Featured Post

Baked Tomato with Mozarella Cheese

Chi dan anak-anak lagi tergila-gila dengan baked tomato. Cara bikinnya cepet dan rasanya nikmat. Ngenyangin pula. Makan 1 aja biasanya ud...

Senin, 31 Agustus 2015

Utees.me untuk Netizen yang Kreatif


Selasa, 25 Agustus 2015, bertempat di Lounge XXI - Plaza Senayan, Chi bersama beberapa  teman blogger datang ke acara grand launching www.utees.me.

Apa itu uteesme (baca: yutismi)?


Simpelnya sih seperti tulisan di atas, yaitu Social Media + T-shirt =Utees.me. Zaman sekarang ini bisa dibilang sebagai netizen yang gandrung dengan social media. Chi cukup yakin buat kita yang memiliki handphone, minimal ada 1 aplikasi social media yang diinstall. Ketika buka pc atau laptop juga minimal ada 1 social media yang kita lihat.

Chi juga cukup yakin kalau banyak orang Indonesia yang kreatif. Cuma ya itu, kadang saking kreatifnya gak tau batasan. Contohnya di jalan-jalan, sering melihat coretan yang gak pada tempatnya. Misalnya di tembok rumah orang, pohon, batu, foto orang lain, dan lain sebagainya. Kalau di dunia maya banyak beredar meme yang gak pantas. Entah bermaksud untuk membully atau sekedar lucu-lucuan tapi salah kaprah.

Jumat, 28 Agustus 2015

Keke Mulai Bersepeda ke Sekolah


Mulai tahun ajaran ini, Keke mengendarai sepeda ke sekolah. Butuh waktu 1 tahun baginya supaya dikasih izin mengendarai sepeda. Izin dari Bunda yang paling alot. Kalau dariayahnya sih langsung dikasih izin.

Keke: "Bunda, kapan Keke dibolehin naik sepeda ke sekolah."
Bunda: "Iya, nanti."
Keke: "Nantinya itu kapan, Bun?"
Bunda: "Keke latihan dulu aja sama ayah."
Keke: "Latihan apa? Keke kan udah bisa naik sepeda, Bun."
Bunda: "Ya tapi kan selama ini cuma di komplek. Kalau ke jalan raya belum pernah, kan? Makanya harus didampingi ayah dulu. Biar ayah menilai, Keke udah bisa dilepas atau belum"
Keke: "Ya tapi kapan latihan sama ayahnya, Bun?"

Kapan latihan sama ayah? Itu yang gak pernah bisa dijawab dengan pasti. Karena waktunya gak ada. Tiap wiken nginep melulu ke rumah kakek-nenek Keke dan Nai. Dalam hati sih Chi senang dengan penundaan ini karena memang khawatir banget.

Selama ini kan Keke juga Nai sepedaan di komplek aja. Belum pernah ke jalan besar. Itu pun Chi masih suka ada rasa khawatir. Yang paling Chi khawatirin adalah pengendara motor. Di sini tuh banyak pengendara motor di bawah umur. Udah suka ngebut, gak pake helm, trus satu motor bisa lebih dari 2 orang. Ngeselin lah ngelihatnya.

Selasa, 25 Agustus 2015

Happy Fresh Yang Bikin Happy


happy fresh

Malas kayaknya masih menempel di nama tengah Chi, nih. Malas ke pasar, malas masak, malas beberes, dan lain wkwkwk. Tapi kalau lagi rajin ya rajin. Walopun kadang-kadang aja :p

Itulah kenapa Chi suka banget sama yang praktis. Kalau ada yang bisa bantuin kita kenapa enggak. Apalagi di rumah kan gak ada asisten, jadi gimana caranya bisa ada yang bantuin salah satunya belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Belanja kebutuhan bulanan juga bisa, sih.

Apa Itu Happy Fresh?

Belanja jadi lebih mudah dan praktis dengan aplikasi Happy Fresh

Teman-teman pernah tau aplikasi Happy Fresh?

Happy Fresh adalah aplikasi yang akan membantu kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebetulnya gak beda sama toko online lainnya, sih. Cuma bedanya item yang dijual di Happy Fresh itu layaknya kita pergi ke supermarket.

Supermarket yang ada di Happy Fresh adalah Ranch Market dan Farmer. Chi sih seneng aja dengan kedua supermarket ini. Kalau beli daging, terutama steak selalu beli disini atau di toko khusus daging. Pilihan daging steaknya banyak dan berkualitas.

Minggu, 23 Agustus 2015

5 Aktivitas Bersama Anak Saat Mati Lampu di Malam Hari

Di rumah lagi mati lampu. Gampaaannngg... Tinggal ke toko, beli lampu baru trus sampe rumah ganti lampu yang mati, deh hehehe. Canda, ding. Mati lampu yang Chi maksud tentunya mati listrik dari PLN. Kalau padamnya di siang hari kayaknya gak terlalu bermasalah, ya. Tapi kalau malam hari itu lebih ribet.

Lebih ribet karena masih ada anak-anak. Kalau udah gede mati lampu di malam hari sih gampang, lah. Tinggal tidur aja. Siapa tau pas kita tidur listriknya nyala. Nah, kalau anak kecil kan gak bisa begitu.

Mati listril di malam hari itu bikin gerah. Tapi sekarang mereka udah bisa nahan kalau kegerahan. Paling tidur di ruang keluarga yang tanpa AC pun adem. Cuma ya itu gak tahan sama nyamuknya. Gak tau ya kayaknya kalau lagi mati listrik nyamuk tuh langsung nyerbu walopun ruangan udah disemprot. Kayaknya nyamuk seneng suasana gelap.

Untuk meminimalkan kerewelan Keke dan Nai saat listrik padam, Chi punya 5 aktivitas yang bisa dilakukan:

Jumat, 21 Agustus 2015

Tip Agar ASI Lancar

Makan sayur daun katuk... Makan ini... Makan itu... Minum ini... Minum itu... Pernahkah teman-teman yang ketika hamil dan menyusui disarankan mengkonsumsi segala macam supaya ASI lancar? Kalau Chi belum pernah. Gak ada satupun yang menyarankan harus mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu supaya ASI lancar. Dokter kandungan juga tidak melarang Chi makan makanan tertentu. Terserah mau makan apa asalkan makanan bergizi dan sehat.

Ketika hamil anak pertama bahkan anak kedua, Chi banyak mengandalkan info dari berbagai majalah atau tabloid tentang ibu dan anak selain dari orang tua dan lingkungan terdekat lainnya. Dulu Chi belum jadi warga netizen. Belum gaul di dunia maya hehehe.

Suatu hari saat Chi lagi hamil 4 bulan, tante Chi yang biasa dipanggil Bi Nta tanya begini...

Bi Nta: "Teh, kalau mandi putingnya suka dibersihin, gak?" *Bi Nta biasa manggil Chi itu Teteh*
Chi: "Ya, paling pas mandi aja."
Bi Nta: "Pake baby oil?"
Chi: "Enggak, sih. Cuma dibersihin biasa aja. Ya gimana kalau kita mandi, lah. Kenapa memangnya, Bi?"

Bi Nta lalu menjelaskan kalau ibu hamil apabila putingnya diperhatiin lebih dekat, akan terlihat ada bercak putih seperti kerak. Kerak-kerak tersebut menutupi jalannya pori-pori. Kalau terlalu menyumbat bisa mengakibatkan ASI susah keluar.

Senin, 17 Agustus 2015

Salmon en Croute, Makanan Favorit Baru KeNai

salmon en croute

Keke: "Bunda, Keke mau salmon."
Bunda: "Jangan sekarang ya, Nak."
Keke: "Kenapa, Bunda?"
Bunda: "Harganya lagi mahal banget. Tuh lihat."
Keke: "Yaaaa... Sesekali aja, Bun. Kan, udah lama banget gak makan salmon."
Bunda: "Iya, tapi gak sekarang."

Setiap kali mengajak anak-anak belanja, Keke selalu minta dibeliin salmon. Alasannya udah lama sekali gak makan salmon. Tapi, Chi selalu menolak dengan alasan harga salmon lagi mahal. Karena gak juga diturutin, Keke ngadu ke ayahnya.

Bunda: "Gimana ya, Yah. Salmon harganya lagi mahal banget. Masa' 1 potong fillet salmon, seharga seekor ayam? Bedanya kalau 1 fillet paling cuma buat 1-2 orang sekali makan. Kalau seekor ayam kan bisa rame-rame dan buat makan sehari." *Ini waktu harga ayam di pasar masih sekitar Rp25.000,00 s/d Rp30.000,00, ya :D*

K'Aie cuma ngangguk-angguk aja. Padahal Chi sebetulnya modus, tuh. Secara gak langsung minta tambahan uang belanja buat beli salmon wkwkwkwk.

Sabtu, 15 Agustus 2015

5 Alasan Untuk Tega Sama Anak

Tega sama anak = jahat sama anak?

Beberapa orang mengartikannya begitu. Anak kita pun mengartikannya begitu dan mengekspresikannya dengan menangis atau marah. Bahkan untuk yang sudah bisa bicara akan berkata, "Bunda jahat!" Kalau udah gitu, kita pun jadi punya rasa bersalah. Dari rasa bersalah trus timbul galau mau diterusin teganya atau luluh saja?

Berikut ada 5 alasan tega yang pernah Chi lakukan ke Keke dan Nai

Tega ketika menyapih

Rasanya ini salah satu bentuk tega yang bikin Chi rada mewek dan sempat berpikir untuk tidak jadi menyapih. Chi sudah menceritakan tentang proses menyapih di postingan "Weaning With Love" Pertanyaannya, kalau memang weaning with love kenapa harus pakai tega? Kenapa gak tunggu aja anaknya yang lepas dengan sendirinya?

Untuk Keke dan Nai yang ng-ASInya gak kenal waktu dan tempat rasanya sulit menunggu mereka lepas dengan sendirinya. Setiap saat selalu kepengen ASI dan dimanapun. Mereka pun Chi lihat jadi gak leluasa bermain. Pengennya nempel terus sama bundanya untuk nyusu. Susah mau ngapa-ngapain hehehe. Jadi terpikirlah untuk menyapih. *Apakah timbul luka batin terhadap Keke dan Nai? silakan baca aja postingan yang weaning with love itu, ya ;)*

Kamis, 13 Agustus 2015

Kemandirian Harus Ditanamkan Sejak Dini

kemandirian harus ditanamkan sejak dini
Kemandirian harus ditanamkan sejak dini. Yuk, nyapu! :)

"Biii..., tolong ambilin minum, dong. Yang dingin, yaaa.."

Itu bukan teriakan Keke atau Nai. Itu adalah teriakan Chi waktu seumuran Keke dan Nai. Bahkan Chi masih melakukannya hingga dewasa. Memang sih Chi selalu berusaha mengucapkan 2 kata ajaib, yaitu tolong dan terima kasih tapi tetep aja semuanya serba dilayani. Tinggal panggil, kalo perlu teriak.

Sejak kecil hingga dewasa, di rumah selalu ada asisten rumah tangga. Mamah waktu itu bekerja, sehari-hari Chi dan adik-adik sama asisten. Semua pekerjaan dilakukan oleh asisten. Kecuali saat wiken, biasanya mamah yang masak dan juga ikut ngurusin rumah. Sedangkan kami anak-anaknya gak pernah melakukan apa-apa. Semua serba dilayani.

Pernah sesekali kepengen bantuin, misalnya menyapu. Tapi baru juga pegang sapu udah dilarang. Katanya biar sama bibi aja. Nanti malah gak bersih kalau anak-anak yang nyapu. Ya udah Chi sih tinggal serahin sapunya. Enak kan gak perlu ngapa-ngapain? :)

Selasa, 11 Agustus 2015

Viral, Facebook, dan LINE

Waktu hari raya lalu, berita tentang kemacetan parah di tol Cipali dan Cikampek sempat menjadi obrolan Chi, K'Aie, dan adik bungsu Chi. Kira-kira seperti ini obrolannya.

Adik: "Kalau lagi macet parah gitu, repot banget kalau lagi kebelet."
Chi: "Wah iya, tuh. Kalaupun sampe rest area pasti toiletnya rame banget. Hadeeuuuh.. Pokoknya jangan sampe kebelet. Apalagi kalau perutnya yang mules. Kacau, deh bakalan."
Adik: "Hahahah bener, tuh."
K'Aie: "Ya, kalau emang terpaksa banget brenti aja di pinggir jalan. Abis mau gimana lagi hahaha."
Chi: "Wkwkwkw..."
Adik: "Wah kalau bisa jangan sampe, deh."
K'Aie: "Lha, kalau udah gak tahan gimana, dong? Hehehehe"
Adik: "Bukan gitu, masalahnya sekarang semua orang pada pegang handphone. Kalau ada yang iseng motoin, wajah kita kelihatan jelas trus dia bikin meme. Abis itu dia upload ke socmed. Udah gitu viral, kelaaaarrrr urusan. Bisa lebih panjang dari mules ituuuu hahahaha."
Chi: "Hahahhaa... zaman sekarang apa juga bisa viral. Gak usah harus jadi seleb dulu."
Adik: "Nah iya, kan? Mending ditahan-tahanin deh biarpun mules juga hahaha."

Kami pun ngakak ngobrolin tentang segala hal yang bisa menjadi viral di zaman digital ini. Udah gak penting berita baik atau buruk. Udah gak penting perasaan orang, yang penting heboh.

Ngomong-ngomong tentang social media, Chi juga berusaha rutin mengingatkan Keke dan Nai tentang social media. Keke dan Nai memang masih dibawah umur untuk social media, tapi semua akun mereka Chi yang pegang, termasuk passwordnya. Sebetulnya gak cuma tentang socmed tapi juga tentang apapun yang berhubungan dengan dunia maya. Chi berusaha rutin menjelaskan apa yang boleh dna tidak, serta bagaimana harus bersikap. Karena di dunia maya pun seharusnya kita punya tata krama sebagaimana kita bersikap di dunia nyata.

Minggu, 09 Agustus 2015

Ranking 1, Kok Was-Was?

Ini cerita sekitar awal bulan Juni. Beberaoa hari sebelum kenaikan kelas.

K'Aie: "Kira-kira gimana rapornya anak-anak nanti?"
Chi: "Kayaknya semester ini bagus. Kalau lihat hasil ulangan Keke, nilai-nilainya banyak yang naik. Yang ngeri nilai-nilai Nai, tuh."
K'Aie: "Kenapa? Pada turun semuanya?"
Chi: "Justru pada naik. Dan hampir semua nilai ulangannya 100 terus. Nyaris gak ada yang di bawah 100. Wuiiihh!"
K'Aie: "Bagus, dong. Ngeri kenapa? Dia masih memaksakan diri untuk belajar?" *Baca postingan yang berjudul "Sepertinya Nai Butuh Piknik."
Chi: "Enggak, sih. Alhamdulillah, dia udah lebih santai."
K'Aie: "Trus ngerinya kenapa?"
Chi: "Sebetulnya sih bukan ngeri dalam artian sesuatu yang harus diperbaiki atau gimana. Sejauh ini Nai juga baik-baik aja, udah bisa lebih santai. Tapi, Ayah tau kan gimana Nai. Apalagi kalau sensinya lagi dateng. Bunda sih terus berharap Nai bisa mempertahankan nilai-nilainya. Cuma Bunda juga mikir kalau suatu saat nilainya jeblok, dia bakal kecewa panjang gak, ya? Ya, ini cuma sedikit kekhawatiran Bunda aja, sih."

Kamis, 06 Agustus 2015

Jangan Langsung Panik Apabila Bayi Kuning

Cerita waktu Keke lahir, ya. Namanya juga melahirkan anak pertama, pasti bahagia banget, dong. *Waktu ngelahirin anak kedua juga bahagia banget, ding :D* Apalagi Keke lahir dengan tubuh yang sehat dengan berat 3,99 kg dan tinggi 51 cm. Pokoknya dari proses melahirkan hingga memberi ASI semuanya lancar. Sampai sehari sebelum pulang dari rumah sakit, hasil lab menyatakan kalau Keke kelebihan bilirubin akibatnya badannya kuning.

Lebihnya gak banyak, sih. Cuma nol koma sekian dari angka normal. Dokter menyarankan supaya Keke tetap di rumah sakit hingga bilirubinnya kembali normal. Setelah berdiskusi dengan K'Aie, kami memutuskan untuk tetap membawa Keke pulang. Chi bener-bener gak siap kalau anak sekecil itu udah harus dirawat. Chi panik dan stress, lah. Trus merasa bersalah juga.

Kami pikir lebihnya kan gak banyak. Mudah-mudahan cukup dengan dijemur di pagi hari, bilirubinnya bakal turun. Karena permintaan pulang pasien berasal dari kami, maka kami diminta untuk menandatangani surat pernyataan. Dan diminta untuk kontrol 2 hari kemudian.

Senin, 03 Agustus 2015

Hari Pertama Sekolah, Hari Dimana Mereka (Ternyata) Masih Anak-Anak.

"Bunda, nanti hari pertama sekolah nemenin, kan?"

Sekitar dua minggu sebelum tahun ajaran dimulai, Nai sudah bertanya seperti itu. Dan selalu aja seperti itu pertanyaannya setiap tahunnya. Begitu juga Keke, selalu menanyakan dan meminta hal yang sama.

Kalau Keke dan Nai masih baru masuk TK atau SD sih mungkin permintaan untuk selalu ditemani di hari pertama sekolah itu sesuatu yang umum, ya. Bahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI sampai bikin infografis tentang pentingnya menemani di hari pertama sekolah. Karena sekolah memang merupakan rumah kedua bagi anak. Tentu anak harus merasa nyaman juga dengan rumah keduanya dimana gak setiap saat orang tua selalu menemani.

Oleh karena memang penting bagi anak untuk ditemani di hari pertama sekolah. Supaya mereka merasa nyaman dan aman. Terlebih buat anak yang gak mudah langsung akrab dengan suasana baru. Tentu adanya orang tua sebagai pendamping di hari pertama membuat anak merasa nyaman.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge