Jumat, 29 Mei 2015

Senyum Keke dan Nai di Pagi Hari, Membuat Bunda Bahagia

Teddy aja (salah satu boneka kesayangan Nai), kalau malam diharuskan tidur nyenyak sama Nai :)

Ketika Keke dan Nai masih balita, Chi selalu senang melihat wajah mereka saat tidur. Rasanya adem dan damai. Segala tingkah laku mereka yang kadang bikin kita jungkir balik sepanjang hari, langsung lenyap capeknya melihat wajah mereka saat tidur. Dan, buat Chi, wajah damai mereka saat tidur juga pertanda kalau mereka tidur dengan nyenyak. Kalau mereka bisa tidur dengan nyenyak, berarti di pagi hari mereka akan bangun dengan wajah tersenyum. Senyum tandanya mereka bahagia. Melihat senyum Keke dan Nai di pagi hari, Chi ikut bahagia :L

Selasa, 26 Mei 2015

Pou

 Ini Pou belum dimandiin. Masih dekil :p

Nai: "Hari ini Bunda udah ngurus Pou belom?"
Bunda: "Belom."
Nai: "Ya, Bundaaa.. Kok, gak diurus Pou-nya?"
Bunda: "Lho, yang pengen install Pou siapa? Kok, Bunda yang harus ngurus?"
Nai: "Iya, tapi Ima kan sekolah, Bun. Bunda ngurus Pou-nya kalau Ima lagi sekolah aja."
Bunda: "Enggak, ah. Anak Bunda cuma Keke sama Nai. Pou gak termasuk hehehe."

Teman-teman ada yang punya Pou? Atau putra/inya ada yang install Pou di gadget? Kalau putra/inya ada yang install Pou di gadget dan bernasib sama kayak Chi, yuk kita saling curhat di sini hehehe. Untuk yang belum tau apa itu Pou, pernah tau Tamagotchi? Semacam mengurus binatang secara virtual. cuma Pou lebih kekinian ajah :D

Pou itu seperti Tamagotchi. Tapi, bukan binatang. Entah sejenis apa Pou ini. Tapi, cara bermainnya kurang lebih sama. Kita harus mengurusnya. Kasih makan, mandiin, ajak main, dan lain sebagainya. Udah berasa punya anak lagi hihihi. Dulu, Chi juga pernah punya Tamagotchi. Cuma bedanya, dulu Chi gak pernah meminta orang tua untuk ikut ngurusin Tamagotchi yang Chi punya. Chi mana berani hahaha.

(Trauma) Naik Kendaraan Umum

Hari Sabtu lalu, Chi kecopetan di jembatan penyebrangan stasiun Bogor. Udah Chi ceritain panjang lebar kejadiannya di blog Chi yang tentang jalan-jalan. Walopun berusaha untuk tetap tenang, tapi yang namanya kehilangan memang tetap aja menimbulkan rasa gak enak. Termasuk rasa gak enak ketika selama beberapa hari terpaksa rada diet socmed lewat socmed karena pake hape jadul hehehe.

Lucu juga kalau dipikir-pikir. Sebelum berangkat, Chi memang udah niat mau diet socmed sepanjang long wiken lalu. Eh, gak taunya pas sampe Tanakita, koneksi internet lagi lancar jaya. Jadi aja, rada tergoda dan sesekali ngintip plus komen-komen sama nyetatus hehehe. Sebentar aja, kok. Tetap berkurang frekuensinya :p Jadinya memang rada gagal puasa socmed, sih. Tapi, kemudian ada kejadian kecopetan yang bikin Chi juga terpaksa puasa socmed lewat hape :D

Kenapa Chi pake hape jadul untuk sementara waktu? Karena K'Aie lagi gak sempet nganterin. Chi gak berani beli sendiri karena belum pernah beli hape tanpa K'Aie. Atau biasnaya K'Aie yang beliin tanpa Chi. Sambil nunggu kapan K'Aie ada waktu, Chi mulai cari-cari di internet. K'Aie juga, sih. Akhirnya ketemu HP apa yang Chi mau.

Minggu, 24 Mei 2015

Model Profesional

Nai: "Bunda, mulai sekarang kalau mau taro foto Ima di blog untuk postingan lomba atau job review harus bayar. Tapi, kalau untuk cerita biasa gak usah bayar."
Bunda: "Bayar berapa?"
Nai: "Bayar pake cilok"

Ampun, deh, udah mulai kaya model profesional pake minta bayaran segala hahaha. Tapi memang kalau untuk blog ini walopun yang menulis selalu Chi, pengawas dna (bahkan) penentunya adalah anak-anak. Kalau K'Aie sih paling bilang jangan aneh-aneh aja. Anak-anaklah yang paling menentukan.

Selasa, 19 Mei 2015

[Sponsored Video]: Karena Berdua Jadi Hebat

Dari kecil, mereka sudah kompak dan selalu meramaikan rumah. Karena berdua jadi hebat!

Untuk beberapa hal, Chi dan K’Aie itu mempunyai sifat yang saling bertolak belakang. Chi lebih cerewet sedangkan K’Aie lebih diam. Chi gampang panikan, K’Aie lebih tenang. Chi selalu pengen segalanya terencana (dengan sempurna), K’Aie lebih mengalir. Masih banyak lagi perbedaan yang kami miliki.

Beberapa kali, perbedaan tersebut menjadi pertengkaran. Tapi, justru yang paling sering Chi rasakan adalah hidup menjadi lebih berwarna setelah kami bersama. Perbedaan tersebut yang justru semakin mempererat kami. Kami menjadi saling mengisi, karena berdua jadi hebat.


Chi masih inget banget ketika K’Aie menginginkan jarak usia antara anak pertama dan kedua kalau bisa jangan terlalu jauh. Alasannya supaya mereka akrab seperti teman sebaya. Sedangkan Chi inginnya agak jauh. Tidak sampai terjadi pertengkaran karena pada akhirnya kami memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan, keinginan K’Aie lah yang dikabulkan.

Senin, 18 Mei 2015

Tip Agar Orang Tua Terhindar Dari Stress Saat Anak Sedang Ujian

Ketika anak sedang ujian, siapa yang paling stress? Ibunya! Hehehe. Chi mau berbagi tip agar orang tua terhindar dari stress saat anak sedang ujian.

Ini sih berdasarkan pengalaman pribadi Chi aja. Bahkan dari beberapa pengalaman orang tua lain yang Chi amati. Kebanyakan bilang kalau yang stress itu adalah ibunya. Anaknya malah santaaaiii. Ujian udah kayak berlibur hihihi. Keke dan Nai aja malah suka kesenengan banget kalau ujian tiba. Kata mereka, pulang sekolah jadi jauh lebih cepet hehehe.

Pernah ada salah seorang teman (laki-laki) mengupload foto istrinya yang lagi manyun. Trus dikasih kalimat yang bertuliskan seperti itu wajah istrinya kalau anak-anak lagi ujian. Anaknya santai, emaknya stress. Salah seorang anaknya komentar, katanya gimana mau belajar kalau di omelin melulu? Entah, si anak cuma beralasan atau memang seperti itu keadaannya. Tapi, emang iya, sih, kalau udah musim ujian, mulut para emaknya umunya lebih bawel. Chi juga begitu hahahaha.

2 tahun lalu, Chi pernah membuat tulisan dengan judul: UAS? (Gak) Deg-Degan, Tuuuhhh... Di tulisan itu Chi berbagi pengalaman bagaimana bisa agak tenang saat anak-anak ujian. Tip tersebut masih Chi pakai sampe sekarang. Bahkan cukup sering Chi menulis bagaimana belajar dengan menyenangkan, supaya anak-anak gak merasa stress menghadapi pelajaran sekolah (tentang belajar Chi mengumpulkan di label Metode Belajar). Cuma memang sesekali masih ada juga bawel-bawelnya. Chi tuh suka berpikir, bisa gak ya saat anak-anak sedang ujian, Chi bersikap benar-benar tenang? Tanpa ada bawel walopun sedikit.

Rabu, 13 Mei 2015

Badan Wangi dan Segar bersama Cussons Imperial Leather untuk Mommies Aktif

Ada 1 email yang masuk dari MommiesDaily, mengundang Chi untuk ikut acara gathering. Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai produk terbaru dari Cussons Imperial Leather ini diadakan pada tanggal 25 April 2015, di Gold's Gym Sudirman Citywalk. Diadakan di gym karena sesi awal acara adalah olahraga bodyvive dulu, setelahnya baru mandi dengan menggunakan produk Cussons Imperial Leather.

Hmmmm... Ikutan gak, ya? Sebelum memutuskan untuk ikut, Chi harus tau dulu kayak apa bodyvive itu. Kalau yang sejenis yoga, mending enggak ikutan, deh. Biar kata lagi trend, Chi nyerah sama yang namanya yoga :D

Setelah lihat di youtube, gak taunya bodvive itu mirip aerobic, ya. Ah, kalau ini Chi baru mau. Beberapa kali pernah cerita di blog ini kalau Chi suka olahraga model aerobic. Rasanya badan itu jadi lebih bugar kalau udah aerobic *ssstt... bahkan bisa bikin Chi turun berat badannya juga, lho* Cuma Chi ini suka gak konsisten. Kalau lagi males bisa berbulan-bulan gak olahraga. Akibatnya buat mulai lagi rasanya berat banget dan badan jadi kaku lagi. Kayak pas undangan dari Mommiesdaily ini datang, Chi lagi gak berolahraga selama berbulan-bulan. Tapi, mengingat bodyvive ini mirip aerobic, Chi putuskan untuk terima undangannya.

Rencananya, pagi-pagi Chi mau langsung jalan aja ke Gold Gym's Sudirman Citywalk. Gak perlu pake mandi. Cukup sikat gigi dan cuci muka aja. Kan, mau olahraga. Lagipula sehabis olahraga katanya kita diminta untuk mencoba sabun Cussons Imperial Leather.

K'Aie: "Itu air panasnya udah disiapin. Tinggal mandi."

Eaaa! Batal deh berangkat nge-gym tanpa mandi hahaha.Ya, udah langsung mandi trus berangkat. Pagi itu jalanan masih sepi. Sampe gym juga belum telat walopun sudah ada beberapa emak blogger yang kumpul.

Selasa, 12 Mei 2015

FOTILE Mewujudkan Dapur Impian. Memasak Tanpa Asap Dapur

Sumber: Booklet FOTILE

Apa pendapat teman-teman ketika melihat foto dapur di atas? Kalau Chi, sih, yang langsung terpikirkan adalah masaknya harus tertib hehehe. Dapur seperti foto di atas itu disebut juga dapur kering. Fungsinya, sih, sebetulnya kayak showroom aja. Dalam artian, kegiatan masak-memasak yang sebenarnya gak dilakukan di dapur tersebut.

Kegiatan masak-memasak yang sebenarnya ada di dapur basah yang biasanya ditempatkan di belakang rumah. Di dapur basahlah segala proses memasak terjadi. Gak heran kalau dapur basah itu tampilannya berbading terbalik dengan dapur bersih. Dapur basah lebih kotor.

Trus, apakah dapur bersih memang hanya berfungsi sebagai showroom alias gak ada kegiatan masak sama sekali? Enggak juga, sih. Dikatakan showroom karena biasanya ada pemilik rumah (biasanya kalangan atas) ingin juga memamerkan dapurnya. Banyak peralatan dapur modern yang memang pantas untuk dipamerkan. Tapi, kalau mengajak tamunya ke dapur kotor, khawatir akan menimbulkan beberapa masalah. Biasanya dapur kering juga dipakai untuk kegiatan seperti memanaskan makanan. Untuk proses awalnya dilakukan di dapur basah.

Minggu, 10 Mei 2015

5 Olahan Pisang Favorit

Ngomong-ngomong tentang pisang, Chi itu gak terlalu suka sama rasanya kalau dimakan begitu aja. Kalau gak terpaksa banget, kayaknya males deh makan pisang. Beda banget sama Keke dan Nai yang memang suka makan pisang. Tapi, kalau diolah dulu, biasanya Chi masih mau makan. Karena buat Chi rasa pisang kalau udah diolah itu lebih enak rasanya.
Berikut 5 olahan pisang favorit Chi:

Jumat, 08 Mei 2015

7 Tip Cara Aman Menggunting Kuku Bayi

Chi itu paling gak tahan sama kuku panjang. Gak enak aja rasanya di jari. Makanya, Chi termasuk yang lumayan rajin gunting kuku kalau udah agak panjang sedikit. Chi juga paling suka guntingin kuku Keke dan Nai. Walopun mereka udah pada bisa gunting kuku sendiri, Chi masih suka nawarin untuk ngeguntingin kuku mereka. Senang aja rasanya kalau udah guntingin kuku anak-anak.

Chi memang suka menggunting kuku Keke dan Nai, tapi ketika bayi menggunting kuku mereka itu susah-susah gampang. Kayaknya, sih kalau ini termausk problem yang suka atau pernah dialami beberapa orang tua, ya. Menggunting kuku bayi memang agak sulit karena mereka belum bisa diminta untuk diam. Bisa tiba-tiba tangannya bergerak kalau lagi digunting kukunya. Bikin yang ngeguntingin kuku jadi khawatir kalau guntingnya akan menyakiti kulit mereka. Chi bahkan nyaris gak pernah ngegunting kuku Keke dan Nai ketika mereka masih bayi, lho.

Walopun Chi agak jarang ngeguntingin kuku mereka ketika bayi, tapi Chi ada 7 tip cara aman menggunting kuku bayi. Karena biar gimana kan kuku mereka tetap harus rutin dipotong. Kasian kalau sampe dibiarkan panjang.

Rabu, 06 Mei 2015

Diwawancara Media Karena Konten Blog

Pernahkah mendengar orang berkata, "Tulisan saya biasa aja karena saya bukan siapa-siapa?" Atau malah kita sendiri yang sering berkata seperti itu?

Chi sering mendengar/membaca orang berkata seperti itu. Bahkan Chi pun sampe sekarang kadang-kadang masih suka berpikir begitu. Menurut Chi, lihat dari konteksnya juga, sih. Ada yang berkata begitu karena memang menunjukkan kesederhanaannya. Tapi, ada juga yang berkata seperti itu karena kurang percaya diri. Begitu juga halnya ketika woro-woro tentang sebuah keberhasilan yang telah dibuat. Ada yang tujuannya untuk menginspirasi, tapi ada juga yang cuma ingin menyombongkan diri. Sekali lagi, kembali ke konteks masing-masing. Dan, silakan masing-masing menjawab untuk diri sendiri saja.Gak perlu berprasangka yang aneh-aneh, yang baik-baik aja biar adem hehehe.

Ya, udah segitu aja kalimat pembukanya. Akhir April lalu, Chi upload foto di Instagram kalau hasil wawancara dengan majalah Ummi sudah tayang di edisi terbaru untuk bulan Mei 2015. Setelah dihitung-hitung, berarti ini udah ketiga kalinya Chi diwawancara dengan media cetak.

Senin, 04 Mei 2015

Wanita Berhijab Sudah Tidak Memerlukan Hair Dryer? Eits! Rambut Juga Butuh Emansipasi, Lho!

Philips kerashine hair emancipation, hijab, hair dryer

Dari dulu, Chi itu suka rada ribet sama urusan rambut. Ada aja masalahnya. Rambut Chi itu tebal dan hitam *kalau sekarang sih udah mulai ada ubannya hehe*. Banyak yang bilang kalau rambut Chi itu bagus. Bahkan termasuk pegawai salon. Ihiiyy! *GR tingkat tinggi hehe* Tapi, bukan berarti tanpa masalah. Selain suka dapet pujian karena rambut yang bagus, Chi juga suka dapet komen yang rada bikin mangkel. Katanya, Chi itu keberatan sama rambut. Malah ada yang lebih kejam lagi, katanya rambut Chi itu kayak singa wkwkwk.

Ya, kalau dipikir-pikir komen yang bikin mangkel itu ada benarnya juga, sih. Rambut Chi yang hitam dan tebal, juga mengembang karena ikal itu gak sebanding dengan badan Chi yang cungkring abis *dulu lho, yaaa. Kalau sekarang udah gak ada cungkringnya hehe* Jadi, memang kayak keberatan rambut. atau ya memang paling gampang kalau inget singa jantan yang rambutnya mekar hehehe. Apalagi dulu kayaknya rambut ikal itu belum dinilai eksotis kayak sekarang.

Akhirnya, pilihan Chi adalah selalu kuncir ekor kuda kalau udah mulai panjang. Kalau dibikin pendek, biasanya pendek banget. Kalau rambut lagi pendek atau nanggung, biasanya Chi kasih gel rambut yang strong trus dibikin model acak-acakan kayak abis ketiup angin badai. Tapi, sampe malam pun dijamin bentuk rambut gak akan berubah karena gel yang kuat kecuali dikeramas.

Minggu, 03 Mei 2015

Kapan Sebaiknya Anak Diberikan Buah Potong?

Ketika anak mulai diberikan MPASI, biasanya buah termasuk menu yang pertama kali diberikan. Karena pertama kali MPASI adalah usia 6 bulan, tentunya banyak yang menyarankan  sebaiknya makanan diblender halus dulu. Tapi, Chi juga pernah cerita di blog ini kalau Keke dan Nai itu selalu menolah makanan yang terlalu halus. Jadinya, makananya MPASI mereka hanya dihaluskan dengan menggunakan garpu, kecuali buah. Kalau buah, Keke dan Nai mau mengkonsumsi buah yang diblender.

Kemudian pertanyaannya adalah, mulai kapan Keke dan Nai bisa diberikan buah potong?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...