Featured Post

Bebas Nyeri Sendi Saat Mendaki dengan VIOSTIN DS

Kelihatan gagah, ya. Padahal aslinya sendi lutut terasa nyut-nyutan berkali-kali hehehe. Tapi sekarang udah ada solusinya. Baca aja cer...

Kamis, 29 Januari 2015

Kisah 3 Emak Menikmati Liburan Sekolah Di Tanakita

Ini kisah 3 emak menikmati liburan sekolah di Tanakita. Eits! Yang berlibur sebetulnya anak-anak, tapi 3 emak ini ikut-ikutan ajah hahaha. 3 emak yang dimaksud adalah Chi, Teh Nchie, dan Mbak Alaika. Kami bertiga kopdar di Tanakita saat liburan sekolah lalu (20-21 Desember 2014).

Chi sekeluarga udah berangkat dari hari Jumat pagi. Rencananya mau main ke situs megalitik Gunung Padang dulu. Setelah perjalanan yang lumayan panjang *gak bisa cepet-cepet karena macet dan Keke kurang enak badan*, kami pun sampai di Gunung Padang sore hari. Sekitar 1 jam kami berada di sana, kemudian lanjut ke Tanakita.

Sepanjang perjalanan ke Tanakita, hujan mulai turun. K'Aie ngajakin ngebaso dulu di kota Sukabumi. Cuma Nai yang gak mau makan bakso. Dia lebih milih makan sop duren. Sampai Tanakita hujan turun semakin deras.

Gak ada tamu. Jadi gelap aja suasananya hehe

Senin, 26 Januari 2015

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Seksualitas pada Anak Usia Baligh dan Remaja bersama ibu Elly Risman

Peranan Orangtua dalam Pendidikan Seksualitas pada Anak Usia Baligh dan Remaja bersama ibu Elly Risman, M.Psi adalah acara seminar parenting yang Chi datangi hari Sabtu lalu (26/01). Bertempat di sekolah Keke dan Nai.

Sudah 3 tahun tahun terakhir ini, sekolah memang rutin mengadakan seminar parenting. Tahun pertama, seminar parenting tentang Pendidikan Karakter Anak bersama Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd. Yang kedua, Chi lupa sama siapa karena saat itu Chi gak bisa hadir. Dan yang ketiga, alhamdulillah Chi bisa hadri lagi walaupun gak sampai tuntas karena harus mengejar waktu supaya gak telat ke acara Warung Blogger.

Peranan orang tua dalam pendidikan seksualitas pada anak usia baligh dan remaja bersama Elly Risman

Ibu Elly membuka seminar parenting kali ini dengan sebuah pertanyaan, "Sejauh mana kita telah menjadi orang tua sebaik-baiknya dengan anak kandung?" Disini sebagai orang tua kita semua diajak merenung, apakah yakin sudah menjadi orang tua yang sebaik-baiknya untuk anak? Karena kenyataannya, trend anak dan remaja zaman sekarang adalah terpaparnya pornografi sejak awal. Terutama sejak kelas 4 bahkan ada yang sejak kelas 1 bahkan TK.

Kamis, 22 Januari 2015

Acara Tahun Baru Yang Tidak Baru

Huahahaha! Selamat datang 2015 yang udah berjalan 22 hari. Chi mau cerita tentang acara tahun baruan 2013 dan 2014. Acara tahun baru yang tidak baru sebetulnya karena udah lewat hehehe. Ya tapi daripada nanti Chi ceritanya di 2016, lebih tidak baru lagi hihihi.

Sebetulnya, gak pernah ada keharusan untuk merayakan tahun baru, sih. Tapi karena kebetulan aja setiap tahun baru itu bertepatan dengan libur sekolah. Kalau lagi libur sekolah, Keke dan Nai kan suka pengen sesuatu yang 'beda'. Maksudnya gak cuma di rumah aja. Kalaupun di rumah aja, ada sesuatu yang spesial, lah.

Dan karena masa liburan sekolah juga, suka jadi momen untuk kumpul bareng keluarga besar. Selain Idul Fitri tentunya. Biasanya sih kumpul di Bandung. Tapi, pernah juga kumpul di salah satu keluarga yang gak tinggal di Bandung. Pokoknya dimana ajalah yang penting kebersamaannya.

Kalau udah begitu biasanya ngobrol-ngobrol sepanjang malam sambil panggang-panggangan. Biasanya daging sapi, ayam, jagung, sosis, dan baso. Tambahannya paling kentang goreng, mash potato, sama onion ring. Walopun begitu, biasanya diantara kami jarang ada yang begadang. Paling pukul 11 malam udah banyak yang tidur kecapean hehehe.

Senin, 19 Januari 2015

Bye-Bye Bento!

Sepertinya, Chi sudah harus memantapkan diri untuk mengatakan, "Bye-Bye Bento!" untuk bekal sekolah Keke dan Nai. Bento, berasal dari istilah bahasa Jepang untuk bekal makanan. Isi dalam 1 tempat bekal makanan bento itu lengkap, yaitu nasi, lauk-pauk, dan sayur. Tapi, Chi juga sering lihat bento yang berisi roti dan buah-buah atau camilan lainnya. Bedanya bento dengan bekal makanan biasa, kalau bento ada unsur artnya. Bento gak cuma sekedar diisi berbagai makanan begitu saja. Tapi, juga ditata bahkan dihias supaya terlihat menarik bagi yang makan.

Umumnya, seorang ibu menyiapkan bento untuk anaknya supaya mau makan.Chi pun begitu. Tapi, bukan karena Nai susah makan. Cuma agak lama kalau gak diawasin. Suka banyak mainnya kalau udah makan sama temen-temennya. Akhirnya, bekal makannya jarang habis. Kalau Keke sih gak usah dibento juga (dulu) selalu habis. Karena Nai suka susah menghabiskan makannya, mulailah Chi terpikir untuk membuat Bento. Alhamdulillah, berhasil. Nai mulai mau menghabiskan makanannya.

Jumat, 16 Januari 2015

Nai dan Marshmallow

Nai: “Ayah/Bunda! Kapan beli marshmallownya?”

Nai dan marshmallow itu udah kayak teman baik hihihi. Setiap kali mau camping ke Tanakita, marshmallow adalah bawaan wajib buat Nai. Kalau belum dibeliin, bakalan ribut gak brenti-brenti.

Nai dan marshmallow
Camping 2 tahun lalu. Kegiatan yang ditunggu anak-anak, bakar marshmallow di api ungun

Marshmallow itu makanan ringan yang kalau dipegang teksturnya kayak busa. Trus, kenyal kalau digigit. Marshmallow ada yang bagian dalamnya isi selai ada juga yang enggak. Kalau Nai suka yang isinya coklat. Walopun gak seheboh Nai kalau minta marshmallow, Keke suka yang isinya strawberry.

Rabu, 14 Januari 2015

Demam Doraemon

Doraemon, Stand By Me, 100 Doraemon Secret Gadget Expo

Liburan sekolah lalu bisa dibilang kami sekeluarga terkena “Demam Doraemon”. Dari mulai datang ke event “100 Doraemon Secret Gadget Expo” sampe nonton “Stand By me, Doraemon”. Karena itu pula, Keke dan Nai mulai menonton kartun doraemon lagi di youtube setiap hari :D

Saking senengnya diajak ke Doraemon Expo, dari beberapa hari sebelumnya Nai udah bilang mau pakai kaos Doraemon kalau jadi ke sana. Kaos yang Nai pake itu sebetulnya punya Keke waktu kecil. Karena kualitasnya masih bagus dan warnya juga belum pudar, jadi bisa dilungsurin ke Nai.

Keke dan Nai memang bukan generasi Doraemon. Maksudnya, gak kayak bundanya waktu kecil yang setiap minggu pagi duduk manis di depan tv untuk menonton Doraemon. Sekarang tontonan kartun kan banyak banget pilihannya. Apalagi tv kabel yang kami punya gak ada channel ke stasiun tv lokal yang ada Doraemonnya itu hehe.

Minggu, 11 Januari 2015

E-Sabak Dalam Sudut Pandang Seorang Ibu


E-Sabak. Istilah yang akhir-akhir ini cukup sering Chi baca atau dengar di berbagai media, maupun dalam obrolan-obrolan dengan teman maupun keluarga. Coba aja googling dengan keyword E-Sabak, akan ketemu beberapa berita yang menulis ini. Chi bukan termasuk orang tua yang anti digital. Malah rasanya kami sekeluarga cukup akrab dengan dunia digital. Tapi ketika berita tentang e-sabak ini menyebar, yang langsung terlintas di kepala adalah sudah saatnya kah pendidikan di Indonesia masuk ke era digital?

Sempat terpikir lagi sama Chi, bukankah selama ini sudah ada Buku Sekolah Elektronik (BSE)? Sama-sama digital juga, apa bedanya? Berita yang satu dengan lainnya masih sepotong-sepotong walopun sudah banyak beredar. Selain itu, kita juga dituntut untuk berhati-hati dalam bersikap. Sudah terlalu banyak berita hoax. Semakin banyak yang judulnya bombastis tapi isinya gak nyambung.

Untuk mendapatkan berita terpercaya, akhirnya Chi membaca melalui web kemendiknas. Rasanya gak mungkin berita yang ada di web tersebut hoax, ya. Karena itu web resmi pemerintahan, khususnya kementrian pendidikan nasional.
Menurut Mendikbud, solusi ini berbeda dengan buku sekolah elektronik (BSE) selama ini. Materi ajarnya, kata dia, dibuat interaktif. "Bahan kuis juga bisa dikembangkan lewat E-Sabak,"
sumber: web Kemendiknas (http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/siaranpers/3689)

Rabu, 07 Januari 2015

Etika Job Review

Hari Minggu (28/12), Chi datang ke acara Arisan Ilmu KEB di kantor ID Blog Network. Dengan niatan pengen mengurangi ketergantungan sama taxi 'burung biru' (baca: pengiritan) kalau pergi sendirian, Chi pun naik Trans Jakarta ke tempat acara.

Berangkat dari rumah mertua - karena lagi nginep disana -, dimulai dengan naik taxi bajaj biru sampe halte busway terdekat. 1 menit... 10 menit... 20 menit... 30 menit... sekian menit berikutnya... Bisnya gak dateng-dateng! Halte yang tadinya sepi banget mulai dipenuhi calon penumpang. Yang tadinya pada sabar menunggu, mulai terdengar menggerutu satu per satu. Sekalinya datang, bis sangat penuh. Chi terpaksa naik karena udah pasti bakal telat.

Penderitaan belum berakhir ternyataaah. Halte dukuh atas, tempat Chi transit penuhnya minta ampun. Banyak yang pengen jalan-jalan ke Ragunan. Antreannya mengular sampe ke jembatan atas. Yang didalam halte udah penuh sesak. Bahkan untuk sekedar keluar dari bis aja susah. Banyak juga yang mulai berteriak, terutama yang bawa anak kecil. Chi juga gak tau gimana ceritanya bisa keluar. Bersyukur aja gak lagi sama anak-anak. Pokok, begitu keluar Chi langsung berniat pulang kembali ke kebiasaan asal, naik taxi! Hahaha

Senin, 05 Januari 2015

Ini Benda Yang Wajib Chi Bawa Kemanapun

“Lebih baik lupa bawa dompet daripada lupa bawa handphone.”

Udah lumayan sering Chi denger atau baca kalimat diatas. Setujukah? Hmmm… Untuk beberapa hal, mungkin Chi setuju. Misalnya, kalau lagi jemput Keke dan Nai di sekolah. Gak bakal panik kalau lupa bawa dompet. Jarang jajan juga pas jemput anak-anak. Tapi, rada panik kalau udah lupa bawa hape.

Sebetulnya bukan karena keranjingan online juga, tapi hape itu buat jaga-jaga. Soalnya, pernah ada kejadian mobil Chi mogok di pom bensin. Panik, lah. Abis itu Chi langsung telpon K’Aie. Setelah K’Aie bilang begini-begitu, Chi baru tenang. Pokoknya lebih tenang kalau bawa hape dengan catatan hapenya jangan low bat.

Kalau ngobrolin hape, sekarang ini erat kaitannya sama powerbank. Setuju, gak? Biasanya dimana ada HP, disitu ada powerbank. Awalnya, Chi juga gak bepikir butuh powerbank. Tapi, trus dapet gratisan. Hadiah waktu beli tv. Trus, setelah itu punya 2 powerbank lagi yang semuanya gratisan hehehehe.

Jumat, 02 Januari 2015

Cara Mudah Merawat Sepatu Saat Musim Hujan


Nai: “Bunda, boleh mandi hujan?”
Bunda: “Boleeehh. Asal abis itu makan yang banyak biar gak masuk angin.”
Nai: “Siaapp!”
Keke: “Mandi hujannya boleh pake sepatu, Bun? Kan, lagi libur sekolah.”
Bunda: “Boleeehh.”
Keke: “Yeaay!”

Mandi hujan sudah lama dinanti sama Keke dan Nai. Cuma memang Chi tahan-tahan karena mereka masih UAS. Tapi, Jum’at lalu (19/12) mereka sudah terima rapor. Kondisi badan mereka juga lagi sehat. Gak ada alasan lagi buat Chi untuk melarang mereka mandi hujan.

Chi sebetulnya seneng banget sama musim hujan. Tapi, suka was-was kalau hujan turun saat Keke dan Nai masih di sekolah. Seringkali sepatunya basah kuyup. Chi udah sering-sering bilang kalau hujan lagi turun pas di sekolah jangan suka main basah-basahan. Mereka memang gak mandi hujan di sekolah, tapi main genangan air setelah hujan reda. Ampun, deh! Hehehe.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge