali ini Chi mau menceritakan tentang belajar antre.

Salah satu wahana permainan di JungleLand adalah bom-bom car untuk anak dengan tinggi di bawah 135cm. Kalau dikunjungan pertama Nai gak mau ikut main di sana karena gak ada temennya *Keke udah gak boleh karena udah jauh di atas 135 cm tingginya*, dikunjungan ke dua Nai semangat main bom-bom car karena ada sepupu yang sepantaran.

Kamis, 03 September 2015

Minta Pindah Rumah Karena Acara Agustusan

Nai: "Bunda, kita pindah rumah, yuk! Ima gak betah di sini."

Tiba-tiba aja Nai minta pindah rumah. Wah ada apa, nih?

Bunda: "Ada apa Dek? Kok, tiba-tiba minta pindah?"
Nai: "Ima gak betah."
Bunda: "Ya kenapa gak betahnya?"
Nai: "Di sini tuh gak pernah ada acara Agustusan."
Bunda: "Emangnya Ima pengen ikut Agustusan?"
Nai: "Enggak, Bun. Tapi Ima kan pengen tau kayak apa sih acara Agustusan. Di sini gak enak."
Bunda: "Gini aja.. gimana kalau pas tanggal 17 Agustus kita nginep di rumah Nin?"
Nai: "Emang di sana ada acara Agustusan?"
Bunda: "Di sana sih selalu ada."
Nai: "Ya udah Ima mau. Kalau di sini paling cuma pasang bendera mera-putih aja. Gak pernah ada acara."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge