Featured Post

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS

Kelihatan gagah, ya. Padahal aslinya sendi lutut terasa nyut-nyutan berkali-kali hehehe. Tapi sekarang udah ada solusinya. Baca aja cer...

Minggu, 28 Juni 2015

5 Alasan Menginginkan SHARP AQUOS Crystal - Smartphone Frameless dengan Semangat Tanpa Batas

Chi: “Dapet undangan dari SHARP, Yah.”
K’Aie: “Di mana? Dalam rangka apa?”
Chi: “Di Mall Kota Kasablanka, tanggal 28 Mei. SHARP mau launching produk smartphone. Perasaan, ini pertama kalinya SHARP bikin smartphone, ya? Gak pernah denger sebelumnya.”
K’Aie: “Iya, kayaknya yang pertama.”

sharp aquos
Nih, bukti kalau kami memilih SHARP AQUOS untuk tv :D

Chi penasaran dengan produk smartphone SHARP ini. Sebagus apa kualitasnya? Karena kalau dari brandnya sendiri, sih, udah familiar. Bahkan Chi suka dengan produk tv-nya. Bisa dibilang, gak bisa pindah ke lain hati untuk produk tv-nya. Spesifikasi boleh sama, tapi kualitas yang membedakan.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah pasar smartphone saat ini rasanya semakin banjir aja. Beberapa brand sudah meluncurkan produk handphone terbaru 2015. Kalau dulu, Chi mungkin bisa hapal brand ponsel yang beredar di Indonesia. Tapi kalau sekarang? Wah, nyerah deh! Kira-kira, smartphone SHARP bisa bersaing gak, ya? Atau recommended lah buat kita miliki.

sharp aquos crystal, smartphone android, handphone terbaru 2015

Acara dibuka oleh sambutan dari Fumihiro Irie, President Director PT SHARP Electronics Indonesia. Kemudian dilanjutkan oleh Junichi Iwaki, Unit Deputy General Manager, Personal Communication Systems unit 3, Communication System Division, SHARP Corporation Japan, yang menjelaskan tentang produk yang akan diluncurkan tersebut.

Sabtu, 27 Juni 2015

Harus Tau Supaya Gak Mudah Dibohongi

"Harus jadi orang kaya kalau apa-apa harus selalu manggil teknisi atau tukang. Tapi, jadi orang kaya pun juga sebaiknya punya kemampuan untuk memperbaiki macem-macem. Minimal tau, lah. Tujuannya supaya gak dibohongin sama teknisi atau tukang." K'Aie -
Pernah ada cerita, udah lama sih kejadiannya, waktu itu kami ingin upgrade paket tv kabel menjadi paket HD. Setelah teknisi datang ke rumah untuk mengganti kabel, gak taunya hasil tayangannya kok gak bagus. Kadang-kadang kayak nonton film bajakan gitu kualitasnya. Teknisi berdalih kalau TVnya mungkin yang bermasalah. Chi yang waktu itu sendirian (ada Keke dan Nai juga, sih) dan gak ngerti apapun, cuma ngangguk-ngangguk aja mendengar penjelasan teknisi tersebut.

Begitu K'Aie pulang kantor, Chi jelasin kenapa kualitas tayangannya gak bagus. K'Aie gak langsung percaya. Dia langsung cabut kabel HDMI yang biasa menghubungkan tv dengan PS3. Dipindahin ke dekoder dan tv. Hasilnya tayangannya jernih seperti kualitas HD. Berarti teknisi tersebut memberikan kabel HDMI yang gak bagus ke Chi. Rada menggerutu juga, sih setelah tau. Tapi, Chi gak melakukan komplen apapun. Maleeeess karena udah terlanjur kesel.

Jumat, 26 Juni 2015

Ngabuburitnya Main Board Game Aja, Yuk!

Ngabuburitnya main board game aja, yuk! - Keke dan Nai libur sekolahnya lumayan panjang kali ini karena libur kenaikan kelas, puasa, dan lebaran dijadikan satu. Untuk Ramadhan kali ini mereka sama sekali tidak ada kegiatan sekolah. Full liburnya.

Keke dan Nai sebetulnya sempet mengeluh. Kata mereka kalau lagi puasa itu lebih enak di sekolah. Gak berasa puasanya. Sampe rumah udah agak sore, tinggal istirahat sejenak, gak lama kemudian udah buka puasa. Emang iya, sih, dulu waktu masih sekolah juga kayaknya Chi lebih suka berpuasa di sekolah. Tapi kalau sekarang lebih suka berpuasa di rumah hehehe

Supaya anak-anak gak kelamaan suntuknya, pastinya Chi harus puter otak supaya anak-anak tetep happy. Dari mulai memasak masakan sesuai request mereka setiap hari *kalau puasa, Chi masaknya jadi tiap hari hehehe*, sampe mikir kegiatan apa yang asik buat mereka. Karena ternyata mereka gak betah-betah amat tuh main gadget seharian.

Kamis, 25 Juni 2015

Sudah Cek Buku Sekolah Anak?

Tahun ajaran 2014/2015 sudah berakhir. Tahun ajaran baru ada yang sudah mulai, lalu libur lagi sekitar 2 minggu kemudian. Atau ada yang bablas liburnya kayak sekolah Keke dan Nai. Tapi yang pasti tahun ajaran baru berarti buku sekolah baru. Sudah cek buku sekolah anak?

Kalau untuk urusan buku sekolah, Keke dan Nai sih gak pake ribet karena semua udah disediain sama sekolah. Kami tinggal bayar sejumlah uang aja per tahun dengan nominal buku paket yang sudah ditentukan. Abis itu tau beres, deh. Biasanya seminggu sebelum masuk tahun ajaran baru, buku seklah secara bertahap mulai dibagikan

Ngomong-ngomong tentang buku sekolah, suka ngecek bukunya, gak? Seperti yang kita, sekarang ini suka ada aja buku pelajaran sekolah yang isinya dianggap ngaco. Ketika di share ke social media, berita akan heboh karena viral banget. Mulai deh tuh pro-kontra bermunculan. Biasanya begitu, sih.

Rabu, 24 Juni 2015

Anak Mencoret-coret Tembok. Boleh Atau Tidak?

anak mencoret-coret tembok, stationery
 Anak mencoret-coret tembok. Boleh atau tidak?
Tembok yang penuh dengan coretan itu udah di cat lagi. Eh, dicoret-coret lagi. Pake warna yang glow in the dark. Jadi kalau lampu dimatikan, tulisa nama Keke dan Naima akan terang :D

Mamah Chi beberapa kali cerita, waktu kami kecil salah satu kegemarannya adalah mencorat-coret. Segala dicoret oleh anak-anak Mamah. Tembok, lemari, kursi, dan lain sebagainya. Kayaknya gak ada satupun yang lolos dari coretan tangan-tangan mungil Chi dan adik-adik. Chi udah gak inget kegiatan coret-coretnya, tapi kalau lihat foto masa kecil memang tembok, kursi, dan lain sebagainya itu penuh dengan coretan. Perbuatan siapa lagi kalau bukan Chi dan adik-adik yang melakukan? Hehehe..

Ketika Keke dan Nai balita, mereka pun punya kegemaran yang sama. Kayaknya memang anak kecil dimana-mana senang mencoret-coret, ya. Asal ketemu alat tulis, langsung deh pengennya coret-coret. Mau diumpetin alat tulisnya, tapi coret-coret itu kan katanya bagian dari melatih motorik. Bahkan memegang alat tulis pun harus latihan. Giliran dikasih, rasanya mereka gak puas kalau cuma mencoret di kertas saja.

Senin, 22 Juni 2015

3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh - Bagian 2

Kita lanjut ke tulisan 3K Kunci Keberhasilan Pola Asuh Bagian 2, ya. Yang bagian pertama udah Chi tulis bulan April lalu :D

Konsisten

Konsisten adalah 3K yang kedua. Chi percaya kalau konsisten ini merupakan bagian dari suksesnya sebuah pola asuh. Karena dalam hal pola asuh itu gak ada yang instan. Semua butuh proses yang kadang bisa panjang. Tapi bisa juga memakan waktu cuma sedikit.

Anak menolak makan bayam? Jangan langsung dijudge kalau dia gak suka bayam. Bisa jadi karena lidahnya belum terbiasa. Butuh dibiasakan secara perlahan. Kadang juga butuh kreativitras dari ibu supaya anaknya mau makan bayam. Contohnya Keke dan Nai juga dulu selalu menolak untuk makan baya. Chi coba hancurin bayakmnya, tetep aja gak mau makan. Padahal perasaan sih bayam sayur bayam yang Chi masak itu enak. Akhirnya, Chi coba bikin perkedel bayam. Bayam diblender lalu dicampur ke bahan perkedel. Dan. mereka akhirnya mau makan bayam. Kalau sekarang sih udah gak perlu dibikin perkedel lagi. Cukup di sayur bening aja, mereka udah lahap makan bayamnya.

Sabtu, 20 Juni 2015

Cermati Kredit Tanpa Agunan

Siapa yang gak suka dapet telpon dari telemarketing untuk penawaran Kredit Tanpa Agunan alias KTA?

Chi pasti akan angkat tangan setinggi-tingginya kalau ada pertanyaan itu. Chi memang belum butuh pinjaman apapun meskipun tanpa agunan. Tapi Chi juga bukan orang yang anti dengan kredit. Buktinya, Chi juga punya kartu kredit. Asalkan kita bisa bijak dengan yang namanya kredit, Chi rasa resiko bisa diminimalkan.

Chi itu cuma gak suka pemasaran melalui telpon. Gak cuma tentang KTA aja, tapi seluruh produk keuangan selalu langsung Chi tolak kalau menawarkan melalui telpon. Bahkan kadang suka rada galak nolaknya kalau telemarketernya rada maksa nawarinnya.

Ada ceritanya sih kenapa Chi gak suka dengan penawaran melalui telpon. Karena beberapa tahun lalu Chi pernah tergiur dengan produk asuransi dari salah satu bank yang ditawarkan secara manis oleh pihak marketingnya. Setelah semua oke dan surat-surat diterima, baru deh Chi baca pasal-pasalnya. Kok, kayaknya merugikan, ya? Ngobrol sama teman, ternyata dia pun mengalami hal serupa. Akhirnya, saya langsung menutup asuransi tersebut. Rugi sekian ratus ribu karena gak bisa dikembalikan dananya. Tapi, gak apa-apalah daripada kerugiannya semakin membesar.

Rabu, 17 Juni 2015

Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa Saja?

Inovasi dapur philips, perlengkapan dapur philips
Inovasi Dapur Philips - Memasak Dalam Waktu 45 Menit, Dapat Apa Saja?

Nasi briyani, kue cubit, bakpao quick steam, dan jeruk coco, untuk membuat keempat hidangan tersebut hanya memerlukan 45 menit saja. Percaya? Mungkin kalau Chi gak melihat dengan mata kepala sendiri atau belum mendengar bagaimana prosesnya, belum tentu langsung percaya. Tapi, hari Senin (15/06) lalu di ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Chi melihat langsung bagaimana chef Yuda Bustara membuat 4 hidangan tersebut hanya membutuhkan waktu 45 menit.

Sebelum demo masak dimulai, MC cantik Novita Angie membuka acara dan diawali dengan sambutan dari Erik Van Houten, Head of Marketing Consumer Lifestyle Philips Indonesia. Ramadhan sudah di depan mata. Sudah menjadi tugas ibu untuk selalu berusaha memberikan hidangan yang terbaik untuk keluarga. Masakan rumahan tentunya menjadi pilihan terbaik.

inovasi dapur philips, perlengkapan dapur philips
Chef Yuda Bustara, mr. Erik Van Houten, dan mbak Maria Simanjuntak

Masalahnya kadang menyiapkan makan rumahan itu suka berasa ribet. Apalagi kalau harus bervariasi, udah males duluan rasanya. Karena pasti makan waktu banget. Terutama untuk urban dimana waktu rasanya sangat diperhitungkan. Kecil kemungkinan bisa berlama-lama di dapur.

Gak cuma kaum urban aja, sih. Ketika Ramadhan tiba pun memasak harus lebih dipertimbangkan lagi waktunya. Gak pengen dong kalau sampe kesiangan bangun trus gak ada masakan sama sekali. Atau males juga berlama-lama di dapur saat bulan puasa, ya. Trus, gimana caranya supaya kita bisa menyajikan beranekan masakan sehat tanpa berlama-lama di dapur. Ada caranya, yaitu dengan 3P.

Jumat, 12 Juni 2015

Taekwondo Tournament


Akhir Mei lalu (23 Maret 2015) Keke dan beberapa orang temannya terpilih untuk membawa nama sekolah ke taekwondo tournament yang dilaksanakan di gedung POPKI, Cibubur. Selain pengalaman pertama Keke, ini juga pengalaman sekolah Keke dan Nai mengirim beberapa siswanya yang ikut ekskul taekwondo untuk ikut pertandingan.

Beranikah Keke ikut pertandingan? Sabamnya pernah bilang kalau ke Chi kalau teknik Taekwondo Keke itu termasuk yang terbaik tapi sayangnya dia sering terlihat ragu kalau fight. Terlalu berhati-hati.

Chi sih sebetulnya gak heran dengan penjelasan sabam. Keke itu tipe yang mengamati keadaan dulu, kalau orang umumnya bilang 'telat panas'. Udah cukup sering Chi tulis di blog ini kalau Keke itu setiap kali menghadapi orang atau suasana baru, cenderung terihat seperti menarik diri. Kayak yang pemalu atau setengah hati, padahal dia sebetulnya lagi mengamati. Nanti kalau udah kenal suasananya biasanya di baru mau mulai berbaur. Tapi, walopun Chi udah hapal sama karakter Keke yang ini, tetep aja Chi berusaha ajak dia ngobrol.

Rabu, 10 Juni 2015

Kenapa Harus Philips Steam Iron?

philips steam iron, setrika uap philips
 Kenapa harus Philips Steam Iron? Baca cerita lengkapnya, ya! :)

K'Aie: "Kalau gak sempet, gak usah nyetrika, lah. Baju hari-hari di lipat aja setelah kering. Baju bagus, kirim ke laundry."

K'Aie emang suami idaman wkwkwkw *dilarang protes :p* Dia gak pernah maksa Chi untuk nyetrika. Tapi, bukan berarti akhirnya semua baju hari-hari gak disetrika, lho. Semua baju disetrika, kok. Tapi, ada si mbak cuci-setrika yang datang harian.

Kebalikan dari K'Aie, buat mamah Chi semua pakaian itu harus disetrika. Kalau sampe ada baju gak disetrika, trus si mbak lagi gak dateng, biasanya mamah yang nyetrika. Kalau udah gitu, kan Chi suka gak enak hati. Makanya, suka jadi kucing-kucingan. Diem-diem pakaian Chi, K'Aie, dan anak-anak, Chi masukin kamar trus langsung lipet. Kenapa harus diem-diem karena kalau enggak, nanti bakal disetrikain sama mamah atau minimal diceramahin, lah wkwkwkwk.

Biarpun begitu, kadang Chi juga masih nyetrika. Biasanya kalau lebaran nyetrika baju bagus yang kusut karena ditaro di tas. Gak asik kan mau silaturahmi tapi pake baju kusut. Begitu juga setelah lebaran biasanya laundry suka tutup, kalaupun ada yang buka kadang menunda pesanan karena saking banyaknya terima pelanggan. Kadang kalau lagi mood pengen menyendiri dan rajinnya keluar juga Chi nyetrika hehehehe. Tapi apapun alasannya, itu artinya Chi harus siap juga untuk menyetrika kalau memang dibutuhkan.


Foto di atas adalah foto ruang setrika di rumah Chi, Ada di lantai paling atas cuma berdampingan sama ruang nyuci dan jemur. Kalau lagi pengen menyendiri, emang enak tuh diem di ruang setrikaan. Nyetrika sambil dengerin radio. Tapi, kalau anak-anak lagi ribet *sebentar-sebentar manggil*, nyetrika bisa bikin sewot. Bukan nyetrikanya, sih, tapi cape turun-naiknya hehehe. Makanya, beneran harus nunggu mood dan anak-anak jangan keseringan manggil dulu baru Chi nyetrika.

Kamis, 04 Juni 2015

Mini Live Show Murah Meriah di Saat Liburan

Beberapa hari lalu, ketika Chi ke salah satu mall, di kaca toiletnya ditempel poster live show Thomas & Friends. Chi senyum-senyum melihatnya, bahkan Chi foto itu posternya. Chi senyum-senyum karena ingat beberapa tahun lalu saat Keke dan Nai masih balita.

Ketika Keke dan Nai masih balita, acara mini live show begini selalu Chi cari. Biasanya saat pertengahan dan akhir tahun suka banyak event kayak gitu. Mungkin waktunya menyesuaikan dengan liburan sekolah, ya. Kenapa Chi suka berburu mini live show karena murah meriah. Gratis malahan hehehe.

Sebetulnya sih, acara mini live shownya gak gratis. Kalau anak-anak mau dapet tempat duduk di depan panggung trus dapet kesempatan foto bersama dengan tokoh karakter setelah pertunjukkan usai, ada harga yang harus dibayar. Biasanya harus belanja minimal dengan nominal tertentu bisa dapet 1 tiket masuk.

Senin, 01 Juni 2015

DANCOW EXCELNUTRI+ : Bunda, Dukung Si Kecil Bebas Bereksplorasi, Yuk!


"Orang tua memiliki 3 peran penting dalam memenuhi 3 kebutuhan dasar, yaitu fisik, stimulasi, dan juga kasih sayang untuk memastikan tumbuh kembang si Kecil," ujar Shahnaz Haque, membuka acara media briefing  dalam rangka peluncuran DANCOW Excelnutri+ di Kota Kasablanka, Sabtu 30 Mei 2015. Shahnaz juga menambahkan kalau orang tua sebaiknya percaya diri dan tangguh sehingga si Kecil berani bereksplorasi di masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Tapi, apa yang harus dilakukan oleh orang tua supaya si Kecil bisa menjadi cerdas, percaya diri dan, tangguh? Faktor apa yang paling mempengaruhi? Genetik, Nutrisi, atau Stimulasi? Karena kalau ditanya ke para orang tua, umumnya akan mengatakan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuik si Kecil. Agar si Kecil menjadi anak yang sehat, cerdas, serta aktif.

Selama ini banyak yang berpikir kalau genetik lah yang paling mempengaruhi. Padahal sebetulnya semua sama pentingnya. Karena kalau cuma faktor genetik, buktinya ada juga tokoh besar yang lahir dari keluarga bisa saja (bahkan tidak mampu) tapi kelak menjadi orang yang berhasil karena kecerdasannya. Ada juga yang orang tuanya secara fisik biasa saja, tapi fisik anaknya lebih bagus. Itu bisa jadi karena orang tuanya selalu memperhatikan nutrisi dan stimulasi bagi anaknya. Jadi, kita kesampingkan sejenak tentang genetik, ya. Sekarang kita bicara tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi bagi tumbuh kembang si Kecil.

"Nestle DANCOW 1+ sebagai susu pertumbuhan terkemuka di Indonesia memahami bahwa aspek dari pola asuh adalah memberi nutrisi dan stimulasi. Untuk itulah, guna melengkapi aspek nutrisi, Nestle DANCOW 1+ dengan bangga memperkenalkan Nestle DANCOW EXCELNUTRI+. Inovasi terbaru dari Nestle Research Center," ujar Jasmin Lumanta Estacio, Category Manager Marketing DANCOW Growing Up Milk PT. Nestle Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge